Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 204


__ADS_3

Keesokan harinya Sandra pergi ke kampus seperti biasa , dan Antonio pergi ke kantornya.


"Pak , bagaimana dengan Sherly?" , tanya Robi yang sedang berada di ruangan Antonio.


"Biarkan dulu dia disana , sampai nanti kalau nona muda sudah datang ke sini dengan bodyguardnya , baru kamu keluarkan dia" , ucap Antonio.


"Baik pak" , jawab Robi.


Karena Sandra sangat ingin melihat Antonio mengusir Sherly dari sana , akhirnya Antonio pun memutuskan untuk memperbolehkannya.


Sandra yang sudah selesai kelasnya hari itu , langsung berjalan keluar dari area kampus bersama kedua bodyguardnya.


"Nanti kalian ikut saya masuk ke All Star Hotel" , ucap Sandra kepada kedua bodyguardnya sebelum masuk ke mobil.


"Baik nona muda" , jawab kedua bodyguard tersebut bersamaan.


Setelah itu Sandra masuk ke dalam mobilnya.


"Kita langsung ke All Star Hotel ya pak" , ucap Sandra.


"Baik nona muda" , ucap Pak Maman sambil menjalankan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke All Star Hotel.


Setelah beberapa waktu , mobil yang di bawa pak Maman sudah sampai di parkiran khusus untuk mereka.


Sandra langsung turun dari mobil dan diikuti oleh kedua bodyguardnya.


Semua staf langsung menyapa Sandra ketika Sandra masuk ke dalam All Star Hotel.


"Selamat siang nona muda" , sapa semua para staf.


"Selamat siang" , jawab Sandra sambil tersenyum.


Sandra memasuki lift dan menekan tombol menuju ke ruangan kerja Antonio.


Begitu pintu lift terbuka , Sandra dan kedua bodyguard nya langsung berjalan menuju ke ruangan Antonio.


Susi dan Adel langsung terkejut melihat nona muda dikawal oleh dua bodyguard.


"Gak biasanya nona muda datang dikawal sampai kesini , ada apa hari ini?" , tanya Adel.


"Gak tau , kita lihat saja nanti" , jawab Susi.


"Susi , bapak ada di ruangannya?" , tanya Sandra ketika berada di depan meja Susi.


"Ada nona muda" , jawab Susi.


Sandra pun langsung membuka pintu ruangan kerja Antonio dan masuk ke dalam , kedua bodyguard Sandra langsung berdiri di depan pintu ruangan Antonio dengan tegap.


"Hubby" , ucap Sandra sambil berjalan menuju ke kursi kebesaran Antonio dan duduk di atas paha suaminya.


"Sayang , kamu sudah pulang?" , tanya Antonio sambil memeluk pinggang istri tercintanya dan menciumi bibir istrinya sekilas.


"Iya hubby , aku sudah gak sabaran mau lihat hubby mengusir cewek ke gatel an itu" , ucap Sandra setelah suaminya melepaskan bibirnya.


"Kita makan dulu ya sayang , pasti anak kita lapar juga kan , biarkan dia nikmati saat-saat terakhirnya bersama para kecoak disana" , ucap Antonio yang sudah sibuk menciumi wajah istri tercintanya.


"Kalau kayak gini hubby mau makan aku atau mau makan yang lain?", tanya Sandra sambil terkekeh.


"Sebenarnya aku mau makan kamu , kemaren belum puas main di bathtub" , ucap Antonio sambil tersenyum.


"Nanti malam ya hubby , sekarang kita makan dulu , lalu aku mau melihat cewek itu diusir dari sini" , ucap Sandra yang sudah tidak sabaran.


"Baiklah , kesayangannya hubby mau makan apa?" , tanya Antonio.


"Aku mau spaghetti , steak ayam tanpa kentang sama sate ayam dan jus jeruk" , ucap Sandra.

__ADS_1


"Baiklah sayang" , ucap Antonio yang sudah mengetahui kalau istrinya banyak makan sejak mengandung anak kembar mereka.


