Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 211


__ADS_3

"Hubby , kemaren mba Tuti sudah membersihkan kamar yang diujung dan sekarang sudah kosong , nanti kita mau pakai berapa babysitter?" , tanya Sandra.


"Anak kita kan 2 , jadi kita pakai 2 babysitter ya sayang" , ucap Antonio.


"Kalau gitu harus beli 2 kasur untuk dikamar ujung hubby" , ucap Sandra.


"Iya sayang , besok aku minta Robi beli 2 kasur , 2 lemari dan 1 cermin" , ucap Antonio.


"Kasian Robi dong hubby , disuruh-suruh terus" , ucap Sandra sambil terkekeh.


"Kan memang sudah tugas dia juga sayang" , ucap Antonio sambil tersenyum.


"Gimana kalau kita aja ya pergi cari berdua hubby , sekalian jalan-jalan" , ucap Sandra.


"Iya boleh sayang , nanti akhir minggu ya kita cari" , ucap Antonio.


Sandra pun menganggukkan kepalanya.


"Hubby , bantal untuk ibu hamil yang mama Amel belikan untuk aku belum di buka kayaknya" , ucap Sandra.


"Oh iya sayang , itu yang lebih penting sekarang untuk kamu , aku buka dulu ya bungkusnya , ntar aku bawa ke kamar" , ucap Antonio.


"Iya hubby sayang" , jawab Sandra.


Antonio berjalan keluar mengambil bantal besar yang berbentuk huruf U itu dan membuka bungkus plastiknya , setelah itu Antonio membawanya masuk ke dalam kamar dan meletakkan bantal besar itu dibatas kasur mereka.


"Kamu cobain sayang bantalnya" , ucap Antonio.


Sandra berjalan naik ke atas kasur dan mencoba bantal ibu hamilnya.


"Nyaman banget hubby" , ucap Sandra yang sudah tidur disana.


"Syukurlah sayang , jadi kamu tidak sakit lagi badannya ketika bangun tidur" , ucap Antonio sambil duduk di atas kasur di samping istrinya , sambil mengelus wajah putih mulus istrinya yang sudah kelihatan bulat itu dengan tangannya.


"Iya hubby" , ucap Sandra sambil tersenyum.


Antonio melihat jam di dinding kamarnya.


"Sudah jam setengah 5 sore sayang , kita kan mau pergi ke rumah om Wijaya melihat anaknya Chika , ayo mandi dulu yuk" , ucap Antonio.


Sandra pun bangun dari tidurnya , turun dari kasur dan berjalan bersama suaminya masuk ke kamar mandi.


Mereka pun mandi bersama , kegiatan yang hampir setiap hari mereka lakukan bersama...


Setelah selesai mandi dan sudah menggunakan baju yang rapi , Antonio menelpon mama Shinta sambil menunggu Sandra selesai dandan.


Tidak lama terdengar suara disana.


"Halo nak" , jawab mama Shinta.


"Halo ma , sebentar lagi aku dan Sandra mau jalan , mama dan papa mau aku jemput?" , tanya Antonio.


"Iya boleh nak , papa mau ajak kita sekalian makan malam bersama nanti diluar setelah pulang dari rumah Wijaya" , ucap mama Shinta.


"Iya ma , setelah Sandra selesai aku langsung jalan kesana" , ucap Antonio.


"Baiklah nak" , jawab mama Shinta sambil memutuskan sambungan telponnya.


"Ayo hubby...kita jalan lagi" , ucap Sandra yang sudah keluar dari wardrobe room menuju ke kamar.


"Iya sayang" , ucap Antonio sambil berdiri dan memeluk pinggang bidadari cantiknya keluar bersama dari kamar menuju ke lift sampai ke area parkiran mobil.

__ADS_1


Antonio menjalankan mobilnya menuju ke rumah utama untuk menjemput papa Chandra dan mama Shinta.


Setelah setengah jam melintasi jalan raya , akhirnya mobil yang dibawa oleh Antonio sudah sampai di depan rumah utama.


Pak Jaka langsung membukakan pagar ketika mobil Antonio sudah sampai di sana.


Antonio membawa mobilnya masuk ke dalam halaman rumah utama.


Setelah sampai disana , Antonio dan Sandra turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah utama.


"Ma..." , panggil Antonio.


"Iya nak" , jawab mama Shinta sambil berjalan dari dalam keluar.


"Sudah siap belum ma?" , tanya Antonio.


"Iya sebentar ya , papa lagi mandi" , jawab mama Shinta.


"Iya ma" , jawab Antonio.


"Sandra duduk dulu aja , nanti pegal kelamaan berdiri" , ucap mama Shinta sambil tersenyum.


"Iya ma" , jawab Sandra sambil duduk di sofa yang ada di ruang tamu.


"Barang yang dibeli kemaren sudah datang sayang?" , tanya mama Shinta.


"Sudah ma , sekarang apartemen aku jadi penuh banget" , jawab Antonio.


"Iya , kalau kalian tinggal disana dengan dua anak , ya gak cukup Antonio" , ucap mama Shinta.


