
Hari keberangkatan Antonio , Sandra dan Alvaro sudah tiba.
Angelica mengantarkan mama dan papanya ke bandara dengan James.
"Om titip Angelica anak om selama om dan tante pergi ya James" , ucap Antonio ketika mereka sedang berada di depan area keberangkatan.
"Iya om , aku pasti akan menjaga Angelica" , ucap James.
Antonio pun menganggukkan kepalanya.
"Kamu beneran gak mau nginap di rumah oma Shinta atau oma Amel nak?" , tanya Sandra.
"Iya ma , aku dirumah saja , lagian kan ada mba Tuti dan mba Ida juga" , ucap Angelica.
"Baiklah nak , baik-baik ya dirumah selama mama dan papa pergi" , ucap Sandra.
"Iya ma" , jawab Angelica.
"Kalau gitu mama dan papa pergi dulu ya nak" , ucap Sandra sambil mencium pipi anaknya.
"Iya ma" , jawab Angelica.
Sebelum Sandra , Antonio dan Alvaro masuk ke bandara , Antonio juga mencium kening Angelica , setelah itu baru mereka masuk ke bandara.
Angelica dan James berjalan bersama sambil berpelukan menuju ke parkiran mobil.
"Kamu mau makan dimana sayangku?" , tanya James.
"Terserah kamu mau pergi kemana deh , aku lagi gak tau mau makan apa" , jawab Angelica.
"Baiklah , kalau nanti sudah sampai di restorannya jangan menyesal ya , karena kan kamu yang bilang terserah" , ucap James.
"Iya iya" , jawab Angelica.
James memberhentikan mobilnya di pinggir jalan yang banyak tempat orang jualan makanan kaki lima disana.
"Kita makan disini James?" , tanya Angelica.
"Iya sayangku , apa kamu menyesal karena sudah meminta aku yang memilih tempat makannya?" , tanya James sambil tersenyum.
"Gak , aku cuma mau memastikan saja , kalau gitu ayo kita turun" , ucap Angelica.
"Ternyata anak steril seperti Angelica bisa juga ya makan seperti ini , aku kirain dia bakal protes sama aku dan meminta pindah ke tempat lain" , ucap James dalam hatinya.
James dan Angelica berjalan melihat makanan apa yang mau mereka makan disana.
"James , aku mau nasi pecel lele aja ya" , ucap Angelica.
"Baiklah sayang , kalau gitu aku juga sama" , ucap James.
James dan Angelica masuk ke dalam tempat tukang jual pecel lele dan mencari meja kosong yang ada disana , seperti biasa Angelica akan menyemprot dulu meja dan kursinya dengan handsanitizer , setelah itu baru James dan dia duduk disana.
"Sayangku , kamu kan selalu memikirkan kebersihan. Kenapa kamu gak masalah aku bawa makan disini?" , tanya James.
"Kamu sebenarnya membawa aku ke sini karena mau mengetes aku kan" , ucap Angelica yang matanya langsung melihat ke wajah James.
"Hmmm , gak juga sih" , jawab James sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
"Jangan cari alasan lagi kamu" , ucap Angelica.
"Hmmm , kalau gitu kita langsung pesan saja ya" , ucap James mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Angelica mengambil menu yang dipegang oleh James.
James langsung terkejut melihat Angelica mengambil menu di tangannya.
"Sebenarnya aku gak masalah James mau kamu ajak makan dimana saja , tapi aku memang mengutamakan kebersihan di sekitaran aku saja , kalau untuk makanannya aku gak ada masalah , di sekolah juga aku masih makan kok makanan di kantin" , ucap Angelica sambil meletakkan kembali menu makanannya di meja.
"Baiklah sayang" , ucap James sambil tersenyum.
"Aku mau nasi pakai pecel ayam aja ya , ayamnya yang paha sama minum lemon tea" , ucap Angelica.
"Baiklah sayang" , jawab James sambil menuliskan pesanan mereka di kertas yang ada disana , setelah itu James memanggil pelayan yang ada disana dan memberikan kertas pesanan mereka.
"Ditunggu sebentar ya pak" , jawab pelayan tersebut sambil berjalan menuju ke tempat masak.
James hanya menganggukkan kepalanya.
Tidak butuh waktu lama , makanan yang dipesan oleh James dan Angelica telah terhidang di atas meja.
Angelica dan James makan bersama sambil mengobrol santai disana.
"James , kenapa kamu makannya pakai tangan?" , tanya Angelica ketika melihat James makan.
"Susah kalau aku harus makan pakai sendok , bukankah tangan aku juga sudah kamu semprot pakai handsanitizer , jadi pastinya sudah bersih kan" , jawab James.
"Iya , tapi setelah kamu makan , kamu mau cuci dimana?" , tanya Angelica.
