
Antonio pun turun dari mobil dan Sandra langsung menekan tombol kunci di samping pintu pengemudi.
Antonio berjalan menuju ke tukang jual martabak.
"Pak pesan martabak coklat keju satu ya" , ucap Antonio.
"Baik pak" , jawab bapak yang sudah mulai berumur itu.
"Bapak sudah lama jualan disini?" , tanya Antonio.
"Iya tuan , saya sudah 40 tahun jualan disini" , jawab bapak yang sudah mulai berumur itu.
"Setiap hari bapak memang jualannya sampai tengah malam?" , tanya Antonio.
"Iya tuan , saya disini jualan memang jam malam saja , dari pasar malam ini dibuka sampai jam 2 pagi saya baru pulang" , jawab bapak tersebut sambil membuat martabak pesanan Antonio.
Antonio hanya menganggukkan kepalanya sambil melihat bapak itu membuat martabaknya.
Tiba-tiba ada seorang anak kecil memanggil Antonio.
"Pak , tolong bantu beli pak , tissue saya 5000 satu pak" , ucap anak cowok yang masih kecil tersebut.
"Kamu kenapa jam segini masih disini dek , bukannya dirumah?" , tanya Antonio.
"Saya jualan buat mencari uang pak , kalau jualan saya belum laku , saya gak bisa pulang pak" , jawab anak cowok tersebut.
"Itu kamu punya tinggal berapa?" , tanya Antonio.
Anak kecil itu mulai menghitung tissue yang ada di dalam kantong yang dibawanya.
"Tinggal 10 pak" , jawab anak cowok tersebut.
"Ya udah , saya beli semuanya , ini untuk kamu" , ucap Antonio sambil memberikan 1 lembar uang seratus ribu.
"Beneran ini untuk saya semua pak?" , jawab anak kecil tersebut dengan tersenyum bahagia.
"Iya itu buat kamu semua , kamu pulang ya sekarang" , ucap Antonio yang kasihan melihat anak kecil tersebut.
"Terima kasih ya pak" , ucap anak kecil tersebut dan pergi dari sana.
"Tuan , kalau tuan membantu anak itu , nanti pasti akan datang anak kecil yang lainnya dan meminta tuan membeli barang jualan mereka" , ucap bapak tukang jual martabak.
"Masa sih pak" , ucap Antonio yang sedikit tidak percaya.
"Lihat saja sebentar lagi tuan , pasti banyak yang datang" , ucap bapak tukang jual martabak sambil tersenyum.
Dan benar saja.......
Tiba-tiba ada enam anak kecil mendatangi Antonio.
__ADS_1
"Pak tolong beli barang dagangan kami pak?" , ucap enam anak kecil tersebut.
"Tuh tuan , sudah pada datang kan" , ucap bapak tukang jual martabak sambil terkekeh.
"Aduh , kenapa tiba-tiba jadi banyak begini , mana aku cuma bawa cash 1 juta lagi" , ucap Antonio dalam hatinya.
Antonio yang memang orang nya gak tega melihat orang susah , apalagi melihat anak-anak yang jualan seperti ini , akhirnya memutuskan untuk membeli semua barang dagangannya , tapi tidak lupa Antonio membayar dulu martabak yang dia pesan.
"Pak , martabaknya berapa?" , tanya Antonio.
"30 ribu tuan" , jawab bapak tersebut.
"Saya bayar dulu ya pak , sebelum uang cash saya kehabisan" , ucap Antonio sambil memberikan uang 50 ribu kepada bapak tersebut.
Lalu bapak tersebut menganggukkan kepalanya sambil terus membuat martabak pesanan Antonio yang sudah hampir jadi.
Antonio mulai menanyakan apa saja yang anak-anak itu jual.
Ada yang menjual sticker , buku gambar , kain serbet , kain kanebo , mainan anak-anak yang lima ribuan dan ada yang jual tissue lagi.
Akhirnya Antonio memberikan satu lembar uang seratus ribu kepada anak-anak tersebut dan menyuruh mereka menghitung sendiri berapa banyak yang bisa Antonio dapatkan dengan uang segitu.
"Pak , ini uang nya lebih , barang dagangan aku gak sampai segitu" , ucap salah satu anak perempuan disana.
"Kenapa kamu jujur banget si Mei , bilang aja semuanya itu seratus ribu" , ucap teman si anak kecil tersebut.
"Ya udah , tinggalin aja seberapa banyak kalian mau tinggalin , saya sudah mau pergi" , ucap Antonio yang melihat kalau martabaknya sudah selesai.
