
Robi dan Citra saling mengobrol di apartemen Antonio.
"Nanti buat pemasangan interior bulan depan di kota B , kamu kesana gak Citra?" , tanya Robi.
"Iya nanti aku kesana buat melihat pemasangannya , kalau gak sesuai ntar bos besar bisa marah sama aku" , jawab Citra sambil terkekeh.
"Iya kamu benar , untuk urusan kerjaan bos besar maunya semuanya sempurna" , ucap Robi.
Citra menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Robi.
"Nanti kamu ke kota B pergi sendiri?" , tanya Robi.
"Iya kayaknya aku pergi sendiri deh , cowok aku mana mau nganterin aku , memangnya bos besar yang selalu membawa istrinya kemana pun dia pergi" , ucap Citra sambil tertawa.
Robi pun ikut tertawa mendengar ucapan Citra , meskipun pada kenyataannya memang benar bos mereka tidak bisa pisah dengan istrinya...
"Apakah kamu mau pergi dengan aku?" , tanya Robi mencoba menawarkan tumpangan.
"Pada saat pemasangan interior kamu di utus kesana juga?" , tanya Citra.
"Iya , biasanya aku pergi kesana buat melihat semuanya sampai selesai , kalau kamu mau bisa aku jemput , nanti aku juga nginap disana beberapa hari" , ucap Robi.
"Boleh juga nih , kebetulan aku males banget bawa mobil sendiri kesana" , ucap Citra.
"Kalau gitu boleh aku minta nomor telpon kamu , jadi nanti kita bisa saling berkabar" , ucap Robi.
"Iya boleh" , ucap Citra sambil menyentuh layar Hp Robi.
Setelah selesai Citra memasukkan nomor Hp nya , Robi langsung menelpon nomor tersebut.
Terdengar bunyi Hp Citra.
"Itu nomor aku ya" , ucap Robi.
"Ok Robi , akan aku save" , jawab Citra.
Setelah itu Robi dan Citra mengobrol ringan sambil melihat tukang bekerja.
********
Sandra yang sedang asik mengobrol dengan Karin , tiba-tiba dengar suara Hp berbunyi.
Karin langsung melihat Hp nya , terlihat Riko yang menelponnya.
"Halo Riko" , jawab Karin.
"Halo Karin , aku sudah di lobby hotel" , jawab Riko.
"Ok , aku kesana sekarang" , jawab Karin.
"Ok", kata Riko sambil memutuskan sambungan telponnya.
"Gak berasa ya sudah siang aja , si Riko udah jemput aku" , ucap Karin.
"Iya gak berasa ya , nanti kalau kamu masih mau main lagi sebelum berangkat kabari aja" , ucap Sandra.
__ADS_1
"Iya Sandra , aku pulang dulu ya" , ucap Karin sambil mengambil tas nya.
"Karin...kita keluar bersama aja , aku sekalian mau ke ruangan suami aku" , ucap Sandra.
"Iya , ayo..." , ajak Karin.
Sandra dan Karin menuju ke lift , bedanya Sandra turun di lantai ruangan Antonio dan Karin turun menuju ke lantai satu.
Setelah Sandra sampai di lantai yang menuju ruangan Antonio , merekapun berpisah disana.
"Bye Karin" , ucap Sandra.
"Bye Sandra" , jawab Karin.
Setelah pintu lift tertutup , Sandra berjalan menuju ke ruangan suaminya.
"Siang nona muda" , sapa Susi sang sekretaris.
"Siang Susi , apakah bapak ada di ruangannya?" , tanya Sandra.
"Ada nona muda , langsung masuk aja" , jawab Susi dengan tersenyum.
"Terima kasih Susi" , jawab Sandra sambil tersenyum.
Sandra langsung menuju ke ruangan suaminya dan langsung membuka pintu ruangannya.
"Hubby..." , panggil Sandra.
Antonio yang sedang melihat foto prewedding mereka yang baru diantarkan oleh Andre sang WO langsung melihat ke arah suara yang sangat ia rindukan itu.
"Iya sudah hubby , baru saja pulang" , ucap Sandra sambil berjalan mendekati kursi suaminya.
"Hubby lagi lihat apa?" , tanya Sandra setelah berada di sebelah kursi kebesaran Antonio.
