
Acara pernikahan Victor dan Chika berlangsung dengan lancar , tidak ada gangguan pada malam itu.
Setelah semua tamu pulang.
Mereka sesi foto keluarga terlebih dahulu , setelah selesai berfoto...semua keluarga berpamitan pulang , tinggallah Victor dan Chika yang dikasih kamar menginap untuk malam itu.
Victor dan Chika memasuki kamar pengantin mereka.
Sangat indah sekali , banyak taburan bunga dimana-mana , terdapat boneka angsa yang saling berciuman disana , kelopak bunga mawar sudah memenuhi sprei putih di kasur.
"Bagus sekali kamar kita Victor" , ucap Chika.
"Iya Chika sayang , sekarang kita mandi dulu ya , kamu pasti sudah capek dari tadi pagi sampai sekarang" , ucap Victor.
Chika pun menganggukkan kepalanya.
Victor masuk ke kamar mandi terlebih dahulu untuk membersihkan dirinya.
Chika membersihkan make up di wajahnya dan membuka mahkota dan jepitan rambut yang ada di kepalanya.
Setelah Victor keluar dari kamar mandi...
"Kenapa kamu masih menggunakan baju pengantin Chika sayang?" , tanya Victor.
"Aku tidak bisa membukanya sendiri" , ucap Chika.
"Sini aku bantuin" , ucap Victor.
Chika langsung berjalan mendekati Victor.
Victor membantu Chika membuka baju pengantinnya.
Ketika baju pengantin Chika terbuka dan jatuh ke lantai , terlihat tubuh polos Chika yang hanya menggunakan dalaman di tubuh bawahnya.
Victor langsung menelan saliva nya dengan kuat melihat tubuh putih mulus istrinya.
"Sudah , kamu mandi dulu" , ucap Victor yang tidak mau terbawa oleh hawa nafsunya malam itu.
Chika langsung mengambil baju piyamanya dan masuk ke kamar mandi , untuk membersihkan dirinya.
Victor yang sudah naik di atas kasur , terbayang-bayang dengan tubuh mulus Chika.
"Apakah aku boleh melakukannya malam ini? Apakah akan berbahaya untuk kandungannya?" , ucap Victor.
Untuk menghilangkan keraguannya , akhirnya Victor mencari tau lewat ponselnya.
"Ternyata kalau kandungan usia muda
disarankan untuk tidak melakukannya , karena bisa beresiko terjadi keguguran" , itu yang tertulis disana.
"Kalau gitu aku akan bersabar , menahannya sampai kandungan Chika sudah kuat dan aman untuk melakukannya" , ucap Victor dalam hatinya.
Chika yang sudah selesai mandi , keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ke kasur.
Chika naik ke atas kasur dan merapatkan tubuhnya dengan Victor.
"Chika sayang , kita tidur lagi ya , sudah capek juga seharian ini" , ucap Victor sambil mengecup kening Chika dan memeluk tubuh Chika.
Malam pengantin Victor dan Chika , hanyalah tidur sambil berpelukan sampai pagi.
Pagi harinya Chika terbangun karena mual mual , Chika langsung berlari ke kamar mandi , karena rasa mual nya.
Mendengar ada suara , Victor terbangun dan melihat Chika sudah tidak ada di kasur.
Victor menuju ke kamar mandi.
"Mual lagi ya sayang" , ucap Victor yang melihat Chika sudah terduduk lemas disana.
"Iya Victor" , jawab Chika.
Victor mengangkat tubuh Chika dan membawanya ke kasur , setelah itu Victor memberikan minyak kayu putih dan menggosokkan minyak kayu putih di punggung Chika.
Setelah beberapa waktu...
"Gimana sudah enakan belum sayang?" , tanya Victor.
"Sudah Victor" , jawab Chika.
__ADS_1
"Pagi ini kita mau sarapan di bawah atau dikamar saja?" , tanya Victor.
"Dikamar saja ya" , ucap Chika.
"Baiklah , aku minta dianterin sarapan kesini ya" , ucap Victor.
Chika hanya menganggukkan kepalanya.
Victor mengangkat telpon yang ada di samping kasur dan menekan nomor disana.
Setelah Victor meminta diantarkan sarapan buat mereka ke kamar , Victor menutup telponnya dan mengambil air memberikannya kepada istrinya.
"Minum air dulu ya sayang" , ucap Victor sambil memberikan gelas yang berisi air tersebut.
Chika meminum air yang diberikan oleh Victor.
"Tunggu makanan datang dulu , setelah itu kamu bisa minum obat dari dokter Sarah" , ucap Victor.
"Iya Victor" , jawab Chika.
Tidak lama bel di kamar mereka berbunyi.
Victor membukakan pintu dan membiarkan petugas hotel meletakkan makanan mereka di meja , setelah selesai menata makanan di atas meja , petugas hotel tersebut permisi dari sana.
Victor menutup pintu kamarnya dan memanggil Chika.
"Chika , ayo makan dulu" , panggil Victor.
"Iya Victor" , jawab Chika sambil berjalan keluar.
Mereka sudah duduk di meja dan sarapan berdua.
"Victor , 2 minggu lagi sudah mulai ospek di universitas A , bagaimana aku pergi ospek dengan kondisi hamil muda seperti ini" , ucap Chika.
"Kamu baru mau masuk kuliah?" , tanya Victor.
"Iya aku baru mau masuk , aku ambil jurusan akuntansi di universitas A" , jawab Chika.