"Tuan orang yang sangat baik ya , sampai mau membeli semua barang dagangan yang pastinya tidak akan berguna buat tuan" , ucap bapak tukang jual martabak sambil memberikan martabak pesanan Antonio dan uang kembaliannya.
"Saya cuma kasihan aja pak melihat anak kecil jam segini masih berkeliaran di jalan , harusnya kan sudah tidur di rumah" , jawab Antonio.
"Ya namanya juga kehidupan tuan" , ucap bapak tersebut.
"Iya pak , kembaliannya buat bapak saja ya pak" , ucap Antonio sambil mengambil martabaknya.
"Terima kasih banyak ya tuan" , ucap bapak tersebut.
"Iya sama-sama pak" , jawab Antonio sambil mengangkat semua barang yang baru saja dia beli dari anak-anak kecil tadi.
Sandra yang melihat suaminya dikerumuni oleh anak-anak yang jual barang dagangannya pun tersenyum-senyum sendiri di dalam mobil.
Antonio berjalan sambil membawa banyak tentengan di kedua tangannya.
Antonio sampai di mobil... Sandra menekan tombol buka pintu yang ada di pintu pengemudi , Antonio meletakkan semua barang yang baru saja dibelinya di bagasi mobil dan meletakkan martabak keinginan bidadari cantiknya di kursi belakang.
"Hubby borong satu gerobak martabak?" , goda Sandra sambil terkekeh , melihat suaminya yang sudah masuk ke dalam mobil.
"Aku gak tega sayang lihat anak-anak kecil tadi , kamu jangan marah ya kalau aku beli barang yang gak berguna seperti itu" , ucap Antonio.
__ADS_1
"Ngapain juga aku marah , aku malah senang kalau hubby mau bantu orang yang kesusahan" , ucap Sandra sambil meletakkan kepalanya di bahu suaminya.
"Makasih ya sayang , aku selalu bahagia setiap bersama dengan kamu" , ucap Antonio sambil menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke apartemen mereka.
"Aku juga selalu bahagia bersama dengan hubby , walaupun kadang-kadang hubby nyebelin" , ucap Sandra sambil terkekeh.
"Kapan juga aku nyebelin" , ucap Antonio.
"Iya waktu itu hubby tinggalin aku sendiri di kamar" , jawab Sandra.
"Kan cuma waktu itu saja sayang , setelah itu sudah tidak pernah lagi kan" , jawab Antonio dengan lembut.
"Iya hubby sayang" , ucap Sandra dengan lembut.
Tidak terasa mobil Antonio sudah sampai di parkiran apartemen mereka.
Setelah Antonio memarkirkan mobilnya , Sandra dan Antonio turun dari mobil.
Antonio membawa semua barang-barang yang dibelinya tadi.
Sampai di dalam apartemen mereka Antonio meletakkan barang-barang yang dibelinya tadi di lantai ruang tamu dan meletakkan martabak istri kesayangannya di atas meja makan.
Sandra yang sudah mencuci tangannya langsung membuka kotak martabak dan memakannya.
Antonio juga mencuci tangannya , setelah itu dia menuju ke kamarnya untuk mengganti bajunya dengan baju piyama yang digunakan sebelumnya.
Setelah selesai mengganti bajunya Antonio berjalan keluar menuju ke meja makan.
"Hubby mau juga gak?" , tanya Sandra.
"Gak sayang , kamu makan sendiri aja ya" , jawab Antonio sambil tersenyum.
Antonio duduk di kursi meja makan sambil memandangi wajah istrinya yang sudah membulat itu.
"Sayang , beberapa hari lagi kita kontrol ke dokter ya , sudah bisa tau belum ya anak kita cewek atau cowok" , tanya Antonio.
"Gak tau hubby , nanti kita tanya dokter Sarah aja ya" , ucap Sandra sambil mengunyah martabaknya.
Antonio pun hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah memakan tiga potong martabak , Sandra menutup kotak martabaknya dan berjalan menuju ke dapur , untuk mencuci tangannya.
"Sudah cukup makannya sayang?" , tanya Antonio yang sudah mulai mengantuk.
"Sudah hubby" , jawab Sandra yang sudah keluar dari dapur.
"Kita tidur lagi ya , aku sudah mengantuk" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra.
__ADS_1
Antonio dan Sandra pun masuk ke kamar mereka.
Sandra membuka jaketnya dan meletakkannya diatas kursi sofa yang ada di kamar mereka , setelah itu mereka naik ke atas kasur dan tidur kembali sambil berpelukan.