Antonio langsung membalikkan kursinya dan menarik pinggang istrinya untuk duduk di pangkuannya.
"Aku lagi lihat foto prewedding kita sayang" , ucap Antonio dengan lembut di dekat telinga Sandra.
"Sudah datang ya fotonya" , ucap Sandra.
"Iya sayang dan kamu kelihatan cantik di semua foto ini , dari tadi aku bingung...foto mana yang mau di perbesar , kamu kelihatan sangat cantik di semua foto , sayang..." , ucap Antonio dengan lembut.
Sandra hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya , lalu ia mulai melihat foto-foto prewedding mereka yang sudah ada di meja Antonio.
"Bagus-bagus ya hubby" , ucap Sandra sambil melihat satu persatu foto mereka.
"Hubby...bagaimana kalau foto ini yang di perbesar buat di kamar kita" , ucap Sandra sambil menunjuk foto Antonio memeluk pinggang Sandra dari belakang , dan Sandra memegang wajah Antonio dengan lembut.
"Iya boleh sayang , kamu pilih saja mana yang mau diperbesar nanti aku tinggal minta Andre yang urus" , ucap Antonio sambil tersenyum.
Tidak lama terdengar bunyi suara dari perut Sandra.
"Sudah lapar sayang" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra.
__ADS_1
"Mau makan siang apa?" , tanya Antonio dengan lembut.
"Kalau kita makan diluar bisa gak hubby?" , ucap Sandra dengan manja.
"Bentar ya , aku tanya jadwal meeting dulu sama Susi" , ucap Antonio.
Sandra hanya menganggukkan kepalanya.
Antonio mengangkat telpon di meja kerjanya dan menekan nomor disana.
"Halo Susi , siang ini jadwal saya apa saja?" , tanya Antonio pada sekretarisnya.
"Siang ini tidak ada pak , nanti sore bapak ada janji dengan pak Haris" , ucap Susi.
"Ok , terima kasih" , ucap Antonio.
"Iya sama-sama pak" , jawab Susi.
"Kebetulan aku gak ada meeting siang ini , kamu mau makan dimana sayang" , ucap Antonio setelah menutup telponnya.
"Kita cobain cafe yang baru buka di ujung jalan sebelum ke All Star Hotel yuk hubby , aku baca di media sosial katanya banyak minuman manis yang enak disana" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Mana ada minuman manis yang enak sayang , kalau bibir kamu ini baru manis dan enak untuk dicium" , ucap Antonio yang langsung mencium bibir merah bidadari cantiknya.
"Udah hubby , aku lapar...nanti malam ya lanjutnya" , ucap Sandra setelah suaminya melepaskan bibirnya.
"Beneran ya sayang" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Iya hubby" , ucap Sandra sambil memegang kedua pipi suaminya.
Sandra dan Antonio mulai berdiri dan berjalan sambil berpelukan dengan mesra , keluar dari ruangan kantor.
Semua staf yang melihat bosnya keluar dengan mesra bersama istrinya langsung menyapanya.
Banyak staf yang iri melihat pasangan pengantin baru itu.
"Si bos sama istrinya mesra banget ya , aku jadi iri , coba aja kalau suami aku juga seperti itu" , ucap salah satu staf yang bekerja disana.
"Iya kita para jomblo jadi tambah ngenes melihat kemesraan si bos dan istrinya" , ucap salah satu staf yang lain.
Adel dan Susi pun tidak ketinggalan membicarakan bos nya.
"Si bos sejak menikah tambah mesra aja ya" , ucap Adel.
"Iya , padahal juga kan mereka sudah tinggal bersama dari sebelum menikah , tapi tetap aja semakin mesra setiap hari" , ucap Susi.
"Aku gak sabar menantikan bos junior", ucap Adel sambil tersenyum.
"Kayaknya gak lama lagi mereka bisa punya bos junior , tapi gak tau juga ya istrinya kan masih kuliah , apa mau hamil cepat" , ucap Susi.
"Apa....istrinya si bos masih kuliah , masih muda banget dong ya berarti" , ucap Adel yang baru tau.
"Iya , aku dengar baru mau masuk kuliah" , ucap Susi.
"Wowww....keren si bos , dapatnya daun muda , pastinya masih di bawah 20 tahun kan ya" , ucap Adel.
__ADS_1
Dibalas dengan anggukkan kepala oleh Susi.