Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 24


__ADS_3

Papa Chandra dan mama Shinta , berjalan masuk ke pagar yang sudah dibukakan oleh Jaka , satpam di rumah mereka.


"Selamat siang , tuan... nyonya..." ucap Jaka.


"Siang" jawab papa Chandra dan mama Shinta.


Mama Shinta dan papa Chandra duduk di kursi taman yang ada di samping rumah mereka.


"Siti..." panggil mama Shinta kepada salah satu asisten rumah tangga disana.


"Iya nyonya" jawab Siti.


"Tolong bawain teh dan cake yang saya beli kemaren kesini ya" titah mama Shinta.


"Baik nyonya" ucap Siti.


Mama Shinta dan papa Chandra , mulai membahas hubungan Antonio dan Sandra , sambil menikmati teh dan cake.


.


.


.


"Pa... hebat juga ya anak kita , bisa dapat daun muda" ucap mama Shinta sambil tertawa.


''Anak siapa dulu ma" jawab papa Chandra sambil tertawa.


"Kita harus segera menikahkan Antonio dan Sandra" ucap papa Chandra.


"Mama memang ingin juga Antonio menikah , secara umurnya juga sudah gak muda lagi , tapi apa Sandra mau pa..." ucap mama Shinta.


"Kalau memang Sandra suka dengan anak kita , pastinya dia mau dong ma" jawab papa Chandra.


"Tapi kan Sandra baru mau masuk kuliah


pa..." ucap mama Shinta.


"Tidak apa-apa ma , setelah menikah juga masih bisa melanjutkan kuliah" jawab papa Chandra.


"Kenapa harus buru-buru sih pa?" tanya mama Shinta.


"Sebenarnya minggu lalu papa bertemu dengan Doddy ma , dia mau Antonio menikahi anaknya Amanda" ucap papa Chandra.


"Doddy siapa sih pa , kenapa mama tidak pernah mendengarnya?" tanya mama Shinta.


Doddy adalah teman papa di lapangan golf. Papa sebenarnya tidak dekat dengan Doddy , kalau bertemu di lapangan golf , juga hanya sekedar temu sapa saja.


Tiba-tiba minggu lalu dia mendatangi , mengajak papa untuk berbicara.


Awalnya papa tidak menaruh curiga pada Doddy , sampai Doddy menanyakan sesuatu yang membuat papa kaget.


Kejadian di lapangan golf....


Chandra katanya kamu memiliki putra yang sangat hebat , tapi belum menikah sampai sekarang .


"Kenapa tidak kita jodohkan saja dengan anak aku Amanda , dia juga belum menikah diusia yang sudah 29 tahun" ucap Doddy.


"Itu semua tergantung jodoh dan perasaan anak-anak Doddy , kita sebagai orang tua tidak bisa memaksakan keinginan kita , kepada anak-anak" jawab Chandra.


Setau aku , setiap orang bisnis pasti menginginkan anaknya menikah , terutama juga buat memperluas bisnis kita juga kan.


"Siapa tau , aku yang bisnis batu bara dan kamu yang bisnis perhotelan bisa bersatu atau kamu menginvestasikan uang ke perusahaan aku , sehingga hubungan kita juga bisa semakin langgeng" ucap Doddy dengan mata liciknya.


"Ternyata ada maksud tertentu kamu mendekati aku , dasar orang licik" batin Chandra.


"Maaf Doddy , aku tidak bisa memutuskan masalah anak-anak" ucap Chandra.


"Lebih baik kita buat pertemuan dulu saja , Amanda 3 bulan lagi akan pulang kesini , nanti kita atur buat pertemuannya dengan anakmu , bagaimana?" ucap Doddy masih berusaha.


"Mana mau aku lepaskan orang yang bisa membantu keuangan aku yang sedang krisis sekarang , mau menjual anak atau bagaimanapun aku rela asalkan aku tidak jatuh miskin" batin Doddy.


"Lihat nanti saja ya , aku juga tidak bisa memastikannya sekarang" ucap Chandra.


"Baiklah , nanti kamu kabari aku saja ya" ucap Doddy , sambil berdiri dan mendengus agak kesal.


