Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 172


__ADS_3

Robi yang sudah menukar bajunya dengan baju kaos dan jeans membuat Robi kelihatan lebih muda.


Setelah selesai , Robi langsung keluar dari rumah dan menuju ke mobilnya.


Sampai di dalam mobil , Robi langsung memutar lagu pop romantis dan menjalankan mobilnya menuju ke rumah Citra.


Tidak lama mobil Robi sampai di depan rumah Citra.


Robi mengambil ponselnya dan menyentuh nama Citra di layar ponselnya.


Tidak lama terdengar suara dari sana.


"Halo Robi" , jawab Citra.


"Halo Citra , aku sudah sampai di depan rumah kamu" , ucap Robi.


"Baiklah , aku keluar sekarang" , jawab Citra.


"Baik" , jawab Robi sambil memutuskan panggilan telponnya.


Tidak lama Robi melihat Citra keluar dari rumahnya.


Robi yang melihat Citra membawa travel bag , langsung turun dari mobil...


"Citra sini aku bantu bawain travel bag kamu" , ucap Robi sambil mengambil travel bag dari tangan Citra.


"Terima kasih Robi" , jawab Citra.


"Robi ternyata ganteng ya kalau penampilannya seperti , trus orangnya perhatian lagi" , ucap Citra dalam hatinya.


"Yuk masuk mobil" , ucap Robi sambil membukakan pintu untuk Citra.


"Terima kasih Robi" , ucap Citra sambil tersenyum dan masuk ke dalam mobil.


Setelah itu Robi pun menuju ke pintu pengemudi dan masuk ke dalam mobil , lalu Robi menjalankan mobilnya menuju ke kota B.


"Citra , kalau ada cowok yang mau serius dengan kamu , apakah kamu mau?" , tanya Robi sambil menjalankan mobilnya.


"Sekarang aku memang maunya sama cowok yang serius , aku gak mau dibohongi lagi seperti kemaren" , ucap Citra.


Robi yang sudah tau ceritanya dari bos nya , mencoba memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya.


Maklum ya Robi bukanlah orang yang romantis , karena dia selalu serius mengerjakan apapun , sehingga ungkapan cinta pun seperti orang yang di wawancara.


"Keseriusan seorang cowok seperti apa yang kamu inginkan?" , tanya Robi.


"Aku maunya yang benar-benar serius memikirkan sampai ke pernikahan , bukan yang cuma mainin perasaan ternyata sudah berkeluarga" , jawab Citra.


"Tipe cowok seperti apa yang kamu suka?" , tanya Robi.


"Pastinya yang ganteng , kerjaannya bagus dan yang penting benar-benar mencintai aku" , jawab Citra.


"Kalau seandainya ada cowok yang benar-benar serius mengungkapkan perasaannya kepada kamu sekarang , apakah kamu akan menerimanya? Secara kan kamu baru putus cinta" , ucap Robi.

__ADS_1


"Kalau dia benar-benar serius , aku mau Robi , karena aku sudah lelah dan benar kata Antonio , umur aku sudah gak muda lagi , Sandra aja menikah di umur 17 , aku sampai sekarang belum menikah juga" , ucap Citra sambil terkekeh.


"Citra sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan" , ucap Robi.


"Apa itu Robi?" , tanya Citra.


"Sebenarnya....."


Sejenak Robi terdiam , dia mencoba untuk menarik napasnya dan menghembuskan sekali.


"Sebenarnya kenapa Robi?" , tanya Citra.


"Apa kamu ingat ucapan aku di mall , yang waktu kita ketemu disana , ketika aku membeli hadiah yang diminta oleh bos Antonio?" , tanya Robi.


"Yang mana ya?" , tanya Citra.


"Yang waktu itu kamu bilang kalau kamu iri dengan istrinya bos Antonio" , ucap Robi.


"Oh yang , kamu bilang kalau kamu mau aku juga bisa membuatmu seperti itu" , ucap Citra.


"Iya" , jawab Robi sambil menganggukkan kepalanya.


Seketika jantung Citra berdetak dua kali lebih cepat.


Robi yang jantungnya berdegup sangat kencang pada saat itu mencoba untuk memberanikan dirinya untuk mengungkapkan perasaanya , apapun hasilnya nanti...dia sudah siap menerimanya.


"Waktu itu sebenarnya apa yang aku bilang itu serius Citra , aku ingin membahagiakan kamu , aku juga bisa memberikan kamu kejutan-kejutan seperti yang dilakukan bos Antonio dengan nona muda" , ucap Robi.


