Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Si Kembar A - Part 95


__ADS_3

Angelica yang sudah sampai di ruangan kerja papanya.


"Pa , mama belum datang ya?" , tanya Angelica sambil mencium pipi papanya yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


"Belum nak , katanya mama mau masak spaghetti seafood kesukaan papa dulu. Kayaknya sebentar lagi mama juga sampai ke sini" , ucap Antonio.


Angelica menganggukkan kepalanya sambil berjalan duduk di kursi yang ada di depan meja kerja papanya.


"Pa , apa setelah menikah aku harus tinggal di rumah James?" , tanya Angelica.


"Kalau kamu mau tinggal di rumah bersama papa dan mama , gak apa-apa nak. Papa malah senang kalau kalian di rumah" , ucap Antonio.


"Tapi tadi kata mamanya James , aku diminta untuk tinggal di rumah mereka pa. Aku sudah melihat kamarnya James kecil pa. Barang-barang aku gak akan muat kalau disana" , ucap Angelica.


"Kamu bilang aja kalau kamu mau tinggal bersama dengan papa dan mama" , ucap Angelica.


"Aku sudah bilang sama James pa , tapi mamanya James kayaknya mau kami disana. Tadi mamanya bilang kalau kamar James akan direnovasi dulu. Jadi setelah menikah aku masih bisa tinggal di rumah. Tapi sebenarnya aku gak mau tinggal disana pa , aku mau tetap tinggal di rumah kita" , ucap Angelica.


"Papa juga gak bisa terlalu ikut campur masalah itu nak. Memang seharusnya kamu sebagai istri harus ikut dengan suami kamu" , ucap Antonio.


"Tapi pa , semua kebiasaan aku dan kesukaan aku kan hanya mba Tuti dan mba Ida yang tau. Masa aku harus memberitahukan kepada keluarga James juga" , ucap Angelica.


"Papa rasa nanti James juga bisa mengerti dengan semua kebiasaan kamu dan kesukaan kamu. Papa lihat keluarga James itu juga baik nak , mereka pasti bisa menyesuaikan diri dengan kamu. Kamu juga harus bisa menyesuaikan diri dengan mertua kamu , jangan mau sesuai keinginan sendiri" , ucap Antonio.


"Iya pa" , jawab Angelica dengan lirih.


"Kamu tau gak nak , dulu mama kamu itu anaknya manja sekali. Kalau pulang ospek itu mama pasti datang dengan muka cemberut kesini. Mama kamu itu dulu gak pernah mengerjakan pekerjaan rumah sama sekali. Tapi sejak papa dan mama menikah , mama mau mengerjakan semua pekerjaan rumah meskipun sudah ada Tuti dan malahan mama juga belajar masak dengan pak Herman koki hotel kita" , cerita Antonio.


"Jadi maksud papa aku juga harus belajar seperti mama?" , ucap Angelica.


"Iya nak , meskipun di rumah James kamu bisa gak mengerjakan pekerjaan rumah , tapi paling gak kamu harus bisa melayani suami kamu. Nanti kalaupun kamu tinggal dirumah juga harus seperti itu ya nak" , ucap Antonio.


"Kenapa harus seperti itu pa? Aku rasa James bisa melakukannya sendiri" , ucap Angelica.


"Beda nak , kamu lihat saja setiap makan , mama pasti akan menyediakan semuanya untuk papa , bahkan sampai baju papa juga mama yang mengurusnya. Itu sudah tugas sebagai seorang istri nak" , ucap Antonio.

__ADS_1


"Baiklah pa , aku pikir aku bisa hanya dengan kuliah dan bekerja saja , gak harus memikirkan yang lainnya" , ucap Angelica.


"Nanti kamu pasti mengerti setelah kamu menikah. Semua anak perempuan pasti mengkhawatirkan hal itu. Papa jadi ingat dulu mama takut menikah cepat dengan papa karena mama gak bisa mengerjakan pekerjaan rumah dan gak mau punya anak cepat. Tapi setelah kami menjalani kehidupan pernikahan , mama pun mulai berubah nak. Papa rasa nanti kamu juga pasti sama seperti mama , bisa berubah setelah menikah" , ucap Antonio sambil tersenyum.


