
Antonio dan Sandra sudah sampai di studio foto.
Sandra memilih gaya fairy style , baju-baju yang dipilih pun semuanya bergaya layaknya princess.
Setelah Sandra siap di dandan dan menggunakan dress bergaya fairy style , kelihatan sangat cantik sekali.
Semua staf yang berada di studio foto , sangat kagum melihat kecantikan Sandra.
"Seakan putri yang ada di dunia dongeng , muncul di dunia nyata" , ucap penata rias di studio foto tersebut.
"Antonio langsung tersenyum melihat bidadari cantiknya , kamu cantik sekali sayang", ucap Antonio , setelah melihat Sandra keluar dari ruang make up dan mendekatinya.
"Terima kasih kakak kesayangan" , ucap Sandra sambil tersenyum.
Lalu , mereka pun bersiap untuk di foto.
Setelah pengambilan banyak foto , berganti gaya , ganti baju , akhirnya... pada sore harinya , selesai juga sesi pemotretannya.
"Tolong nanti disiapin foto , untuk acara pernikahan saya tanggal 25 ini , bisa kan?" , tanya Antonio , kepada fotografer disana setelah mereka sudah ganti baju , dengan baju yang mereka gunakan ketika datang kesana.
"Iya bisa pak , nanti akan kita siapkan 2 foto , untuk di acara pernikahan" , ucap sang fotografer.
"Baik , nanti untuk selanjutnya hubungi Andre saja ya , karena dia WO saya" , ucap Antonio.
"Baik pak" , jawab sang fotografer.
Sandra dan Antonio pun langsung menuju ke parkiran mobil.
Setelah masuk ke mobil , Antonio menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Kamu mau makan apa sayang?" , tanya Antonio.
"Makan di mall aja kak" , ucap Sandra.
Antonio menganggukkan kepalanya dan menjalankan mobilnya ke arah mall.
Sampai di mall , semua orang yang ada disana , melihat ke arah Sandra , karena wajah Sandra masih full make up setelah sesi pemotretan.
Banyak anak cowok yang masih muda disana , melihat ke arah Sandra.
"Cantik sekali cewek itu" , ucap salah satu cowok muda , yang berdiri disana.
Antonio yang melihat banyak mata cowok muda melihat dan mengagumi kecantikan calon istrinya , langsung memeluk pinggang Sandra.
"Kenapa kak?" , tanya Sandra , karena tiba-tiba Antonio memeluk pinggangnya.
"Kamu cantik sekali hari ini sayang , kakak mau memberitahukan ke orang-orang , kalau kamu hanya milik kakak satu-satunya" , ucap Antonio sambil tersenyum.
Sandra pun hanya tersenyum , melihat kecemburuan yang dirasakan oleh calon suaminya tersebut.
Sampai di restoran , mereka langsung memesan makanan.
Tidak lama Hp Sandra berbunyi , ternyata mama Amel yang menelpon.
"Halo ma" , jawab Sandra.
"Halo sayang , kamu lagi dimana?" , tanya mama Amel.
"Aku lagi makan di mall ma , bersama kak Antonio , ada apa ma?" , ucap Sandra.
"Mama kan sudah bagiin semua undangan nikah kamu , tinggal undangan buat teman-teman kamu , yang belum dikirimkan , apa kamu mau kirimkan sendiri?" , tanya mama Amel.
"Iya boleh ma , nanti setelah selesai makan , aku kerumah dulu" , ucap Sandra.
"Iya sayang" , ucap Mama Amel , sambil memutuskan sambungan telpon di Hp nya.
"Mama kenapa sayang?" , tanya Antonio.
__ADS_1
"Mama nanya undangan yang buat teman-teman aku kak , nanti kita ambil ke rumah dulu ya , terus ntar sekalian kita anterin ke rumah Karin" , ucap Sandra.
"Iya boleh sayang" , jawab Antonio.
Setelah selesai makan Antonio dan Sandra langsung menuju ke parkiran mobil.
Antonio tetap merangkul pinggang Sandra , selama mereka berjalan menuju ke parkiran mall.
Sampai di dalam mobil , Antonio menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Selama dalam perjalanan mereka hanya mengobrol ringan , tidak terasa mobil Antonio sudah sampai di rumah Sandra.
"Ma...." , panggil Sandra ketika sudah turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
Antonio mengikuti dibelakang Sandra.
"Iya sayang" , kata mama Amel , yang keluar dari kamarnya dan turun ke bawah.
"Tante" , sapa Antonio , ketika sudah melihat mama Amel.
"Iya Antonio" , jawab mama Amel sambil tersenyum.
Sandra memeluk mama Amel.
"Kamu cantik banget sayang , ada acara apa hari ini?" , tanya mama Amel.
"Tadi aku pergi foto prewedding ma , sama kak Antonio" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Oh...jadi baru foto ya" , ucap mama Amel.
"Iya tante , kemaren karena Sandra sakit , jadinya kita belum foto" , ucap Antonio.
