Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Si Kembar A - Part 85


__ADS_3

Vincent yang sedang patah hati melihat Angelica yang selalu menolaknya itu , berjalan keluar dari kamarnya menuju ke meja makan.


Kebetulan pagi itu papa Victor , mama Chika , oma Farah dan opa Wijaya sedang sarapan pagi bersama di sana.


"Pa , kebetulan semuanya sudah berkumpul disini. Ada yang ingin aku bicarakan" , ucap Vincent.


"Mau bicara apa nak?" , tanya Victor.


"Aku sudah bertekad hanya akan menjadi seorang atlit basket pa" , jawab Vincent.


"Kenapa begitu? Bukankah kamu mau masuk ke jurusan internasional bisnis , supaya bisa melanjutkan perusahaan opa" , ucap opa Wijaya.


"Sebenarnya aku mau ambil jurusan itu , karena aku mau bertemu dengan Angelica opa" , jawab Vincent dengan lirih sambil menundukkan kepalanya.


"Jadi karena Angelica menolak kamu dan tunangannya memukul kamu kemaren , membuat kamu gak ingin lagi untuk kuliah jurusan bisnis lagi?" , ucap Victor.


"Bukannya begitu pa , aku gak mau bertemu dengan Angelica dan mengingat semua tentang dia lagi , itu membuat hati aku merasa sangat sakit sekali" , ucap Vincent.


"Bagaimana kalau kamu papa kasih kuliah di luar kota atau di luar negeri? Jadi kamu gak ketemu lagi dengan Angelica" , ucap Victor.


"Aku hanya ingin menjadi atlit basket pa" , jawab Vincent.


"Gak bisa Vincent , perusahaan opa harus ada yang melanjutkannya" , ucap opa Wijaya.


"Kan masih ada Camilla dan Valentino , opa" , ucap Vincent.


"Kenapa kamu jadi berani membantah opa setelah kamu besar?" , ucap opa Wijaya.


"Aku mohon opa , kali ini saja , izinkan aku memilih apa yang aku sukai" , ucap Vincent.


Chika yang gak tahan melihat anaknya pun ikut memohon kepada papa mertuanya.


"Aku mohon izinkan Vincent menjadi apa yang dia inginkan pa. Nanti aku akan minta Camilla dan Valentino untuk masuk ke perusahaan papa" , ucap Chika.


"Tapi kan Vincent cucu yang paling besar disini nak , jadi dia yang harus menjalankannya" , ucap opa Wijaya.


"Tapi aku beneran gak suka opa , aku hanya suka bermain basket. Aku mohon tolong ijinkan aku menjadi atlit opa" , ucap Vincent.


"Tapi biar bagaimanapun kamu harus menjadi penerus dari keluarga ini" , ucap opa Wijaya.


"Maaf opa , aku gak bisa opa" , ucap Vincent sambil bersujud dan memohon.

__ADS_1


Camilla yang baru bangun dan turun ke bawah , langsung terkejut begitu melihat kakaknya yang bersujud memohon di sana.


"Ada apa ini kak?" , tanya Camilla.


Vincent gak menjawab pertanyaan adiknya.


Vincent terus memohon kepada opa nya dan papanya untuk mengijinkannya menjadi atlit basket.


Sampai akhirnya oma Farah gak tega melihat semua ini.


"Ya sudah pa , biarkan Vincent menjadi apa yang dia inginkan" , ucap oma Farah.


"Tapi ma" , ucap opa Wijaya.


"Sudah pa , kalau Vincent gak mau , kita jangan memaksakannya lagi , nanti Camilla dan Valentino juga pasti bisa meneruskan perusahaan kita" , ucap mama Farah.


"Perusahaan? Maksudnya oma?" , tanya Camilla yang gak mengerti.


"Maksud oma , nanti kamu dan adik kamu yang akan menjalankan perusahaan property milik keluarga , karena kakak kamu gak mau menjalankannya. Kakak kamu mau menjadi atlit basket" , ucap oma Farah.


"Oh , kalau aku memang mau masuk ke perusahaan sendiri nanti setelah tamat kuliah , karena mencari kerja itu sangat susah sekali. Jadi , aku gak ingin nanti susah-susah mencari pekerjaan" , ucap Camilla.


