
James dan orang tuanya sudah mulai bersiap-siap untuk pergi menjemput Angelica di rumahnya.
Ketika masuk ke dalam mobil , James langsung menelpon kekasih pujaan hatinya.
Angelica yang sedang duduk santai di bawah bersama dengan papanya , mendengarkan suara ponselnya yang berbunyi , langsung melihatnya.
"James yang menelpon ya sayang" , ucap Antonio.
"Iya pa" , jawab Angelica sambil menyentuh tombol terima panggilan disana.
"Halo sayang" , jawab Angelica.
"Halo sayang , aku jalan sekarang ya dari rumah menuju ke rumah kamu" , ucap Alvaro.
"Baiklah sayang" , jawab Angelica sambil memutuskan sambungan telponnya.
"James sudah mau jalan sayang?" , ucap Antonio.
"Iya pa" , jawab Angelica.
Sandra dan Alvaro yang sedang sibuk di meja makan menyusun dessert yang sudah dibeli dan disusun di dalam kotak.
Melihat kotak yang setumpuk disana , Sandra berjalan menuju ke ruang keluarga...
"Nak , nanti sebagian kotak yang berisikan dessert titip di mobil James ya , ternyata jadinya banyak banget" , ucap Sandra.
"Iya ma" , jawab Angelica.
"Makanya aku sudah bilang cukup yang kemaren , kamu bilang masih kurang. Sekarang bingung kan melihat kotak yang banyak dan mau dibawa gimana" , ucap Antonio.
"Ya aku kan gak mau keluarga kita malu karena kekurangan makanan hubby" , ucap Sandra.
"Itu aja satu mobil anak-anak aja udah penuh sayang sama makanan kecil semua" , ucap Antonio.
"Iya hubby , makanya aku mau titip sebagian di mobil James. Memangnya gak boleh?" , ucap Sandra sambil memanyunkan bibirnya.
Melihat istrinya seperti itu , Antonio pun gak bisa lagi untuk mengomeli istrinya yang cantik itu.
Antonio berdiri dan berjalan mendekati istrinya , Antonio langsung memeluk tubuh istrinya.
"Iya sayang , aku tau kamu melakukan ini buat kita semua. Nanti kalau gak cukup , aku minta pak Maman bawain dengan mobil kamu ya" , ucap Antonio dengan lembut.
"Gak perlu hubby" , ucap Sandra sambil melepaskan tubuhnya dari pelukan suaminya dan berjalan menuju ke meja makan.
"Kamu marah sama aku sayang?" , ucap Antonio sambil berjalan mengikuti istrinya.
Angelica hanya melihat saja kemesraan orang tuanya , yang kadang-kadang membuat dia pun bisa tertawa geli melihat tingkah papa dan mamanya.
"Gak hubby , aku gak marah. Kamu lihat sendiri aja , itu setengahnya di titipin ke mobil James dan setengahnya dimasukin ke mobil kita juga sudah cukup" , ucap Sandra sambil menunjukkan ke arah kotak-kotak tersebut.
"Oh....ternyata seperti itu" , ucap Antonio sambil bernafas lega.
"Iya hubby" , jawab Sandra.
__ADS_1
Tidak lama , mobil yang dibawa oleh James telah sampai di depan rumah Angelica.
Pak Didit yang sudah kenal dengan James , karena sering mengantar jemput Angelica , langsung dengan sigap membukakan pagar hitam yang menjulang tinggi tersebut.
James langsung menjalankan mobilnya masuk ke halaman rumah Antonio yang megah itu.
"Pa...ma...aku panggil Angelica dulu ya" , ucap James.
"Iya nak" , jawab papa dan mama bersamaan.
James turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam rumah , karena melihat pintu depan yang sudah terbuka.
"Sayang" , panggil James yang sudah berada di ruang keluarga.
Angelica pun langsung berdiri dan berjalan memeluk kekasihnya itu.
James langsung mengecup kening Angelica.
"Lama gak menunggu aku?" , ucap James.
"Gak kok" , jawab Angelica.
"Kenapa kamu disini sendirian? Papa dan mama kemana?" , ucap James yang gak melihat Antonio dan Sandra disana.
