
Chika yang sudah sering mual-mual menjadi cemas.
Chika mengambil Hp nya dan menelpon Victor.
Terdengar suara sambungan telpon berbunyi...
Tidak lama terdengar suara dari sana.
"Halo Chika sayang" , jawab Victor.
"Halo Victor , mual aku semakin sering beberapa hari belakangan ini , aku takut nanti ketika acara nikah kita aku mual-mual , bagaimana?" , ucap Chika.
"Kamu tenang dulu , coba nanti tanya sama mama , bagaimana mengatasi mual" , jawab Victor.
"Ok deh , aku tanya sama mama dulu ya" , ucap Chika.
"Iya Chika sayang" , jawab Victor sambil memutuskan panggilan telponnya.
Chika berjalan keluar dari kamar dan memanggil mamanya.
"Ma..." , panggil Chika.
"Iya sayang , mama lagi meja makan" , jawab mama Vivi.
Chika berjalan menuju ke meja makan menemui mamanya.
"Kamu mau puding buah sayang?" , tanya mama Vivi.
"Iya boleh ma" , jawab Chika sambil mengambil puding yang mamanya kasih.
"Ma...beberapa hari ini aku sering mual-mual , bagaimana nanti kalau pas acara aku mual terus" , ucap Chika.
"Kita ke dokter saja ya sayang , buat minta obat penghilang rasa mual" , ucap mama Vivi.
"Ada ya ma?" , tanya Chika.
"Ada sayang , kalau mau nanti mama temani ke dokter" , ucap mama Vivi.
"Aku kasih tau Victor dulu ya ma , siapa tau dia yang mau temani aku ke dokter" , ucap Chika sambil memakan puding buahnya.
"Mama senang sekarang kamu mendapatkan calon suami yang baik nak" , ucap mama Vivi.
"Iya ma , aku juga bahagia selama bersama Victor , aku sudah tidak mengharapkan lagi cinta aku kepada Yogi" , ucap Chika.
"Iya , lebih baik kamu menerima lelaki yang mau mencintai kamu setulus hatinya , dari pada kamu mencintai orang yang tidak pernah menginginkanmu" , ucap mama Vivi.
"Iya ma" , ucap Chika sambil menganggukkan kepalanya.
"Nanti kuliah kamu bagaimana sayang?" , tanya mama Vivi.
"Nanti aku akan tanyakan dengan Victor dulu ya ma" , jawab Chika.
"Iya nak" , ucap mama Vivi.
__ADS_1
"Aku ke kamar lagi ya ma" , ucap Chika setelah puding nya habis.
Mama Vivi hanya menganggukkan kepalanya.
Chika berjalan naik ke atas menuju ke kamarnya.
Chika langsung mengambil Hp nya dan menelpon Victor.
Tidak lama terdengar suara dari sana.
"Halo Chika sayang"
"Halo Victor , kata mama bisa minta obat sama dokter buat hilangin rasa mual nya , apa kamu mau menemani aku ke dokter?" , tanya Chika.
"Iya boleh sayang , tapi nanti ya jam 5 setelah aku pulang kantor" , jawab Victor.
"Iya Victor" , jawab Chika sambil mematikan sambungan telponnya.
********
Antonio yang sudah selesai kerja , langsung mematikan laptopnya , mengambil jasnya di kursi , membawa tas kerjanya dan tidak lupa paper bag yang diberikan oleh Robi.
"Ayo kita pulang sayang" , ucap Antonio kepada bidadari cantiknya.
"Iya hubby", jawab Sandra sambil memegang tangan suami tercintanya.
Begitu keluar dari ruangannya , Antonio berhenti di meja Susi sang sekretaris.
"Saya mau pulang dulu ya , kalau kalian sudah selesai kerja , kalian bisa langsung pulang" , ucap Antonio kepada Susi dan Adel.
Setelah itu Antonio berjalan menuju ke lift bersama Sandra.
Sampai di lobby , Antonio dan Sandra langsung menuju ke parkiran mobil.
Begitu Antonio dan Sandra sudah masuk ke dalam mobil , Antonio menyalakan mobilnya dan menjalankannya dengan kecepatan sedang menuju ke apartemennya.
