
"Kita ke satu tempat dulu ya , setelah itu baru pulang" , pinta Victor.
Chika hanya menganggukkan kepalanya.
Victor berdiri dan memegang tangan Chika sambil berjalan.
Chika mengikuti langkah Victor , sampai tiba di depan toko perhiasan , Victor masuk kedalam toko tersebut.
"Kenapa kita disini?" , tanya Chika.
"Ya mau beli cincin pernikahan dan mahar pernikahan buat loe dong" , ucap Victor.
Chika hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Loe coba lihat , mana yang loe suka , pilih kalung juga yang loe suka , ntar gue mau jadiin itu buat salah satu mahar loe" , ucap Victor.
Chika hanya menganggukkan kepalanya , lalu mereka pun mulai melihat-lihat perhiasan di sana.
"Aku suka cincin yang ini Victor" , ucap Chika.
"Ok , kita langsung cobain dan minta disesuaikan dengan jari kita ya" , ucap Victor.
"Iya Victor" , jawab Chika.
Victor memanggil petugas toko dan meminta melihat cincin yang disukai oleh Chika.
Victor dan Chika langsung mencoba cincin tersebut di jari mereka dan ternyata ukurannya sudah pas.
"Bagus ya cincinnya Victor" , ucap Chika sambil tersenyum.
"Iya bagus" , jawab Victor sambil tersenyum melihat calon istrinya.
"Saya ambil yang ini ya mba dan tolong dibuatkan inisial nama V ❤️ C" , ucap Victor kepada petugas toko disana.
"Baik pak" , jawab petugas toko itu sambil membawa cincin mereka untuk dibuat inisial namanya.
Chika melihat-lihat kalung yang ada disana , sampai akhirnya Chika memilih kalung model simple dengan liontin huruf V dan ada berlian kecil di semua hurufnya.
"Aku mau yang ini ya" , ucap Chika.
"Kenapa kamu pilih yang huruf V , bukannya nama kamu harusnya huruf C?" , tanya Victor.
"Karena itu insial nama kamu , makanya aku mau yang itu , buat aku pakai nanti setiap hari setelah kita menikah" , ucap Chika.
Victor hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Setelah petugas membawa cincin mereka yang sudah diukir inisial nama mereka , Victor mengatakan kepada petugas toko , kalau dia juga mau kalung yang dipilih Chika dan setelah itu menuju ke kasir untuk membayar belanjaannya.
Lalu Victor dan Chika pun berjalan keluar dari toko dan menuju ke arah parkiran mall , menuju jalan pulang.
"Victor , gue bahagia , akhirnya gue bisa merasakan dicintai oleh seseorang" , ucap Chika setelah mereka di dalam mobil.
"Iya mulai sekarang loe harus membiasakan diri loe ya dengan kehadiran gue" , ucap Victor sambil tersenyum.
"Iya Victor" , jawab Chika sambil tersenyum.
Setelah itu mereka mulai mengobrol ringan , sampai tidak terasa mobil yang dibawa Victor sudah sampai di depan rumah Chika.
"Victor nanti jangan lupa ya pakai salep lukanya lagi , sampai lukanya sembuh dan pulangnya bawa aja mobil gue" , ucap Chika.
"Nanti kalau loe mau pergi-pergi gimana , kalau mobilnya gue bawa pulang" , ucap Victor.
__ADS_1
"Gue gak akan pergi-pergi , lagian kalau gue mau pergi , nanti gue telpon loe" , ucap Chika.
"Baiklah , kalau gitu mobil loe gue bawa pulang ya , besok gue anterin" , ucap Victor sambil tersenyum.
"Iya , gue pulang dulu ya" , ucap Chika sambil membuka pintu mobilnya.
"Tunggu Chika" , panggil Victor.
"Iya , ada apa lagi Victor?" , tanya Chika.
"Apa boleh gue cium kening loe sebelum pulang?" , ucap Victor.
"Iya boleh Victor" , jawab Chika sambil memajukan wajahnya mendekati Victor.
Victor pun menciumi kening Chika untuk beberapa saat.
"Aku pulang dulu ya , nanti kalau ada apa-apa telpon aku aja" , ucap Victor setelah melepaskan bibirnya dari kening Chika.
"Iya Victor" , jawab Chika sambil turun dari mobil dan masuk ke rumahnya.
Melihat Chika yang sudah masuk kerumahnya , Victor langsung menjalankan mobil Chika menuju ke rumahnya.