"Ya kita lihat nanti saja ya pa" , ucap Angelica.


Antonio pun menganggukkan kepalanya.


.


.


Sandra yang sudah sampai di All Star Hotel bersama dengan anaknya yang manja berjalan bersama menuju ke ruangan kerja suaminya.


"Susi , bapak ada gak di ruangannya?" , tanya Sandra.


"Ada nona muda" , jawab Susi.


"Baiklah , terima kasih" , ucap Sandra.


Sandra dan Alvaro berjalan bersama masuk ke dalam ruangan kerja suaminya.


"Hubby....eh ternyata anak mama sudah disini. Gak pergi makan siang bersama dengan James?" , tanya Sandra sambil mencium pipi suaminya.


"Gak ma , James masih ada kerjaan. Tadi dia ajak aku ke kantornya , tapi aku gak mau" , jawab Angelica.


"Kenapa kakak gak mau di kantor James?" , tanya Alvaro yang sudah masuk menyapa dan mencium pipi papanya.


"Gak dek , kakak lebih suka di kantor papa" , jawab Angelica.


"Ya sudah , ayo kita makan dulu selagi masih hangat" , ucap Sandra sambil membuka kotak makan yang sudah di siapkan nya dari rumah.


Antonio dan Angelica pun berjalan menuju ke kursi sofa yang ada disana.


Mereka mulai makan siang spaghetti buatan mamanya yang paling mereka sukai.

__ADS_1


"Sayang , anak kita sudah mulai mengkhawatirkan kehidupan pernikahan" , ucap Antonio.


"Kenapa khawatir nak? Kamu kan bisa tinggal bersama dengan mama dan papa di rumah setelah kalian menikah" , ucap Sandra.


"Aku maunya begitu ma , tapi mamanya James mau aku tinggal di rumah mereka ma" , jawab Angelica dengan lirih.


"Kalau itu orang tua James yang mau , mama juga gak bisa berbuat apa-apa lagi nak. Kamu harus bisa menyesuaikan diri disana ya" , ucap Sandra.


"Kakak takut ya tinggal bersama dengan orang lain" , ucap Alvaro sambil memakan spaghetti nya yang porsinya dua kali lipat dari yang lainnya.


"Ya pastilah dek , kamu mau tinggal dirumah orang yang gak kamu kenal sebelumnya" , ucap Angelica.


"Kalau aku nanti setelah menikah bisa tinggal di rumah mama" , ucap Alvaro.


"Ya kamu enak karena kamu anak laki-laki" , ucap Angelica dengan lirih.


"Gak apa-apa nak , mama lihat orang tua James itu baik kok. Nanti kamu kan disana juga cuma pagi dan malam. Pagi sampai sore kamu kan disini bersama dengan papa dan mama. Nanti kalau kamu mau tidur dirumah setiap hari libur juga bisa" , ucap Sandra mencoba menghibur anak perempuannya.


"Iya sayang , semua itu bisa diatur. Lagian kan kita masih tinggal dalam satu kota ini. Kalau kamu ada apa-apa kan kamu bisa mengabari papa dan mama , nanti papa dan mama akan datang melihat kamu" , ucap Antonio.


"Baiklah pa" , jawab Angelica sambil memakan makanannya.


Pikiran Angelica sebenarnya sedang berkecamuk saat itu. Ditambah dengan pernikahan mereka yang semakin dekat , membuat Angelica semakin banyak pikiran.


.


.


"Pa , nanti saat pernikahan aku jangan ada wartawan satu pun ya. Aku gak mau berita pernikahan aku heboh sebelum kelulusan. Sejak berita pertunangan aku masuk di koran itu , membuat heboh satu sekolah" , ucap Angelica.


"Baiklah nak , nanti papa bilang Robi supaya gak boleh ada satu pun wartawan yang datang pada saat pernikahan kamu" , ucap Antonio.


"Terima kasih pa" , ucap Angelica.


"Iya sayang" , jawab Antonio.

__ADS_1


__ADS_2