"Iya , kalau tidak ada kejadian itu , pasti semuanya sudah beres" , ucap mama Amel.
"Iya ma , tapi gak apa-apa , karena kak Antonio bisa mengatur semuanya dengan cepat" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Hari ini aja ma , kebetulan lagi diluar , besok aku ikut kak Antonio di hotel" , ucap Sandra.
"Iya sayang , kalau gitu ini undangannya" , ucap mama Amel.
"Jadi ini ya undangan aku , bagus ya , pilihan mama dan tante Shinta memang bagus" , ucap Sandra , yang baru melihat undangan pernikahannya.
"Iya sayang , karena kemaren juga kan kita butuh cepat , jadi mama dan tante Shinta langsung memutuskan memilih yang ini" , ucap mama Amel.
"Iya ma , kebetulan udah hampir malam , aku anterin undangan dulu ya ma , nanti aku langsung pulang ke apartemen aja" , ucap Sandra.
"Iya sayang , baik-baik ya sama Antonio , jangan merepotkan Antonio terus ya" , ucap mama Amel , sambil memeluk dan mencium pipi anak kesayangannya.
"Iya mama" , jawab Sandra dengan manja.
"Sandra gak pernah ngerepotin aku tante" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Iya , tante bahagia kamu yang mendampingi Sandra , tolong jaga Sandra ya Antonio" , ucap mama Amel pada calon menantunya.
"Iya tante , pasti aku akan selalu menjaga Sandra" , ucap Antonio.
"Terima kasih ya Antonio" , ucap mama Amel.
"Sama-sama tante , kami pamit pulang dulu ya tante" , ucap Antonio.
"Iya" , jawab mama Amel.
Setelah masuk di mobil Antonio , Sandra menelpon Karin.
Tidak berapa lama , terdengar suara dari sana...
"Halo Sandra" , jawab Karin.
__ADS_1
"Halo Karin , kamu sekarang ada dimana?" , tanya Sandra.
"Aku lagi di cafe Matahari bersama Riko dan Niko" , jawab Karin.
"Ok , tunggu aku disana ya , aku lagi jalan kesana sekarang" , ucap Sandra.
"Ok" , jawab Karin.
"Kak , kebetulan mereka lagi kumpul di cafe Matahari , kita langsung kesana aja ya" , ucap Sandra.
"Iya sayang" , jawab Antonio.
"Sandra mau datang kesini?" , tanya Riko , setelah sambungan telpon terputus.
"Iya" , jawab Karin.
"Tumben dia menyusul kita , apakah dia sudah sembuh?" , tanya Niko.
"Bisa kesini , berarti sudah sembuh" , jawab Karin.
Tidak lama , mobil Antonio sudah sampai di parkiran taman.
Antonio dan Sandra berjalan bersama sambil bergandengan tangan , sampai mereka hampir dekat dengan cafe Matahari , tiba-tiba Sandra menggenggam tangan Antonio dengan sangat erat.
Antonio yang mengetahui kalau Sandra masih trauma dengan kejadian waktu itu , langsung memeluk bahu Sandra.
"Tenang sayang , ada kakak disini , tidak akan ada orang yang akan menyakiti kamu sayang" , ucap Antonio mencoba menenangkan Sandra.
"Iya kak , kita anterin undangan ini saja , setelah itu kita pulang ya" , ucap Sandra.
"Iya sayang" , jawab Antonio.
Mereka masuk ke cafe Matahari , terlihat Karin duduk dekat jendela bersama Riko dan Niko.
Sandra dan Antonio langsung menuju ke arah teman-teman Sandra.
"Karin , Riko , Niko " , panggil Sandra.
"Hai Sandra...cantik banget kamu hari ini" , ucap Karin.
"Iya , tadi aku ada pemotretan" , ucap Sandra.
Karin hanya menganggukkan kepalanya.
Niko terpana melihat kecantikan wanita yang dicintainya , tapi tidak bisa dimilikinya.
"Aku kesini cuma mau kasih undangan buat kalian , ntar datang ya" , ucap Sandra kepada teman-temannya.
"Iya aku pasti datang , kan aku bridesmaids nya" , ucap Karin sambil tersenyum.
"Iya , Riko dan Niko datang ya" , ucap Sandra.
Riko dan Niko hanya menganggukkan kepalanya.
"Baju kamu sudah selesai Karin?" , tanya Sandra.
"Katanya nanti baju aku sekalian dikirim ke hotel" , ucap Karin.
"Kalau gitu , nanti hari jumat Karin nginap di hotel aja ya , nanti kakak atur kamar untuk Karin" , ucap Antonio.
"Iya kak , makasih ya" , ucap Karin.
"Iya sama-sama" , ucap Antonio.
"Aku pulang dulu ya , udah capek seharian keluar" , ucap Sandra.
"Iya" , jawab Karin , Riko dan Niko.
__ADS_1
Sandra dan Antonio berjalan keluar cafe Matahari , menuju ke parkiran mobil.