"Tuh kan pa , Camilla saja mau menjalankan perusahaan kita. Ijinkan saja Vincent menjadi atlit basket" , ucap mama Farah.


Vincent pun langsung memeluk oma Farah dan mengucapkan terima kasih karena telah membantunya untuk mewujudkan cita-citanya.


Vincent juga berterima kasih kepada opa Wijaya karena akhirnya sudah mengijinkannya untuk menjadi atlit.


********


Di Singapura....


Antonio dan keluarganya sudah sampai di Universitas N , Antonio langsung mengisi formulir pendaftaran untuk anaknya.


Setelah selesai mendaftarkan anaknya disana , mereka melanjutkan lagi jalan-jalan di kota Singapura.


Mereka pergi ke universal studio yang ada disana.


Alvaro sangat senang selama disana , Alvaro bermain sampai puas disana.


Sandra pastinya juga sangat puas berfoto-foto selama disana.

__ADS_1


James dan Angelica juga menikmati setiap wahana yang ada disana , tidak lupa mereka pun mengambil beberapa foto berdua dengan menggunakan ponsel mereka.


Sampai hari sudah sore menjelang malam , mereka pun sudah mulai lapar dan mencari restoran yang ada disana.


Antonio , Sandra , Alvaro , Angelica dan James makan malam bersama sambil mengobrol.


"James , dulu kamu kan sekolah disini. Apa kamu sering pergi bermain?" , tanya Antonio.


"Gak sering om , paling juga kalau ada hari libur baru pergi jalan-jalan bersama teman-teman. Kalau kuliah tugasnya juga banyak , jadi waktu untuk bermain juga terbatas" , jawab James.


"Memangnya kalau kuliah banyak tugas ya kak?" , tanya Alvaro.


"Iya dek , sama saja dengan sekolah , banyak tugas juga kan" , ucap James.


Alvaro pun menganggukkan kepalanya.


"Nanti selama Alvaro kuliah , tinggal di apartemen aku aja om. Kebetulan apartemen itu juga gak di pakai" , ucap James.


"Alvaro kuliah 3 tahun lho James , kalau orang tua kamu kesini , mereka pasti akan tinggal di apartemennya. Lebih baik untuk Alvaro , om mencari apartemen yang dekat dengan sekolahnya saja" , ucap Antonio.


"Tapi orang tua aku bilang gak apa-apa om buat Alvaro tinggal selama kuliah disini" , jawab James.


"Jangan James , om juga maunya Alvaro tinggal gak jauh dari universitasnya , soalnya Alvaro itu susah bangunnya. Kalau tinggalnya agak jauh , nanti dia pasti akan telat ke kampus setiap hari" , ucap Antonio.


"Baiklah om" , ucap James yang sudah mengerti kalau om Antonio gak mau menggunakan apartemen miliknya.


Tidak lama makanan yang mereka pesan pun sudah terhidang di atas meja.


Antonio , istri dan anak-anaknya beserta James makan bersama sambil mengobrol santai sampai makanan mereka habis.


Selesai makan , Antonio membayar semua makanan mereka dan mereka mulai jalan-jalan lagi sebelum kembali ke hotel.


Sandra membeli beberapa barang-barang unik yang dia lihat selama mereka jalan-jalan di universal studio , Sandra juga membelikan baju kaos yang bertulisan Singapura untuk diberikan kepada orang kerjanya.


Sampai hari sudah malam , Antonio dan keluarganya beserta James kembali ke hotel dengan menggunakan cab.


"Di sini malam hari juga masih kelihatan ramai ya , dan masih banyak juga yang berjalan kaki sendiri meskipun hari sudah malam" , ucap Sandra.


"Iya tante , disini sangat aman , meskipun kita jalan sendiri di tengah malam. Aku sering pulang dari kampus sudah tengah malam , aku jalan sendiri ke apartemen selalu aman dan gak pernah dilukai atau dirampok sama orang" , ucap James.


"Kalau gitu tante jadi tenang Alvaro tinggal sendiri disini" , ucap Sandra.

__ADS_1


"Iya sayang , karena aku sudah tau disini aman , makanya aku berani menyuruh Alvaro untuk kuliah disini" , ucap Antonio.


"Iya hubby" , jawab Sandra.


__ADS_2