Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 119


__ADS_3

Sementara Sandra yang berada di rumah sakit sudah menghabiskan sarapannya.


Sandra dan Antonio berjalan bersama menuju ke ruangan dokter Sarah.


Antonio membantu membawakan infus yang masih menggantung di sana , selama mereka menuju ke ruangan dokter Sarah.


Sampai di depan ruangan dokter Sarah , Antonio memberitahukan kepada perawat bahwa mereka sudah didaftarkan oleh dokter Reihan.


Mendengar ucapan Antonio , perawat itu langsung mempersilahkan Antonio dan Sandra untuk masuk kedalam ruangan dokter Sarah.


"Selamat pagi bapak dan ibu" , sapa dokter Sarah.


"Pagi dokter" , jawab Sandra dan Antonio sambil tersenyum.


"Dengan ibu Sandra?" , tanya dokter Sarah.


"Iya benar dokter" , jawab Sandra.


"Silahkan duduk dulu" , ucap dokter Sarah.


Antonio dan Sandra pun duduk di kursi yang ada di depan meja dokter Sarah.


Dokter Sarah bertanya-tanya tentang siklus menstruasi Sandra belakangan ini.


Sandra mulai berpikir dan menjawab semua pertanyaan dari dokter Sarah.


Setelah itu...."silahkan langsung ke kasur pasien saja ya , supaya bisa kita cek" , ucap dokter Sarah sambil tersenyum.


"Iya dokter" , jawab Sandra.


Antonio dan Sandra berjalan menuju ke kasur pasien.


Perawat yang ada di sana membantu mengangkat baju Sandra yang di bagian perut dan mulai memberikan gel dingin diatas perutnya.


Setelah itu dokter Sarah mulai menjalankan alat ke atas perut Sandra.


"Kandungannya masih baru sekarang sudah masuk usia kandungan 3 minggu ya , nanti benar-benar harus dijaga ya , karena sekarang masih sangat rentan , sampai masuk usia kandungan 3 bulan , itu masa-masa yang sangat rentan , selama kehamilan makan yang bergizi dan istirahat yang cukup , jangan sampai kelelahan juga" , ucap dokter Sarah.


"Baik dokter" , jawab Sandra.


Setelah itu mereka pindah , duduk dekat kursi di depan meja dokter Sarah.


"Sekarang saya berikan vitamin dan obat buat kehamilan dulu ya , nanti bulan depan kita periksa lagi" , ucap dokter Sarah.


"Baik dokter , terima kasih" , ucap Sandra dan Antonio sambil mengambil resep dari dokter Sarah.


"Iya sama-sama" , jawab dokter Sarah.


Setelah itu Antonio dan Sandra berjalan keluar dari ruangan dokter Sarah.


"Sayang kamu aku antar ke kamar dulu ya , setelah itu aku mau beli obat kamu", ucap Antonio.


"Gak mau hubby , aku ikut hubby" , ucap Sandra dengan manja sambil menggandeng lengan suaminya.


"Ya udah kamu boleh ikut" , ucap Antonio sambil tersenyum.


"Kita ke kantin dulu ya hubby" , ucap Sandra.


"Kamu masih lapar sayang?" , tanya Antonio.


Sandra menggelengkan kepalanya...


"Aku cuma mau memastikan kalau hubby beneran makan" , ucap Sandra sambil tersenyum.


"Ya udah , ayo kita ke kantin" , ucap Antonio yang tidak tega melihat istrinya mengkhawatirkan dirinya.

__ADS_1


Antonio dan Sandra berjalan menuju ke kantin.


Sampai di kantin Antonio memesan bihun goreng , Sandra sibuk memilih kue basah yang ada disana.


Setelah mereka mendapatkan makanannya , mereka duduk di meja kosong yang disediakan disana.


"Tadi katanya gak mau makan , cuma mau nemenin" , ucap Antonio yang tersenyum melihat istri tercintanya sibuk memakan kue basah yang di belinya.


"Tiba-tiba aku lihat jadi pengen hubby" , ucap Sandra sambil mengunyah.


