Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 40


__ADS_3

"Dari mana saja kamu" , ucap papa Doddy kepada Yogi.


"Dari main pa" , jawab Yogi seperti biasa.


"Kerja kamu main-main saja , kamu sudah 22 tahun Yogi" , ucap Doddy , dengan suara yang tinggi.


"Kenapa papa marah , biasanya juga papa tidak perduli sama aku" , ucap Yogi.


"Kamu harus sadar , selama ini , uang yang kamu hambur-hamburin itu bukannya uang papa , sekarang perusahaan sudah hampir bangkrut , dan kamu masih juga bermain-main di luaran sana" , ucap papa Doddy dengan nada tinggi.


"Apa pa , perusahaan hampir bangkrut?" tanya Yogi , tiba-tiba tubuhnya menjadi lemas , mendengar perusahaan papanya hampir bangkrut.


Iya nak , papa juga sekarang sedang mencari cara , supaya kita tidak jatuh miskin , semoga saja kakakmu Amanda mau membantu papa , sejak dia keluar dari rumah ini , dia sama sekali sudah tidak pernah menghubungi kita , kalau papa nanya , juga jawabannya pasti sekedarnya saja , atau kalau gak dijawab sedang sibuk kerja.


"Papa minta kak Amanda bantu apa?" , tanya Yogi.


"Papa mau dia menikah dengan anak teman papa , dia pemilik hotel berbintang di kota ini dan pastinya sangat kaya" , ucap Doddy.


"Bukannya kak Amanda sudah punya pacar ya pa..." , ucap Yogi.


"Untuk kondisi kita sekarang , kakakmu harus mau bantu papa , kalau tidak kita akan jatuh miskin" , ucap Doddy.


"Tapi seingat aku , kak Amanda tidak mau ikut campur dalam bisnis papa , pasti dia tidak akan mau dipaksa menikah" , ucap Yogi.


"Papa sudah minta kakakmu pulang ke rumah , katanya dia akan pulang bulan juli , kita lihat nanti saja , kamu bantu juga papa , buat membujuk kakakmu , supaya mau menikah dengan anak teman papa" , ucap Doddy.


Yogi yang mendengar itu hanya terdiam , tidak tau mau menjawab apa , di satu sisi , dia tau kalau kakaknya , pasti tidak akan mau , dipaksa menikah.


"Ya...udah , sekarang papa mau ke kantor dulu" , ucap Doddy sambil jalan keluar.


"Iya pa" ucap Yogi dengan lemas.


Yogi menuju ke kamarnya dan langsung berbaring di kasurnya.


"Kenapa hari ini , hari terjelek dalam hidup gue?'' , ucap Yogi dalam hatinya.


Pagi-pagi udah dikagetkan , bangun tidur dengan badan yang polos , bersama Chika lagi , sampai rumah...dengar perusahaan papa hampir bangkrut.


"Kenapa aku bisa tidur dengan Chika?"


Yogi mencoba mengingat , kejadian kemaren malam.


Perasaan gue pergi ke klub malam xxx sendiri deh , naik motor gue.


Tiba-tiba dia tersadar , motor gue...motor gue...pasti masih di parkiran klub malam xxx.


Kenapa tadi gue lupa , kalau gue bawa motor , tau gitu tadi kan gue bawa mobil Chika ke arah klub , bukan ke rumah.


Yogi langsung keluar dari rumahnya , mencari tukang ojek , yang suka mangkal di ujung jalan rumahnya.


"Bang , tolong antarkan saya ke klub malam xxx ya" , ucap Yogi.


"Gak salah , ke klub malam pagi-pagi gini , mana ada yang buka" , ucap tukang ojek itu.


"Saya mau ambil motor saya , yang ketinggalan disana" , ucap Yogi.


"Oh , mabok ya kemaren" , ucap tukang ojek itu , sambil menjalankan motornya.


Mendengar kata mabok , Yogi tiba-tiba teringat , pada saat dia minum-minum , seingat dia Sandra yang datang kesana menemuinya dan mereka pun pergi.


"Berarti pada saat dia mabok , bukan Sandra yang datang menemuinya , tapi Chika" , ucapnya dalam hati.


"Kenapa ketika mabok mata gue jadi mabok juga , sampai...sampai... Chika gue lihat sebagai Sandra" , ucap Yogi dalam hatinya.

__ADS_1


Ya ampun , apa yang harus gue lakuin sekarang.


Yogi pun hanyut dalam pikirannya sendiri , sampai dia di kejutkan dengan panggilan tukang ojek yang memanggilnya.


"Bang...bang...kita sudah sampai" , ucap tukang ojek.


"Eh...oh iya" , ucap Yogi yang terkejut dari lamunannya.


"Ini bang bayarannya" , ucap Yogi sambil turun dari motor tukang ojek.


Dilihatnya motornya masih terparkir disana , Yogi mulai menyalakan motor besarnya dan menjalankannya menuju ke rumahnya.


********


Sandra yang sedang berbahagia setelah mendapatkan lamaran dari Antonio , setiap hari memandangi cincin di jari manis kirinya , sambil tersenyum mengingat kejadian romantis , pada malam itu.


Sampai harinya fitting baju tiba.


Antonio dan mama Shinta , menjemput Sandra dan mama Amel.


Karin dianterin oleh Riko pacarnya , jadi mereka langsung ketemu di butik tante Rita.


