
"Dari mana saja kamu" , ucap papa Doddy kepada Yogi.
"Dari main pa" , jawab Yogi seperti biasa.
"Kerja kamu main-main saja , kamu sudah 22 tahun Yogi" , ucap Doddy , dengan suara yang tinggi.
"Kenapa papa marah , biasanya juga papa tidak perduli sama aku" , ucap Yogi.
"Kamu harus sadar , selama ini , uang yang kamu hambur-hamburin itu bukannya uang papa , sekarang perusahaan sudah hampir bangkrut , dan kamu masih juga bermain-main di luaran sana" , ucap papa Doddy dengan nada tinggi.
"Apa pa , perusahaan hampir bangkrut?" tanya Yogi , tiba-tiba tubuhnya menjadi lemas , mendengar perusahaan papanya hampir bangkrut.
Iya nak , papa juga sekarang sedang mencari cara , supaya kita tidak jatuh miskin , semoga saja kakakmu Amanda mau membantu papa , sejak dia keluar dari rumah ini , dia sama sekali sudah tidak pernah menghubungi kita , kalau papa nanya , juga jawabannya pasti sekedarnya saja , atau kalau gak dijawab sedang sibuk kerja.
"Papa minta kak Amanda bantu apa?" , tanya Yogi.
"Papa mau dia menikah dengan anak teman papa , dia pemilik hotel berbintang di kota ini dan pastinya sangat kaya" , ucap Doddy.
"Bukannya kak Amanda sudah punya pacar ya pa..." , ucap Yogi.
"Untuk kondisi kita sekarang , kakakmu harus mau bantu papa , kalau tidak kita akan jatuh miskin" , ucap Doddy.
"Tapi seingat aku , kak Amanda tidak mau ikut campur dalam bisnis papa , pasti dia tidak akan mau dipaksa menikah" , ucap Yogi.
"Papa sudah minta kakakmu pulang ke rumah , katanya dia akan pulang bulan juli , kita lihat nanti saja , kamu bantu juga papa , buat membujuk kakakmu , supaya mau menikah dengan anak teman papa" , ucap Doddy.
Yogi yang mendengar itu hanya terdiam , tidak tau mau menjawab apa , di satu sisi , dia tau kalau kakaknya , pasti tidak akan mau , dipaksa menikah.
"Ya...udah , sekarang papa mau ke kantor dulu" , ucap Doddy sambil jalan keluar.
"Iya pa" ucap Yogi dengan lemas.
Yogi menuju ke kamarnya dan langsung berbaring di kasurnya.
"Kenapa hari ini , hari terjelek dalam hidup gue?'' , ucap Yogi dalam hatinya.
Pagi-pagi udah dikagetkan , bangun tidur dengan badan yang polos , bersama Chika lagi , sampai rumah...dengar perusahaan papa hampir bangkrut.
"Kenapa aku bisa tidur dengan Chika?"
Yogi mencoba mengingat , kejadian kemaren malam.
Perasaan gue pergi ke klub malam xxx sendiri deh , naik motor gue.
Tiba-tiba dia tersadar , motor gue...motor gue...pasti masih di parkiran klub malam xxx.
Kenapa tadi gue lupa , kalau gue bawa motor , tau gitu tadi kan gue bawa mobil Chika ke arah klub , bukan ke rumah.
Yogi langsung keluar dari rumahnya , mencari tukang ojek , yang suka mangkal di ujung jalan rumahnya.
"Bang , tolong antarkan saya ke klub malam xxx ya" , ucap Yogi.
"Gak salah , ke klub malam pagi-pagi gini , mana ada yang buka" , ucap tukang ojek itu.
"Saya mau ambil motor saya , yang ketinggalan disana" , ucap Yogi.
"Oh , mabok ya kemaren" , ucap tukang ojek itu , sambil menjalankan motornya.
Mendengar kata mabok , Yogi tiba-tiba teringat , pada saat dia minum-minum , seingat dia Sandra yang datang kesana menemuinya dan mereka pun pergi.
"Berarti pada saat dia mabok , bukan Sandra yang datang menemuinya , tapi Chika" , ucapnya dalam hati.
"Kenapa ketika mabok mata gue jadi mabok juga , sampai...sampai... Chika gue lihat sebagai Sandra" , ucap Yogi dalam hatinya.
__ADS_1
Ya ampun , apa yang harus gue lakuin sekarang.
Yogi pun hanyut dalam pikirannya sendiri , sampai dia di kejutkan dengan panggilan tukang ojek yang memanggilnya.
"Bang...bang...kita sudah sampai" , ucap tukang ojek.
"Eh...oh iya" , ucap Yogi yang terkejut dari lamunannya.
"Ini bang bayarannya" , ucap Yogi sambil turun dari motor tukang ojek.
Dilihatnya motornya masih terparkir disana , Yogi mulai menyalakan motor besarnya dan menjalankannya menuju ke rumahnya.
********
Sandra yang sedang berbahagia setelah mendapatkan lamaran dari Antonio , setiap hari memandangi cincin di jari manis kirinya , sambil tersenyum mengingat kejadian romantis , pada malam itu.
Sampai harinya fitting baju tiba.
Antonio dan mama Shinta , menjemput Sandra dan mama Amel.