*******
Sore itu Antonio dan Sandra melihat wardrobe yang sudah selesai di apartemennya.
"Bagaimana?", tanya Citra ketika mereka berada di wardrobe room yang sudah selesai dikerjakan tukangnya.
"Bagus kak", jawab Sandra.
"Kebetulan istri gue suka ya udah" , ucap Antonio.
"Jadi maksud loe , masih ada yang gak bagus gitu" , ucap Citra.
"Ok deh , kalau gitu kerjaan gue disini udah beres ya" , ucap Citra.
"Iya udah selesai", jawab Antonio.
"Ya udah , gue pulang dulu ya" , ucap Citra sambil berjalan keluar.
"Iya , terima kasih ya", ucap Antonio dan Sandra bersamaan.
"Kalau gitu saya juga mau pulang ya pak" , ucap Robi.
"Iya Robi , terima kasih ya sudah lihatin apartemen beberapa hari ini" , ucap Antonio.
"Iya sama-sama pak" , jawab Robi sambil berjalan keluar.
Robi langsung mengikuti Citra yang sedang berjalan menuju ke lift.
"Citra , kamu bawa mobil sendiri?" , tanya Robi setelah berada di dekat Citra.
"Gak , hari ini gue naik taksi", jawab Citra.
"Apa mau aku anterin kamu pulang sekalian?" , tanya Robi.
"Apa gak ngerepotin kamu?" , tanya Citra.
"Gak ngerepotin sama sekali kok" , ucap Robi.
"Ya udah , kalau gitu gue nebeng ya" , ucap Citra.
__ADS_1
"Iya" , jawab Robi sambil tersenyum.
Robi dan Citra menuju ke parkiran apartemen dan masuk ke mobil Robi.
Sepanjang perjalanan , Robi dan Citra hanya mengobrol ringan , tidak terasa mobil Robi sudah sampai di depan rumah Citra.
"Terima kasih ya Robi , udah kasih gue tumpangan" , ucap Citra sambil turun dari mobil.
"Iya sama-sama Citra" , jawab Robi sambil tersenyum.
Setelah Citra masuk ke rumahnya , Robi menjalankan mobilnya menuju ke rumahnya.
********
"Hubby , aku besok aja ya beresin baju-bajunya" , ucap Sandra kepada suaminya.
"Tunggu sampai bau cat nya sudah hilang sayang" , ucap Antonio dengan lembut.
"Oh...gitu ya hubby" , ucap Sandra sambil memeluk pinggang suaminya.
"Iya sayang , kalau gak nanti semua barang-barang jadi bau cat" , ucap Antonio.
Sandra hanya menganggukkan kepalanya.
"Sekarang kita istirahat aja ya sayang" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra.
Antonio dan Sandra masuk ke kamar mereka.
Sandra mengeluarkan baju kotor di tas yang mereka bawa dari hotel dan meletakkan ke keranjang baju kotor di tempat cuci baju.
Antonio mengambil baju rumahnya di lemari dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Ketika Sandra masuk kembali ke kamar , Hp nya berbunyi.
Terlihat nama mama Amel di layar Hp nya.
"Halo ma" , jawab Sandra.
"Halo sayang , minggu depan pernikahan Ajeng , mama panggil MUA dirumah , nanti kamu dan Antonio nginap disini aja ya sabtu depan , jadi minggu pagi bisa langsung dandan" , ucap mama Amel.
"Iya ma , nanti aku bilang sama kak Antonio" , jawab Sandra.
"Ok sayang" , jawab mama Amel sambil memutuskan sambungan telpon.
Sandra meletakkan Hp nya diatas meja , tiba-tiba Antonio memeluk pinggangnya dari belakang.
"Siapa yang nelpon sayang?" , tanya Antonio dengan lembut.
"Mama yang telpon hubby" , jawab Sandra.
"Ada apa sayang?" , tanya Antonio.
"Minggu depan kan acara pernikahan Ajeng , mama panggil MUA ke rumah , jadi kita disuruh untuk nginap di rumah mama sabtu malam , jadi minggu pagi aku bisa di dandan sama MUA" , cerita Sandra.
"Oh...ok sayang , minggu depan kita nginap di rumah mama Amel ya" , ucap Antonio.
"Iya hubby , sekarang aku mau mandi dulu ya" , ucap Sandra.
"Iya sayang" , ucap Antonio sambil melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Sandra mengambil baju piyamanya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.