Setelah setengah jam berjalan , mereka sampai di butik tante Rita.


Karin yang sudah sampai duluan disana , langsung turun , begitu melihat Sandra turun dari mobil Antonio.


"Sandra" , panggil Karin.


"Hi...Karin" , ucap Sandra.


Tidak lama , mama Amel , tante Shinta dan Antonio pun keluar dari mobil.


"Halo tante Amel" , sapa Karin pada mama Amel ,yang sudah dia kenal dari dulu.


"Ada , lagi nunggu di mobil tante" , ucap Karin.


"Oh...ok" , ucap mama Amel.


"Karin kenalkan , ini kak Antonio dan ini tante Shinta mamanya kak Antonio" , ucap Sandra.


Karin pun menyalami tante Shinta dan Antonio.


Setelah itu , mereka semua berjalan memasuki butik tante Rita.


"Hi...aku sudah nungguin kalian dari tadi" , ucap tante Rita.


"Iya...iya...sudah gak sabaran ya , buat nungguin kita fitting" , goda mama Amel sambil tersenyum.


"Bukannya gitu , baju kalian kan banyak , nanti aku ada janji lain lagi" , ucap tante Rita.


"Oh...ok...ok... , ayo langsung fitting aja" , ucap tante Shinta.


3 orang asisten tante Rita , sudah standby disana untuk membantu memakaikan gaun Sandra , mama Amel dan mama Shinta.


Karena baju pria , jadi Antonio bisa mengganti dan memasang bajunya sendiri.


Tidak lama , Antonio pun sudah selesai menggunakan jas , untuk pernikahannya nanti.


"Bagaimana , apakah ada yang terasa sempit?" tanya tante Rita pada Antonio.


"Gak ada tante , sudah pas kok bajunya" , ucap Antonio.


Begitu kain gorden dibuka , Antonio langsung terpana oleh kecantikan Sandra , meskipun belum menggunakan make up yang lengkap , tapi Sandra sudah kelihatan cantik menggunakan gaun pengantinnya.

__ADS_1


Karin yang juga melihat Sandra , langsung mengatakan , "cantik banget Sandra".


"Makasih Karin" , ucap Sandra sambil tersenyum.


"Gimana kak?" tanya Sandra pada Antonio.


"Bagus sayang , kamu cantik sekali" , ucap Antonio yang matanya tidak lepas dari bidadari cantiknya.


"Sudah pas ya ukurannya , berarti tinggal dikasih detail aja ya" , ucap tante Rita.


"Iya tante" , ucap Sandra.


"Bagaimana dengan baju kakak?" tanya Sandra , setelah Antonio berdiri disampingnya.


"Sudah pas sayang" , ucap Antonio.


"Ok , cobain baju yang kedua ya sayang" , kata tante Rita.


Antonio dan Sandra mengganti dengan baju yang kedua.


Tante Rita mulai sibuk dengan mama Amel dan mama Shinta , karena ada sedikit perubahan ketika di cobain.


Tidak lama Sandra dan Antonio , sudah keluar dengan baju yang kedua , Antonio kembali terpana , melihat kecantikan Sandra , ditambah dengan kulit Sandra yang putih mulus , membuat kecantikannya semakin terlihat sempurna , dimata Antonio.


Ya...baju kedua berbeda dengan baju yang pertama.


Baju pertama , semuanya tertutupi oleh brokat sampai tangan juga , karena untuk pemberkatan di gereja.


Baju kedua , untuk acara resepsi , memperlihatkan bahu Sandra yang terbuka.


"Cantik sekali" , ucap mama Amel , tante Shinta dan Karin secara bersamaan.


"Bagaimana kak?" tanya Sandra , yang melihat Antonio hanya terdiam memandanginya.


"Cantik banget sayang" , ucap Antonio , setelah mendengar suara Sandra.


"Kakak juga cocok pakai jas itu , kelihatan tampan" , ucap Sandra sambil tersenyum.


"Jadi bagaimana bajunya untuk kedua calon penganten? Apakah sudah pas?" tanya tante Rita.


"Sudah tante" , jawab Sandra dan Antonio secara bersamaan.


"Senang sekali baju calon pengantinnya sudah pas , berarti nanti sudah tinggal tunggu selesai aja ya" , ucap tante Rita.


"Kapan bisa diambil bajunya?" tanya mama Amel.


"1 hari sebelum hari H aja ya , nanti aku masukin laundry dulu" , ucap tante Rita.


"Ok , nanti biar sopir kita aja yang ambil ya" , ucap mama Shinta.


"Boleh banget" , ucap tante Rita.


"Untuk baju Amel dan Shinta kan ada perubahan ya , jadi nanti kita fitting minggu depan ya , sekalian sama Karin juga ya fitting minggu depan" , ucap tante Rita , yang sudah selesai mengambil ukuran badan Karin.


"Iya..." , ucap Amel , Shinta dan Karin bersamaan.


Setelah selesai , mereka pun keluar dari butik.


"Karin pulang dulu ya tante , kak Antonio dan Sandra" , ucap Karin.


"Iya Karin" , jawab semuanya dengan bersamaan.


"Jangan lupa fitting , minggu depan ya" , kata mama Amel.

__ADS_1


"Iya tante" , ucap Karin , setelah itu langsung berjalan menuju mobil Riko.


__ADS_2