Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 195


__ADS_3

Siang harinya semuanya sudah bersiap-siap untuk berpamitan.


Saudara Antonio dan anaknya mulai berpamitan dengan papa Chandra dan mama Shinta untuk kembali ke kota mereka masing-masing.


Tidak lupa semua keponakan Antonio dan Sandra berpamitan dengan mereka sambil mengucapkan terima kasih atas hadiah natalnya dan menciumi pipi Antonio dan Sandra.


"Kiki pasti akan merindukan tidur bersama dengan aunty cantik" , ucap si lucu imut Kiki setelah mendapatkan ciuman dari Sandra di pipi bulatnya.


"Memangnya kamu gak mau tidur bersama mama lagi?" , tanya Bella.


"Bukannya gitu ma , tapi kalau tidur bersama aunty cantik , Kiki tidurnya nyenyak banget sampai pagi" , ucap si lucu imut Kiki.


"Bukan gue yang ajarin ya Antonio" , ucap kak Angga yang gak mau disalahin lagi.


"Iya kak , istri aku tuh memang selalu membuat nyaman" , ucap Antonio.


"Ya sudah nak , ayo kita pergi lagi" , ucap Angga.


"Iya pa....nanti kalau Kiki kesini lagi , Kiki tidur dengan aunty cantik lagi ya" , ucap si lucu imut Kiki sebelum mengikuti papa , mama dan saudaranya masuk ke mobil.


Papa Chandra , mama Shinta dan Sandra hanya tersenyum melihat Kiki , cuma Antonio ya gak tersenyum sama sekali.


"Aduh , jangan tidur dengan istri aku lagi deh" , ucap Antonio.


"Sudah hubby , Kiki juga sudah pulang" , ucap Sandra.


"Iya sayang , kalau gitu kita juga pulang lagi ya ke apartemen" , ucap Antonio.


"Kalian mau pulang sekarang juga?" , tanya mama Shinta.


"Iya ma , aku mau istirahat di apartemen lagi" , ucap Antonio.


"Iya deh" , kata mama Shinta.


Antonio dan Sandra berpamitan sama papa Chandra dan mama Shinta.


Setelah itu Antonio masuk ke mobil dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Sayang , ada yang mau dibeli gak?" , tanya Antonio.


"Aku itu lagi pengen buah yang sangat asam sekali hubby" , ucap Sandra.


"Apa nama buahnya sayang?" , tanya Antonio.


"Gak tau hubby , pengen yang asam asam saja" , ucap Sandra.


"Ya udah kita ke toko buah aja ya sayang" , ucap Antonio.


"Iya hubby" , jawab Sandra.


Tidak lama mobil Antonio sudah sampai di depan toko buah.

__ADS_1


"Kamu mau ikut gak sayang?" , tanya Antonio yang juga berharap istrinya mau ikut juga.


"Tapi aku agak takut hubby" , jawab Sandra.


"Sudah gak ada apa-apa sayang , kalau kamu begini terus , besok gimana ke kampusnya sayang" , ucap Antonio.


"Iya deh , aku ikut turun , tapi pegangin terus ya" , ucap Sandra.


"Iya sayang" , jawab Antonio sambil mengelus wajah mulus istri tercintanya.


Antonio dan Sandra turun bersama berjalan memasuki toko buah sambil bergandengan tangan.


Sampai di dalam toko buah , Antonio memanggil salah satu petugas disana.


"Ada yang bisa dibantu pak?" , tanya petugas tersebut.


"Istri saya lagi pengen makan buah yang asam asam , tolong kamu ambilkan semua buah yang asam" , ucap Antonio.


"Masing-masing buah mau berapa kilo pak?" , tanya petugas tersebut.


"Masing-masing satu kilo aja" , jawab Antonio.


"Baik pak" , jawab petugas tersebut sambil mengambil semua buah asam yang ada di sana.


Tidak lama petugas itu datang dengan keranjang troli yang sudah berisikan mangga muda , buah cermai , strawberry , lemon , kedondong , markisa , jeruk sunkit , dan kiwi.


"Ini pak semua buahnya" , ucap petugas tersebut.