"Malam ini mau makan apa hubby?" , tanya Sandra.
"Apa aja sayang" , jawab Antonio.
"Di apartemen , kita ada ayam , wortel , kentang , apa masak sop ayam saja ya?" , tanya Sandra.
"Iya boleh sayang" , jawab Antonio sambil tersenyum.
Setelah itu tidak ada lagi obrolan di antara mereka , hanya lagu pop yang nyala dari audio mobil saja yang terdengar disana.
Tidak lama mobil Antonio sudah sampai di parkiran apartemen.
Antonio dan Sandra langsung turun dari mobil , berjalan menuju ke lift.
Sampai di apartemen mereka , Sandra langsung mengganti bajunya dengan daster dan menuju ke dapur.
Sandra mulai memasak nasi dan menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasak.
__ADS_1
Sementara Antonio sibuk di dalam kamar , menata kamar dan kamar mandi dengan lilin aromatherapy yang di pesannya sama Robi.
Antonio melihat kalung yang dipilihkan oleh Robi.
"Modelnya simple dan cantik , pasti bidadari cantikku akan suka" , ucap Antonio dalam hatinya.
Antonio meletakkan kotak kalung di atas lemari di samping kasur , supaya memudahkan dia untuk mengambilnya nanti pada saat bermesraan dengan bidadari cantiknya.
Setelah menata semuanya , Antonio mengambil baju rumahnya dan masuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.
Tidak lama , Antonio keluar dari kamar mandi , dia pun mulai menyalakan setiap lilin aromatherapy yang sudah disusunnya disana , lalu mematikan lampu kamarnya , setelah itu dia berjalan keluar melihat bidadari cantiknya.
"Sayang , sudah selesai belum?" , tanya Antonio sambil memeluk pinggang istrinya dari belakang.
"Sebentar lagi sudah masak sayang" , jawab Sandra sambil mengaduk sop nya yang ada di dalam panci.
"Baunya wangi sayang" , ucap Antonio.
"Sudah lapar banget ya hubby , sabar ya , sebentar lagi masak , nanti makannya sop sama telur dadar saja ya" , ucap Sandra.
"Iya sayang , kalau kamu yang masak aku gak pilih-pilih" , ucap Antonio sambil menciumi leher istrinya.
Tidak lama sop yang dimasak Sandra sudah matang.
Sandra melepaskan dirinya dari pelukan suaminya , karena mau memasukkan sop ke dalam mangkuk dan menyediakan nasi untuk suaminya.
Dari hari semakin hari , Sandra semakin cekatan mengerjakan pekerjaan rumah.
Setelah semuanya selesai , Sandra menata makanannya di meja makan.
Antonio dan Sandra sudah duduk di meja makan dan memakan makanannya.
"Enak sayang , masakan kamu selalu enak" , ucap Antonio sambil memasukkan makanannya ke mulut.
"Kalau gitu makan yang banyak ya hubby", ucap Sandra.
"Iya sayang , aku pasti makan yang banyak , kalau kamu yang masak terus , aku rasa aku bisa gendut tidak lama lagi" , ucap Antonio sambil terkekeh.
"Gak apa apa hubby , aku tetap cinta kok sama hubby", ucap Sandra sambil tersenyum.
"Makasih ya sayang , selalu buat hari-hariku bahagia" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Iya hubby , aku juga bahagia bersama hubby" , ucap Sandra sambil tersenyum.
Setelah itu mereka melanjutkan makan makanan mereka , dengan hening....tidak ada obrolan lagi diantara mereka , yang terdengar hanyalah bunyi garfu dan sendok , sampai semua makanan mereka habis.
Sandra mulai mengangkat semua piring dan mangkuk kotor yang ada di meja makan , membawanya ke dapur , setelah itu Sandra mulai mencuci semuanya termasuk peralatan dapur yang digunakannya untuk memasak makanan mereka malam itu.
Antonio menunggu bidadari cantiknya sambil duduk di meja makan.
Tidak lama , kerjaan Sandra pun sudah selesai.
"Ayo sayang kita ke kamar ya" , ucap Antonio yang melihat istrinya sudah keluar dari dapur.
__ADS_1
"Iya hubby" , jawab Sandra sambil mengikuti suaminya ke kamar.