
Chika dikamarnya sudah mulai panik , karena sudah , 5 hari dia telat datang bulan.
"Pikirannya kalut dan kacau , apakah aku harus beli test pack" , ucap Chika dalam hatinya.
"Kalau benar aku hamil , apa Yogi mau tanggung jawab , sejak kejadian malam itu , Yogi tidak pernah menghubungi aku , kalau aku hamil dan Yogi tidak mau bertanggung jawab , papa pasti akan marah besar , bagaimana ini...." , ucap Chika dalam hatinya.
Tenang...tenang...tenang Chika , hanya satu kali melakukannya , belum tentu hamil kan...
Chika mencoba untuk menenangkan dirinya.
"Lebih baik aku lihat dalam beberapa hari ini , siapa tau memang tanggal datang bulan aku , lagi tidak normal" , ucap Chika dalam hatinya.
********
Antonio dan Sandra makan malam bersama mama Amel dan papa Surya.
Selama makan malam , mereka membahas tentang acara pernikahan , yang akan diadakan 2 minggu lagi.
"Karena demi keselamatan Sandra , kalian sudah tinggal bersama dari 2 minggu yang lalu , jadi kalian sudah tidak perlu di pingit lagi" , ucap mama Amel.
"Memangnya , seharusnya wajib ya ma dipingit sebelum menikah" , ucap Sandra.
"Ya itu , masing-masing kepercayaan aja sayang , tapi sekarang kan kondisi kalian berbeda , ada orang lain yang punya niat jahat sama kalian , jadi mama juga gak akan mewajibkan kalian untuk di pingit" , ucap mama Amel.
Sandra dan Antonio hanya menganggukkan kepala mereka , tanda mereka mengerti.
"Jadi kalau Antonio kerja , Sandra sendirian di apartemen?" , tanya papa Surya.
"Gak om , untuk sementara Sandra akan ikut aku ke hotel , aku gak berani tinggalin Sandra sendirian dulu om" , ucap Antonio.
"Iya om ngerti...semoga saja semuanya berjalan dengan lancar , tidak ada yang mengganggu atau mencelakai kalian lagi" , ucap papa Surya.
"Iya" , jawab Antonio dan Sandra bersamaan.
"Sudah malam , kami jalan dulu ya om...tante..." , ucap Antonio.
"Iya , kalian baik-baik ya" , kata papa Surya dan mama Amel.
"Iya om...tante..." jawab Antonio.
"Aku pergi dulu ya pa...ma..." , ucap Sandra sambil menciumi pipi papa dan mamanya.
"Iya nak , jangan ngerepotin Antonio terus ya" , ucap mama Amel.
"Iya ma" , jawab Sandra.
Antonio hanya tersenyum mendengar pesan mama Amel , kepada Sandra.
Antonio dan Sandra masuk ke mobil.
Antonio menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Kita ke mini market dulu ya sayang , gak ada makanan kecil di apartemen" , ucap Antonio.
__ADS_1
"Iya kak , boleh" , jawab Sandra.
Tidak lama mereka sampai di mini market , Antonio dan Sandra masuk ke sana untuk berbelanja.
Mereka mengambil yogurt , minuman kaleng , snack , mie instant , coklat dan makanan ringan lainnya.
Sampai tiba di satu rak yang isinya karet pengaman pisang.
Antonio awalnya agak ragu-ragu , untuk mengambilnya , tapi akhirnya diambilnya juga beberapa kotak.
Sandra yang melihat Antonio mengambil banyak kotak kecil tersebut , menanyakan kepada Antonio.
"Itu apa kak?"
"Itu alat pengaman , yang pastinya nanti akan berguna setelah 2 minggu lagi" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Alat pengaman apa kak?" , tanya Sandra yang masih tidak mengerti.
"Kamu kan belum mau hamil dulu , jadi ini alat pengamannya , sayang" , ucap Antonio , sambil berbisik di telinga Sandra.
Mendengar ucapan Antonio , wajah Sandra menjadi merah seperti tomat masak.
Tidak lama , mereka pun menuju ke kasir , untuk membayar belanjaan mereka.
Setelah itu mereka ke mobil dan melanjutkan perjalanan ke apartemen.
Sampai di apartemen , Antonio mengangkat koper dan semua kardus yang isinya barang-barang Sandra , dari mobilnya ke depan lift.
Sandra menahan pintu lift dan Antonio memasukkan satu persatu barang-barangnya.
"Beresinnya besok aja ya sayang , udah malam" , ucap Antonio.
