
Liburan telah usai , hari-hari sekolah pun dimulai lagi.
Sudah sebulan Angelica dan Alvaro masuk sekolah kembali , Vincent sama sekali gak mau mendekati mereka lagi.
Vincent memang sengaja menghindari Angelica.
Setiap melihat Angelica dan Alvaro , Vincent selalu berjalan ke arah yang berbeda.
Sampai makan di kantin saat istirahat , Vincent akan makan bersama dengan teman-teman basketnya atau makan bersama dengan wanita-wanita yang suka mengejarnya.
Bukannya Vincent ingin melihatkan bahwa dia playboy , tapi Vincent tidak ingin perasaan sukanya kepada Angelica membuatnya menjadi semakin terluka.
Vincent benar-benar ingin mencoba mengalihkan semua perasaannya dengan bersenang-senang bersama teman-temannya.
"Kak , Vincent kayaknya sudah memiliki teman yang baru ya sekarang" , ucap Alvaro yang melihat Vincent tertawa terbahak-bahak bersama dengan teman-temannya ketika mereka sedang makan di kantin.
"Biarkan saja dek , lebih baik seperti itu. Kamu harusnya sebentar lagi mengurus wanita yang akan datang gak lama lagi" , ucap Angelica.
"Siapa yang akan datang kak?" , tanya Alvaro.
"Lihat aja sebentar lagi , gak lama kok" , jawab Angelica sambil mengulum senyumnya.
"Alvaro" , panggil Esmeralda.
"Kenapa kamu lagi... kamu lagi..." , ucap Alvaro sambil menghela nafasnya.
"Aku pasti ada dimana-mana , terutama di dekat kamu Alvaro sayang" , jawab Esmeralda sambil duduk di sebelah Alvaro dan menatap Alvaro dengan senyuman manisnya.
Membuat bulu kuduk Alvaro pun berdiri melihatnya.
"Apa kamu gak bosan-bosan ditolak terus?" , ucap Alvaro.
"Selama kamu belum punya pacar , pastinya aku masih memiliki banyak kesempatan kan" , ucap Esmeralda sambil tersenyum manis.
Alvaro hanya menghiraukan perkataan dari Esmeralda dan memakan makanannya saja.
Angelica hanya tersenyum memperhatikan tingkah dari saudara kembarnya itu.
"Alvaro , kamu kuliah di mana?" , tanya Esmeralda.
"Di Universitas A" , jawab Alvaro.
"Dek bukannya kamu di".
"Kakak , ayo cepat makan nanti keburu bunyi bel lho" , ucap Alvaro mengalihkan pembicaraan kakaknya
Angelica yang mengetahui maksud adiknya , langsung tertawa kecil , karena godaannya ternyata disadari oleh Alvaro.
"Memangnya kamu dimana?" , tanya Esmeralda sambil mengerutkan keningnya.
"Gak , aku di Universitas A juga" , jawab Angelica.
"Tapi aku dengarnya bukan begitu tadi" , ucap Esmeralda.
"Kamu aja yang salah dengar" , jawab Angelica.
"Baiklah , aku juga di Universitas A mengambil jurusan kedokteran. Kamu ambil jurusan apa Alvaro?" , ucap Esmeralda.
"Aku ambil jurusan bisnis sama dengan kakak aku" , jawab Alvaro asal.
Angelica hanya tersenyum-senyum mendengar ucapan adiknya.
__ADS_1
"Kenapa kamu ambil jurusan bisnis? Bukannya kamu suka menjadi ilmuan?" , ucap Esmeralda.
"Papa aku menyuruh aku untuk menjalankan perusahaannya , jadinya aku mengikuti keinginan papa aku saja" , jawab Alvaro.
"Kalau gitu nanti kamu kasih tau aku jadwal kuliah kamu ya , jadi nanti aku bisa selalu menemui kamu" , ucap Esmeralda.
"Bukankah di kampus banyak cowok yang ganteng ya. Lebih baik kamu melihat senior di kampus saja dari pada mencari aku" , ucap Alvaro.
"Tapi kamu yang sudah memenuhi hati aku selama ini" , ucap Esmeralda.
"Udah dek , jangan di tolak terus. Kasihan banget kan Esmeralda" , goda Angelica.
"Kan dia yang suka kak , aku kan gak suka. Jadi ya urusan dia sendiri la" , jawab Alvaro.
Bel tanda masuk pun berbunyi....
Alvaro langsung merasa lega , karena bisa berpisah dengan Esmeralda.
"Ayo kak masuk ke kelas lagi" , ucap Alvaro.
Angelica berdiri dari sana dan berjalan bersama dengan Alvaro menuju ke kelas.
Esmeralda pun selalu mengikuti di samping Alvaro.
Meskipun sebenarnya Alvaro merasa risih di dekati oleh Esmeralda , tapi dia pun gak tau lagi bagaimana caranya membuat Esmeralda menjauh darinya.
********
Sandra mulai sibuk dengan Heni mamanya James untuk mempersiapkan acara pernikahan anak mereka.
