
"Sayang , aku sudah mengatur untuk acara ulang tahun kamu bulan depan , aku minta buat dekornya bernuansa pink" , ucap Antonio.
"Kalau gitu aku harus ke butik tante Rita untuk buat baju untuk kita semua , hubby" , ucap Sandra.
"Iya sayang , nanti kamu bilang sama anak-anak ya" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra.
Kalau gitu aku mau mengabari mama Amel dan mama Shinta juga hubby , supaya mereka bisa buat baju juga.
"Iya sayang" , ucap Antonio.
Sandra langsung menelpon mama Amel terlebih dahulu.
Mama Amel yang sedang duduk santai dirumahnya mendengarkan suara ponselnya berbunyi , melihat siapa yang menelponnya dan mama Amel langsung tersenyum begitu melihat anaknya yang menelponnya.
"Halo sayang" , ucap mama Amel.
"Halo ma , nanti untuk acara ulang tahun aku akan dirayakan di ballroom All Star Hotel , jadi nanti mama buat baju ya" , ucap Sandra.
"Tumben kamu yang gak pernah mau merayakan ulang tahun , kenapa kali ini mau dirayakan?" , ucap mama Amel.
"Biar anak-anak juga bisa kenalan dengan anak dari partner bisnis hubby ma , mana sekarang Angelica juga sedang dekat dengan anak dari salah satu teman opa Chandra" , ucap Sandra.
"Bagaimana bisa Angelica dekat dengan anak temannya Chandra sayang?", tanya mama Amel.
"Minggu lalu Angelica diajak ke lapangan golf ma sama papa Chandra , dan dikenalkan disana , gak disangka anaknya suka dengan Angelica , setiap hari selalu menelpon dia dan hari ini mereka pergi berkencan" , cerita Sandra.
"Mama jadi teringat kamu dulu sayang , yang gak mau menerima cowok , sekalinya ketemu dengan Antonio langsung mau dan menikah cepat" , ucap mama Amel.
"Iya ma , gak berasa ya sekarang aku yang ngalami hal seperti mama dulu" , ucap Sandra.
"Iya nak , gak berasa cucu mama sudah punya pacar , jangan-jangan nanti mama bisa cepat dapat cicit" , ucap mama Amel.
"Ya baru juga kenal seminggu ma , belum tentu menikah" , ucap Sandra.
"Kamu jangan bilang begitu nak , kamu saja baru kenal dengan Antonio , gak lama jadian sudah membahas pernikahan dan malahan kalian juga sudah tinggal bersama sebelum menikah" , ucap mama Amel sambil tertawa.
"Kalau aku dulu kan karena disakiti sama Yogi ma , kalau Angelica kan gak ada , gak mungkin secepat itu juga" , jawab Sandra.
"Ya , kita lihat nanti saja ya , kamu masih belum rela ya anak kamu menikah cepat" , ucap mama Amel.
"Ya gak gitu juga ma , cuma rumah jadi berasa sepi kalau gak ada anak-anak" , ucap Sandra dengan lirih.
Antonio yang mendengarkan percakapan istrinya dengan mama mertuanya , langsung mendekati istrinya dan memeluk pinggangnya dari belakang.
"Akhirnya kamu merasakan juga apa yang mama dan papa rasakan" , ucap mama Amel.
"Memangnya ketika aku sudah menikah , mama dan papa merasa kesepian ya?" , ucap Sandra.
"Iya nak , tapi setiap orang tua harus bisa melepaskan anaknya ketika jodohnya sudah datang" , ucap mama Amel.
"Iya ma" , jawab Sandra.
"Baiklah , kamu kapan ke butik Rita?" , tanya mama Amel.
__ADS_1
"Belum tau ma , aku nunggu anak-anak pulang sekolah dulu , baru bisa pergi" , ucap Sandra.
"Apa kamu sudah memberitahukannya dengan Shinta?" , tanya mama Amel.
"Belum ma , setelah ini baru aku mau mengabari mama Shinta" , jawab Sandra.
"Baiklah sayang , nanti kamu kabari mama saja setelah menelpon Shinta , kalau kita mau pergi ke butik Rita bersama juga boleh" , ucap mama Amel.
"Iya ma" , jawab Sandra sambil menutup sambungan telponnya.
"Kenapa kamu jadi kesepian kalau anak-anak menikah nanti sayang?" , tanya Antonio sambil meletakkan kepalanya di bahu istrinya.
"Ya pastinya kesepian dong hubby , dari mereka bayi sampai mereka besar , aku selalu bersama dengan mereka" , jawab Sandra.
"Anggap saja kita mengulang masa-masa pacaran kita sayang , kita juga bisa berangkat untuk pergi liburan , selama ini kan kita hanya sibuk pergi dengan peresmian gedung hotel dan resort kita , sudah saatnya buat kita jalan-jalan sayang" , ucap Antonio dengan lembut.