Antonio pun mengangkat telpon di meja kerjanya dan menekan nomor disana.


Tidak lama terdengar suara dari sana , Antonio langsung memesan makanan untuk mereka.


Setelah beberapa waktu... Lia pun datang mengantarkan makanan pesanan bosnya.


Sampai di depan pintu ruangan bosnya Lia terkejut melihat ada dua bodyguard berdiri dengan tegap di sisi kanan dan kiri pintu.


"Kenapa ada bodyguard disini?" , tanya Lia kepada Susi.


"Itu bodyguardnya nona muda , kamu masuk aja , gak apa apa kok dia gak akan menggigit kamu" , ucap Susi sambil tersenyum.


"Kan aku takut , wajahnya serem" , ucap Lia.


"Gak apa apa kok , kamu langsung masuk aja keruangan bos , jangan kelamaan , nanti nona muda kelaparan lho" , ucap Adel sambil tersenyum.


"Oh iya , nona muda kan lagi hamil , mana pesanannya banyak lagi , aku masuk lagi ya" , ucap Lia.


Susi dan Adel pun menganggukkan kepala mereka.


Lia langsung masuk ke ruangan bosnya.


"Permisi pak , maaf mengganggu , saya mau mengantarkan makanan pesanan bapak" , ucap Lia yang salah tingkah karena Sandra yang masih duduk dan dipeluk di pangkuan bosnya.


"Iya , kamu letakin di meja kerja saya aja" , ucap Antonio.


"Iya pak" , jawab Lia sambil menyusun piring makanan di meja kerja Antonio.


Setelah selesai , Lia pun langsung pamit untuk pergi dari sana.


"Kayaknya Lia salah tingkah lihat kita seperti ini hubby" , ucap Sandra setelah Lia keluar dari ruangan Antonio.


"Biarin aja sayang , mereka harus terbiasa melihat kemesraan kita" , ucap Antonio sambil tersenyum.


"Tetap disini aja sayang" , ucap Antonio dengan lembut.


"Nanti hubby gimana makannya?" , tanya Sandra.


"Kamu yang suapi ya sayang" , ucap Antonio sambil tersenyum.


"Ya udah , oke deh" , ucap Sandra sambil mengambil piring spaghetti , memakannya sambil menyuapinya juga ke mulut suaminya , sampai semua makanan habis mereka makan berdua.


"Sudah habis makannya hubby , ayo selesaikan masalah cewek itu" , ucap Sandra yang sudah tidak sabaran.


"Iya sayang , aku akan minta Robi untuk membawanya kesini sekarang" , ucap Antonio sambil mengambil ponselnya dan menyentuh nama Robi disana.


Tidak lama terdengar suara dari sana.


"Halo pak" , jawab Robi.


"Halo Robi , bawa Sherly sekarang ke ruangan saya beserta surat pemecatan dia" , ucap Antonio.


"Baik pak" , jawab Robi.


Robi mengangkat telponnya dan memanggil kedua petugas keamanan untuk mengeluarkan Sherly dari gudang.


Tidak lama Robi dan kedua petugas keamanan sudah berada di depan gudang.


Salah satu petugas keamanan membuka pintu gudang.


"Ayo ikut sekarang" , ucap petugas keamanan sambil memegang tangan Sherly.


"Mau dibawa kemana gue" , ucap Sherly.

__ADS_1


"Menemui bos Antonio" , ucap Robi.


"Antonio sudah mau menemui gue" , ucap Sherly sambil tersenyum.


"Iya" , jawab Robi.


Robi , kedua petugas keamanan yang memegang Sherly langsung berjalan menuju ke ruangan kerja Antonio.


Kedua bodyguard yang ada di depan pintu di panggil Antonio untuk berjaga di dalam dan berdiri di depan meja Antonio di sisi kanan dan kiri.


Sandra tetap duduk sambil dipeluk , diatas pangkuan Antonio.


Antonio tidak mau terjadi apa apa kepada istri tercintanya nanti , ketika Sherly masuk kesana.