"Apakah semua ini benar Robi?" , tanya Citra buat meyakinkan dirinya kalau semua yang dia dengar ini nyata bukan mimpi.


"Aku...aduh....kenapa aku jadi grogi gini" , ucap Citra.


"Kalau kamu gak suka dengan aku , gak apa apa Citra , kamu bilang aja , aku sudah siap menerima apa pun jawaban dari kamu , meskipun kamu tolak , aku juga gak akan menyalahkan kamu" , ucap Robi.


"Bukan begitu Robi , aku mau" , ucap Citra dengan malu-malu.


Tiba-tiba Robi memberhentikan mobilnya di tempat pemberhentian mobil yang memang disediakan di jalan tol.


"Apakah kamu serius mau menerima aku Citra?" , tanya Robi sambil melihat ke arah Citra.


"Iya Robi , aku sudah mulai punya perasaan sama kamu sejak kita masih di kota B waktu itu , cuma aku masih belum yakin saja pada saat itu dan setelah itu kamu tidak pernah menghubungi aku lagi , aku kira kamu gak suka sama aku" , ucap Citra.


"Aku takut kalau kamu terganggu dengan kehadiran aku Citra , makanya aku gak pernah menghubungi kamu lagi setelah kerja kita selesai di kota B" , ucap Robi.


"Aku gak pernah merasa terganggu dengan kehadiran kamu , malahan aku bisa merasakan perhatian yang kamu berikan kepada aku , dan entah sejak kapan aku mulai tersentuh dengan perhatian yang kamu berikan" , ucap Citra.


Lalu Robi pun memeluk Citra...


"Terima kasih Citra" , ucap Robi.


"Iya , nanti aku mau menagih kado dari Antonio kalau kita menikah" , ucap Citra sambil terkekeh.


"Iya" , jawab Robi sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ya udah , kita jalan lagi ke kota B , kalau gak ntar kita kemalaman sampai disana" , ucap Citra.


"Iya Citra" , jawab Robi sambil menjalankan lagi mobilnya menuju ke kota B.


*******


Antonio yang masih di dalam mobil menuju ke kota B , mendapatkan telpon dari papa Chandra.


"Halo pa" , jawab Antonio.


"Halo nak , apa kamu sudah jalan?" , tanya papa Chandra.


"Sudah pa , dari sore tadi aku sudah jalan , sebentar lagi juga sampai" , jawab Antonio.


"Papa dan mama dimana sekarang?" , tanya Antonio.


"Papa lagi di jalan tol , tapi tiba-tiba ban mobil papa pecah , dan mobilnya nabrak dinding pembatas tol" , ucap papa Chandra.


"Kondisi papa dan mama bagaimana?" , tanya Antonio yang mulai khawatir.


"Papa dan mama untungnya gak kenapa-kenapa nak , cuma mobil aja yang rusak" , ucap papa Chandra.


"Syukurlah pa , apa mau aku minta salah satu sopir hotel untuk menjemput papa disana?" , tanya Antonio.


"Tunggu dulu nak , mama lagi coba menelpon Amel , siapa tau mereka baru jalan , jadi bisa sekalian nyusul papa kesini" , ucap papa Chandra.


"Iya pa , nanti papa kabari aku saja ya" , ucap Antonio.


"Iya nak" , jawab papa Chandra.


Mama Shinta mencoba menelpon Amel.


Tidak lama terdengar suara dari sana...


"Halo Shinta" , jawab Amel.


"Halo Amel , apa kamu sudah jalan ke kota B?" , tanya Shinta.


"Aku baru jalan dari rumah sama Surya" , ucap Amel.


"Kalau gitu bisakah kamu jemput aku nanti di jalan tol?" , tanya Shinta.


"Kenapa kamu di jalan tol , apakah mobil kamu rusak?" , tanya Amel.


"Tadi ban mobil aku pecah , karena kehilangan keseimbangan jadinya mobilnya menabrak pembatas jalan tol" , cerita Shinta.


"Apa! Kamu dan Chandra baik-baik saja kan , tidak ada yang terluka kan?" , tanya Amel yang mulai khawatir.


"Untungnya kami tidak ada yang terluka , cuma mobil aja yang rusak" , jawab Shinta.


"Syukurlah , kalau gitu aku akan menjemput kalian di jalan tol" , ucap mama Amel.


"Iya Amel , terima kasih ya" , jawab Shinta.

__ADS_1


"Iya Shinta , sama sama" , ucap Amel.


Setelah itu Shinta memutuskan panggilan telponnya.


__ADS_2