Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 129


__ADS_3

Setelah mendapatkan telpon dari kakaknya Amanda , Yogi langsung mengambil bajunya di dalam tas dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Sudah mandi aja bro" , ucap Rangga , ketika melihat Yogi yang sudah keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah.


"Iya gue mau ke rumah sakit dulu" , jawab Yogi.


"Gue ikut ya bro" , ucap Rangga.


"Iya boleh" , jawab Yogi.


Rangga langsung menuju ke lemari mengambil bajunya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah beberapa waktu , Rangga keluar dari kamar mandi , merapikan rambutnya di depan kaca gantung yang ada dikamarnya.


"Ok , gue sudah siap bro" , ucap Rangga.


Setelah itu Yogi dan Rangga mengambil kunci motor masing-masing dan keluar dari kostan.


Mereka menyalakan motor mereka dan menjalankannya menuju ke rumah sakit Kenanga.


Sampai di depan rumah sakit , mereka melihat banyak pedagang kaki lima yang menjual makanan disana , mereka memilih untuk sarapan terlebih dahulu.


Setelah selesai sarapan , mereka melajukan motornya memasuki area parkiran rumah sakit.


Yogi dan Rangga berjalan memasuki rumah sakit menuju ke ruang rawat papa Doddy.


Sampai di depan ruang rawat papanya , Yogi menanyakan kepada perawat di depan ruangan tersebut.


"Bagaimana keadaan papa saya suster?" , tanya Doddy.


"Masih sama seperti sebelumnya mas , masih dalam keadaan koma" , jawab suster tersebut.


"Apa saya boleh masuk dan melihatnya suster?" , tanya Yogi.


"Iya boleh tapi cuma satu orang saja ya" , jawab suster tersebut.


"Iya suster" , jawab Yogi.


Suster membukakan pintu kamar ICU tersebut , meminta Yogi untuk mencuci tangan dengan handsanitizer , membantu memakaikan baju pelapis yang berwarna hijau itu dan menggunakan penutup kepala , setelah selesai Yogi boleh melihat papanya.


Setelah sekian lama mereka tidak pernah mengobrol lama dan bahkan untuk makan saja tidak pernah bersama.


Sekarang Yogi melihat papanya yang terbaring lemah dan tidak berdaya disana.


Tidak ada lagi papa yang penuh ambisi seperti sebelumnya.


"Pa , kenapa bisa begini pa?" , ucap Yogi.


Tiba-tiba air mata keluar dari mata Yogi dan membasahi wajahnya.


"Yogi tau dulu salah , tidak pernah bekerja , taunya bermain-main sama cewek cewek saja , tapi sekarang aku sudah berubah pa , aku sudah punya usaha dengan teman aku , meskipun usahanya belum besar , tapi aku akan berusaha supaya aku bisa sukses nanti dan papa bisa melihatnya" , ucap Yogi dengan penuh air mata.


Papa nya masih tetap diam dan tidak bangun , yang terdengar hanyalah suara mesin yang ada disana.


Setelah beberapa saat Yogi mulai tenang , dihapusnya air mata dari wajahnya dan Yogi berjalan menuju keluar dari ruangan ICU.


"Bagaimana bro?" , tanya Rangga.


"Papa gue masih gak bangun" , ucap Yogi dengan wajah yang masih sedih.


"Loe yang sabar ya bro , gue yakin papa loe pasti kuat , pasti bisa melalui semua ini" , ucap Rangga.


"Iya , terima kasih bro" , jawab Yogi.


"Ya udah lebih baik kita ke bengkel lagi" , ucap Yogi.


Rangga menganggukkan kepalanya.


Ketika Yogi dan Rangga mau pergi dari sana , suster disana memanggil Yogi.


"Tunggu mas , boleh tolong tinggalkan nomor yang bisa dihubungi , nanti kalau ada apa-apa dengan pak Doddy akan segera kami hubungi" , ucap suster tersebut.


"Iya suster boleh" , jawab Yogi sambil mencatat nama dan nomor telponnya di buku yang disediakan disana.

__ADS_1


"Terima kasih ya mas" , ucap suster yang bernama Mia tersebut.