"Pakai air kobokan ini sayang" , ucap James sambil menunjukkan mangkuk yang berisi air dan potongan jeruk nipis disana.
"Tapi kan gak ada sabun , nanti pasti tangan kamu gak bersih dan masih berminyak" , ucap Angelica.
"Kalau gak pakai tangan susah makannya , sayang" , ucap James.
"Ya sudah , nanti setelah makan kamu gak boleh pegang aku atau peluk aku , aku gak mau minyaknya nempel di aku" , jawab Angelica.
"Tau gini , mending makan di restoran aja tadi" , ucap James dalam hatinya.
Setelah James dan Angelica selesai makan , James membayar semua makanan mereka , setelah itu mereka kembali berjalan menuju ke mobil James.
"Sayang , kita jalan-jalan dulu ya sebelum pulang" , ucap James.
"Iya boleh , dirumah juga gak ada siapa-siapa" , jawab Angelica.
"Sayang , besok aku mau ke lapangan , cek kerjaan di waterboom , kamu mau ikut aku gak? Dari pada kamu dirumah sendiri" , ucap James.
"Boleh juga James" , ucap Angelica yang gak tau juga besok mau ngapain.
"Besok pagi aku jemput ya" , ucap James.
"Jam berapa?"
"Jam 10" , jawab James.
"Baiklah" , jawab Angelica.
Malam itu mereka hanya mengobrol saja di dalam mobil sepanjang jalan.
Tidak terasa hari sudah malam dan jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.
"James , aku sudah harus pulang" , ucap Angelica.
"Baiklah sayang" , ucap James.
__ADS_1
.
.
Sandra yang sedang menonton televisi di kamar hotel di kota P bersama suami dan anak manjanya...
"Hubby , Angelica sudah pulang ke rumah belum ya?"
"Kamu coba saja telpon sayang" , jawab Antonio.
Sandra mengambil ponselnya dan menyentuh nama Angelica dilayar ponselnya.
Angelica yang mendengarkan suara ponselnya berbunyi , langsung mengambil ponselnya dari dalam tas nya.
"Halo ma" , jawab Angelica.
"Halo sayang , kamu sudah pulang belum?" , tanya Sandra.
"Sekarang lagi jalan mau pulang ke rumah ma" , jawab Angelica.
"Baiklah nak , besok kamu kemana nak?" , tanya Sandra.
"Besok aku ikut James kerja ma" , jawab Angelica.
"Baiklah , kalau gitu kamu kasih tau mba Tuti ya kalau kamu gak makan dirumah besok siang" , ucap Sandra.
"Iya ma" , jawab Angelica sambil memutuskan sambungan telponnya.
.
.
"Angelica sudah di rumah sayang?" , tanya Antonio setelah melihat Sandra meletakkan ponselnya.
"Lagi jalan pulang ke rumah hubby" , jawab Sandra.
"Baiklah , Alvaro gak tidur di kamar sebelah?" , tanya Antonio.
"Gak mau papa , aku mau tidur disini sama mama" , ucap Alvaro sambil memeluk tubuh mamanya.
Antonio hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat anak manjanya.
"Ya sudah , kalau mau tidur disini , tidur sekarang ya , televisinya dimatikan lagi , karena besok pagi kita semua mau ke lokasi pembangunan" , ucap Antonio.
"Kenapa aku dan mama ikut juga pa?" , tanya Alvaro.
"Bukannya dari dulu juga begitu , pasti kalian ikut ke lokasi kan setiap papa melihat proses pembangunan hotel dan resort kita" , jawab Antonio.
"Iya sih pa , tapi boleh gak kalau aku dan mama pergi main , gak ikut ke lokasi" , ucap Alvaro.
"Jangan sayang , tujuan kita kesini kan buat menemani papa kerja , nanti setelah papa selesai kerja , baru kita main ya , sekalian kamu belajar juga sama papa , nanti kan kamu yang akan melanjutkan kerjaan papa" , ucap Sandra memberikan pengertian kepada anaknya.
"Baiklah ma" , jawab Alvaro sambil mematikan televisi.
Setelah itu Alvaro langsung tidur di tengah papa dan mamanya.
Alvaro memeluk tubuh mamanya dan mulai masuk ke alam mimpi.
"Mimpi yang indah sayang" , ucap Sandra dengan lembut sambil mengecup kening anaknya.
"Aku juga mau dicium sayang" , ucap Antonio.
__ADS_1
"Hubby majuin dulu dong wajahnya ke sini" , ucap Sandra sambil tersenyum.
Antonio langsung memajukan wajahnya dan Sandra langsung mengecup bibir suaminya , setelah itu mereka tidur bersama masuk ke alam mimpi.