"Dasar sombong kamu , kalau bukan karena aku hampir bangkrut , aku juga tidak mau memohon-mohon padamu , mana sudi juga aku menjodohkan anakku yang cantik sempurna seperti itu kepada anaknya yang tidak ganteng , tapi ya memang meskipun tidak ganteng , dia hebat dalam berbisnis" ucapnya dalam hati.


"Oh ada maksud tertentu ternyata si Doddy itu , jahat juga ya pa dia orangnya" ucap mama Shinta.

__ADS_1


Papa Chandra hanya menganggukkan kepalanya tanda benar.


Beberapa hari setelah itu teman papa , yang namanya Wijaya menelpon papa.


"Chandra , aku dengar kamu ketemu Doddy ya , kenapa dia mencari kamu?" tanya Wijaya.


"Dia mau menjodohkan anaknya dengan putraku" jawab Chandra.


Setau aku anaknya model dan sudah punya pacar , tapi pacarnya itu hanya seorang fotografer.


"Beberapa hari ini , aku dengar dari teman-teman yang lain usahanya itu sudah mau bangkrut , karena dia tidak jujur dalam berbisnis , jadinya semua investor dia pergi" ucap Wijaya.


"Aku sudah curiga dari awal , ternyata dugaan ku benar , dia hanya menginginkan uangku saja , dia memang mengatakan kalau anaknya menikah dengan anakku , siapa tau aku bisa menginvestasikan dana ke perusahaannya" ucap Chandra.


"Iya , kamu jangan sampai ikut terjebak dengan Doddy , nanti dia pasti akan menguras uangmu terus" ucap Wijaya.


.


.


.


Setelah mendengar cerita papa Chandra...


"Jadi kita harus bagaimana pa?" tanya mama Shinta.


"Sekarang kan Antonio sudah pacaran dengan Sandra ma , kita harus membahas masalah pernikahan ini secepatnya , dengan Surya dan Amel" ucap papa Chandra.


"Semoga Surya dan Amel setuju ya pa..." ucap mama Shinta.


"Iya ma... kalau Surya dan Amel mungkin bisa setuju kalau papa menjelaskan masalahnya , papa takutnya sama Sandra ma... semoga dia mau menikah dengan Antonio , di usia mudanya" ucap papa Chandra.


"Iya ya pa... semoga Sandra setuju ya , dari dulu lihat Sandra , mama sudah suka , anaknya cantik , sopan , ramah dan pintar lagi" kata mama Shinta.


Papa Chandra hanya menganggukkan kepalanya.


********


Antonio menjalankan mobilnya , sambil menyentuh nama di layar Hp nya.


Terdengar suara tut...tut...tut... yang menandakan telpon tersambung.


"Halo sayang , apa kamu sudah siap?" tanya Antonio.


"Sudah kak... ini aku sudah di bawah nungguin kakak" ucap Sandra.


"Ok , kakak lagi dijalan menuju rumah kamu sekarang" ucap Antonio.


"Iya kak , hati-hati di jalan" ucap Sandra.


"Iya sayang , sampai ketemu" jawab Antonio.


Sandra memainkan game di hp nya sambil menunggu Antonio datang.


Tidak lama papa dan mama sudah sampai di rumah.


"Sayang , kalau tadi kamu ikut pasti ketemu dengan Antonio" ucap mama Amel.


"Iya gak apa apa ma... , ini juga aku mau ketemu kak Antonio" ucap Sandra.


"Pantesan anak papa sudah cantik , mau dijemput pacarnya ternyata" goda papa sambil tersenyum.


"Bukannya aku selalu cantik ya pa" jawab Sandra.


"Iya , kamu anak papa yang paling cantik" kata papa sambil tersenyum.


"Minggu depan ikut papa dan mama ya pergi makan malam" ucap papa.


"Aku harus ikut ya pa" ucap Sandra.


"Harus dong sayang , nanti kita akan bertemu orang penting" kata mama Amel sambil tersenyum.


"Orang penting siapa pa?" tanya Sandra sambil mengerutkan keningnya.


Mama memberikan kode kepada papa Surya , untuk tidak memberitahukan terlebih dahulu kepada Sandra.