"Iya sama-sama suster" , jawab Yogi.


Setelah itu Yogi dan Rangga berjalan meninggalkan ruangan ICU dan menuju ke parkiran motor.


Sampai di parkiran motor , mereka menyalakan motor dan menjalankannya menuju ke bengkel mereka.


Rangga mulai membuka pintu kios bengkel dan setelah itu mereka mulai menyusun beberapa barang diluar.


Tidak lama Katherine muncul di bengkel mereka.


"Hi...cowok ganteng" , sapa Katherine.


"Ngapain loe disini?", tanya Yogi.


"Gue nyari loe la , cowok ganteng" , ucap Katherine.


"Dari mana loe tau gue disini?" , tanya Yogi.


"Sangat mudah untuk seorang Katherine mencari informasi tentang cowok yang disukainya", ucap Katherine.


Beberapa hari sebelumnya Katherine selalu mendekati pembalap yang kenal dengan Yogi dan Rangga.


Awalnya agak sulit untuk Katherine mendapatkan informasi Yogi , karena tidak ada yang kenal baik dengan Yogi , mereka hanya tau Yogi adalah jagoan disana setelah tidak ada Victor.


Tapi Katherine tidak menyerah , akhirnya dia menanyakan informasi tentang Rangga , dia ketemu dengan salah satu teman Rangga disana dan dari temannya Rangga itulah dia bisa mendapatkan alamat bengkel Rangga dan Yogi sekarang.


"Ya suka-suka loe deh" , ucap Yogi yang duduk disana sambil menunggu pelanggan yang akan datang ke bengkel.


Mendengar perkataan Yogi , Katherine yang menggunakan baju terbuka , yang memperlihatkan belahan dada dan perutnya , dengan celana jeans panjang tersebut langsung duduk pas di sebelah Yogi.


Setelah Katherine duduk disebelahnya , bisa dipastikan Yogi bisa melihat dengan jelas kedua dada yang tidak ditutupi oleh dalaman , yang ada di balik baju Katherine.


Tapi Yogi sama sekali tidak tertarik dengan tubuh Katherine , meskipun Katherine dengan sengaja menggerakkan dan mendekatkan tubuhnya supaya Yogi bisa melihat dengan jelas tubuh polos atasnya.


"Apa loe gak merasa kedinginan seperti itu?" , tanya Yogi , yang sudah mulai gerah dengan tindakan Katherine.


"Kalau gue dingin kan loe bisa menghangatkan gue , atau mau kita cari tempat sepi" , ucap Katherine sambil mengedipkan matanya.


"Banyak cowok yang sangat menginginkan tubuh gue , tapi gue gak pernah kasih ke mereka , kalau buat loe gue bisa memberikannya" , ucap Katherine di telinga Yogi.


Seketika hasrat ke lelaki...an Yogi mulai timbul.


"Gile ada cewek cantik menawarkan sendiri tubuhnya ke gue , karena gue cowok normal ya gue pasti akan tertarik , tapi gue gak mau kejadian dengan Chika terulang lagi" , ucap Yogi dalam hatinya.


Tiba-tiba Yogi berdiri dan mengambil jaketnya dari motornya.


"Ini loe pake tuh , gak enak diliatin orang yang lewat , dari tadi liatin ke dada loe terus" , ucap Yogi.


"Apa kamu gak mau tubuhku dilihat oleh pria lain? Baiklah aku hanya akan memperlihatkan tubuhku hanya kepada kamu" , ucap Katherine setelah mendekati Yogi dan mengambil jaket Yogi sambil tersenyum.


Rangga hanya diam sambil melihat Katherine yang terus mendekati Yogi.


Tidak lama datang orang yang mau memperbaiki motornya.


Yogi langsung menghampiri pelanggannya itu dan menanyakan motornya kenapa sebelumnya.


Setelah mendapatkan jawaban dari pelanggannya yang baru datang itu , Yogi langsung memperbaiki motor tersebut.


Katherine masih duduk disana dan Rangga menemui Yogi , dan berjongkok di samping Yogi.


"Bro , gue salut sama loe , gak perlu nyari cewek , cewek cantik langsung datang mendekati loe" , ucap Rangga.


