Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Si Kembar A - Part 56


__ADS_3

Dokter Reihan yang sudah sampai di rumah Antonio , langsung memeriksa kondisi Sandra.


"Antonio , lebih baik istri loe di bawa ke rumah sakit saja untuk cek darah dan dirawat disana , setelah gue periksa dan sesuai dengan gejala yang loe sebutkan , bisa jadi istri loe terkena tipes" , ucap Reihan.


"Baiklah , kalau gitu gue bereskan semua perlengkapan untuk ke rumah sakit dulu" , ucap Antonio.


"Baiklah , gue jalan dulu buat mempersiapkan segalanya di rumah sakit , jadi nanti loe tinggal langsung masuk ke kamar perawat aja" , ucap Reihan.


"Ok Reihan , terima kasih" , ucap Antonio.


"Iya , sama sama" , jawab Reihan sambil berjalan keluar dari kamar Antonio.


Antonio mulai menyusun beberapa pakaian istrinya dan memasukkannya ke dalam koper.


"Sayang , ganti baju dulu ya" , ucap Antonio sambil mengangkat tubuh Sandra yang lemah dan menyandarkannya ke kepala kasur.


Sandra hanya menganggukkan kepalanya karena tubuhnya terasa sangat lemah dan tidak bertenaga saat itu.


Antonio yang sudah selesai menggantikan baju Sandra , mulai berjalan ke depan pintu kamar dan memanggil kedua anaknya.


"Angelica , Alvaro"


"Iya pa" , jawab Angelica dan Alvaro yang sudah keluar dari kamar.


"Papa mau bawa mama ke rumah sakit dulu ya , kalian baik-baik dirumah ya" , ucap Antonio.


"Mama sakit lagi pa" , ucap Alvaro yang langsung berlari masuk kedalam kamar mamanya.


"Mama kenapa bisa sakit lagi pa?" , tanya Angelica.


"Sore ini demam mama tinggi lagi nak , tadi papa sudah panggil dokter Reihan , dia menyarankan untuk mama di rawat di rumah sakit" , ucap Antonio.


"Aku boleh ikut pa? Adek juga pasti gak mau tinggal dirumah" , ucap Angelica.


"Baiklah , kalau gitu kalian pakai baju dingin ya" , ucap Antonio.


"Iya pa" , jawab Angelica.


Antonio masuk ke dalam kamarnya , terlihat anak manjanya yang sudah menangis disana melihat kondisi mamanya.


"Sudah nak , kamu jangan menangis , nanti mama ikut sedih , kalau kamu mau ikut papa ke rumah sakit , kamu pakai baju dingin dan kita jalan sekarang" , ucap Antonio.


"Iya pa" , jawab Alvaro dengan terisak tangis sambil berlari ke kamarnya.


"Aku sudah siap pa" , ucap Angelica dan Alvaro setelah menggunakan baju dingin mereka.


"Baiklah , tolong bantuin papa bawain koper baju mama ya" , ucap Antonio.


"Iya pa" , jawab Alvaro.


Angelica yang melihat papanya gak menggunakan baju dingin ketika mengangkat mamanya , berjalan menuju ke lemari dan mengambil baju dingin untuk papanya.

__ADS_1


Tuti yang sedang menyiapkan makan malam saat itu , langsung terkejut begitu melihat tuannya menggendong nona muda dan Alvaro membawa koper sambil menangis.


"Nona muda kenapa tuan?" , tanya Tuti.


"Nona muda harus dirawat di rumah sakit Tuti" , jawab Antonio sambil terus berjalan keluar.


"Pak Kemal" , panggil Alvaro , sopir pribadi untuk mereka yang tinggal di rumah Antonio.


"Iya tuan kecil" , jawab pak Kemal.


"Nyalakan mobil sekarang , mama harus ke rumah sakit" , ucap Alvaro.


"Baik tuan kecil" , jawab pak Kemal yang langsung menyalakan mobil.


Antonio yang sudah sampai di luar rumah langsung memasukkan istrinya di kursi belakang mobil dan duduk bersama dengan Angelica , Alvaro duduk di kursi depan di samping pak Kemal.


Alvaro terus menangis tersedu-sedu selama dalam perjalanan kerumah sakit.


"Sudah nak , papa yakin mama gak kenapa-kenapa kamu jangan nangis terus" , ucap Antonio yang terus memeluk tubuh istri tercintanya.


"Tapi air mata ini yang gak mau berhenti pa" , jawab Alvaro.


"Karena kamu terus takut kan melihat keadaan mama , makanya air mata kamu gak berhenti , mengalir terus" , jawab Angelica.


