
Setelah Andre dan Timmy keluar , Antonio melihat jam di pergelangan tangannya.
"Sudah jam set 7 sayang , apa mau mandi dulu" , ucap Antonio.
"Iya boleh kak" , kata Sandra.
Antonio langsung mengambil jas dan tasnya , setelah itu mereka berjalan ke kamar atas.
Sepanjang jalan ke kamar , terlihat ruangan kerja sudah sepi , karena para staf kantor sudah pulang dari jam 5.
"Kamu mandi dulu sayang" , ucap Antonio , setelah mereka masuk ke kamar khusus buat Antonio di hotel.
"Iya kak" , jawab Sandra , sambil membawa bajunya dan masuk ke kamar mandi.
Antonio menunggu Sandra sambil menonton televisi.
Tidak lama terdengar Hp Sandra berbunyi.
Melihat nama mama Amel yang tertera disana , Antonio langsung mengangkatnya.
"Halo tante" , ucap Antonio.
"Halo , eh... Antonio ya" , ucap mama Amel.
"Iya tante , Sandra lagi dikamar mandi tante , ada apa tante" , ucap Antonio.
"Oh...nanti , tolong kamu sampaikan pada Sandra , jangan lupa minta tolong temannya untuk jadi bridesmaids ya" , ucap mama Amel.
"Iya tante , nanti saya kasih tau Sandra" , ucap Antonio.
"Baiklah , terima kasih Antonio" , ucap mama Amel.
"Iya , sama-sama tante" , jawab Antonio.
Setelah Hp dimatikan , Sandra keluar dari kamar mandi.
"Tadi siapa yang nelpon kak?" , ucap Sandra.
"Dari tante Amel , sayang" , jawab Antonio.
Mama bilang apa kak...
"Katanya , kamu jangan lupa minta tolong teman , buat jadi bridesmaids" , jawab Antonio.
"Oh iya kak , aku belum bilang Karin" , ucap Sandra.
"Ya udah , kamu telpon Karin dulu , kakak mau mandi dulu ya" , ucap Antonio.
Sandra hanya menganggukkan kepalanya.
Sandra dandan dulu sebentar , setelah itu baru menelpon Karin sahabatnya.
Suara sambungan telpon sudah berbunyi , tidak lama terdengar suara dari sana.
"Halo Sandra" , ucap Karin.
"Halo Karin , semangat banget ngangkat telponnya" , ucap Sandra.
"Iya dong" , jawab Karin.
Aku penasaran....
"Si Niko sudah ketemu sama cowok kamu ya , katanya cowok kamu lebih tua , kapan kamu mau kenalkan ke aku" , ucap Karin , yang langsung nyerocos aja.
"Sabar Karin , kamu akan segera ketemu kok , sebenarnya aku menelpon kamu mau minta tolong , kamu bisa gak jadi bridesmaids aku ntar , 25 Juni" , ucap Sandra.
"Apaaa....kamu mau menikah" , ucap Karin , dengan nada shock alias sambil berteriak.
"Aduh , jangan pake teriak bisa gak sih , sakit nih telinga aku'' , ucap Sandra , dengan sedikit meninggikan suaranya.
"Sorry...sorry...aku kan kaget , dengar kamu mau nikah" , ucap Karin.
"Ya , pokoknya kamu bisa apa gak?" , tanya Sandra.
"Ya pasti bisa dong , itu kan kita belum masuk kuliah , aku juga masih ada disini" , ucap Karin.
"Ok , nanti aku atur waktu , buat kamu ambil ukuran badan ya" , ucap Sandra.
"Iya , nanti kabari aja ya" ucap Karin.
__ADS_1
"Sandra , sebenarnya si Niko masih suka sama kamu , dengar kamu mau merrid pasti dia patah hati tuh , jangan sampe aja... dia gantung diri di pohon toge" ucap Karin sambil tertawa.
"Ih....jahat kamu ngetawain teman sendiri" , ucap Sandra yang juga merasa geli dan ikut tertawa.
"Tapi dia pasti bakal sakit hati banget sih , dengar kamu mau merrid" , ucap Karin.
"Ya mau gimana lagi , aku sukanya sama yang lain , semoga aja dia bisa cepat move on" , ucap Sandra.