"Kalau gitu nanti buat kamu aku akan minta kelonggaran supaya diperbolehkan tidak mengikuti ospek ya sayang" , ucap Victor.
"Memangnya bisa Victor?" , tanya Chika.
"Oh iya , kita sudah menikah dan aku itu sudah 22 tahun , jadi kamu harus merubah panggilan kamu kepada aku" , ucap Victor.
"Berarti kamu 5 tahun diatasku ya , kalau gitu kamu mau dipanggil apa?" , tanya Chika.
"Panggil mas aja ya" , ucap Victor.
"Baik mas" , jawab Chika sambil tersenyum.
Victor langsung tersenyum mendengar Chika memanggilnya mas.
"Kita kapan mau check out dari sini?" , tanya Victor.
"Terserah kamu aja mas , aku ikut aja" , jawab Chika.
"Kalau gitu kita santai-santai disini dulu ya , siang saja baru keluar" , ucap Victor.
"Iya mas", jawab Chika sambil memakan makanannya.
*******
Antonio dan Sandra berjalan menuju keluar , setelah mereka selesai mandi.
Tuti sudah bersiap-siap mau pulang , karena sudah siap bekerja.
"Saya kirain tuan dan nona muda tidak pulang tadi malam , jadi saya tidak membuatkan makanan" , ucap Tuti yang melihat Antonio dan Sandra keluar dari kamar.
Yah...Tuti tidak tau ada tuan dan nona muda , karena Tuti tidak pernah membersihkan kamar mereka , karena Sandra yang membersihkan kamar mereka sejak Sandra tinggal bersama Antonio.
"Iya gak apa apa Tuti , kamu sudah mau pergi ya" , ucap Antonio.
"Iya tuan , saya sudah menyelesaikan semuanya" , jawab Tuti.
"Ok , kamu boleh pergi" , ucap Antonio.
"Baik tuan , Tuti permisi dulu ya tuan dan nona muda" , ucap Tuti.
__ADS_1
"Iya" , jawab Antonio dan Sandra bersamaan.
Setelah Tuti keluar dari apartemen...
Sandra menuju ke dapur , mengambil coklatnya dan memakannya sambil melihat-lihat bahan yang ada di dapur.
Antonio menyusul istrinya di dapur.
"Sayang aku lapar , kamu mau masak buat makan siang kita?" , tanya Antonio.
"Iya hubby , aku lagi lihat bahan-bahan yang ada , makan coklat dan minum susu dulu ya hubby" , ucap Sandra.
Antonio mengikuti kata istrinya , dia mengambil susu di kulkas dan memakan coklat yang istrinya beli kemaren.
"Hubby sayang , aku buat spaghetti saja ya buat siang ini" , ucap Sandra.
"Iya sayang" , jawab Antonio.
Sandra mulai mengambil bahan-bahannya dan mulai mencuci dan menyiapkan semua bahan yang diperlukan , lalu mulai memasak.
Antonio menuju ke ruang tamu , duduk di sofa sambil menonton TV.
Setelah beberapa waktu Sandra sudah selesai masak , Sandra mulai menatanya di piring dan membawanya ke meja makan.
"Hubby , ayo makan dulu" , panggil Sandra.
"Iya sayang" , jawab Antonio sambil berjalan menuju ke meja makan.
"Aku semakin bahagia sekarang sayang" , ucap Antonio.
"Apa yang membuat hubby semakin bahagia?" , tanya Sandra sambil tersenyum.
"Karena sekarang kamu sudah masakin makanan buat aku" , jawab Antonio sambil tersenyum.
"Apakah dimasakin segitu bahagianya hubby?" , tanya Sandra.
"Ya iya dong , karena yang masakin aku itu orang yang sangat spesial dalam hidupku , makanya aku sangat bahagia sayang" , ucap Antonio.
Sandra hanya tersenyum mendengar perkataan suaminya.
Setelah itu mereka makan sambil mengobrol ringan.
Setelah selesai makan , Sandra mulai membawa piring kotor ke dapur dan membereskan semuanya.
Antonio duduk di sofa ruang tamu sambil menonton TV yang sudah dinyalakan dari tadi.
Tidak lama Sandra keluar dari dapur dan menuju ke sofa.
Sandra duduk sambil bersandar di tubuh suaminya.
"Sudah siap semuanya sayang" , ucap Antonio sambil mengecup kepala bidadari cantiknya.
"Sudah hubby" , jawab Sandra.
Antonio melanjutkan nonton berita yang ada di TV.
"Hubby , kayaknya kita harus keluar hari ini , buah dan bahan-bahan untuk masak sudah mulai habis" , ucap Sandra.
"Boleh sayang , mau jalan kapan?" , tanya Antonio.
"Sekarang saja ya hubby" , jawab Sandra.
Antonio menganggukkan kepalanya , lalu mematikan TV.
Antonio dan Sandra menuju ke kamar mereka.
Mereka mencari baju di lemari dan menukar bajunya , setelah selesai Sandra dandan natural seperti biasanya.
Lalu Sandra dan Antonio berjalan keluar menuju ke lift.
Sampai di parkiran , mereka masuk ke mobil.
Antonio menyalakan mobilnya dan menjalankannya dengan kecepatan sedang.
"Kita mau belanja di mana sayang?" , tanya Antonio.
"Di supermarket saja hubby" , ucap Sandra.
__ADS_1
Antonio hanya menganggukkan kepalanya dan menjalankan mobilnya menuju ke supermarket terdekat.