"Teman papa sayang , cuma makan antar 2 keluarga saja kok , tidak banyak orang" ucap papa Surya.


"Aku lihat nanti ya pa , kalau kak Antonio ajak aku keluar , ya aku gak ikut papa dan mama" jawab Sandra.

__ADS_1


Papa dan mama hanya tersenyum , mendengar jawaban anak kesayangan mereka.


Dari luar terdengar suara mobil Antonio.


"Itu kak Antonio sudah datang pa , aku pergi dulu ya" ucap Sandra.


"Iya sayang , selamat bersenang-senang" , ucap papa Surya dan mama Amel sambil mengecup pipi anaknya.


Ketika Sandra mau keluar , ternyata Antonio sudah berdiri di depan pintu rumah Sandra.


"Om Surya... tante Amel..." sapa Antonio.


"Iya Antonio" jawab papa Surya dan mama Amel.


"Kamu sudah siap sayang?" tanya Antonio kepada Sandra.


"Iya sudah kak" jawab Sandra sambil menganggukkan kepalanya.


"Om... tante... aku bawa Sandra pergi dulu ya" ijin Antonio kepada papa Surya dan mama Amel.


"Iya Antonio , om titip ya , anak manja om ini" kata papa Surya.


"Iya om" jawab Antonio dengan tersenyum.


"Jagain Sandra ya Antonio" ucap mama Amel.


"Iya pasti tante" jawab Antonio.


Antonio dan Sandra pun berjalan menuju ke mobil mewah Antonio , yang sudah terparkir di depan rumahnya.


Seperti biasa , Antonio membukakan pintu terlebih dahulu buat Sandra , baru dia masuk ke kursi pengemudi.


Antonio menyalakan mobilnya dan mulai berjalan keluar dari halaman rumah Sandra.


"Kamu sudah makan sayang?" tanya Antonio.


"Tadi pagi makan roti sama minum susu aja kak" jawab Sandra.


"Kakak belum sarapan tadi pagi" ucap Antonio.


"Kok bisa kak?" tanya Sandra.


"Iya , tadi pagi kakak telat bangunnya sayang , sampai papa telpon baru kakak terbangun" jawab Antonio.


"Bukannya kakak biasanya bangun pagi ya" ucap Sandra.


"Iya biasanya bangun pagi , kayaknya karena semalam terlalu bahagia , jadinya tidur dengan nyenyak sampai pagi" jawab Antonio sambil tersenyum.


Sandra hanya tersenyum mendengar ucapan pacarnya itu.


"Kalau gitu , pacar kesayangan aku mau makan dimana?" tanya Sandra sambil tersenyum manis.


"Dengar pacar kesayangan gak sabar pengen nikah" ucap Antonio dengan tersenyum.


"Kenapa gak sabar pengen nikah?" tanya Sandra.


"Setelah nikah ntar dipanggil apa ya , kalau pacar jadi pacar kesayangan , kalau udah nikah jadi suami kesayangan dong" ucap Antonio sambil tersenyum.


"Ih...sebel ah di godain terus" ucap Sandra sambil memanyunkan bibirnya dan melipat kedua tangannya di dada.


"Gemes deh liat bibir kamu , jadi pengen nyium" kata Antonio sambil tersenyum melihat tingkah laku bidadari cantiknya.


"Tuh kan , masih aja godain aku , aku pulang aja deh" ucap Sandra dengan pura-pura marah.


"Jangan marah dong sayang , belum juga kakak makan , kakak laper nih" ucap Antonio dengan lembut.


"Ya udah , mau makan apa..." ucap Sandra.


"Kita ke cafe Matahari yang ada di taman aja ya" ucap Antonio.


"Iya boleh kak" jawab Sandra.


Mobil Antonio sampai di parkiran taman , yang mereka kunjungi waktu pertama kali mereka jalan berdua.


Setelah mobil Antonio terparkir di sana , mereka turun dan keluar dari mobil.


Antonio menggenggam tangan Sandra dan mereka berjalan menuju ke cafe Matahari.


Antonio dan Sandra berjalan dengan mesra , sampai mereka tidak menyadari ada tatapan yang penuh amarah memandangi mereka.

__ADS_1


__ADS_2