
Alvaro yang baru sampai dirumah setelah pulang sekolah , melihat banyak tukang yang mondar mandir di rumahnya...
"Mba , itu siapa"? , tanya Alvaro.
"Tukang yang buat bangunan di sebelah gudang di taman belakang tuan kecil" , jawab mba Ida.
"Akhirnya labor mini aku sedang dibuat ya" , ucap Alvaro.
"Mba gak tau tuan kecil" , jawab mba Ida.
"Pasti labor mini aku yang lagi dikerjakan" , ucap Alvaro dengan bahagia sambil berjalan menuju ke kamar mamanya.
"Pelan-pelan jalannya dek" , ucap Angelica.
"Iya kak" , sahut Alvaro.
Alvaro langsung membuka pintu kamar mamanya.
"Mama" , panggil Alvaro sambil berhamburan ke dalam pelukan mamanya.
"Iya anak kesayangan mama sudah pulang sekolah ya" , ucap Sandra.
"Iya mama , yang sedang dikerjakan di taman belakang itu labor mini aku ya" , ucap Alvaro sambil mengangkat wajahnya.
"Iya sayang , apa kamu senang?" , tanya Sandra sambil membelai kepala anaknya.
"Senang sekali mama" , jawab Alvaro sambil tersenyum bahagia.
"Ini mama ada dapat beberapa jam bagus , kamu mau gak?" , tanya Sandra.
"Mau mama" , jawab Alvaro sambil melihat ke setumpuk hadiah yang ada disana.
Mata Alvaro langsung berbinar melihat banyaknya barang-barang mahal disana.
"Wowww....banyak sekali mama , nanti aku ulang tahun di rayakan seperti mama juga ya , biar aku dapat barang sebanyak ini" , ucap Alvaro.
"Dulu kamu waktu kecil juga sering dirayakan ulang tahunnya" , jawab Antonio.
"Kenapa setelah aku besar gak pernah lagi pa?" , tanya Alvaro sambil mengerutkan keningnya.
"Mama yang gak mau sayang , karena kalian mendapatkan hadiah yang sangat banyak sekali , mama capek untuk membuka hadiah pemberian dari setiap tamu undangan" , jawab Antonio.
"Memangnya waktu itu aku mendapatkan hadiah yang banyak sekali ma?", tanya Alvaro.
"Iya sayang , sangat banyak , karena kan kalian berdua , satu ruangan keluarga itu sudah penuh dengan hadiah untuk kalian dan mama juga capek mau menyusunnya ke kamar kalian masing-masing" , jawab Sandra.
"Kali ini kalau ulang tahun aku dirayain , biar aku saja ma yang membuka kadonya , aku suka mendapatkan hadiah yang banyak" , jawab Alvaro dengan mata yang berbinar.
Antonio langsung menggelengkan kepalanya.
"Dulu mamanya yang suka dengan hadiah , sekarang setelah mamanya pensiun , anaknya lagi yang suka dengan banyak hadiah. Aku benar-benar melihat Sandra di dalam diri Alvaro" , ucap Antonio dalam hatinya.
"Baiklah sayang , nanti ketika acara ulang tahun kalian kan digabung dengan acara pernikahan kakak , pasti kamu akan mendapatkan hadiah yang banyak. Sekarang panggilkan kakak ya , minta ke kamar mama" , ucap Sandra.
"Iya mama" , jawab Alvaro.
__ADS_1
"Kamu ganti bajunya juga ya sayang , nanti kotor lho baju sekolahnya" , ucap Sandra.
"Iya mama sayang" , jawab Alvaro sambil berjalan keluar dari kamar mamanya.
Sandra dan Antonio langsung tersenyum melihat anaknya yang satu ini.
********
Alvaro masuk ke kamarnya terlebih dahulu untuk mengganti bajunya dan meletakkan tasnya.
Setelah itu baru dia berjalan menuju ke kamar kakaknya.
Begitu Alvaro membuka pintu kamar Angelica , terdengar ada suara dari dalam.
"Ternyata kakak lagi menelpon dengan kakak ipar ya" , ucap Alvaro sambil berjalan masuk ke dalam kamar Angelica.
"Iya dek , kamu ngapain ke kamar kakak" , ucap Angelica.
"Mama minta kakak ke kamarnya" , ucap Alvaro.
"Baiklah , setelah ini kakak ke kamar mama" , ucap Angelica.
Alvaro hanya menganggukkan kepalanya sambil berjalan keluar dari kamar kakaknya menuju ke kamar mamanya.
"Sudah dulu ya sayang , aku dipanggil mama" , ucap Angelica.
"Iya sayang , aku sudah mendengar semuanya , nanti malam aku telpon lagi ya" , ucap James.
