
Memang dari awal menikah Amel dan Surya tidak menggunakan pembantu , karena pada saat itu , Amel masih membantu pekerjaan Surya di toko elektronik.
Pasangan yang sedang bahagia itu langsung pulang menuju ke rumah.
"Hari ini beli makanan saja ya , kamu jangan masak-masak dulu sementara" ucap Surya.
"Tapi kalau masak kan gak apa-apa mas" ucap Amel.
"Kalau masak saja , iya sebentar tapi... membereskan semua peralatan masak itu yang lama Mel , nanti kalau sudah ada pembantu kamu boleh deh masak lagi" , ucap Surya.
"Baiklah mas..." ucap Amel.
Keesokan harinya Surya dan Amel pergi ke yayasan asisten rumah tangga , disana mereka mencari pembantu yang bisa masak , beberes rumah dan tinggal di dalam bersama mereka.
"Perkenalkan ini Sumi , yang akan menjadi asisten rumah tangga bapak dan ibu" , ucap ibu Yanti , pengurus disana.
"Sumi ini sudah mengikuti pelatihan asisten rumah tangga , dijamin kerjanya sangat memuaskan" ucap bu Yanti.
"Baiklah , kita mau..." ucap Amel.
Disitulah pertemuan Sumi dengan Amel dan Surya , yang akhirnya sampai Sandra sudah besar Sumi pun masih bekerja bersama mereka.
Sampai dirumah Surya dan Amel.
Sumi diberikan pengarahan oleh Amel , tentang pekerjaan yang akan dilakukan selama dia bekerja disana , setelah itu Amel mengantarkan Sumi ke kamarnya dibelakang.
"Untuk hari ini kamu istirahat dulu saja dan besok baru mulai bekerja" ucap Amel.
"Baik nyonya..." ucap Sumi.
Keesokan harinya...
Pagi... pagi... terlihat Sumi sudah sibuk di dapur dan membuat sarapan buat Surya dan Amel.
Amel yang melihat Sumi sudah bekerja merasa senang , karena dia bisa tenang menyerahkan pekerjaan rumah kepada Sumi.
"Pagi nyonya... , ada yang nyonya butuhkan" , ucap Sumi.
"Pagi Sumi , gak ada saya kesini cuma mau ambil minum saja" , ucap Amel.
"Kalau boleh tau berapa usiamu?" tanya Amel.
"Saya sudah 27 tahun nyonya" ucap Sumi.
"Berarti kamu lebih tua ya dari saya , saya panggil bibik aja ya" kata Amel.
"Iya gak apa apa nyonya..." ucap Sumi.
"Baiklah , saya ke kamar dulu ya , bibik lanjutin saja kerjanya" ucap Amel.
"Iya nyonya..." jawab Sumi.
__ADS_1
Amel masuk ke kamar , sambil membawakan air minum untuk Surya.
Ketika pintu kamar dibuka , terlihat Surya sudah selesai mandi dan sedang menggunakan kemejanya , bersiap-siap ke toko.
"Ini diminum dulu mas airnya" ucap Amel.
"Iya terimakasih ya sayang" ucap Surya.
"Aku senang mas , bisa dapat pembantu seperti Sumi , tadi pas aku ke bawah dia sudah mulai masak di dapur dan kelihatan juga kerjanya rapi dan bersih" ucap Amel.
"Bagus dong sayang , jadi mas juga tenang meninggalkanmu dirumah" ucap Surya.
"Jadi , aku tetap gak boleh ikut kamu di toko mas?" tanya Amel.
"Iya , jangan dulu ya , sampai kandungan kamu kuat baru boleh" ucap Surya.
"Ya , baiklah mas" jawab Amel.
Hari-hari berlalu seperti biasa , Amel dirumah hanya banyak beristirahat dan makan , semua kerjaan rumah di kerjakan oleh bik Sumi.
Sampai 2 minggu kemudian , Amel yang jam 4 pagi terbangun karena rasa mual , mengeluarkan semua isi perutnya di kamar mandi , setelah semua isi perutnya keluar , Amel berdiri dan tiba-tiba kepalanya terasa sakit , pandangannya langsung gelap , dan... Guuuu...brakkkkkk....
Surya yang lagi tidur langsung terkejut dan kaget mendengar suara orang terjatuh.