"Tapi cewek yang gue sukai , gak pernah bisa melihat gue sedikit pun" , ucap Yogi dengan lirih.


"Kenapa loe gak coba aja sama Katherine , lumayan bro cantik banget , gue aja pengen" , ucap Rangga.


"Kalau loe mau , buat loe aja" , ucap Yogi.


"Dia yang gak mau sama gue , maunya sama loe" , ucap Rangga.


Yogi hanya diam dan terus memperbaiki motor yang baru masuk tersebut.

__ADS_1


Tidak lama datang lagi pelanggan di bengkel mereka dan Rangga langsung menghampiri pelanggan yang baru datang dan langsung memperbaiki motor pelanggan yang baru masuk itu.


Katherine terus memandangi Yogi bekerja sambil duduk di kursi kayu , setelah dia menggunakan jaket Yogi di tubuhnya.


*********


Di All Star Hotel...


Sandra yang belum mau melepaskan Antonio pergi ke kantornya , membuat Antonio berpikir dan mencari cara supaya dia bisa bertemu dengan pak Wira hari itu.


"Sayang...kalau pak Wira aku minta kesini aja buat meeting sama aku gimana?" , tanya Antonio dengan lembut.


"Gak mungkin kan pak Wira datang , aku sambil memeluk hubby seperti ini" , jawab Sandra.


"Iya sayang , nanti kamu di kamar sebentar ya" , ucap Antonio sambil menyentuh wajah bidadari cantiknya dengan lembut.


"Tapi gak ada hubby , gimana dong" , ucap Sandra sambil memanyunkan bibirnya.


"Aku hanya sebentar sayang dan juga kan masih disini gak di ruangan kerja" , ucap Antonio dengan lembut.


"Janji" , ucap Sandra sambil memberikan jari kelingkingnya.


"Iya janji sayang" , jawab Antonio sambil mengaitkan jari kelingkingnya di kelingking bidadari cantiknya.


Setelah itu Antonio langsung menelpon Susi sang sekretaris.


Tidak lama terdengar suara dari sana.


"Halo" , jawab Susi.


"Halo Susi , nanti setelah pak Wira datang tolong diantarkan ke kamar atas ya" , ucap Antonio.


"Baik pak" , jawab Susi.


Setelah Antonio menutup telpon disana , Antonio bertanya kepada istrinya...


"Mau makan apa siang ini , sayang?"


"Aku pengen rujak hubby" , jawab Sandra.


"Makanan yang lain mau makan apa?" , tanya Antonio.


"Pengen rujak aja hubby" , jawab Sandra.


"Sayang , makan nasi dulu ya baru makan rujak , nanti sakit perut kalau makan rujak aja" , ucap Antonio dengan lembut.


"Tapi rujaknya iya juga ya hubby" , ucap Sandra dengan manja.


"Iya sayang" , ucap Antonio sambil mengelus wajah bidadari cantiknya.


"Ya udah mau nasi goreng pakai daging sate ayam ya" , ucap Sandra.


"Kamu mau jus sayang , katanya harus banyak-banyak makan buah" , ucap Antonio.


"Boleh deh hubby , jus strawberry" , jawab Sandra.


"Ok , aku pesan dulu ya" , ucap Antonio sambil mengambil telpon di mejanya dan menekan nomor disana.


Tidak lama terdengar suara dari sana.


"Halo" , jawab petugas di restoran.


"Halo...tolong antarkan rujak , 2 nasi goreng dengan sate ayam , 1 jus strawberry dan 1 lemon tea , ke kamar atas ya" , ucap Antonio


"Baik pak" , ucap suara dari sana.


Tidak lama terdengar bel pintu Antonio berbunyi.


"Aku buka pintu dulu ya sayang" , ucap Antonio.


Sandra langsung mengangkat tubuhnya dan duduk di kursi.


Antonio membuka pintu dan ternyata Lia yang datang mengantarkan pesanan makanan mereka.

__ADS_1


Setelah Lia selesai meletakkan semua makanan di meja , Lia pun permisi dan pergi dari sana.


__ADS_2