"Memangnya kakak gak sedih melihat mama sakit seperti ini" , ucap Alvaro dengan suara serak karena menangis.


"Kakak juga sedih dek , tapi jangan buat mama juga ikut sedih melihat kita sedih" , jawab Angelica.


"Iya ma" , ucap Alvaro sambil mengusap air matanya.


Sampai di depan rumah sakit , Alvaro yang manja tetap tidak bisa menghentikan air matanya.


Antonio langsung turun dari mobil sambil menggendong istrinya.


Reihan yang sudah menunggu Antonio di lobby rumah sakit , langsung meminta perawat untuk membawakan ranjang ke arah Antonio.


Antonio membaringkan tubuh Sandra di atas ranjang yang sudah disediakan.


Reihan , Antonio dan perawat langsung membawa ranjang Sandra menuju ke kamar VVIP yang sudah diminta oleh Reihan sebelumnya , sambil diikuti oleh Angelica dan Alvaro yang masih menangis.


Dokter Reihan menyuruh suster untuk mengambil sampel darah Sandra dan memasangkan infus setelah mereka berada di dalam kamar perawatan.


"Kak , pasti mama sakit diambil darahnya seperti itu" , ucap Alvaro yang masih menangis tersedu-sedu.


"Gak sakit dek , cuma kayak digigit semut saja" , ucap Angelica.


"Kenapa mama harus diambil darahnya kak?" , tanya Alvaro.


"Kan kamu yang masuk IPA , harusnya kamu mengerti dong" , ucap Angelica.


"Kan aku gak mau jadi dokter kak , tapi aku mau menjadi ilmuan" , jawab Alvaro.

__ADS_1


"Ya kita lihat saja nanti dek , sekarang yang penting mama sudah mendapatkan perawatan dulu" , ucap Angelica.


"Iya kak" , jawab Alvaro.


Antonio terus duduk di samping tubuh istrinya sambil menunggu dokter Reihan mendapatkan hasil test darah istrinya.


Tidak lama Reihan sudah kembali dengan membawa hasil test.


"Antonio , seperti dugaan gue sebelumnya , istri loe positif terkena tipes , jadi beberapa hari ini harus dirawat disini dulu ya" , ucap Reihan sambil memberikan obat-obat kepada Sandra.


"Baiklah" , jawab Antonio.


"Alvaro , Angelica , papa malam ini nginap di rumah sakit untuk menjaga mama , kalian pulang ke rumah ya , besok masih harus sekolah kan" , ucap Antonio setelah Reihan keluar dari sana.


"Tapi aku mau tidur disini juga pa untuk menemani mama" , jawab Alvaro yang sudah mulai tenang dan gak menangis lagi.


"Jangan ya nak , kalian harus pergi ke sekolah , kalian juga gak ada bawa baju ganti kan , jadi gak bisa juga tidur disini" , ucap Antonio.


"Kalau gitu aku belikan makanan untuk papa dulu ya , baru aku pulang" , ucap Angelica.


"Baiklah nak" , jawab Antonio.


"Ayo dek , ikut kakak beli makanan untuk papa" , ucap Angelica sambil menarik tangan Alvaro.


"Iya kak" , jawab Alvaro.


"Kak , aku mau makan juga ya , aku lapar" , ucap Alvaro dengan manja.


"Iya dek , nanti setelah kita menemani papa makan , kita pulang ke rumah ya" , ucap Angelica.


"Kenapa kita gak boleh nginap disini temani mama kak" , ucap Alvaro.


"Papa dan mama gak mau kita sampai libur sekolah dek , jadi lebih baik kita pulang ya , kakak yakin mama gak apa-apa disini , kan papa juga menemani mama disini" , ucap Angelica.


"Baiklah kak" , jawab Alvaro.


Setelah mendapatkan makanannya , Angelica dan Alvaro berjalan menuju ke kamar VVIP tempat mamanya dirawat.


"Pa , ayo kita makan bersama" , ucap Angelica.


"Iya nak" , jawab Antonio sambil berjalan menuju ke kursi sofa yang ada disana.


"Mama bagaimana pa?" , tanya Alvaro.


"Setelah diberikan obat sama dokter Reihan , mama sudah tidur nak" , jawab Antonio sambil makan makanan yang sudah disediakan Angelica.


Antonio dan anak kembarnya makan bersama dengan hening sampai makanan mereka habis.


"Pa , aku dan Alvaro pulang dulu ya" , ucap Angelica setelah membuang semua bungkus makanan.


"Iya nak" , jawab Antonio sambil mencium kening kedua anaknya.

__ADS_1


Angelica dan Alvaro berjalan keluar setelah mencium pipi mamanya yang sudah tertidur di ranjang pasien.


__ADS_2