Dilihatnya istrinya tidak ada dikasur bersamanya.
Perasaannya pun menjadi tidak enak , Surya langsung berlari ke kamar mandi yang ada dikamarnya , begitu dibukanya pintu kamar mandi...
Dengan panik Surya langsung mengangkat istrinya dan membawa ke rumah sakit.
Sampai dirumah sakit , perawat yang melihat Surya menggendong Amel dengan darah yang masih mengalir dikakinya langsung membantu Surya , meletakkan Amel di kasur pasien di UGD tersebut dan langsung memanggil dokter.
Tidak lama , dokter yang jaga di UGD malam itu langsung datang memeriksa kondisi Amel , setelah dokter memeriksa dan memberitahukan obat apa yang dibutuhkan pasien kepada perawat , dokter menemui Surya yang berdiri disana.
"Maaf pak , istri bapak sudah keguguran , untuk sementara ini istri bapak harus dirawat disini dulu untuk beberapa hari , sampai kondisinya benar-benar pulih" ucap dokter UGD disana.
"Iya dokter , terima kasih" ucap Surya dengan mata yang berkaca-kaca.
Anak yang mereka nantikan ternyata sudah tidak ada lagi di rahim istrinya.
"Nanti apa yang akan aku katakan kepada Amel" , ucapnya dengan lirih.
Setelah beberapa jam pingsan , akhirnya Amel sadar juga.
"Dimana ini?" kata Amel.
"Kita sekarang ada di rumah sakit Amel , tadi subuh kamu terjatuh dan pingsan di kamar mandi" ucap Surya.
Amel mengingat-ingat kejadian subuh tadi , dia teringat kalau dia mual , terus pusing dan pandangannya gelap , setelah itu dia tidak tau apa yang terjadi.
"Iya gak apa apa ya , yang penting sekarang kamu sudah baik-baik saja sayang" ucap Surya.
__ADS_1
"Anak kita gimana mas , baik-baik saja kan? tidak terjadi apa-apa kan sama anak kita?" tanya Amel.
"Kamu harus kuat ya sayang , anak kita sudah tidak ada lagi , kamu keguguran" ucap Surya dengan mata berkaca-kaca.
"Anak kita mas..." ucap Amel dibarengi dengan keluarnya air di kedua pelupuk matanya.
"Maafkan mama sayang , mama tidak bisa menjaga kamu , sampai mama harus kehilangan kamu nak" ucap Amel sambil menangis.
Melihat istrinya Surya langsung memeluk istrinya dan tidak terasa air mata pun sudah mengalir di pipinya.
"Sabar ya sayang , nanti kita pasti bisa punya anak lagi , mungkin sekarang kita belum saatnya memiliki anak , kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri ya" ucap Surya dengan lirih.
.
.
.
Setelah beberapa hari di rumah sakit , akhirnya Amel sudah bisa pulang kerumah.
Perasaan sedih masih ada diantara Surya dan Amel.
Tapi mereka tidak larut dalam kesedihan terlalu lama.
Amel mulai menyibukkan dirinya dengan membantu Surya lagi di toko Sumber Rejeki Elektronik.
********
Setelah 6 bulan berlalu , Amel telat datang bulan.
Pagi itu Amel tes dengan test pack , setelah menunggu beberapa menit , terlihat hasilnya menunjukkan 2 garis , Amel langsung bahagia dan langsung memanggil suaminya yang masih tertidur pada saat itu.
"Mas...bangun...bangun..." panggil Amel sambil menggoyang-goyangkan badan suaminya.
"Apa sayang?" tanya Surya.
"Ini mas lihat" ucap Amel dengan bahagia.
Surya duduk bersandar di kepala kasur , dan mulai melihat alat kecil yang ada ditangan istrinya.
"Kamu hamil lagi sayang" ucap Surya dengan bahagia.
"Iya mas" jawab Amel sambil tersenyum.
"Kalau gitu hari ini kita kerumah sakit ya , buat kontrol" kata Surya dengan muka yang bahagia.
"Iya mas" jawab Amel.
Mereka pun bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit.
Sampai dirumah sakit , benar Amel hamil lagi.
__ADS_1
Karena sebelumnya sudah ada riwayat keguguran , maka kali ini dokter langsung memberikan vitamin dan obat untuk penguat kandungan.