
Angelica yang sudah mengganti bajunya dengan baju yang dibawanya...
"Ma , aku cantik gak menggunakan dress berwarna kuning muda ini?" , tanya Angelica setelah keluar dari kamar mandi.
"Anak mama selalu cantik , mau pakai baju apapun pasti kelihatan cantik" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Tumben kamu menanyakan cantik atau gak. Biasanya juga selalu cuek" , ucap Antonio.
"James suruh aku berdandan yang cantik pa , makanya aku bingung buat memilih baju , kebetulan aku lihat dress yang dibelikan mama ini dan aku belum pernah menggunakannya , makanya aku ambil yang ini" , jawab Angelica.
"Kakak itu sudah cantik dan aku selalu ganteng , mau pakai baju apa juga tetap gak berubah , cantik aja" , jawab Alvaro sambil memainkan game nya yang ada di ponsel.
"Tumben anak papa benar kali ini" , ucap Antonio.
"Tumben papa memuji aku kali ini" , jawab Alvaro.
Jawaban Alvaro , sontak membuat Sandra , Angelica dan Antonio menjadi tertawa bersama.
********
James yang sudah selesai meeting sore itu , langsung melihat jam di pergelangan tangan kirinya.
"Sudah pukul 6 saja , kalau gitu aku harus menjemput Angelica sekarang di rumah sakit" , gumam James yang langsung mematikan laptopnya dan mengambil tas kerjanya berjalan keluar dari ruangan kerjanya.
James masuk ke mobilnya dan menjalankan mobilnya menuju ke rumah sakit tempat Sandra di rawat.
"Sayang , maaf aku telat" , ucap James ketika masuk ke dalam ruangan perawatan Sandra.
"Gak apa apa James , Angelica juga gak masalah , kamu pasti sibuk kerja kan" , ucap Sandra.
"Iya tante , aku baru selesai meeting" , jawab James.
"Ya sudah , kalau gitu kalian langsung pergi saja , tapi ingat jangan pulang malam dan jangan ke hotel lagi" , ucap Antonio.
"Iya om" , jawab James.
"Da...da...dek" , ucap Angelica sambil tersenyum ke arah Alvaro.
"Iya da....ngeledek aku ya yang belum punya pacar" , ucap Alvaro.
Angelica hanya tersenyum melihat saudara kembarnya itu.
"Kalau gitu kami pergi dulu ya ma...pa..." , ucap Angelica sambil mencium pipi mama dan papanya.
"Iya sayang" , jawab Sandra dan Antonio.
__ADS_1
"Saya bawa Angelica pergi dulu ya om...tante..." , ijin James.
"Iya James" , jawab Sandra dan Antonio bersamaan.
Angelica jalan bersama keluar dari kamar perawatan Sandra sambil dipeluk pinggangnya oleh James.
"Kita pergi makan dulu ya sayang" , ucap James sambil memasangkan seat belt untuk Angelica ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
Wajah James yang sangat dekat dengannya , membuat Angelica menahan nafasnya dan merasakan debaran yang tidak menentu di jantungnya pada saat itu.
"Kenapa hari ini kamu memasangkan seat belt aku , biasanya juga aku pasang sendiri" , ucap Angelica setelah James duduk dengan benar di kursi pengemudi.
"Aku lagi pengen saja sayang , malahan kalau bisa setiap saat aku melakukannya untuk kamu" , ucap James sambil tersenyum.
Membuat wajah Angelica pastinya sudah berwarna merah seperti tomat masak pada saat itu.
"Aku bukan anak kecil lagi James yang harus kamu bantuin setiap saat" , ucap Angelica untuk mengalihkan perasaannya yang rasanya sudah mau melompat keluar pada saat itu.
"Kamu bukan anak kecil sayang , tapi kamu pemilik hati aku" , jawab James sambil tersenyum.
Angelica sudah mulai salah tingkah mendengarkan setiap perkataan dari James kekasihnya.
"Kenapa hari ini kamu tiba-tiba berbeda?" , tanya Angelica.
"Kamu gak seperti biasanya James , terlalu banyak kata-kata manis" , ucap Angelica.
