
Setelah beberapa bulan berlalu , akhirnya selesai juga ujian akhir untuk menentukan kelulusan SMA.
Angelica dan Alvaro pun sudah mulai santai dan gak masuk sekolah lagi sampai menunggu hasil kelulusan keluar.
Angelica mulai mendaftarkan kuliah di Universitas A ditemani oleh James.
"Sayang , kita ke rumah aku dulu ya. Ada dokumen aku yang ketinggalan" , ucap James setelah Angelica selesai mendaftar di kampus A.
"Baiklah sayang" , jawab Angelica.
James dan Angelica berjalan menuju ke mobil dan James menjalankan mobilnya menuju ke rumahnya.
Untuk pertama kalinya Angelica masuk ke rumah James selama mereka pacaran.
Rumahnya memang tidak sebesar rumah Angelica , tapi rumah James juga termasuk salah satu rumah mewah di kawasan perumahan disana.
James memarkirkan mobilnya di depan rumah dan turun bersama dengan Angelica masuk ke dalam rumahnya.
"Tante" , sapa Angelica.
"Iya sayang , kalian dari mana?" , tanya mama Heni yang sedang duduk di kursi sofa yang ada di ruang keluarga.
"Aku baru menemani Angelica mendaftar di kampus A ma" , jawab James.
Mama Heni pun menganggukkan kepalanya.
"Gak lama lagi kalian sudah akan menikah , nanti Angelica tinggal disini ya setelah menikah" , ucap mama Heni.
"Baik tante" , jawab Angelica.
"Kalau Angelica akan tinggal disini , kamu harus tau kamar aku sayang. Ayo kita ke kamar aku , sekalian aku mau ambil dokumen" , ucap James.
"Aku ikut James dulu ya tante" , ucap Angelica.
"Iya sayang" , jawab mama Heni.
James menggandeng tangan Angelica membawanya menuju ke kamarnya.
"Ini kamar aku sayang" , ucap James.
"Kenapa kamar kamu berantakan sayang?" , ucap Angelica yang melihat ada baju James yang berserakan di sana.
"Kamar aku belum dibereskan sama Sri , sayang" , jawab James.
"Sri itu asisten rumah tangga kamu?" , ucap Angelica.
"Ya iya la sayang , gak mungkin kan istri aku. Jelas-jelas istri aku itu kamu" , ucap James sambil memeluk tubuh Angelica.
"Iya aku tau cuma aku calon istri kamu. Masa kamar kamu di bersihkan sama pembantu" , ucap Angelica.
__ADS_1
"Memangnya kamar kamu gak dibersihkan dengan pembantu?" , tanya James.
"Gak sayang , aku selalu membersihkan kamar aku sendiri. Mama dari dulu selalu mengatakan kalau kamar kita harus dibersihkan sendiri" , ucap Angelica.
"Aku gak percaya kamu membersihkan kamar kamu yang sangat rapi itu sendiri" , ucap James.
"Makanya nanti setelah menikah kamu tinggal dirumah aku saja , jadi kamu bisa melihatnya sendiri" , ucap Angelica.
"Tapi kan kata mama kita tinggal disini sayang" , jawab James.
"Kalau disini , nanti dimana aku letakin barang-barang aku?" , tanya Angelica yang melihat kamar James gak sebesar kamarnya di rumah.
"Memangnya kamu akan membawa barang-barang kamu semuanya?" , ucap James.
"Iya dong sayang , kalau gak bagaimana?" , tanya Angelica.
"Ya sudah , nanti aku coba tanyakan ke papa dan mama dulu ya. Pastinya kita akan tinggal disini karena kakak aku kan sudah gak tinggal disini lagi sejak menikah" , jawab James.
"Kamu punya kakak? Kenapa aku gak pernah melihatnya?" , tanya Angelica.
"Karena dia sudah menikah dan tinggal dengan suaminya , sayang" , jawab James.
Angelica pun menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah , kamu mau ambil dokumen kan. Setelah ini antarkan aku ke All Star Hotel ya" , ucap Angelica.
"Aku mau ngapain di kantor kamu? Lagian aku lebih nyaman bersama dengan papa dan mama di All Star Hotel" , jawab Angelica.
