Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 111


__ADS_3

Tidak lama Antonio dan Sandra juga sudah sampai di ballroom hotel.


"Om...tante...papa...mama..." , sapa Antonio dan Sandra kepada semuanya.


"Iya Antonio...Sandra..." , jawab papa mama , pak Wijaya , pak Wira berserta istrinya.


"Ini pasangan pengantin baru kita yang selalu mesra sampai sekarang" , ucap pak Wira sambil tersenyum.


"Bisa aja bapak" , jawab Antonio sambil tersenyum.


"Iya lho , dari sebelum pacaran juga sudah selalu mesra , saya itu setiap masuk ke ruangannya pasti lagi menelpon sama ceweknya yang sekarang menjadi istrinya" , ucap pak Wira sambil tertawa.


Antonio dan Sandra hanya tersenyum mendengar ucapan pak Wira.


"Kalau gitu istrinya sudah isi belum?" , tanya tante Farah.


"Belum tante" , jawab Antonio.


"Semoga kalian cepat dapat anak ya", ucap tante Farah.


"Iya tante , terima kasih" , ucap Antonio dan Sandra.


Andre sang WO mendatangi pak Wijaya dan pak Wira.


"Bapak dan ibu tolong ikut saya , karena sebentar lagi kedua pengantin sudah akan masuk ke ballroom hotel" , ucap Andre.


"Oh ok , baiklah Andre" , ucap Wijaya dan Wira.


"Aku kesana dulu ya" , ucap Wijaya kepada Chandra , Shinta , Antonio dan Sandra.


"Iya" , kata mereka bersamaan.


Papa Chandra , mama Shinta , Antonio dan Sandra memasuki ballroom hotel.


*******


Acara resepsi pernikahan pun dimulai...


Tidak lama pak Wijaya dan tante Farah memasuki ruangan ballroom.


Setelah itu , pak Wira dan tante Vivi juga memasuki ruangan ballroom.


Setelah itu , 2 pasang anak kecil melemparkan kelopak bunga di sepanjang jalan yang diikuti oleh pasangan penganten malam ini , Victor dan Chika.


Victor dan Chika berjalan sambil bergandengan tangan memasuki ruangan ballroom , sambil diiringi dengan wedding song yang dibawakan oleh penyanyi yang ditugaskan di acara malam itu.


"Cantik sekali baju nya Chika hubby" , ucap Sandra.


"Kamu suka model yang begitu sayang?" , tanya Antonio.


"Aku suka semua baju gaya princess , hubby" , ucap Sandra sambil tersenyum.


"Kalau suka nanti tinggal buat saja sama tante Rita" , ucap Antonio sambil tersenyum.


"Gak deh hubby , itu namanya pemborosan , nanti kalau ada acara keluarga aja aku baru buat seperti itu" , ucap Sandra sambil tersenyum.


Antonio hanya tersenyum melihat bidadari cantiknya.


"Untuk keamanan hari ini sudah di perketat kan?" , tanya papa Chandra kepada Antonio.

__ADS_1


"Sudah pa" , jawab Antonio.


"Nanti Sandra mulai masuk kuliah apa mau kita cari sopir lagi buat kamu?" , tanya papa Chandra.


"Gak usah pa , aku sudah jarang meeting diluar kantor , sekarang aku minta meeting semuanya di hotel kita" , ucap Antonio.


Papa Chandra hanya menganggukkan kepalanya.


"Sandra kita cari makan yuk" , ucap mama Shinta.


"Hubby , diajak mama cari makanan" , ucap Sandra.


Antonio hanya menganggukkan kepalanya.


"Ayo kita lihat-lihat makanannya" , ucap papa Chandra.


Antonio , Sandra , papa Chandra dan mama Shinta pergi melihat makanan yang ada disana.


Setelah mendapatkan makanannya , mereka duduk di meja yang sudah disediakan untuk setiap tamu undangan.


"Sandra , kamu gak masalah kan kalau hamil diusia muda?" , tanya mama Shinta.


Sejenak Sandra terdiam , tidak tau mau menjawab apa , karena tidak mau membuat mama mertuanya kecewa , akhirnya Sandra mengatakan...


"Iya ma , gak masalah" , ucap Sandra.


"Baguslah , mama jadi lega sekarang , soalnya Antonio sudah berusia 30 tahun , kalau kelamaan punya anak , nanti dia sudah tua...anaknya masih kecil , bagaimana mau meneruskan perusahaan" , ucap mama Shinta.


Sandra hanya menganggukkan kepalanya.


"Benar juga apa yang mama Shinta katakan , kalau aku punya anak tahun depan , usia anakku 10 tahun , suamiku sudah 41 tahun" , ucap Sandra dalam hatinya.


Sampai akhirnya sudah malam , para tamu sudah mulai pulang satu persatu , papa Chandra , mama Shinta , Antonio dan Sandra juga mulai berjalan ke depan memberikan selamat kepada pak Wijaya , tante Farah , kedua penganten , pak Wira dan tante Vivi.