"Iya sih , perasaan juga gak bisa dipaksain" , ucap Karin.
"Iya , kalau gitu nanti aku kabari kamu lagi ya" , ucap Sandra , sambil melihat Antonio yang sudah keluar dari kamar mandi.
"Ok Sandra , bye", ucap Karin.
"Bye..." , ucap Sandra.
"Siapa yang dibilang , supaya cepat bisa move on , sayang?'' , tanya Antonio , yang sempat mendengar percakapan Sandra di telpon.
"Itu kak si Niko , cowok yang waktu itu , ketemu sama kakak di mall" , ucap Sandra.
"Oh...yang suka sama kamu itu kan , sayang" , ucap Antonio.
"Iya kak" , jawab Sandra.
Karena aku sudah mau menikah , Karin bilang kalau Niko , pasti bakal sakit hati banget.
Jadi aku bilang aja , semoga dia bisa cepat move on , karena aku kan sukanya sama kakak.
"Oh...iya sayang , kamu hanya punya kakak , gak boleh ada cowok lain yang bisa miliki kamu" , ucap Antonio , sambil memeluk dan mencium kening Sandra.
"Iya kakak sayang , aku hanya milik kakak" , ucap Sandra dengan manja.
Antonio tersenyum bahagia , mendengar ucapan bidadari cantiknya.
"Yukkk kita pergi makan dulu" , ucap Antonio.
"Ayo kak" , ucap Sandra , sambil memeluk lengan Antonio dan berjalan dengan mesra keluar.
********
Karin yang sedang bersama dengan Riko , langsung memberitahukan kabar , Sandra akan segera menikah , setelah telpon dari Sandra sudah berakhir.
Riko langsung terkejut , mendengar Sandra akan segera menikah.
"Jangankan kamu , aku aja terkejut mendengarnya , gak ada angin , gak ada hujan , tiba-tiba langsung ngabarin...akan segera menikah" , ucap Karin.
"Bagaimana kita memberitahukan kabar ini pada Niko ya?" , ucap Riko.
"Aku juga gak tau , tapi kalau gak dikasih tau dari sekarang , nanti setelah perasaannya semakin dalam , akan susah buat dia move on" , ucap Karin.
"Iya kamu benar , lebih baik patah hati dari sekarang , sebelum terlalu dalem" ,ucap Riko.
Karin hanya menganggukkan kepala , tanda setuju.
"Aku gak menyangka kalau Sandra akan menikah secepat ini , gak pernah pacaran , sekalinya pacaran... langsung menikah" , ucap Karin , sambil geleng-geleng kepala.
"Beberapa hari lagi , kita juga mau ketemuan sama si Niko , nah nanti kita kasih tau nya pas kita ketemuan aja , gimana?" , ucap Riko.
"Iya , boleh juga" , kata Karin.
********
Sandra yang sudah pulang ke rumah , langsung mencari mamanya.
"Ma..." panggil Sandra , didepan pintu kamar mamanya.
"Iya sayang" , jawab mama sambil membuka pintu kamarnya.
"Kamu baru pulang" , ucap mama Amel.
"Iya ma" , jawab Sandra.
"Ma...tadi aku sudah telpon Karin , dia mau jadi bridesmaids aku , nanti kapan ketempat tante Rita , buat dia ukur badan" , ucap Sandra.
"Besok mama tanyain dulu ya , sayang" , ucap mama Amel.
"Ok ma , aku masuk ke kamar lagi ya" , ucap Sandra.
"Iya sayang" , jawab mama Amel.
__ADS_1
Sampai di dalam kamar , Sandra langsung meletakkan barang-barangnya dan menukar bajunya dengan piyama.
Karena sebelum makan malam dia sudah mandi , jadi dia hanya cuci muka dan ganti baju saja , terus langsung menuju ke kasurnya.
Sudah lelah seharian , membuat Sandra langsung terlelap dalam tidurnya memasuki alam mimpi.
Keesokan harinya , mama Amel sudah sibuk , dengan memberikan nama , di bahan-bahan yang akan dikirim , untuk keluarga besarnya.
Bahan untuk pegawai di toko , sudah diantarkan oleh pak Agus.