"Papa dan mama lagi di ruang makan. Tadi mama mau minta aku bawain beberapa kotak isi dessert buat dititipin di mobil kamu", ucap Angelica.
"Oh boleh sayang , mana kotak dessert nya biar aku yang angkat dan masukin ke dalam mobil" , ucap James.
James dan Angelica berjalan bersama menuju ke ruang makan.
"Om...tante....", sapa James.
"Iya James" , ucap Sandra dan Antonio bersamaan.
"Tante mau minta tolong kamu bawakan kotak-kotak ini ya James" , ucap Sandra.
"Baik tante" , jawab James.
James mengangkat kotak-kotak tersebut dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil.
Setelah semuanya kotak yang mau dibawa sudah masuk kesana , James dan Angelica permisi mau pergi kepada Antonio dan Sandra.
Tidak lama James dan Angelica pergi...
Sandra dan Antonio mulai menyusun barang-barang yang mau dibawa ke dalam mobil , setelah semua barang masuk di bagasi mobil , Antonio , Sandra dan Alvaro pergi menjemput mama Amel dan papa Surya.
"Hubby , kamar disana kan cuma ada 10 kamar ya. Apakah kita semua cukup untuk tidur disana?" , ucap Sandra.
"Kita ada berapa keluarga nanti?" , tanya Antonio.
"Papa dan mama kamu , papa dan mama aku , kita dan anak-anak , kak angga dan keluarga , kak Alex dan keluarga , calon besannya kak Angga dan keluarga , ditambah calon besan kita juga sekeluarga" , jawab Sandra.
"Iya juga ya , ini aja sudah 8 keluarga. Anak-anak juga sudah pada besar semua , mau tidur dimana?" , ucap Antonio.
__ADS_1
"Apa anak-anak yang cewek jadi satu kamar dan yang cowok jadi satu kamar" , ucap Sandra.
"Ide yang bagus itu sayang" , jawab Antonio.
"Aku gak mau satu kamar dengan James dan kak Kiki" , jawab Alvaro yang tiba-tiba membuka suaranya.
"Jadi kamu mau tidur sama siapa nak?" , tanya Antonio.
"Sama mama" , jawab Alvaro.
"Ya sudah , nanti tidur sama mama dan papa ya nak" , ucap Sandra.
"Kenapa harus sama mama terus sih? Kamu sudah besar nak" , ucap Antonio.
"Ya biarin , mama aja gak masalah aku tidur sama mama" , jawab Alvaro.
"Sudah hubby , malam ini aja ya. Biarkan Alvaro bersama kita malam ini aja" , ucap Sandra.
"Baiklah sayang" , jawab Antonio yang sudah gak bisa membantah perkataan istrinya lagi.
Alvaro hanya tersenyum simpul melihat papanya sudah gak bisa melarangnya lagi.
Tidak lama mobil yang dibawa oleh Antonio telah sampai di depan rumah papa Surya.
"Aku panggil papa dan mama dulu ya hubby" , ucap Sandra.
"Iya sayang" , jawab Antonio.
Sandra turun dari mobil dan menuju ke rumahnya.
"Papa kalah kan sama aku. Biar bagaimanapun mama pasti tetap memilih aku" , ucap Alvaro.
"Ya , dimana-mana orang tua juga pasti memilih anaknya. Kamu harus ingat , kamu itu juga anak papa , jadi papa gak kalah sama kamu" , jawab Antonio.
"Bilang aja papa kalah , tapi gak mau ngaku" , ucap Alvaro.
"Gak penting sama papa" , jawab Antonio.
Alvaro hanya memanyunkan bibirnya karena papanya gak mau berdebat padanya hari itu.
Setelah beberapa waktu....
Sandra , mama Amel dan papa Surya berjalan bersama masuk ke dalam mobil.
"Oma....opa...." , sapa Alvaro.
"Iya" , jawab oma Amel dan opa Surya bersamaan.
"Pa...ma..." , sapa Antonio.
"Iya nak" , jawab papa Surya dan mama Amel bersamaan.
Setelah itu Antonio menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke Al Angel Park.
__ADS_1