
James yang sudah selesai telponan dengan Angelica , mood nya langsung berubah menjadi lebih baik.
Meskipun hanya mengobrol sebentar saja , paling gak rasa kangen yang dia rasakan bisa terobati sedikit.
James mengambil ponselnya dan menyentuh nama Ernest sekretarisnya disana.
Ernest yang sedang makan siang diluar , langsung terkejut begitu melihat nama James yang tertera di layar ponselnya.
"Halo pak" , jawab Ernest.
"Halo Ernest , untuk jumat sore sampai sabtu , batalkan semua jadwal saya" , ucap James.
"Memangnya bapak mau pergi kemana pak?" , tanya Ernest.
"Saya mau pergi ke Singapura bersama dengan keluarga calon istri saya" , jawab James.
"Baiklah pak" , jawab Ernest.
James pun memutuskan sambungan telponnya , lalu dia berjalan keluar kantor menuju restoran tempat biasanya dia makan siang.
Selesai makan , James pun langsung menuju ke kantornya dan masuk ke ruangan meeting untuk melanjutkan meeting yang ditundanya tadi.
Selama meeting James langsung berubah , dia memperhatikan setiap detail dari laporan keuangan yang di munculkan di layar.
Sampai akhirnya meeting telah selesai.
"Susan , jumat sore sampai sabtu saya gak ada disini , saya pergi ke Singapura , jadi semua kerjaan yang butuh tanda tangan saya , tolong diberikan berkas-berkasnya kepada saya , sebelum saya berangkat" , ucap James.
"Baik pak" , jawab Susan.
James berjalan menuju ke ruangan kerjanya dan menelpon pengurus apartemen miliknya yang ada di Singapura.
"Halo sir" , ucap Bertha asisten yang mengurus apartemen James selama ini.
"Halo Bertha , jumat malam ini saya akan ke Singapura , tolong apartemen saya dibersihkan dan kulkasnya diisi dengan beberapa botol air mineral , beberapa macam minuman lainnya dan makanan kecil" , ucap James.
"Baik sir" , ucap Bertha.
James pun memutuskan sambungan telponnya dan mulai bersemangat untuk mengerjakan pekerjaannya.
********
Sandra yang sudah bersemangat mau pergi ke Singapura mulai menyusun barang-barangnya ketika suaminya sudah pergi ke kantor.
"Aku mau bawa baju apa ya?" , gumam Sandra sambil melihat ke wardrobe room miliknya.
Kebiasaan Sandra yang memilih baju sangat lama pun keluar lagi.
__ADS_1
Untuk berangkat hanya 3 hari saja , Sandra bisa memilih baju sampai sore.
Sandra memilih baju yang warnanya sama dengan baju suaminya , kebiasaan yang ingin selalu menggunakan baju yang sama dengan suaminya tetap tidak berubah , dari mereka baru menikah sampai sekarang.
Kalau dulu Sandra suka membeli baju kaos yang modelnya sama dengan suaminya , sekarang Sandra banyak membeli baju yang warnanya sama dengan suaminya.
Ketika mencari baju-baju yang mau di bawa pergi ke Singapura , terlihat lingerie pemberian dari kakak iparnya , yang hanya digunakannya satu saat ulang tahun Antonio waktu anak mereka masih bayi.
"Ternyata masih ada aja lingerie seksi ini" , ucap Sandra sambil tersenyum.
Sandra mengambil semua lingerie itu dan memasukkannya ke dalam satu kotak.
"Aku sudah gak memerlukannya lagi" , ucap Sandra sambil menutup kotak dan meletakkannya di atas lemari bajunya.
Selesai Sandra memasukkan baju-bajunya dan baju suaminya ke dalam koper , Sandra berjalan menuju ke kamar Angelica.
"Kamu sudah siapin baju buat berangkat belum nak?" , tanya Sandra.
"Belum ma , tadi aku masih belajar" , jawab Angelica.
"Mau mama bantuin sayang?" , tanya Sandra.
"Gak usah ma , nanti malam aku beresin sendiri" , jawab Angelica.
"Baiklah nak , perhiasan yang calon mertua kamu berikan dan beberapa gelang dan kalung kemaren , sudah kamu masukin ke dalam brankas kan" , ucap Sandra.
"Sudah ma , ketika uncle Robi antarkan brankasnya ke rumah waktu itu , aku langsung menyimpannya" , ucap Angelica.