"Ya sudah , setelah ini aku antarkan kamu. Tapi kasih aku ciuman dulu ya" , ucap James yang langsung mencium bibir Angelica dengan sangat intens sampai memainkan lidahnya disana.
Saat itu James benar-benar tidak ingin melepaskan ciumannya. James melakukannya terus menerus. Mereka berhenti sebentar untuk mengambil udara dan melanjutkannya lagi.
"Sudah sayang , aku sudah gak sanggup bernafas" , ucap Angelica yang gak bisa mengimbangi James.
"Baiklah sayang" , ucap James sambil mengecup bibir Angelica untuk terakhir kalinya.
James melepaskan pelukannya dan berjalan mengambil dokumen yang ada di atas lemari di sebelah kasurnya.
"Nanti ketika bulan madu kita ke Jepang ya sayang , aku sudah membeli tiketnya" , ucap James sambil tersenyum.
"Baiklah sayang , aku ikut kamu aja" , ucap Angelica.
James dan Angelica keluar bersama dari kamar , turun ke bawah sambil berpelukan.
"Bagaimana Angelica? Kamar James cukup kan buat kalian berdua nanti" , ucap mama Heni ketika melihat mereka sudah turun.
Angelica langsung memberikan kode kepada James untuk menjawab pertanyaan calon mama mertuanya.
"Kata Angelica , barangnya dia banyak ma. Kamar aku gak cukup kalau nanti dibawa semua kesini" , jawab James.
__ADS_1
"Memangnya barang-barang kamu sebanyak apa?" , tanya mama Heni sambil mengerutkan keningnya.
"Aku banyak dibelikan baju , aksesoris , tas dan sepatu sama mama , tante. Di kamar aku juga punya wardrobe room sendiri" , jawab Angelica.
"Benar-benar keluarga yang berbeda dengan keluarga kami. Aku harus bisa membuat Angelica merasa nyaman selama tinggal disini" , ucap mama Heni dalam hatinya.
"Kamar Angelica memang lebih besar dari kamar aku ma. Aku juga kalau kesana bisa ketiduran di kamar dia" , ucap James.
"Baiklah , kamar kamu kan bersebelahan dengan gudang. Kita renovasi saja ya , kamar kamu dan gudang akan dijadikan satu , nanti kan bisa jadi lebih besar dan Angelica juga bisa membuat wardrobe room di kamar kalian" , ucap mama Heni.
"Tapi pernikahan kami gak sampai sebulan lagi ma , mau renovasi kamar juga gak secepat itu" , ucap James.
"Kita bisa tinggal di rumah aku dulu sayang" , ucap Angelica sambil tersenyum.
"Mama setuju dengan Angelica , sementara setelah kalian menikah , kalian tinggal di rumah Angelica dulu" , ucap mama Heni.
"Baiklah ma" , jawab James.
Angelica pun langsung tersenyum bahagia , karena paling gak dia masih bisa tinggal di rumahnya untuk beberapa bulan.
"Kalau gitu kami pergi dulu ya ma" , ucap James.
"Iya nak" , jawab mama Heni.
"Aku pergi dulu ya tante" , ucap Angelica.
"Iya sayang" , ucap mama Heni.
James dan Angelica berjalan bersama menuju ke mobil.
Angelica memeluk tubuh James sebelum dia masuk ke dalam mobil.
"Terima kasih ya sayang sudah mau memberitahukan kepada mama kamu" , ucap Angelica.
"Apapun demi kamu , aku pasti akan melakukan segalanya" , jawab James sambil mengecup kening Angelica.
Angelica pun langsung tersenyum dan masuk ke dalam mobil.
James juga berjalan menuju ke pintu pengemudi setelah menutup pintu tempat Angelica duduk.
James menjalankan mobilnya menuju ke All Star Hotel.
Selama di perjalanan hanya ada obrolan santai di antara mereka , sampai mobil yang dibawa oleh James sudah sampai di depan gedung All Star Hotel.
"Aku pergi dulu ya sayang , kamu hati-hati di jalan" , ucap Angelica sambil mengecup bibir James.
"Baiklah sayang , nanti malam aku telpon ya" , ucap James.
"Iya sayang" , jawab Angelica sambil turun dari mobil dan melihat mobil James pergi dari sana.
__ADS_1