"Mulai sekarang aku akan selalu memberikan kata-kata manis kepada kamu , bahkan kalau bisa setiap aku bangun tidur dan mau tidur kembali , aku akan membisikkan kata-kata yang manis di telinga kamu" , ucap James.
Jantung Angelica tambah berdebar menjadi tidak menentu , iramanya lebih cepat dari pada musik disco yang suka dinyalakan di dalam klub malam.
"James , kamu gak jatuh atau kepalanya gak terbentur kan tadi sebelum menjemput aku" , ucap Angelica.
"Gak sayang , aku baik-baik saja , kamu memangnya mau mendoakan aku jatuh , kepalanya terbentur dan melupakan kamu" , ucap James.
"Bukan begitu maksud aku sayang" , ucap Angelica yang langsung menutup mulutnya karena terkejut dengan ucapannya sendiri.
James langsung meminggirkan mobilnya untuk sementara dan mendekatkan wajahnya di wajah Angelica.
"Kamu panggil aku apa tadi? Aku mau mendengarkannya sekali lagi" , ucap James.
"Gak ada , kamu jalankan saja mobilnya , aku sudah lapar" , jawab Angelica yang pastinya mukanya sudah sangat merah pada saat itu.
"Aku gak mau , aku mau kamu mengucapkannya sekali lagi , kalau gak...."
"Kalau gak.... Kamu mau ngapain?" , tanya Angelica.
__ADS_1
"Aku akan mencium bibir pink kamu yang sangat cantik ini" , ucap James.
Angelica langsung menundukkan wajahnya dan gak berani melihat wajah James pada saat itu.
James masih menunggu sambil melihat wajah Angelica dengan sangat dekat.
Ketika James sudah mulai mendekatkan wajahnya ke ke wajah Angelica.
"Sayang" , ucap Angelica dengan pelan.
James yang sangat gemas melihat wajah malu-malu dari kekasihnya , langsung menyentuh dagu Angelica dengan tangannya dan menciumi bibir pink Angelica dengan lembut.
"Aku kan sudah mengatakannya , kenapa kamu masih mencium aku" , ucap Angelica.
"Aku gak tahan melihat wajah kamu yang sangat cantik sayang" , ucap James.
"Baiklah , ayo kita lanjutkan pergi ke restoran , aku sudah lapar James" , ucap Angelica.
"Baiklah sayangku" , jawab James sambil mencium kening Angelica dan menjalankan mobilnya kembali.
Angelica langsung menyentuh dadanya yang sudah melompat-lompat dari tadi.
Ada rasa bahagia dan perasaan hangat yang dirasakan oleh Angelica ketika dia sudah memberikan ciuman pertamanya untuk James.
Sampai di restoran , James dan Angelica berjalan menuju meja yang sudah di pesan oleh James sebelumnya.
Malam itu mereka makan malam dengan sangat romantis , James selalu mengucapkan kata-kata yang pastinya berhasil membuat jantung Angelica tidak bisa berdetak dengan normal.
"Sudah James , kamu jangan gombal terus , perut aku jadi tambah kekenyangan mendengarkan semua ucapan gombal kamu" , ucap Angelica setelah menghabiskan steak yang sudah di pesan oleh James sebelumnya.
Aku gak bisa berhenti sampai disini sayang , aku pastikan kamu akan selalu mendengar semua ucapan manis ini setiap hari.
"Ayo kita pergi lagi , masih ada tempat yang harus kita datangi lagi" , ucap James sambil berdiri dan memegang tangan Angelica.
Angelica mengikuti James keluar dari restoran menuju ke mobilnya.
Selama di perjalanan , James menyalakan lagu pop romantis di dalam mobilnya.
Sekali-sekali James juga ikut bernyanyi sambil tersenyum melihat ke arah Angelica.
Angelica benar-benar sangat kebingungan melihat tingkah James yang sangat berbeda pada malam itu.
Meskipun Angelica sangat suka mendengarkan kata-kata manis yang diucapkan oleh James dari pertama mereka keluar , tapi.....
"Apa yang sedang kamu rencanakan James?" , ucap Angelica dalam hatinya.
__ADS_1