Tidak lama Robi , kedua petugas keamanan yang memegang tangan Sherly sudah sampai di depan ruangan Antonio.


"Berarti karena mau membereskan cewek gila ini , makanya bodyguard nona muda sampai ikut kesini" , ucap Susi.


"Iya , kamu benar Susi" , jawab Adel.


"Aku mau lihat , apakah setelah ini dia masih bisa sombong dengan kita" , ucap Susi.


"Iya sama" , jawab Adel.


Robi mengetuk pintu ruangan kerja Antonio.


Tok....tok....tok....


"Masuk" , jawab Antonio.


Robi , kedua petugas keamanan yang memegang tangan Sherly pun masuk ke dalam ruangan kerja Antonio.


"Lepaskan dia" , ucap Antonio.


Petugas keamanan langsung melepaskan tangan Sherly , dan berdiri di belakang Sherly.


"Akhirnya kamu menyadari kalau kamu mencintai aku kan Antonio" , ucap Sherly setelah tangannya di lepaskan , dia berjalan mendekat ke meja kerja Antonio dengan wajah yang kotor , berantakan dan pastinya bau banget.


Sandra yang melihat penampilan Sherly seperti itu , langsung memeluk leher suaminya dan meletakkan kepalanya di bahu suaminya.


"Dia kelihatan kucel dan bau banget hubby" , ucap Sandra di telinga Antonio.


"Sabar ya sayang , sebentar lagi juga dia dikeluarkan dari sini" , ucap Antonio kepada istrinya dengan lembut.


"Iya hubby" , ucap Sandra.


"Iya kan Antonio kamu mulai menyadari kalau aku yang lebih pantas menjadi istri kamu" , ucap Sherly yang masih sombong , ketika Antonio belum merespon perkataannya tadi.


Padahal Sherly sudah ketakutan ketika di kurung di dalam gudang , keluar dari gudang mulai keluar lagi kesombongannya.


"Siapa yang bilang kamu lebih pantas menjadi istri aku , apa kamu gak bisa melihat dengan mata kamu sendiri , siapa istri aku yang sebenarnya".


"Sekarang aku gak mau basa basi lagi , kamu dipecat dengan tidak hormat , kamu terima gak terima kamu akan tetap di pecat" , ucap Antonio dengan tegas.


"Jangan Antonio" , ucap Sherly mencoba untuk berjalan mendekati Antonio , tapi di tahan oleh bodyguard yang ada disana.


"Jangan pecat aku Antonio , aku mohon , aku mencintai kamu" , ucap Sherly.


"Cukup Sherly....Sudah gak ada lagi yang perlu aku bicarakan , kamu mau menyetujuinya dan pergi dari sini atau kalau kamu masih memaksakan keinginan kamu yang gila itu , apa kamu mau dikurung lagi di gudang sampai kamu sadar" , ucap Antonio dengan tegas.


Pilihan yang diberikan oleh Antonio memang bukan pilihan yang menguntungkan buat Sherly , tapi dari pada dia dikurung di gudang , lebih baik dia keluar dan menyusun rencana baru , meskipun dia akan kehilangan pekerjaan dia yang cukup bagus itu , karena kesalahan dia sendiri.


"Baiklah , aku menyetujuinya" , ucap Sherly dengan lirih , sambil menandatangani kertas yang diberikan oleh Robi.


"Boleh aku ngomong sesuatu Antonio" , ucap Sherly setelah menandatangani surat pemecatan terhadap dirinya.

__ADS_1


"Sudah tidak ada yang perlu kamu omongin lagi , aku tidak mau mendengarkannya , seret dia keluar dari All Star Hotel dan kalian harus ingat , Sherly tidak boleh memasuki All Star Hotel baik di pusat maupun All Star Hotel yang ada di luar kota , selamanya" , ucap Antonio dengan tegas.


"Baik pak" , jawab petugas keamanan sambil memegang tangan Sherly dan membawanya keluar dari ruangan kerja Antonio.


__ADS_2