"Iya ma , aku juga cuma sampai akhir tahun ini di apartemen" , jawab Antonio.


"Kenapa kalian gak tinggal disini dulu aja sampai nanti pindah ke rumah baru" , ucap mama Shinta.


"Ya baiklah Antonio , mama gak akan memaksa kamu" , ucap mama Shinta yang sudah mengetahui anaknya gak akan mau tinggal bersama mereka.


Tidak lama papa Chandra sudah siap mandi dan turun ke bawah.


"Antonio dan Sandra sudah sampai" , ucap papa Chandra sambil tersenyum.


"Iya pa" , jawab Antonio dan Sandra bersamaan.


"Ayo kita pergi lagi" , ucap papa Chandra.


"Iya pa" , jawab mama Shinta , Antonio dan Sandra bersamaan.


Antonio , Sandra , mama Shinta dan papa Chandra berjalan masuk ke mobil Antonio.


Setelah itu Antonio menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah om Wijaya.


"Papa sudah mengabari Wijaya kan , kalau kita mau kesana sore ini" , ucap mama Shinta.


"Sudah ma , tadi sebelum turun , papa sudah menelpon Wijaya dan kebetulan juga dia sedang ada di rumah" , ucap papa Chandra.


"Baiklah" , jawab mama Shinta.


Setelah beberapa waktu , mobil Antonio sudah sampai di depan rumah Wijaya.


Antonio , Sandra , papa Chandra dan mama Shinta turun dari mobil setelah Antonio memarkirkan mobilnya disana.


Antonio menekan bel rumah yang ada di depan pintu.

__ADS_1


Tidak lama bik Mumun asisten rumah tangga Wijaya keluar untuk membukakan pintu.


"Wijaya ada dirumah?" , tanya papa Chandra.


"Ada tuan , silahkan masuk , saya panggilkan tuan Wijaya dulu" , ucap bik Mumun dengan sopan.


"Baiklah" , jawab papa Chandra.


Papa Chandra , mama Shinta , Antonio dan Sandra masuk ke dalam rumah.


Bik Mumun berjalan ke atas menuju ke kamar tuan dan nyonya , mengetuk pintu kamar.


Tok....tok....tok....


Mama Farah berjalan membuka pintu kamarnya.


"Ada apa bik?" , tanya mama Farah setelah melihat bik Mumun di depan pintu.


"Ada tamu untuk tuan , nyonya" , ucap bik Mumun.


"Pasti itu Chandra yang sudah datang , ma" , jawab Wijaya yang sudah mendengar perkataan asisten rumah tangganya.


"Oh , kalau gitu ayo kita turun pa , kamu siapin minuman ya buat tamu" , ucap mama Farah.


"Baik nyonya" , jawab bik Mumun sambil turun ke bawah dan menuju ke dapur.


Wijaya dan Farah turun ke bawah menuju ke ruang tamu.


"Aduh maaf membuat kalian menunggu lama , kenapa tidak langsung duduk saja" , ucap mama Farah yang melihat Antonio , Sandra , papa Chandra dan mama Shinta yang menunggu mereka sambil berdiri di ruang tamu.


"Ya gak enak la kami duduk kalau belum di persilahkan" , ucap mama Shinta sambil tersenyum.


"Aduh....ini pasti asisten rumah tangga aku gak bilang apa apa , jadinya kasihan kan kalian jadi berdiri gini , apalagi Sandra yang sudah hamil besar" , ucap mama Farah.


"Gak apa apa kok tante" , jawab Sandra.


"Maaf ya , aku jadi gak enak sama kalian" , ucap Wijaya.


"Iya gak apa apa Wijaya" , jawab mama Shinta dan papa Chandra bersamaan.


"Ini kado buat cucu kamu" , ucap mama Shinta sambil memberikan kado kepada Farah.


"Lebih baik kasih langsung aja ya ke cucu aku , sekarang kita langsung ke kamarnya Chika aja buat lihat anaknya" , ucap mama Farah sambil tersenyum.


"Baiklah" , jawab mama Shinta sambil tersenyum.


Antonio , Sandra , papa Chandra , mama Shinta mengikuti Farah dan Wijaya menuju ke kamar Chika.


Mama Farah mengetuk pintu kamar Chika dan membukanya.


"Sayang , ada om Chandra dan keluarganya datang mau lihat anak kamu" , ucap mama Farah.


"Iya ma , langsung masuk aja" , jawab Chika dan Victor.


Papa Chandra , mama Shinta , Antonio dan Sandra masuk ke dalam kamar Chika.


"Selamat ya Chika dan Victor" , ucap Sandra dan Antonio sambil memberikan kado yang sudah mereka persiapkan.


"Terima kasih kak Antonio dan Sandra" , ucap Chika dan Victor.


"Selamat ya Victor dan Chika" , ucap papa Chandra dan mama Shinta sambil memberikan kadonya.

__ADS_1


"Terima kasih om dan tante" , jawab Victor dan Chika bersamaan.


__ADS_2