"Iya ma" , jawab Angelica.
"Ya sudah , mama ke kamar adek dulu ya , kalau barang-barang adek gak di bantu , pasti dia bawa baju yang banyak" , ucap Sandra sambil terkekeh.
"Iya ma , adek kan suka gitu kalau bawa barang sendiri gak bisa memutuskan mau membawa yang mana , akhirnya dibawa semuanya. Seperti ke rumah sakit kemaren , nginap cuma semalam bawa bajunya untuk 3 hari" , jawab Angelica.
"Itu makanya mama agak khawatir , nanti dia bawa baju untuk seminggu lagi" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Iya ma" , jawab Angelica.
Sandra berjalan keluar dari kamar Angelica menuju ke kamar anak manjanya.
"Sayangnya mama masih belajar ya?" , ucap Sandra begitu masuk ke kamar anaknya yang manja , terlihat Alvaro yang masih membaca buku pelajarannya disana.
"Iya ma , kepala aku sampai panas menghafal rumus kimianya" , jawab Alvaro.
"Bukannya anak mama suka dengan pelajaran kimia. Kenapa sekarang bisa panas kepalanya?" , ucap Sandra sambil terkekeh.
"Iya ma beneran , coba di pegang deh" , ucap Alvaro.
__ADS_1
Sandra berjalan mendekati anaknya dan memegang kepala anaknya.
"Gak ada terasa panas , malah dingin begini" , ucap Sandra.
"Tapi aku berasa panas mama" , ucap Alvaro.
"Nanti mama minta mba Tuti bawain telur ya , coba lihat...telurnya masak atau gak di atas kepala kamu" , ucap Sandra sambil terkekeh.
"Mamaaaaa" , teriak Alvaro yang sampai terdengar sampai di bawah.
"Ada apa lagi dengan tuan kecil?" , ucap mba Ida yang terkejut mendengar suara teriakan Alvaro.
"Paling juga apa yang dia mau gak dikasih sama nona muda , kalau gak sedang digodain nona muda , sampai dia marah" , ucap Tuti sambil tersenyum.
"Iya juga ya , nanti kalau tuan kecil sudah pergi sekolah ke luar negeri , pasti suasana rumah ini akan menjadi sepi" , ucap mba Ida.
"Iya , kamu benar mba , belum lagi nona kecil juga sudah mau menikah. Setelah menikah pasti ikut suaminya , hanya tinggal kita saja bersama tuan dan nona muda" , jawab Tuti.
"Iya Tuti" , jawab mba Ida sambil melanjutkan menyapu rumah.
********
"Sudah sudah , jangan teriak teriak gitu" , ucap Sandra.
"Mama sih , aku kan lagi serius" , jawab Alvaro sambil memanyunkan bibirnya.
"Ya sudah , belajar lagi , mama cuma mau membantu kamu membereskan baju yang mau di bawa ke Singapura nanti" , ucap Sandra sambil menarik bibir manyun Alvaro yang selalu membuatnya merasa gemas.
"Sakit mama , mama kalau mau membereskan baju aku , bereskan baju aja , jangan sampai bibir aku pun ditarik" , jawab Alvaro sambil memegangi bibirnya.
"Iya sayang" , jawab Sandra sambil tersenyum sambil berjalan menuju ke lemari baju Alvaro.
Alvaro kembali membaca buku pelajarannya kembali.
Sandra membuka lemari Alvaro dan langsung pusing melihat beberapa bagian yang berantakan.
"Pasti Alvaro mengambil bajunya sembarangan saja" , ucap Sandra dalam hatinya.
Sandra bukan hanya mencari baju untuk dibawa berangkat nanti , tapi dia juga merapikan kembali baju anaknya yang berantakan disana.
Sampai Antonio yang sudah pulang ke rumah , gak melihat istrinya di bawah , Antonio pun melihat ke kamar , masih sama...gak ada istrinya juga disana.
Antonio berjalan menuju ke kamar Angelica.
"Mama dimana sayang?" , tanya Antonio yang melihat anaknya cuma sendiri disana.
"Di kamar adek pa , katanya mau bantu siapin baju adek yang untuk dibawa berangkat" , jawab Angelica.
__ADS_1
"Baiklah , kalau gitu papa ke kamar adek dulu ya" , ucap Antonio sambil sambil mengecup kening Angelica.
"Iya pa" , jawab Angelica sambil melanjutkan membaca buku pelajarannya.