
Vincent yang sudah berjalan turun ke meja makan , langsung menyapa papa , opa dan oma nya disana.
Lalu Vincent duduk di kursi kosong yang ada di sebelah papanya.
"Apa kamu sudah memutuskan mau masuk kuliah jurusan apa nak?" , tanya Victor.
"Sudah pa , aku mau masuk internasional bisnis" , jawab Vincent.
"Bagus juga , jadi nanti kamu bisa kembangkan lagi bisnis property kita" , ucap Victor.
"Kenapa gak masuk arsitek Vincent?" , tanya opa Wijaya.
"Aku jurusan IPS opa , mana bisa masuk jurusan arsitek" , jawab Vincent.
"Ya sudah , yang penting Vincent kuliah dulu , internasional bisnis juga bagus , dulu Victor aja gak kuliah juga bisa menjalankan perusahaan sampai sekarang" , ucap oma Farah.
"Iya pa , dulu aku aja yang cuma tamatan SMA masih bisa menjalani perusahaan" , jawab Victor.
"Baiklah , yang penting sekolah yang benar ya cucu opa" , ucap opa Wijaya.
"Iya opa" , jawab Vincent sambil memakan sarapan paginya.
Selesai Vincent sarapan , Vincent langsung pamitan ke sekolah dengan papa , opa dan omanya.
Chika masih sibuk diatas dengan drama setiap pagi yang dilakukan oleh kedua anaknya , Camila dan Valentino.
********
"Aku pergi sekolah dulu ya pa...ma..." , ucap Angelica setelah selesai memakan sarapannya.
"Iya nak" , jawab papa dan mamanya sambil mengecup pipi Angelica secara bergantian.
"Hubby , obatnya jangan lupa diminum ya" , ucap Sandra.
"Tapi aku sudah baik sayang" , jawab Antonio.
Sandra berjalan mendekati tubuh suaminya dan menyentuh kening suaminya.
"Syukurlah sudah gak panas lagi , obat demam jangan diminum , tapi obat yang lain di minum ya sampai habis" , ucap Sandra.
Antonio langsung mengalungkan lengannya di pinggang Sandra dan meletakkan kepalanya di perut bidadari cantiknya.
"Iya sayang , aku benar-benar sangat mencintai kamu sayang , pasti aku akan selalu sehat demi kamu" , ucap Antonio yang menyadari bahwa umurnya jauh lebih tua dari istrinya , yang mana 2 tahun lagi umurnya akan menginjak usia setengah abad.
__ADS_1
"Iya hubby sayang , kamu harus selalu sehat ya" , ucap Sandra sambil mencium kepala suami tercintanya.
Seandainya gak ada Alvaro di sini sayang.
"Pasti hubby lagi pengen kan , tapi jangan dulu hubby , hubby kan baru sembuh" , jawab Sandra dengan lembut sambil mengelus kepala suaminya dengan lembut.
"Iya sayang , kalau lagi berdua kamu aku pengennya bermesraan terus" , jawab Antonio yang semakin mengeratkan pelukannya.
Alvaro manja mulai bangun dari tidurnya.
Begitu Alvaro membuka matanya , tidak terlihat papa dan mamanya di kasur.
"Mama" , panggil Alvaro.
"Anak manja aku sudah bangun hubby" , ucap Sandra.
"Biar bagaimanapun aku selalu kalah kalau dia sudah memanggil kamu sayang" , ucap Antonio.
"Kamu gak kalah hubby , aku hanya harus bisa membagi perhatian aku kepada kamu dan anak-anak kita , kalau hati aku selalu mencintai kamu sayang" , ucap Sandra dengan lembut sambil menyentuh wajah suami tercintanya.
"Baiklah sayang" , ucap Antonio sambil mencium bibir istrinya.
"Mama , kenapa aku panggil gak jawab-jawab? Ternyata lagi berciuman dengan papa disini" , ucap Alvaro yang sudah sampai di ruangan tamu yang ada disana.
Antonio yang lagi malas menggoda anaknya , hanya tersenyum sambil duduk menyandarkan tubuhnya di kursi sofa.
"Iya maaf ya sayang , perut kamu sudah enakan?" , tanya Sandra.
