
Jam pulang sekolah telah tiba , James yang sudah berada di depan sekolah Angelica , mulai menyentuh nama Angelica di layar ponselnya.
Angelica yang baru keluar dari kelas , merasakan ponselnya bergetar di sakunya , Angelica mengeluarkan ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya.
Terlihat nama James disana , Angelica langsung tersenyum dan menyentuh tombol terima panggilan yang ada disana.
"Halo James".
"Halo sayangku , aku sudah sampai di depan sekolah kamu" , ucap James.
"Iya James , aku menunggu adikku yang manja itu keluar dulu ya" , jawab Angelica sambil tersenyum.
"Baiklah sayangku" , ucap James sambil memutuskan sambungan telponnya.
Vincent yang melihat Angelica sedang telponan dengan James dari depan kelasnya merasakan dadanya terasa nyeri , Vincent mulai meremas bajunya dengan tangannya.
"Kamu kenapa Vincent?" , tanya Gina yang juga mencintai Vincent.
"Aku gak kenapa-kenapa , kamu ngapain masih disini , apa kamu gak pulang?" , tanya Vincent.
"Aku mau diajak jalan sama kamu" , ucap Gina.
Vincent yang sedang patah hati saat itu , langsung tertarik dengan ajakan Gina.
"Baiklah , kamu mau jalan kemana , harus tempat yang asik ya , aku gak mau kalau tempatnya gak asik" , ucap Vincent.
"Baiklah" , jawab Gina yang bahagia karena ajakannya disambut oleh Vincent.
.
.
Alvaro yang sudah keluar dari kelasnya , berjalan dengan sangat lesu.
"Kamu kenapa lama banget dek , James sudah menjemput kakak di depan" , ucap Angelica.
"Esmeralda beneran gak masuk kak , masa aku harus menepati janji aku untuk pergi ke rumah dia" , ucap Alvaro dengan wajah lemas.
"Kamu yang buat janji sendiri , jadi kamu harus menepatinya , ingat janji itu adalah hutang" , ucap Angelica.
"Iya kak , tapi anterin aku ya ke rumah Esmeralda" , ucap Alvaro dengan manja sambil menggandeng tangan Angelica dan mereka berjalan bersama menuju keluar gedung sekolah.
"Gak bisa dek , kakak mau ke All Star Hotel bersama dengan James" , jawab Angelica.
Ketika Angelica dan Alvaro sudah sampai di luar gedung sekolah , James langsung keluar dari mobil dan mendekati kekasihnya.
"Kenapa lagi adik ipar ku hari ini?" , ucap James yang melihat Alvaro masih memegang tangan Angelica dan gak mau melepaskannya.
"Kak , temani aku ke rumah Esmeralda ya , aku gak mau pergi sendiri" , ucap Alvaro dengan manja.
"Sudah kakak bilang , kakak gak bisa dek , kamu pergi dengan pak Kamil saja" , ucap Angelica.
"Tapi kak , aku takut pergi sendiri" , ucap Alvaro yang sudah kelihatan mau menangis.
James yang melihat mata Alvaro sudah berkaca-kaca....
"Ya sudah , ayo kakak temani ke rumah Esmeralda" , ucap James.
Alvaro langsung tersenyum dan memeluk tubuh James.
"Terima kasih kakak ipar ku" , ucap Alvaro yang langsung bahagia.
"Ya sudah , kamu pergi bilang ke pak Kamil , minta supaya dia langsung pulang ke rumah saja" , ucap Angelica.
__ADS_1
"Iya kak" , jawab Alvaro sambil berlari menuju ke mobilnya dan memberitahukan pak Kamil untuk langsung pulang.
James mendekati tubuh Angelica dan memeluk bahu Angelica.
Vincent yang juga sedang jalan keluar gedung bersama dengan Gina , pura-pura tidak melihat Angelica dan James yang sedang berdiri disana.
Dengan dada yang masih terasa nyeri , Vincent terus berjalan sambil menuju ke motornya , sampai-sampai panggilan Angelica pun tidak dihiraukannya.
"Itu teman kamu yang lomba basket kemaren bukan sayangku?" , tanya James yang juga melihatnya.
"Iya James" , jawab Angelica yang sedang melihat Vincent sudah menjalankan motornya sambil di peluk dengan Gina yang duduk di belakangnya.
"Kenapa ketika kamu panggil dia gak menyahut , kemaren dia masih menelpon kamu" , ucap James.
"Aku gak tau James , biarkan saja deh" , jawab Angelica.
"Iya sayangku , ayo kita ke mobil lagi , itu adik ipar aku sudah datang ke sini" , ucap James sambil melihat ke arah Alvaro.
Angelica menganggukkan kepalanya dan berjalan bersama dengan James menuju ke mobil.
Setelah mereka semua masuk di dalam mobil , James menjalankan mobilnya menuju ke rumah Esmeralda.
Sampai di rumah Esmeralda...
"Kamu turun sendiri ya dek , kakak tungguin disini" , ucap Angelica.
"Gak mau kakak , kakak dan kakak ipar aku ikut turun juga ya , aku gak mau sendiri" , ucap Alvaro.