Sandra yang sudah bangun , menuju ke meja makan mengambil air minum dan makan lontong sayur , sarapan yang sudah disiapin oleh bik Sumi.
Melihat Sandra ada di meja makan , bik Sumi langsung menuju ke ruang makan menemui Sandra.
"Non...gak berasa ya , tidak lama lagi si non udah mau menikah , bibik bahagia , juga sedih non".
"Kenapa begitu bik?" , tanya Sandra.
"Ya... bahagia , karena akhirnya si non sudah ketemu dengan jodohnya , sedihnya... karena nanti , rumah ini akan menjadi sepi non , biasanya kan bibik bisa godain non , nanti kalau non udah gak ada , bibik mau godain siapa" , ucap bik Sumi.
"Kan udah aku bilang , ada pak Agus bik" , ucap Sandra , sambil tersenyum.
"Gak seru non" , ucap bibik , sambil memanyunkan bibirnya.
Sandra hanya tersenyum , melihat wajah bibik nya , yang lucu menurutnya.
Tidak lama , terdengar suara mama Amel.
"Ternyata , anak kesayangan mama udah bangun ya" , ucap mama Amel , sambil tersenyum.
"Iya ma , udah dari tadi" , ucap Sandra.
"Mama sudah chat tante Rita , katanya nanti Karin ukur badannya pas kita mau fitting aja" , kata mama Amel.
"Ok ma , ntar aku kasih tau Karin" , jawab Sandra.
"Untuk undangan kamu udah di buat ya , untuk suvenir sudah kamu pilih belum , sama dekor" , tanya mama Amel.
"Sudah ma , kemaren aku sudah pilih suvenir dan dekor , sudah ketemu sama WO nya juga , jadi ntar tinggal diurus WO lagi" , ucap Sandra.
"Baguslah , berarti sudah selesai semua , tinggal MUA aja ya" , ucap mama Amel.
"Udah ma , kemaren kak Antonio minta WO , yang kasih list nya ke kita" , ucap Sandra.
"Mama benar-benar tenang sekarang , Antonio dapat diandalkan" , ucap mama Amel , sambil tersenyum.
"Iya ma , aku juga jadi gak takut , semua masalah bisa diselesaikan dengan cepat , bersama kak Antonio" , jawab Sandra , sambil tersenyum.
"Iya nak , mama jadi tenang menyerahkan kamu sama Antonio."
"Ya udah , mama lanjut mau tuliskan nama , pada bahan-bahan yang mau dikirim lagi ya" , ucap mama Amel.
"Aku bantuin ya ma" , ucap Sandra , sambil mengikuti mama Amel ke ruang keluarga.
Mama Amel dan Sandra sibuk packing bahan dan tempel nama , untuk masing-masing keluarga dekat mereka.
"Oh ya ma , aku belum ada sepatu , buat acara pernikahan nanti" , ucap Sandra.
"Nanti beberapa hari lagi , kalau ada waktu , mama temenin kamu nyari sepatu , ya sayang" , ucap mama Amel.
"Iya ma , kalau mama gak bisa , aku bisa ajak kak Antonio" , ucap Sandra.
"Sekarang apa-apa Antonio , mama udah gak dibutuhkan lagi dong?" , ucap mama Amel , yang sangat ingin menggoda , anak manja kesayangannya itu.
"Siapa bilang aku gak butuh mama , mama selalu aku butuhkan kok" , jawab Sandra.
"Iya sayang , mama cuma bercanda aja sayang" , ucap mama Amel , sambil tersenyum.
Setelah itu , mama Amel dan Sandra , sibuk menempelkan nama-nama di bahan.
Setelah beberapa waktu , akhirnya selesai juga menempelkan semua nama , di bahan-bahan yang akan dikirimkan nanti.
Sandra melihat jam di dinding...
"Gak berasa ya ma , udah jam 2 aja" , ucap Sandra , sambil meregangkan badannya.
"Iya , gak berasa ya , untungnya sudah selesai semua , nanti tinggal pak Agus anterin , ke pengiriman paket" , ucap mama Amel.
"Makan siang dulu , yuk ma" , ucap Sandra.
__ADS_1
"Iya sayang" , jawab mama Amel , sambil berjalan menuju ke meja makan bersama Sandra.