Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 92


__ADS_3

Yogi dan Rangga sudah beberapa hari mencari bengkel untuk usaha mereka.


Sudah seminggu ini mereka mencari kios , setiap kios yang mereka suka harga sewanya pasti tinggi.


Mereka belum mendapatkan harga sewa yang sesuai dengan budget mereka.


Hari itu mereka menelusuri setiap jalan dan mereka melihat ada sebuah kios di sana dan ditulis DISEWAKAN.


Yogi langsung menelpon nomor yang tertera disana.


Terdengar suara sambungan telpon berbunyi , tidak lama kemudian terdengar suara dari sana.


"Halo" , jawab bapak disana.


"Halo pak , saya mau menanyakan kios bapak yang mau disewakan , apa bisa kita lihat dalamnya?" , tanya Yogi.


"Iya bisa , kapan kamu mau lihat?" , tanya bapak tersebut.


"Sekarang apakah bapak bisa? kebetulan saya sedang di depan kios bapak" , jawab Yogi.


"Oh tentu boleh , kira-kira 10 menit lagi saya sampai disana" , ucap bapak tersebut.


"Baik pak , akan saya tunggu" , ucap Yogi sambil memutuskan sambungan telponnya.


"Bagaimana?" , tanya Rangga.


"10 menit lagi orang yang punya datang" , jawab Yogi.


"Ok , bro kita tunggu saja" , ucap Rangga.


Yogi hanya menganggukkan kepalanya.


Tidak lama datang bapak-bapak dengan sepeda motor matic nya.


"Apakah adik-adik ini yang mau melihat kios saya?" , tanya bapak tersebut.


"Iya pak" , jawab Yogi dan Rangga bersamaan.


"Baiklah saya buka dulu ya kiosnya" , ucap bapak tersebut sambil membuka kiosnya.


Setelah pintu kios dibuka merek melihat-lihat dan bertanya berapa biaya sewanya.


"Untuk sewanya setahun 12 juta" , jawab bapak tersebut.


"Masuk budget tuh bro" , ucap Rangga.


"Tapi ukurannya agak kecil bro" , ucap Yogi.


"Ya gak apa apa bro , disini sudah ada etalasenya juga , kita coba dulu aja , kalau udah terkumpul modalnya lagi , baru kita bisa menyewa yang lebih besar" , ucap Rangga.


"Iya juga ya , sekarang kita coba buka sesuai modal yang ada sekarang aja" , ucap Yogi.


Akhirnya Yogi dan Rangga menyewa kios tersebut.


Setelah melakukan transaksi dengan bapak yang punya kios , Yogi dan Rangga mulai membersihkan kios itu.


"Besok kita mulai membeli beberapa onderdil yang biasa rutin di pakai ya , untuk di jual disini" , ucap Rangga.


"Iya boleh bro" , jawab Yogi.

__ADS_1


Tidak lama mereka pun selesai membersihkan kios yang baru mereka sewa buat bengkel mereka.


"Kita makan dulu yuk bro" , ucap Yogi.


"Ok" , jawab Rangga sambil menutup pintu kios mereka.


Yogi dan Rangga pun menjalankan motornya ke cafe terdekat disana.


********


Dua jam telah berlalu , akhirnya kerjaan Antonio selesai juga.


Antonio mematikan laptopnya dan berdiri sambil mengambil jas dan tas kerjanya , lalu Antonio berjalan mendekati bidadari cantiknya yang masih asik bermain game di ponselnya.


"Aku sudah siap sayang" , ucap Antonio sambil duduk di sebelah bidadari cantiknya.


"Tunggu sebentar ya hubby , sebentar lagi selesai" , ucap Sandra sambil memainkan gamenya.


Antonio hanya tersenyum melihat bidadari cantiknya.


"Begini ya kalau punya istri masih muda banget , ntar ketika punya anak , udah gak tau lagi mana anak mana mami" , ucap Antonio dalam hatinya sambil tersenyum.


"Ok sudah selesai hubby , ayo jalan" , ucap Sandra sambil tersenyum.


Antonio hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Antonio dan Sandra menuju ke kamar atas untuk mengambil beberapa baju ganti , untuk Antonio selama menginap di rumah mama Amel dan juga mengambil baju dan sepatu untuk mereka gunakan di acara pernikahan Ajeng besok.


Setelah Sandra selesai mengambil semua yang dibutuhkan , mereka pun berjalan keluar menuju ke parkiran.


Sampai di dalam mobil....


