
Setelah mengiringi Niken pulang ke rumahnya dengan motor , Rangga langsung pamit untuk pulang.
"Kamu gak mau disini dulu Rangga?" , ucap Niken.
"Nanti aku akan mengganggu kamu , bukannya kamu masih ada ujian" , jawab Rangga.
"Iya , tapi besok hanya ujian praktek" , ucap Niken.
"Beneran gak apa-apa aku disini mengobrol sama kamu , nanti kalau orang tua kamu gak suka aku disini , bagaimana?" , tanya Rangga.
"Orang tua aku gak akan masalah aku berteman dengan siapa saja , asalkan orang itu baik" , ucap Niken.
"Baiklah , kalau gitu aku akan disini sebentar" , ucap Rangga sambil mematikan mesin motornya dan berjalan mengikuti Niken duduk di kursi kayu yang ada di depan rumah Niken.
"Rangga sebenarnya ada yang mau aku tanyakan kepada kamu" , ucap Niken.
"Apa itu Niken?" , tanya Rangga.
"Apa kamu pernah berpikiran untuk menjalani hubungan yang serius dengan seseorang?" , tanya Niken.
"Sebenarnya aku ingin menjalani hubungan yang serius sama kamu , tapi aku takut" , jawab Rangga.
"Kenapa kamu takut untuk menjalani hubungan yang serius sama aku?" , tanya Niken.
"Kamu anak kuliah , bagian farmasi lagi , aku hanyalah anak yatim piatu yang cuma tamatan SMA dan sekarang kerjanya bengkel , aku takut tidak bisa mengimbangi kamu nanti" , jawab Rangga.
"Bukankah kalau cinta itu tidak memandang siapa kita , apa pendidikan kita , tapi...apakah kita nyaman selama bersama dengan orang tersebut , bukankah semua itu tidak masalah" , ucap Niken.
"Apakah kamu nyaman selama bersama dengan aku Niken?" , tanya Rangga.
"Aku nyaman selama bersama kamu Rangga" , jawab Niken sambil menganggukkan kepalanya.
"Apa kamu tidak masalah dengan status aku yang anak yatim piatu , aku juga bukan orang kaya , kerjanya di bengkel , hidup aja masih numpang di rumah Yogi" , ucap Rangga.
"Aku tidak masalah Rangga" , jawab Niken sambil tersenyum.
"Apakah kamu serius mau menjadi pacar aku Niken?" , tanya Rangga sambil memegang kedua tangan Niken.
"Iya Rangga aku mau menjadi pacar kamu" , ucap Niken sambil tersenyum.
"Terima kasih Niken" , ucap Rangga sambil menciumi punggung tangan Niken.
"Iya Rangga" , jawab Niken sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kalau gitu aku pulang dulu untuk membersihkan diri aku karena sudah bekerja seharian di bengkel , nanti hari Sabtu aku akan menjemput kamu disini ya , kita pergi kencan berdua" , ucap Rangga sambil tersenyum.
"Iya Rangga , hati-hati di jalan" , jawab Niken sambil tersenyum.
"Iya Niken" , jawab Rangga.
Setelah itu Rangga berjalan menuju ke motornya , dia menyalakan motornya dan menjalankannya menuju ke rumah Yogi.
"Ternyata yang dibilang Sandra benar bahwa Rangga juga menyukai aku" , ucap Niken dalam hatinya.
Setelah itu Niken mengambil kunci rumahnya dari dalam tas dan membuka pintu rumahnya , karena papa dan mamanya masih belum pulang kerja.
Niken berjalan masuk ke dalam kamarnya dan meletakkan tasnya di atas meja belajarnya , setelah itu Niken berbaring di atas kasurnya dengan perasaan yang bahagia , karena akhirnya dia sudah mengetahui bahwa Rangga juga mencintainya.
Rangga yang sudah sampai di rumah Yogi , langsung berjalan masuk ke kamar Yogi dengan perasaan yang bahagia , Rangga mengambil bajunya yang ada di dalam lemari dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai mandi , Rangga langsung berjalan menuju ke meja makan untuk makan makanan yang sudah disiapin bik Iyem untuknya dan untuk Tio.
Setelah beberapa waktu Rangga sudah selesai makan malam.