"Baiklah hubby , aku mau menelpon mama Shinta dulu ya" , ucap Sandra.
"Iya sayang" , jawab Antonio sambil tetap memeluk tubuh istrinya.
Sandra menyentuh nama mama Shinta di layar ponselnya.
Tidak lama mama Shinta mengangkat telponnya.
"Halo sayang".
"Halo ma" , ucap Sandra.
"Tumben kamu menelpon sayang , ada apa?", tanya mama Shinta.
Sandra mulai menceritakan rencana perayaan ulang tahunnya.
"Jadi kita mau ke butik tante Rita sama-sama atau gimana ma?" , tanya Sandra.
"Sama-sama saja sayang , jadi nanti kita bisa sesuaikan warnanya juga" , ucap mama Shinta.
"Baik ma" , jawab Sandra.
"Nanti kapan kamu mau pergi , kabari ya , mama bisa kapan saja" , jawab mama Shinta.
"Baiklah ma" , jawab Sandra sambil memutuskan sambungan telponnya.
********
Angelica dan James sekarang sudah jalan-jalan di dalam mall.
James sangat ingin sekali menggandeng tangan Angelica , tapi diurungkan niatnya karena nanti dia takut kalau Angelica akan menolaknya dengan ketus seperti di lapangan golf waktu itu.
"Sayangku , kalau kamu pulang telat gak apa apa kan?" , ucap James.
"Memangnya kamu mau ngapain?" , tanya Angelica dengan ketus.
"Aku gak akan ngapa-ngapain kamu sebelum kita menikah sayangku , aku cuma mau mengajak kamu nonton di bioskop" , ucap James.
Angelica langsung menghembuskan nafasnya karena dia merasa lega , ternyata dugaannya salah.
__ADS_1
"Iya boleh , yang pasti jam 9 malam aku sudah pulang ke rumah" , ucap Angelica.
"Baiklah sayangku" , jawab James sambil tersenyum.
Angelica dan James berjalan menuju ke bioskop dan memilih film yang akan tayang saat itu.
Setelah mendapatkan tiketnya , mereka membeli popcorn dan lemon tea terlebih dahulu , karena filmnya masih akan dimulai 10 menit lagi.
"Sayangku , kita beli popcorn caramel yang ukuran besar saja ya" , ucap James.
Angelica pun menganggukkan kepalanya.
Lalu mereka berjalan menuju ke dalam bioskop dimana film mereka akan ditayangkan.
"James , tolong pegangin dulu ya" , ucap Angelica sambil memberikan lemon tea nya kepada James.
James melihat saja Angelica yang menyemprotkan handsanitizer di kedua kursi yang ada di dalam bioskop.
"Sudah boleh duduk" , ucap Angelica setelah selesai menyemprotkan handsanitizer.
Untungnya mereka membeli tiket bioskop premiere , yang memang hanya ada 2 kursi dan jaraknya dengan yang lain cukup jauh , jadi tidak menghalangi orang lain yang sudah berada disana.
"Kenapa di semprot handsanitizer sayangku , kan sudah bersih kursinya" , ucap James setelah mereka duduk.
"Mana tangan kamu" , ucap Angelica yang mau menyemprotkan handsanitizer lagi.
James yang sudah mengerti pun langsung memberikan tangannya.
"Kita kan gak tau sebelumnya siapa yang duduk , mereka bersih gak , ada sakit kulit gak" , ucap Angelica sambil menyemprotkan handsanitizer di tangan James.
"Lalu tangan aku kenapa di semprot juga sayangku".
"Tadi kan kamu pegang uang , di uang itu cukup banyak kuman , apa kamu mau ketika kamu makan , kumannya masuk ke dalam tubuh kamu" , ucap Angelica.
"Baiklah sayangku , aku akan ikut semua yang kamu inginkan" , ucap James.
Setelah itu James dan Angelica menonton film yang ditayangkan di sana.
Tidak lama , James pengen kentut dan dia juga tidak mungkin menahannya , untungnya saat itu kentutnya tidak berbunyi , cuma baunya saja yang gak tahan.
"James , apa kamu mencium bau busuk?" , tanya Angelica.
"Iya aku ke cium kok" , jawab James yang gak mau ngaku kalau pelakunya dia.
"Gak sopan banget ya orang , masa kentut disini" , ucap Angelica di dekat James.
"Iya sayangku" , jawab James.
"Untung saja gak sedang di dalam mobil , kalau di dalam mobil , aduh mati gue , bisa diputusin nih gue" , ucap James dalam hatinya.
Setelah beberapa waktu , film di bioskop sudah habis.
"Sayangku , kita makan malam dulu ya sebelum pulang" , ucap James.
"Iya boleh , makan burger aja ya , aku lagi pengen" , jawab Angelica.
__ADS_1
"Boleh sayang" , jawab James sambil tersenyum.
James dan Angelica berjalan keluar dari mall , pergi menuju ke salah satu restoran yang menjual burger di sana.