"Iya kak , aku mau mandi juga" , ucap Sandra.
"Ya , kita langsung ke kamar aja ya" , ucap Antonio sambil membawa koper Sandra.
"Iya kak" , jawab Sandra , sambil mengikuti Antonio.
"Ini kamar kita sayang , mulai sekarang tidur disini ya" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Harusnya aku tidur di kamar sebelah dulu kak" , ucap Sandra.
"Ngapain kamu tidur di sebelah?" , tanya Antonio.
"Kan kita belum nikah" , ucap Sandra menggoda calon suaminya.
"Selama kamu sakit aja , kita sudah tidur bersama , jadi jangan pisah-pisah lagi dong sayang..." , ucap Antonio dengan lembut.
"Gimana jadinya kalau kita di pingit kak?" , tanya Sandra dengan tersenyum.
"Kalau kamu gak sakit seperti kemaren , mungkin kakak masih bisa nunggu di pingit , tapi sekarang kan udah beda sayang , kita sudah bersama selama 2 minggu , kakak mana bisa lagi pisah dari kamu" , ucap Antonio dengan lembut.
"Ya udah...ayo masuk , aku mau mandi" , ucap Sandra sambil memeluk lengan Antonio.
__ADS_1
"Iya bidadari cantik kesayanganku" , ucap Antonio sambil tersenyum.
Disini lemari kakak , kamu bisa menggunakannya , kalau gak cukup , nanti kakak mau renovasi kamar di sebelah untuk di jadikan wardrobe room.
"Iya kak , aku mandi dulu ya , kamar mandinya dimana?" , tanya Sandra.
"Di sana sayang" , tunjuk Antonio ke arah pintu berwarna hitam di samping lemari.
Sandra menuju ke dalam kamar mandi Antonio , begitu masuk dia terkagum , karena kamar mandinya lebih besar dari kamar mandi di kamarnya.
"Bathtub nya juga lebih besar dari bathtub milikku , ini bisa masuk 2 orang" , gumam Sandra.
Sandra mulai mengisi bathtub dengan bubble dan air hangat setelah itu mulai merendam badannya.
Antonio mulai menyusun barang-barang belanjaan mereka ke dalam kulkas dan lemari dapur , kecuali alat pengaman pisangnya , diletakkan di lemari kamar yang terdapat di sebelah kasurnya.
Setelah hampir setengah jam , Sandra pun keluar dari kamar mandi.
Terlihat Antonio sudah berbaring di kasurnya.
"Capek banget ya kak" , ucap Sandra sambil berjalan ke arah kasur.
"Iya sayang", ucap Antonio.
"Kakak gak mandi dulu?" , tanya Sandra.
"Iya , mau mandi dulu" , ucap Antonio sambil berdiri mengambil bajunya di lemari dan masuk ke kamar mandi.
Sandra melihat-lihat lemari Antonio.
"Bagaimana aku mau mengisi baju-baju aku , bajunya kak Antonio aja sudah hampir penuh di lemari ini" , gumam Sandra.
Sandra menuju ke dapur , melihat-lihat lemari disana , karena mulai sekarang dia akan tinggal disana , maka dia pun harus tau di mana barang-barang di simpan.
Antonio keluar dari kamar mandi , tidak terlihat Sandra di kamar , dia pun keluar mencari bidadari cantiknya.
"Ternyata kamu di dapur sayang , lagi cari apa disini?" , tanya Antonio.
"Aku cuma mau tau aja kak , isi lemarinya apa aja , jadi besok-besok sudah tau mau ngambil barang dimana" , ucap Sandra.
"Oh...jadi sudah selesai mempelajarinya?" , tanya Antonio.
"Ya masih belum hafal banget , baru juga dilihat-lihat" , ucap Sandra.
"Gak apa-apa sayang , besok juga masih bisa dilihat-lihat lagi , sudah malam , tidur lagi yuk..." , ucap Antonio dengan lembut.
"Iya kak" , ucap Sandra sambil mengikuti Antonio ke kamar.
Sampai di kasur , seperti biasa , Antonio memeluk Sandra sambil tidur.
"Kak , kita gak ada foto prewedding ya?" , tanya Sandra.
"Oh...iya , karena kemaren kamu sakit , kakak jadi lupa , besok ya kakak tanya Andre" , ucap Antonio.
__ADS_1
"Iya kak" , jawab Sandra sambil mendekatkan wajahnya ke dada Antonio , yang merupakan tempat ternyamannya sejak mereka tinggal bersama.
Tidak lama Antonio dan Sandra pun masuk ke alam mimpinya.