Karin dianterin oleh Riko pacarnya , jadi mereka langsung ketemu di butik tante Rita.
Setelah setengah jam berjalan , mereka sampai di butik tante Rita.
Karin yang sudah sampai duluan disana , langsung turun , begitu melihat Sandra turun dari mobil Antonio.
"Sandra" , panggil Karin.
"Hi...Karin" , ucap Sandra.
Tidak lama , mama Amel , tante Shinta dan Antonio pun keluar dari mobil.
"Halo tante Amel" , sapa Karin pada mama Amel ,yang sudah dia kenal dari dulu.
"Ada , lagi nunggu di mobil tante" , ucap Karin.
"Oh...ok" , ucap mama Amel.
"Karin kenalkan , ini kak Antonio dan ini tante Shinta mamanya kak Antonio" , ucap Sandra.
Karin pun menyalami tante Shinta dan Antonio.
Setelah itu , mereka semua berjalan memasuki butik tante Rita.
"Hi...aku sudah nungguin kalian dari tadi" , ucap tante Rita.
"Iya...iya...sudah gak sabaran ya , buat nungguin kita fitting" , goda mama Amel sambil tersenyum.
"Bukannya gitu , baju kalian kan banyak , nanti aku ada janji lain lagi" , ucap tante Rita.
"Oh...ok...ok... , ayo langsung fitting aja" , ucap tante Shinta.
3 orang asisten tante Rita , sudah standby disana untuk membantu memakaikan gaun Sandra , mama Amel dan mama Shinta.
Karena baju pria , jadi Antonio bisa mengganti dan memasang bajunya sendiri.
Tidak lama , Antonio pun sudah selesai menggunakan jas , untuk pernikahannya nanti.
"Bagaimana , apakah ada yang terasa sempit?" tanya tante Rita pada Antonio.
"Gak ada tante , sudah pas kok bajunya" , ucap Antonio.
Begitu kain gorden dibuka , Antonio langsung terpana oleh kecantikan Sandra , meskipun belum menggunakan make up yang lengkap , tapi Sandra sudah kelihatan cantik menggunakan gaun pengantinnya.
__ADS_1
Karin yang juga melihat Sandra , langsung mengatakan , "cantik banget Sandra".
"Makasih Karin" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Gimana kak?" tanya Sandra pada Antonio.
"Bagus sayang , kamu cantik sekali" , ucap Antonio yang matanya tidak lepas dari bidadari cantiknya.
"Sudah pas ya ukurannya , berarti tinggal dikasih detail aja ya" , ucap tante Rita.
"Iya tante" , ucap Sandra.
"Bagaimana dengan baju kakak?" tanya Sandra , setelah Antonio berdiri disampingnya.
"Sudah pas sayang" , ucap Antonio.
"Ok , cobain baju yang kedua ya sayang" , kata tante Rita.
Antonio dan Sandra mengganti dengan baju yang kedua.
Tante Rita mulai sibuk dengan mama Amel dan mama Shinta , karena ada sedikit perubahan ketika di cobain.
Tidak lama Sandra dan Antonio , sudah keluar dengan baju yang kedua , Antonio kembali terpana , melihat kecantikan Sandra , ditambah dengan kulit Sandra yang putih mulus , membuat kecantikannya semakin terlihat sempurna , dimata Antonio.
Ya...baju kedua berbeda dengan baju yang pertama.
Baju pertama , semuanya tertutupi oleh brokat sampai tangan juga , karena untuk pemberkatan di gereja.
Baju kedua , untuk acara resepsi , memperlihatkan bahu Sandra yang terbuka.
"Cantik sekali" , ucap mama Amel , tante Shinta dan Karin secara bersamaan.
"Bagaimana kak?" tanya Sandra , yang melihat Antonio hanya terdiam memandanginya.
"Cantik banget sayang" , ucap Antonio , setelah mendengar suara Sandra.
"Kakak juga cocok pakai jas itu , kelihatan tampan" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Jadi bagaimana bajunya untuk kedua calon penganten? Apakah sudah pas?" tanya tante Rita.
"Sudah tante" , jawab Sandra dan Antonio secara bersamaan.
"Senang sekali baju calon pengantinnya sudah pas , berarti nanti sudah tinggal tunggu selesai aja ya" , ucap tante Rita.
"Kapan bisa diambil bajunya?" tanya mama Amel.
"1 hari sebelum hari H aja ya , nanti aku masukin laundry dulu" , ucap tante Rita.
"Ok , nanti biar sopir kita aja yang ambil ya" , ucap mama Shinta.
"Boleh banget" , ucap tante Rita.
"Untuk baju Amel dan Shinta kan ada perubahan ya , jadi nanti kita fitting minggu depan ya , sekalian sama Karin juga ya fitting minggu depan" , ucap tante Rita , yang sudah selesai mengambil ukuran badan Karin.
"Iya..." , ucap Amel , Shinta dan Karin bersamaan.
Setelah selesai , mereka pun keluar dari butik.
"Karin pulang dulu ya tante , kak Antonio dan Sandra" , ucap Karin.
"Iya Karin" , jawab semuanya dengan bersamaan.
"Jangan lupa fitting , minggu depan ya" , kata mama Amel.
__ADS_1
"Iya tante" , ucap Karin , setelah itu langsung berjalan menuju mobil Riko.