"Iya sayang boleh , sekarang kamu kan makannya sudah gak buat sendiri , sudah untuk berdua" , ucap Antonio dengan lembut.


"Iya hubby , gak disangka kita cepet diberikan baby" , ucap Sandra sambil mengelus perutnya yang masih datar.


"Iya sayang" , jawab Antonio sambil tersenyum.


Setelah selesai makan , Antonio dan Sandra berjalan menuju ke apotik rumah sakit untuk mengambil obat yang diberikan oleh dokter Sarah.


Setelah mendapatkan obatnya , Antonio dan Sandra berjalan menuju ke kamar rawat.


*******


Pagi itu Robi dan pak Brian pengacara dari Antonio , memasuki universitas A.


Robi langsung menanyakan dimana letak ruangan pemimpin universitas tersebut kepada satpam.


Setelah satpam tersebut memberitahukannya , mereka langsung berjalan menuju ke arah yang ditunjukkan oleh satpam tersebut.


Sampai di depan ruangan pemimpin universitas Robi langsung mengetuk pintunya.


Terdengar suara dari dalam...


"Masuk" , kata orang yang ada di dalam.


Robi langsung membuka pintu tersebut.


"Siang , kalau boleh tau ada urusan apa ya bapak mencari saya" , ucap pak George pemimpin universitas.


"Perkenalkan saya Robi dan ini pengacara bos saya pak Brian, kami datang kesini ingin membahas masalah anak mahasiswa bapak yang sudah menyuruh mahasiswa baru , untuk berdiri di lapangan selama berjam-jam di bawah terik matahari sampai jatuh pingsan" , ucap Robi.


"Jadi kalian keluarga dari Sandra Darmawan , anak baru yang pingsan kemaren siang?" , tanya pak George pemimpin disana.


"Kami bukan keluarganya , tapi kami utusan dari suaminya" , ucap Robi.


"Jadi Sandra Darmawan sudah menikah , kenapa di data dia belum menikah" , ucap pak George.


"Iya pak , baru beberapa bulan yang lalu , pada intinya kami kesini , bos saya tidak menerima istrinya di perlakukan seperti itu , apakah kampus bapak selalu menyuruh anak baru berdiri di lapangan sampai jatuh pingsan?" , ucap Robi.


"Saya tidak pernah mengizinkan anak-anak untuk melakukan hal yang tidak wajar selama ospek berlangsung" , ucap George.


"Tapi pada kenyataannya , istri bos saya jatuh pingsan di lapangan kampus anda dan ada nama Meri yang menyebabkan hal ini , kalau bapak tidak mau menyelesaikan masalah ini , maka kami sebagai pihak dari korban akan menuntut kampus bapak , pengacara kami sudah mempersiapkan berkas-berkasnya" , ucap Robi.


Pak Brian langsung mengeluarkan dan memperlihatkan berkas penuntutan kepada pak George.


Melihat berkas-berkas itu , tertera nama penuntut Antonio Winata...


"Ini kan nama pengusaha muda sukses , pemilik All Star Hotel , jadi yang berita pernikahan waktu itu...dengan murid baru yang pingsan kemaren , aku gak bisa mengelak kalau seperti ini , ini bukan orang sembarangan" , ucap pak George dalam hatinya.


Pak George langsung mengangkat telpon di kantornya dan menyuruh membawa anak yang bernama Meri ke dalam ruangannya.


Tidak lama terdengar suara ketukan dari pintu.


"Masuk" , kata pak George.


Terlihat Meri memasuki ruangan pak George.

__ADS_1


"Apa kamu yang bernama Meri?" , tanya pak George.


"Iya benar pak" , jawab Meri.


"Apa kamu yang telah membuat Sandra Darmawan jatuh pingsan?" , tanya pak George.


"Dia saja yang memiliki tubuh lemah , bukan salah saya kalau dia pingsan" , jawab Meri dengan santai.


"Apakah di kampus kita dibenarkan untuk menyuruh mahasiswa baru untuk berdiri lama di bawah terik matahari?" , tanya pak George.