"Iya sayang" , jawab Angelica.
"Aku selalu mencintai kamu sayang" , ucap James.
.
.
"Kenapa kamu masuk datang sendiri nak? Angelica mana?" , tanya Sandra.
"Kakak sedang mengobrol dengan kakak ipar ma" , jawab Alvaro sambil melenggang masuk ke dalam kamar mamanya.
Sandra pun menganggukkan kepalanya.
Alvaro mulai sibuk melihat-lihat jam yang ada disana.
Tidak lama Angelica masuk ke dalam kamar mamanya.
"Ada apa ma?" , tanya Angelica.
"Mama banyak dapat tas dan dompet sayang , nanti setelah kamu menikah dan masuk ke All Star Hotel kamu pasti membutuhkannya , jadi kamu pilih ya , yang mana kamu mau" , ucap Sandra.
"Baik ma" , jawab Angelica.
Sandra melihat-lihat beberapa perhiasan yang dia dapatkan lagi sambil memilih yang mana cocok untuk anaknya.
"Sayang , kita makan siang lagi yuk , aku sudah lapar" , ucap Antonio.
__ADS_1
"Iya hubby , ayo anak-anak kita makan dulu" , ucap Sandra.
"Iya mama" , jawab Angelica dan Alvaro bersamaan.
Antonio , Sandra dan anak kembar mereka berjalan menuju ke meja makan.
"Pa , kapan labor mini aku akan selesai?", tanya Alvaro.
"Katanya 5 hari nak" , jawab Antonio.
"Baiklah pa".
"Kamu setelah ini jadi mau mengambil jurusan arsitektur?" , tanya Antonio.
"Ya mau gak mau , papa kan gak setuju kalau aku menjadi ilmuan" , jawab Alvaro.
"Benar-benar anak yang baik" , ucap Antonio sambil mengucek rambut anaknya.
"Dari pada aku gak dapat belanja banyak-banyak lagi , mau gak mau aku terpaksa mengikuti keinginan papa" , jawab Alvaro.
"Siapa tau nanti kamu ketemu dengan cewek cantik disana , di bagian arsitektur itu ceweknya keren-keren lho" , ucap Antonio.
"Masa pa?" , ucap Alvaro dengan mata yang berbinar.
"Iya sayang , nanti kamu lihat saja sendiri , atau kamu mau ambil kuliahnya di luar negeri , biar bisa ketemu dengan lebih banyak cewek disana" , ucap Antonio.
"Kebetulan James punya apartemen di Singapura" , ucap Angelica.
"Aku mau kuliah di luar negeri , asalkan mama ikut tinggal bersama dengan aku" , jawab Alvaro.
"Masa kamu udah besar masih mau ditemani mama nak" , ucap Sandra sambil terkekeh.
"Kalau gak nanti siapa yang siapin makanan aku ma?" , tanya Alvaro dengan manja.
"Makanya kamu kesana supaya bisa mandiri nak , kalau kamu kesana sendiri , nanti kan kamu bisa mengurus diri kamu sendiri , gak bergantung lagi dengan mama" , ucap Antonio.
"Papa gak suka ya aku disini?" , tanya Alvaro sambil memanyunkan bibirnya.
"Bukannya papa gak suka , tapi kalau kamu kuliah arsitektur di luar negeri itu sangat bagus dari pada disini , kamu juga ingin mencari pasangan yang pintar dan cantik seperti mama kan. Di sana banyak lho cewek-cewek pintar dan cantik" , pancing Antonio.
Alvaro cukup tergoda ketika mendengar cewek-cewek pintar dan cantik.
Alvaro berpikir sejenak , meskipun agak takut , tapi dia juga ingin bertemu dengan wanita-wanita cantik.
"Kalau di Singapura asik juga lho dek , disana ada tempat bermain yang bagus dan banyak coklat yang enak" , ucap Angelica.
"Benarkah kak" , ucap Alvaro yang semakin tertarik untuk pergi kesana.
"Iya dek , selama ini kan kita jarang liburan ke luar negeri , anggap saja kamu sekolah sambil liburan disana" , ucap Angelica.
"Apakah kamu mau sekolah di luar negeri juga nak?" , tanya Antonio yang melihat sepertinya Angelica juga pengen untuk kuliah disana.
"Aku kan sudah mau menikah pa , mana bisa aku pergi" , ucap Angelica.
"Kalau kamu mau kuliah di luar negeri , papa bisa membicarakannya kepada James" , ucap Antonio.
__ADS_1
"Gak usah deh pa , aku disini saja supaya bisa bantu papa di All Star Hotel" , ucap Angelica.
"Baiklah nak" , ucap Antonio sambil tersenyum.