
Ujian semester pun akhirnya selesai.
Angelica dan Alvaro langsung bahagia , karena mereka sudah bisa menghabiskan waktu liburan akhir tahun.
Alvaro berjalan keluar dari kelasnya , langsung di panggil oleh Esmeralda.
"Ada apa lagi Esmeralda memanggil aku , tau juga aku gak suka dengan dia" , ucap Alvaro dalam hatinya.
.
.
"Alvaro , kita pergi main yuk" , ucap Esmeralda.
"Aku kan sudah bilang aku gak mau sama kamu . Kenapa kamu masih mencari aku?" , tanya Alvaro.
"Aku sudah bilang kalau aku akan membuat kamu jatuh cinta sama aku" , ucap Esmeralda.
Alvaro langsung mengulum senyumnya.
"Gak tau aja dia kalau aku akan pergi dari kota ini setelah lulus SMA" , ucap Alvaro dalam hatinya.
"Terserah kamu , aku mau pulang , aku mau pergi dengan papa dan mama aku" , ucap Alvaro.
"Kalian mau pergi makan siang dimana?" , tanya Esmeralda.
"Makan siang?" , ucap Alvaro sambil mengerutkan keningnya.
"Iya , kamu pasti mau pergi makan siang kan dengan papa dan mama kamu" , ucap Esmeralda.
"Iya" , jawab Alvaro dengan cepat.
"Kalian mau makan siang dimana? Aku ikut ya , kan om Antonio mengijinkan aku berteman dekat dengan kamu" , ucap Esmeralda.
"Papa dan mama aku itu gak masalah aku berteman dengan siapa saja. Bahkan mama aku suka juga melihat Nathalie" , ucap Alvaro.
"Bukankah cuma aku yang boleh dekat dengan kamu. Kenapa ada cewek lain lagi?" , tanya Esmeralda.
"Jangankan Nathalie , banyak juga anak cewek dari teman papa yang disuruh untuk berteman dekat dengan aku" , jawab Alvaro.
"Kenapa begitu sih?" , ucap Esmeralda dengan kesal.
"Aku kan masih mencari seorang cewek yang seperti mama aku , dan itu gak ada di kamu" , ucap Alvaro.
"Tapi Alvaro" , ucap Esmeralda.
"Cukup Esmeralda , aku harus pergi" , ucap Alvaro sambil berjalan dari sana.
Beda Alvaro , beda pula Angelica....
Angelica yang baru keluar dari kelasnya....
"Angelica" , panggil Vincent.
"Kenapa Vincent?" , tanya Angelica.
"Kamu beneran sudah yakin mau menikah dengan James itu?" , ucap Vincent.
"Iya benar , memangnya kenapa?" , tanya Angelica.
"Apa kamu gak mau mempertimbangkan perasaan aku kepada kamu? Aku benar-benar sangat mencintai kamu" , ucap Vincent.
"Maaf Vincent aku beneran gak bisa , aku sudah jatuh cinta dengan James" , jawab Angelica.
__ADS_1
"Tapi bisa jadi kan kalau dia hanya mempermainkan perasaan kamu. Aku gak pernah menduakan kamu meskipun banyak cewek-cewek yang mengejar aku , aku hanya cintanya sama kamu" , ucap Vincent.
"Maaf Vincent , aku benar-benar minta maaf" , jawab Angelica.
Tidak lama ponsel Angelica pun bergetar di saku rok sekolahnya.
Angelica mengeluarkan ponselnya dan terlihat nama calon suaminya disana.
"Halo sayang" , jawab Angelica.
"Halo sayang , aku sudah sampai di depan sekolah kamu" , ucap James.
"Baiklah sayang , aku keluar sekarang" , ucap Angelica.
"Iya sayang , aku mencintai kamu" , ucap James.
"Aku juga mencintai kamu sayang" , jawab Angelica.
Vincent hanya melihat Angelica yang mengangkat telpon dari kekasihnya dengan menyebutnya sayang dan juga mengatakan cinta , membuat Vincent meremas baju di bagian dadanya karena terasa perih pada saat itu.
"Kak" , panggil Alvaro.
"Pas banget kamu datang dek , James sudah di depan sekolah. Ayo kita jalan pulang" , ucap Angelica.
"Iya kak" , jawab Alvaro.
Angelica dan Alvaro berjalan bersama menuju ke gerbang sekolah.
Sampai di dekat gerbang , tiba-tiba tangan Angelica di tarik oleh seseorang.
Angelica yang kaget pun langsung melihat siapa yang menarik tangannya.
"Vincent" , ucap Angelica.
"Aku gak mau" , ucap Angelica sambil memberontak disana.
James yang melihat kejadian itu langsung turun dari mobil dan berjalan dengan cepat mendekati Angelica dan Vincent.
"Ada apa ini sayang?" , tanya James.
"Vincent memaksa aku untuk ikut dia sayang , aku kan gak mau" , jawab Angelica yang masih berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Vincent yang sangat kuat , sampai membuat pergelangan tangan Angelica terasa sakit.