"Gak lama kok pak , baru juga sebentar dia sudah pingsan" , jawab Meri yang masih mengelak.


Pak George langsung mengangkat telponnya dan memanggil ibu Jeni.


Tidak lama Jeni pun masuk ke ruangan pak George.


"Bu Jeni , apakah kemaren ada anak baru yang pingsan karena di suruh berdiri lama di lapangan kita?" , tanya pak George.


"Iya benar ada pak , Jeri yang membawanya ke ruangan kesehatan" , jawab bu Jeni.


Jadi kamu masih mau mengelak Meri , kalau kamu masih mau mengelak , saya akan serahkan semuanya kepada kedua bapak ini.


Meri hanya berdiri terdiam dengan santai dan masih tidak merasa bersalah.


"Baiklah , saya tidak mau berlama-lama lagi disini , karena sepertinya Meri tidak mau mengakui semuanya" , ucap Robi.


"Sekarang saya akan minta pengacara dari bapak Antonio untuk membuat berkas-berkas penuntutan terhadap Meri , jadi nanti kita akan urus secara hukum saja" , ucap Robi sambil mengancam.


"Ok disini kita sudah punya dua saksi dan satu korban , maka saya bisa menaikkan kasusnya" , ucap pak Brian yang mengikuti permainan Robi.


Mendengar perkataan Robi dan pak Brian , akhirnya Meri mengaku.


"Maaf pak , saya tau saya salah , tapi jangan bawa saya ke hukum , nanti orang tua saya bisa malu dan kami bukanlah orang kaya , pasti orang tua saya tidak bisa mencarikan pengacara untuk saya" , ucap Meri.


"Akhirnya kamu mengaku juga , kenapa kamu melakukan hal itu kepada nona muda kami" , ucap Robi.


"Saya cemburu , karena Jeri menyukai anak baru itu" , ucap Meri dengan lirih.


"Kalau kamu cemburu , juga tidak boleh menyiksa anak baru , saya tidak menyangka kamu akan membawa hal pribadi ke dalam acara kampus" , ucap pak George.


"Iya maafkan saya pak , saya salah" , ucap Meri.


"Asal kamu tau kesalahan kamu hampir membuat nama kampus kita jelek , kamu tidak tau kamu berhadapan dengan siapa" , ucap pak George.


"Iya pak , saya minta maaf" , jawab Meri dengan lirih.


"Bagaimana pak Robi?" , tanya pak George.


"Bos saya mau anak yang sudah mencelakai istrinya diberi hukuman yang setimpal , kalau bapak tidak memberikannya , maka kami yang akan bertindak" , ucap Robi.


"Apa? Istri bos nya , berarti anak baru itu sudah menikah , kalau tau dia sudah menikah gak akan gue suruh begitu" , ucap Meri dalam hatinya dengan penuh penyesalan.


"Baiklah , kamu saya skors 2 minggu dan untuk skripsi kamu tahun ini gagal , kamu harus mengulangnya tahun depan" , ucap pak George kepada Meri.


"Saya mohon jangan pak" , ucap Meri sambil memohon.


"Itu sudah menjadi keputusan saya , atau kamu mau saya DO sekarang juga" , ucap pak George dengan tegas.


"Tidak pak , saya menerima hukuman dari bapak" , ucap Meri.


"Bagaimana pak Robi , apakah anda puas dengan hukuman yang saya berikan kepada mahasiswi saya?" , tanya pak George.


"Untuk sekarang ok pak , tapi kalau nanti ada lagi mahasiswa lain yang mengganggu dan mencelakai Sandra Darmawan , kami pasti akan langsung membuat perhitungan dengan kampus bapak" , ucap Robi dengan tegas.


"Iya pak Robi , saya pastikan tidak akan ada masalah kedepannya untuk Sandra Darmawan" , ucap pak George.

__ADS_1


"Baiklah pak , kalau gitu kami permisi dulu" , ucap Robi.


Robi dan pak Brian pun berjalan menuju keluar kampus.


__ADS_2