Setelah itu mereka berjalan menuju ke parkiran.


Antonio dan Sandra berpisah dengan papa Chandra dan mama Shinta di parkiran.


Antonio dan Sandra masuk ke mobil , Antonio menyalakan mobilnya dan menjalankannya menuju ke apartemen mereka.


Malam itu tidak ada obrolan diantara mereka , hanya terdengar suara lagu dari audio mobil yang memecahkan keheningan malam itu.


Sampai di parkiran apartemen , Antonio membawa semua barang belanjaan istrinya dan mereka menuju ke lift , ke apartemen mereka.


Sampai di apartemen Sandra memasukkan coklat yang dia beli ke dalam kulkas.


Setelah itu Sandra membawa barang yang lainnya ke kamar , dia meletakkan semua barang belanjaannya di wardrobe room , setelah itu membersihkan wajahnya dengan pembersih make up.


Antonio sudah masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Selama membersihkan wajahnya , Sandra selalu teringat ucapan mama mertuanya.


"Apa aku terlalu egois dan mementingkan diriku sendiri ya?" , ucap Sandra dalam hatinya.


Setelah Antonio keluar dari kamar mandi , Sandra langsung mengambil dasternya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Tidak lama...Sandra pun selesai mandi , dia berjalan menuju ke atas kasur dan bersandar di tubuh suaminya.


"Hubby....tadi acara pernikahannya bagus ya , pengantinnya juga cantik" , ucap Sandra.

__ADS_1


"Lebih cantik kamu sayang" , jawab Antonio sambil mengelus wajah bidadari cantiknya dengan lembut.


"Hubby...menurut hubby , apakah kita harus cepat punya anak?" , tanya Sandra.


"Kenapa sayang? Kamu kepikiran ucapan mama tadi ya?" , tanya Antonio.


"Gak juga hubby , aku cuma mau tau pendapat hubby saja" , jawab Sandra.


"Sebenarnya aku pengen punya anak dari sekarang , jadi di umur aku yang 55 atau 60 tahun aku sudah bisa pensiun" , ucap Antonio.


Sandra hanya menganggukkan kepalanya.


"Hubby...." , ucap Sandra sambil memainkan jarinya di dada Antonio.


"Iya sayang" , ucap Antonio.


"Mulai sekarang kita gak usah pake karet pengaman lagi ya" , ucap Sandra.


"Kamu yakin sayang?" , tanya Antonio.


"Iya hubby , kalau aku masih bisa telat selesai kuliahnya , tapi kalau hubby kan gak bisa menunda umurnya" , jawab Sandra yang masih memainkan jarinya di dada suaminya.


"Kalau kamu gak yakin , aku gak masalah kalau kita menundanya dulu sayang , aku juga gak akan memaksa kamu" , ucap Antonio.


"Aku sudah yakin kok hubby" , ucap Sandra sambil mencium bibir suaminya.


Antonio yang mendapatkan ciuman dari istrinya langsung membaringkan tubuh istrinya di kasur dan setelah itu mereka melakukannya sampai pagi.


Hingga keesokan harinya mereka bangun kesiangan karena kelelahan sepanjang malam.


Antonio bangun dari tidurnya dan melihat jam dinding menunjukkan jam 11.00 siang.


"Sudah siang aja ternyata" , ucap Antonio dalam hatinya.


Antonio melihat bidadari cantiknya yang tertidur pulas disampingnya dengan tubuh polosnya.


"Kamu pasti sangat kecapean ya sayang , terima kasih kamu mau melakukan semuanya demi aku" , ucap Antonio sambil mencium wajah bidadari cantiknya.


Merasakan ada sentuhan di wajahnya , Sandra pun terbangun dan membuka matanya.


"Hubby..." , panggil Sandra sambil memeluk tubuh polos suaminya.


"Iya sayang" , jawab Antonio sambil mengelus punggung polos istrinya.


"Sudah jam berapa sekarang?" , tanya Sandra.


"Jam sebelas siang sayang , kamu mau pergi keluar hari ini?" , tanya Antonio.


"Gak hubby , hari ini di apartemen saja ya" , ucap Sandra sambil menggelengkan kepalanya.


"Apa kita mau seharian di tempat tidur saja sayang seperti ini?" , tanya Antonio sambil tersenyum.


Sejenak Sandra terdiam....


"Mandi dulu yuk hubby" , ucap Sandra dengan lembut.


"Ayo kita mandi dulu" , ucap Antonio sambil mengangkat tubuh polos istrinya dan membawanya ke kamar mandi.


Antonio meletakkan tubuh polos bidadari cantiknya ke dalam bathtub dan setelah itu mereka berendam bersama sambil mengobrol dengan mesra.

__ADS_1


__ADS_2