"Kak Heni , James punya saudara gak?" , tanya Sandra.
Sandra memanggil mama James dengan sebutan kakak karena Heni terpaut usia yang cukup jauh dari Sandra.
"Kenapa setiap acara keluarga kami , kakaknya gak pernah di ajak?" , tanya Sandra.
"Caroline sudah memiliki keluarga sendiri dan dia juga tinggal dengan suaminya" , ucap Heni.
"Apakah kakaknya sudah memiliki anak?" , tanya Sandra.
"Mereka baru menikah dua tahun yang lalu dan sekarang sedang hamil muda" , ucap Heni.
"Wah , senang banget ya. Berarti nanti setelah Angelica menikah dia akan mempunyai keponakan" , ucap Sandra.
"Iya" , jawab mama Heni sambil tersenyum.
"Kalau bisa nanti kakaknya diajak ketika ada acara kumpul keluarga dengan kami. Supaya Angelica pun bisa kenal baik dengan calon kakak iparnya" , ucap Sandra.
"Baiklah , nanti kalau ada acara keluarga lagi , saya akan mencoba mengajak anak saya Caroline dan suaminya" , ucap mama Heni.
"Iya" , jawab Sandra sambil tersenyum.
"Ternyata istri dari Antonio Winata sangat baik sekali , meskipun dia masih sangat muda , tapi terlihat orangnya sangat pintar dan berpendidikan" , ucap mama Heni dalam hatinya.
"Baiklah , untuk undangannya jangan lupa ya nanti nama-namanya di berikan kepada saya atau Angelica" , ucap Sandra.
"Iya Sandra" , jawab mama Heni.
"Saya ingin mencarikan baju seragam buat seluruh karyawan All Star Hotel , untuk karyawan di perusahaan James apakah mau dikasih seragam juga?" , tanya Sandra.
"Apakah karyawan juga diundang untuk acara pernikahan anak kita?" , tanya Heni , karena keluarga mereka tidak pernah mengundang karyawan di acara pernikahan anaknya.
__ADS_1
"Kalau di keluarga kami , karyawan juga diundang untuk acara pernikahan. Apalagi acaranya juga diadakan di hotel ini. Tapi kalau dari kak Heni gak mau mengundang karyawan , tidak masalah" , jawab Sandra.
"Nanti saya coba tanyakan kepada James dan suami saya dulu ya" , ucap Heni.
"Baiklah" , jawab Sandra sambil tersenyum.
Untuk pernikahan Angelica dan James , Sandra sangat ingin mengaturnya. Jadi Heni hanya menuruti saja apa yang Sandra inginkan.
Sandra menginginkan semua yang terbagus untuk pernikahan James dan Angelica , pastinya acara pernikahan anaknya James lebih mewah dari pada saat pernikahan anaknya Caroline dulu yang suaminya hanyalah pengusaha biasa.
.
.
Alvaro dan Angelica yang sudah pulang sekolah , seperti biasa akan pergi ke All Stat Hotel.
"Halo uncle" , sapa Alvaro ketika masuk ke lobby hotel bertemu dengan Robi.
"Halo Alvaro , pasti mau cari mama kan?" , ucap Robi yang sudah mengetahui kebiasaan Alvaro.
"Iya uncle , mama di ruangan papa kan?" , ucap Alvaro.
"Gak Alvaro , mama lagi bersama dengan ibu Heni di restoran" , ucap Robi.
"Kalau gitu kita langsung ke restoran aja dek" , ucap Angelica yang mendengar mamanya sedang bersama dengan calon mama mertuanya.
Alvaro pun menganggukkan kepalanya.
"Aku pergi ke restoran dulu ya uncle bersama dengan kakak" , ucap Alvaro.
"Iya Alvaro" , jawab Robi.
Angelica dan Alvaro berjalan bersama menuju ke restoran hotel.
"Ma...tante..." , sapa Alvaro dan Angelica sambil mencium pipi mamanya.
Angelica juga mencium pipi calon mama mertuanya.
"Iya nak , kalian baru sampai?" , tanya Sandra.
"Iya ma" , jawab Angelica.
"Aku mau langsung pesan makanan ya , soalnya sudah lapar" , ucap Alvaro.
"Iya boleh sayang. Kita makan siang bersama saja ya kak" , ucap Sandra.
"Iya boleh Sandra" , jawab Heni.
Tidak lama Antonio pun sudah sampai di restoran.
"Pa" , panggil Angelica dan Alvaro.
"Iya nak" , jawab Antonio sambil mengecup kening Angelica dan Alvaro.
"Sudah pesan makanan belum?" , tanya Antonio sambil duduk di kursi yang kosong di sebelah Angelica , karena pastinya Alvaro sudah duduk di sebelah mamanya.
"Ini lagi mau di pesan hubby" , jawab Sandra.
"Baiklah" , jawab Antonio.
Tidak lama makanan yang sudah mereka pesan , telah terhidang di atas meja.
__ADS_1
Keluarga Antonio makan siang bersama dengan Heni sambil mengobrol santai.