Rangga berjalan naik ke atas menuju ke kamar papa Doddy , papanya Yogi.
"Tio kamu pergi makan malam dulu di bawah , biar aku yang liatin papa Doddy disini" , ucap Rangga.
"Om" , sapa Rangga sambil tersenyum.
"Iya" , jawab papa Doddy sambil tersenyum.
Seperti biasa Rangga selalu menemani papa Doddy menonton malam itu sambil mengobrol.
Rangga juga menceritakan kalau dia sudah jadian dengan cewek yang disukainya.
Papa Doddy hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum mendengar cerita Rangga.
Tidak lama hari sudah malam , papa Doddy pun sudah mengantuk , Rangga dan Tio memindahkan papa Doddy ke atas kasur , setelah itu Rangga menuju ke kamar Yogi untuk istirahat malam itu.
********
Hari yang ditunggu Sandra akhirnya tiba.
Sabtu pagi itu Sandra dan Antonio sudah dijalan menuju ke pantai yang diberitahukan oleh suaminya.
Selama dalam perjalanan Sandra selalu mengemil makanan yang sudah di siapkan dari hari sebelum keberangkatan mereka.
__ADS_1
Sandra yang kebanyakan makan dan minum , membuat Antonio harus beberapa kali berhenti di rest area , karena Sandra kebelet mau ke toilet.
Antonio dengan sabar menunggu bidadari cantiknya di depan toilet yang ada di rest area dan setelah itu mereka berjalan lagi ke mobil , melanjutkan perjalanan ke pantai.
Setelah enam setengah jam di jalan , akhirnya mobil yang dibawa oleh Antonio sampai di hotel yang sudah mereka booking untuk tiga hari dua malam disana.
Sampai di hotel , Antonio dan Sandra melakukan check in di resepsionis hotel , setelah mendapatkan cardlock nya , Antonio dan Sandra berjalan menuju ke kamar presidential suite yang sudah Antonio booking sebelumnya.
Kamar yang di booking oleh Antonio , pemandangannya langsung menghadap ke arah pantai.
"Bagus banget pemandangannya hubby" , ucap Sandra setelah memasuki kamar mereka sambil melihat ke arah luar jendela kamarnya.
"Kamu suka disini sayang?" , tanya Antonio yang sudah meletakkan koper mereka disana , dan berjalan mendekati istrinya , sambil memeluk istri tercintanya dari belakang.
"Aku suka banget hubby , terima kasih ya hubby" , ucap Sandra.
"Iya sayang , anggap ini sebagai bulan madu kita yang tertunda ya sayang" , ucap Antonio.
"Iya hubby , ini bulan madu kita berempat" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Kenapa berempat sayang?" , tanya Antonio.
"Kan sekarang di perut aku ada 2 anak kita hubby , ditambah kita berdua kan jadi berempat" , jawab Sandra.
"Iya sayang" , ucap Antonio sambil menciumi pipi istrinya yang sudah bulat itu.
Malamnya Antonio sudah memesan makan malam yang romantis di restoran dekat pantai , sebelum mereka pergi kesana.
"Sayang , pakai jaket ya" , ucap Antonio sambil memakaikan jaket di tubuh istrinya sebelum mereka keluar dari kamar hotel.
"Masa ke pantai pakai jaket hubby , biasanya juga orang pakai baju tipis" , ucap Sandra.
"Aku gak mau nanti kamu masuk angin karena terkena angin selama kita disana" , jawab Antonio.
"Baiklah hubby sayang" , ucap Sandra sambil memeluk tubuh suaminya , setelah Antonio selesai memasangkan jaket tipis di tubuhnya.
"Ayo kita jalan lagi" , ucap Antonio sambil mengecup kening bidadari cantiknya.
"Iya hubby" , jawab Sandra sambil tersenyum.
Antonio dan Sandra berjalan bersama sambil berpelukan keluar dari kamar presidential suite mereka menuju ke restoran yang sudah di pesan oleh Antonio sebelumnya.
Karena restorannya dekat dari hotel dan berada di sepanjang pantai , Sandra dan Antonio berjalan kaki bersama sambil berpelukan menyusuri pantai sampai ke restoran yang sudah di booking oleh Antonio.
__ADS_1