"Lepaskan calon istri gue gak" , ucap James.
"Gue gak mau. Mau apa loe?" , tantang Vincent.
James langsung mengepal tangannya dan mengarahkan pukulannya ke wajah Vincent , membuat Vincent terhuyung ke belakang dan melepaskan tangannya dari tangan Angelica.
Alvaro yang melihat kejadian itu , langsung tercengang.
"Ternyata kakak ipar kuat juga ya , sekali pukulan bibir Vincent langsung berdarah" , ucap Alvaro.
"Sini sayang" , ucap James yang langsung menarik tangan Angelica.
Satpam yang ada di sekolah , langsung meniup peluit yang dimilikinya.
Pritttttttt......
"Tolong jangan berantem disini. Ini sekolahan , bukan tempat gulat" , ucap satpam sekolah.
"Dia yang mulai duluan pak" , ucap James.
"Apa benar non?" , tanya satpam kepada Angelica.
__ADS_1
"Iya benar pak , dia memaksa aku ikut dia. Padahal aku sudah menolak" , jawab Angelica.
"Gak boleh memaksa orang yang gak mau ikut dengan kamu" , ucap pak satpam itu kepada Vincent.
"Aku mohon Angelica , sekali ini saja" , ucap Vincent.
"Aku sudah bilang aku gak mau Vincent , aku mencintai calon suami aku bukan kamu" , ucap Angelica.
"Apa!!! Pria ganteng ini calon suami non" , ucap satpam itu yang terkejut mendengar Angelica sudah memiliki calon suami.
"Iya pak , ini calon suami saya , kami juga sudah tunangan. Beritanya saja sampai heboh satu sekolah" , ucap Angelica.
"Berarti yang waktu itu acara pertunangan anak orang kaya itu non" , ucap satpam itu.
"Iya pak" , jawab Angelica.
"Wah , anak pengusaha kaya raya ini. Aku gak boleh membiarkan anak itu membawa dia pergi" , ucap satpam itu dalam hatinya.
"Baiklah , kalau gitu non pergi saja dengan calon suaminya. Biar cowok ini bapak yang urus" , ucap satpam tersebut.
Angelica berjalan bersama dengan James dan Alvaro menuju ke mobil.
"Aku mohon Angelica , satu kali ini saja" , ucap Vincent yang mengejar Angelica tapi di tahan sama satpam.
Sampai akhirnya James membawa mobilnya pergi dari sana , pak satpam baru melepaskan Vincent.
Vincent hanya berjalan dengan lesu menuju ke motornya.
"Apa kamu sedikit pun gak menyukai aku Angelica?" , ucap Vincent dalam hatinya.
Akhirnya Vincent memutuskan untuk membawa motornya untuk pulang ke rumah.
Sampai dirumah , oma Farah yang sedang duduk di ruang keluarga , langsung terkejut melihat Vincent masuk dengan bibir yang sedikit berdarah dan pipi yang bengkak.
"Kenapa wajah kamu seperti ini Vincent , kamu berantem di sekolah?" , ucap oma Farah.
"Iya oma , aku dipukulin" , jawab Vincent.
"Kamu dipukulin sama siapa nak?" , tanya Chika yang baru berjalan menuju ke ruang keluarga dan mendengar perkataan Vincent.
"Dipukulin sama tunangannya Angelica ma" , jawab Vincent jujur.
"Kenapa kamu bisa dipukul dengan tunangan Angelica?" , tanya Chika.
"Aku sebenarnya ingin mengajak Angelica pergi hari ini , tapi Angelica gak mau ma dan aku tetap memaksanya , akhirnya aku dipukul sama tunangannya yang memang menjemputnya di sekolah hari ini" , jawab Vincent.
"Mama kan sudah bilang nak , kamu harus bisa melupakan Angelica , kalian itu gak cocok nak. Angelica juga sudah memiliki calon suaminya. Mama mohon kamu jangan mengganggu Angelica lagi ya" , ucap Chika.
"Aku hanya minta hari ini saja ma , kalau Angelica tetap tidak menyukai aku , aku akan mundur" , ucap Vincent.
"Gak mungkin nak , Angelica sudah punya calon suaminya. Kamu mau seperti apa , perasaan Angelica juga gak akan berubah" , ucap Chika.
"Kenapa mama jadi mendukung Angelica dan kekasihnya? Kenapa mama gak mendukung aku anak mama?" , ucap Vincent dengan nada tinggi.
"Karena cinta itu tidak bisa dipaksakan nak" , ucap Chika.
Vincent yang masih kesal pun berlari menuju ke kamarnya.
Chika dan mama Farah hanya bisa melihat Vincent yang pergi dari sana.
"Biarkan dia tenang dulu ma , yang penting dia gak pergi kemana-mana" , ucap Chika.
"Iya nak" , jawab mama Farah.
__ADS_1