Antonio membayar semua buah yang diambilkan oleh petugas yang bekerja di toko , setelah itu Antonio membawa buahnya dan berjalan menuju ke mobil.


Antonio membuka pintu terlebih dahulu untuk Sandra , setelah Sandra masuk ke dalam mobil , Antonio memasukkan buahnya ke kursi belakang dan setelah itu Antonio masuk ke kursi pengemudi , menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Masih ada yang mau dibeli sayang?" , tanya Antonio.


"Gak ada hubby , kita pulang ke apartemen aja ya , aku sudah gak sabar pengen makan buahnya" , ucap Sandra.


"Iya sayang" , jawab Antonio.


Antonio pun menjalankan mobilnya menuju ke apartemen mereka.


Sampai di apartemen mereka , Antonio meletakkan semua buah yang baru dibeli ke dapur dan setelah itu ia langsung menuju ke kamar sambil membawa kopernya.


"Akhirnya pulang kesini juga , gak akan ada lagi yang akan ganggu kemesraan aku dengan istri aku" , ucap Antonio di dalam kamarnya.


Sandra sudah mulai sibuk di dapur mencuci beberapa buah yang baru dibeli.


Selesai mencuci buahnya , Sandra mulai memotong dan menatanya di piring.


Tidak lama Sandra selesai memotong buah dan membawa piringnya masuk ke kamar.


Antonio sudah duduk di atas kasur mereka dengan baju rumahnya.

__ADS_1


Sandra naik ke atas kasur dan mulai memakan buah yang dibawanya.


"Mau gak hubby?" , tanya Sandra.


"Gak mau sayang , itu kan asam" , jawab Antonio.


"Enak lho hubby" , ucap Sandra sambil mengunyah strawberry nya.


"Gak mau sayang , kamu makannya enak , aku yang berasa ngilu liat kamu makan" , ucap Antonio sambil memicingkan matanya.


"Ya udah aku makan sendiri aja" , ucap Sandra sambil terus memakan buah asamnya dengan lahap.


********


Robi dan Citra janjian keluar di hari tahun baru.


Robi membawa Citra menuju ke taman Matahari.


Sampai di taman Matahari , Robi dan Citra duduk bersama di kursi taman yang berada di bawah pohon.


Robi sebenarnya sudah menyusun rencana untuk melamar Citra hari itu di taman Matahari , sebelumnya dia sudah ke toko perhiasan membeli kalung dengan liontin berlian kecil untuk melamar Citra di hari itu.


Awalnya Robi masih mencoba untuk mengatur degup jantungnya yang dua kali lebih cepat dari biasanya.


Sampai Citra mengatakan...


"Sepi banget ya hari ini".


"Iya kan orang-orang biasanya pada begadang di malam tahun baru , jadi sekarang lagi pada tidur dirumah" , jawab Robi.


"Jadi serasa taman ini milik kita berdua ya" , ucap Citra sambil tersenyum.


"Iya Citra , apa kamu senang...kalau kita hanya berdua saja disini?" , tanya Robi.


"Sejak bersama dengan kamu aku selalu senang Robi" , jawab Citra sambil tersenyum.


"Kalau gitu , apakah kamu mau menikah dengan aku Citra?" , tanya Robi sambil mengeluarkan kotak kalung dari sakunya dan membuka kotaknya.


"Ini beneran serius Robi?" , tanya Citra yang melihat Robi mengeluarkan kotak kalung.


"Iya aku serius Citra , aku tidak pernah main-main dengan perasaan aku" , ucap Robi.


"Baiklah , aku mau menikah dengan kamu Robi" , ucap Citra sambil tersenyum.


"Terima kasih Citra" , ucap Robi sambil memeluk tubuh Citra dengan lembut.


Lalu Robi mengeluarkan kalung yang sudah di dipersiapkannya dan memasangkan kalung tersebut ke leher Citra , setelah selesai memasang pengait kalungnya Robi langsung mengecup kening Citra.


"Nanti aku akan bertemu dengan orang tua kamu ya , untuk membahas pernikahan kita" , ucap Robi.


"Iya Robi" , jawab Citra sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2