"Boleh deh hubby sayang , kita beli martabak ya , aku pengen makan martabak" , ucap Sandra.


"Iya sayang" , ucap Antonio sambil melajukan mobilnya ke tempat jual martabak.


Sampai di tempat jual martabak , Sandra memesan martabak spesial coklat keju dan 2 martabak telur isi ayam jamur.


Antonio dan Sandra duduk disana sambil menunggu makanan mereka.


Tidak lama terdengar suara cowok yang memanggil Sandra.


Antonio dan Sandra langsung melihat ke arah suara itu.


Ternyata Niko yang memanggil Sandra , tidak lupa Niko pun menyapa Antonio.


"Hi Sandra...hi kak Antonio..." , sapa Niko.


"Hi..." , jawab Sandra dan Antonio bersamaan.


"Kamu beli martabak juga" , tanya Sandra kepada Niko.


"Iya , adek aku lagi pengen" , jawab Niko.


"Oh..." , ucap Sandra sambil menganggukkan kepalanya.


"Kamu masih bertemu dengan Karin dan Riko" , tanya Niko kepada Sandra.


"Udah jarang banget , beberapa hari setelah aku menikah , aku sempat ketemu Karin dan Riko , setelah itu sudah tidak pernah lagi" , ucap Sandra.

__ADS_1


"Iya , mungkin dia juga mulai sibuk menyediakan keperluan buat berangkat minggu depan" , ucap Niko.


"Oh , jadi kalian mulai berangkatnya minggu depan?" , tanya Sandra.


"Iya , awal agustus kan sudah mulai ospek , nanti september sudah mulai masuk kuliah , jadi kami gak balik lagi kesini sampai libur semester" , ucap Niko.


"Iya Karin ada cerita kalau awal agustus sudah mulai ospek , gak berasa ya kita sudah mau masuk kuliah aja" , ucap Sandra.


"Iya" , jawab Niko sambil menganggukkan kepalanya.


"Pesanan pak Niko" , teriak petugas di sana.


"Pesanan aku sudah jadi , aku pulang dulu ya Sandra dan kak Antonio" , ucap Niko.


"Iya Niko" , jawab Sandra dan Antonio bersamaan.


"Untung cowok yang manggil kamu itu aku udah kenal sayang" , ucap Antonio setelah Niko pergi dari sana.


"Kalau belum kenal gimana hubby?" , tanya Sandra sambil tersenyum.


"Besok besok aku gak akan biarin kamu keluar dari apartemen dan hotel" , ucap Antonio dengan senyum simpulnya.


"Dih...segitunya , kalau gitu besok besok kalau ada cewek lain yang nyari hubby lagi , aku juga mau kurung hubby" , ucap Sandra.


"Mau kurung dimana sayang , di hatimu ya" , ucap Antonio sambil tersenyum.


"Gak hubby , aku kurung di sangkar burung emas" , ucap Sandra.


"Kenapa di sangkar sayang?" , tanya suaminya.


"Iya supaya gak keluar keluar lagi nyari aku malem malem" , ucap Sandra sambil terkekeh.


"Awas ya kamu , ntar malem gak akan aku lepasin sampai pagi" , ucap Antonio di dekat telinga istrinya.


Mendengar ucapan suaminya , wajah Sandra langsung merah seperti tomat masak.


"Pesanan bapak Antonio" , teriak petugas disana.


"Iya" , jawab Antonio sambil berdiri mengambil pesanan mereka dan berjalan menuju ke mobil.


"Untung aja pesanannya udah jadi" , ucap Sandra dalam hatinya , sambil mengikuti suaminya ke mobil.


Sampai di mobil Antonio meletakkan makanannya di kursi belakang , setelah itu Sandra dan Antonio pun masuk ke dalam mobil.


"Sayang ada mau beli yang lain lagi?" , tanya Antonio sambil menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Gak ada lagi hubby , mama pasti juga akan masak banyak , karena kita nginap disana malam ini" , jawab Sandra.


"Kalau gitu kita langsung pulang ya" , ucap Antonio.


"Iya hubby" , jawab Sandra sambil menganggukkan kepalanya.


Antonio menjalani mobilnya menuju ke rumah mertuanya.


Selama dalam perjalanan mereka hanya mengobrol ringan.


Tidak terasa mobil Antonio sudah sampai di rumah Sandra.


Antonio dan Sandra langsung turun dari mobil setelah mobil Antonio terparkir rapi di halaman rumah Sandra.

__ADS_1


__ADS_2