"Sudah ma" , jawab Alvaro yang sudah bergelayut manja di tubuh mamanya.
"Kamu sarapan dulu ya sayang" , ucap Sandra.
"Suapi mama" , jawab Alvaro dengan manja.
"Kamu sudah besar sayang , makan sendiri ya" , ucap Sandra sambil membelai kepala anaknya.
Kalau dilihat-lihat anak kita manjanya sama seperti kamu waktu masih muda sayang.
"Apalagi ketika kamu hamil yang selalu bergelayut manja dengan aku" , ucap Antonio yang mengingat masa masa ketika anak mereka belum lahir ke dunia ini.
"Iya kah papa?" , tanya Alvaro yang sedang mengunyah rotinya.
"Iya sayang , kamu itu persis sama seperti mama sifatnya , makanya papa cinta banget sama mama" , jawab Antonio.
__ADS_1
"Aku juga cinta banget sama hubby" , jawab Sandra yang sudah duduk di samping tubuh suaminya.
"Berarti mama gak cinta sama aku dong" , ucap Alvaro sambil memanyunkan bibirnya.
"Mama itu cinta dan sayang sama kamu , gak mungkin dong mama gak cinta sama anak yang sudah susah payah mama lahir kan" , jawab Sandra.
"Iya nak , dulu ketika mama melahirkan kalian mama langsung pendarahan lho , untung dokter cepat menangani mama , kalau gak... papa juga gak tau harus bagaimana hidup hanya dengan kalian berdua" , ucap Antonio menceritakan kepada anak manjanya.
Begitu mendengar cerita papanya , mata Alvaro langsung berkaca-kaca.
"Mama jangan seperti itu lagi ya , aku gak mau kehilangan mama" , ucap Alvaro manja yang langsung menghambur memeluk tubuh mamanya.
"Iya sayang , sekarang kan mama sudah baik-baik saja , yang penting kamu gak nakal , selalu dengar kata mama dan papa , pasti mama baik-baik saja" , ucap Sandra sambil mengecup kening anak manjanya.
"Iya mama , aku pasti akan selalu mendengarkan kata-kata mama" , jawab Alvaro dengan manja dalam pelukan mamanya.
"Tadi mama bilang juga harus dengar kata-kata papa juga Alvaro" , ucap Antonio sambil tersenyum simpul.
"Iya papa" , jawab Alvaro dengan lirih.
Antonio langsung tersenyum begitu melihat anak manjanya yang tiba-tiba tidak mengeluarkan kata-kata manja ajaib untuk menentang perkataannya.
"Jadi kamu sudah siap kan mau belajar di kantor papa" , ucap Antonio.
"Iya papa , kata kakak setelah selesai ujian akhir baru kami masuk ke All Star Hotel" , jawab Alvaro.
"Kalau itu baru benar anak papa yang baik" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Tapi...labor mini untuk aku pasti dibuatkan kan ma?" , ucap Alvaro yang masih mau memiliki labor mini untuknya melakukan penelitian ajaib.
"Iya nak , nanti papa buatkan di belakang rumah ya" , ucap Antonio.
"Yang lengkap ya pa isinya" , jawab Alvaro.
"Iya nanti papa buatin yang lengkap atau mau papa buatin labor yang besar sekalian?"
Tawaran papanya membuat Alvaro menjadi tergoda , tapi dia sadar bahwa itu hanya akan jadi tempat untuknya menyalurkan hobinya saja , karena pada akhirnya dia akan masuk ke All Star Hotel.
"Gak usah papa yang kecil saja , kalau aku masuk ke All Star Hotel aku juga gak akan mengambil kuliah jadi ilmuan" , jawab Alvaro dengan wajah sedih.
Sandra yang melihat wajah anaknya yang sedih pun menjadi tidak tega , karena dulu dia juga mewujudkan impiannya untuk kuliah farmasi meskipun dia gak kerja setelah lulus kuliah.
"Gak bisakah Alvaro mengikuti kuliah yang dia inginkan dan tetap bekerja di All Star Hotel hubby?" tanya Sandra kepada suaminya.
__ADS_1
Alvaro langsung menaikkan kepalanya dan menunggu jawaban dari papanya dengan perasaan yang berdebar-debar.