"Sudah sayangku , ayo kita temani saja adik ipar aku ini , supaya kita bisa cepat pulang" , ucap James.
"Sekarang dia adik siapa sih , jadi adik kamu saja kayaknya lebih cocok James" , ucap Angelica.
"Jangan gitu dong sayangku , nanti setelah kita menikah dia juga akan jadi adik aku" , ucap James.
"Kalau kita berdebat disini , nanti bisa tambah lama kita pulang" , ucap James dengan lembut.
"Iya kak , ayolah temani aku , sebentar saja" , ucap Alvaro.
Angelica menarik nafasnya dan menghembuskan nya.
"Baiklah , kali ini saja ya , nanti kalau kamu janji lagi dengan cewek , kakak gak mau temani kamu lagi" , ucap Angelica.
"Kalau kakak gak mau temani aku lagi , aku bisa ajak kakak ipar" , jawab Alvaro.
Angelica langsung membulatkan matanya sambil melihat James.
James yang mengetahui kekasihnya akan marah kalau dia menyetujui perkataan Alvaro...
"Kakak tergantung dari kakak kamu , kalau kakak kamu gak mau , kakak gak mau menemani kamu" , jawab James dengan cepat.
Angelica langsung tersenyum mendengar perkataan James.
James pun langsung lega begitu melihat senyuman manis yang sudah terlihat di wajah Angelica.
"Baiklah , nanti aku gak akan janji janji lagi" , ucap Alvaro.
Akhirnya Alvaro , Angelica dan James turun dari mobil dan berjalan menuju ke depan pintu rumah Esmeralda.
"Tekan tombol bel nya dek" , ucap Angelica.
Alvaro menekan bel yang ada disana.
Tidak lama , asisten rumah tangga yang ada di rumah Esmeralda membukakan pintunya.
__ADS_1
"Apa Esmeralda nya ada mba?" , tanya Alvaro.
"Ada tuan muda , silahkan masuk dulu , saya panggilkan nona muda" , ucap asisten rumah tangga tersebut.
Alvaro , Angelica dan James berjalan masuk di ruang tamu yang ada di rumah Esmeralda dan duduk di kursi sofa yang ada disana.
.
.
"Siapa yang datang mba?" , tanya mama Renata.
"Teman sekolah nya nona Esmeralda nyonya" , jawab asisten rumah tangganya.
"Baiklah" , jawab mama Renata.
Asisten rumah tangganya berjalan ke atas menuju ke kamar Esmeralda , sampai di depan pintu , dia langsung mengetuk pintunya.
Tok...tok...tok....
Esmeralda yang sedang santai-santai saja di dalam kamarnya , langsung berjalan membuka pintu kamarnya.
"Ada apa mba?" , tanya Esmeralda.
"Ada teman sekolah nona muda yang datang dibawah" , ucap mba nya.
"Cowok atau cewek?" , tanya Esmeralda.
"Ada cowok ada cewek" , ucap asisten rumah tangganya.
"Baiklah mba" , jawab Esmeralda sambil berjalan turun ke bawah.
Begitu Esmeralda sampai di ruang tamu , Esmeralda langsung tersenyum bahagia karena terlihat wajah pria yang sangat dicintainya disana.
"Kenapa kamu kelihatan baik-baik saja?" , tanya Alvaro yang melihat Esmeralda segar bugar disana.
"Memang aku baik-baik saja" , jawab Esmeralda.
"Kalau kamu baik-baik saja , kenapa kamu gak masuk sekolah hari ini?" , tanya Alvaro.
"Aku cuma mau melihat , apakah kamu akan menepati janji kamu dan ternyata benar kamu menepati janji kamu" , jawab Esmeralda.
Alvaro langsung berdiri...
"Ayo kak , kita pulang sekarang , aku sudah menepati janji aku dan aku juga sudah lihat kalau dia berbohong dan memanfaatkan keadaan untuk membuat aku datang melihatnya" , ucap Alvaro.
Angelica yang memang juga sudah mau cepat pulang pun langsung menyetujuinya.
"Jangan Alvaro , kamu sudah datang , kenapa langsung pulang" , ucap Esmeralda.
"Sudah cukup Esmeralda , aku tidak menyangka kalau kamu ternyata seperti ini" , ucap Alvaro sambil berjalan keluar dari rumah Esmeralda.
Angelica dan James pun mengikuti Alvaro keluar dari rumah Esmeralda.
Esmeralda langsung mengejar Alvaro dan memegang tangan Alvaro untuk menahannya.
"Lepaskan Esmeralda , aku sudah bilang kan kalau aku gak suka di sentuh" , ucap Alvaro yang sedang marah sambil menarik tangannya dan langsung masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah dibuka oleh James dengan remote.
Esmeralda hanya terdiam melihat Alvaro yang marah pada saat itu.
"Ayo kak kita pergi sekarang" , ucap Alvaro kepada James dan Angelica yang sudah masuk ke dalam mobil.
James menjalankan mobilnya pergi dari rumah Esmeralda.
__ADS_1