Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 51


__ADS_3

Ketika Antonio membuka pintu kamarnya , kebetulan Lia , yang mengantarkan makanan sudah sampai di depan pintu.


"Siang pak , ini makanan pesanan bapak" , ucap Lia.


"Kamu langsung masukin di dalam saja , letakin di meja dekat nona muda" , titah Antonio , sambil berjalan menuju ke arah lift.


"Baik pak" , ucap Lia , sambil berjalan masuk ke dalam.


"Siang nona muda , ini pesanannya" , ucap Lia kepada Sandra.


"Iya , siang , tolong letakin disini aja ya , makanannya" , ucap Sandra.


"Baik nona muda" , ucap Lia , sambil menyusun makanan dan minuman disana.


"Silahkan di nikmati nona muda , saya permisi dulu" , ucap Lia.


"Iya , terima kasih" , ucap Sandra.


"Ayo kita makan dulu" , ucap Sandra kepada teman-temannya , ketika Lia sudah keluar dari ruangannya.


"Gimana keadaan kamu Sandra?" , tanya Karin.


"Ya , belum sembuh banget , kadang-kadang rasa nyerinya suka kambuh" , ucap Sandra.


"Jadi Yogi itu siapa Sandra?" , tanya Karin , dibarengi dengan tatapan mata Riko dan Niko , yang sangat ingin tau juga.


"Yogi itu... aku kenalnya di tempat gym , setahun yang lalu , dia selalu minta aku menjadi pacar dia , tapi aku gak suka sama dia" , ucap Sandra.


"Kalau sudah dibilang gak suka , kenapa dia masih maksa?" , ucap Riko.


"Aku juga gak tau , aku juga tau dengannya cuma selama di gym aja , itu juga sering aku cuekin" , ucap Sandra.


"Berarti dia gak bisa menerima kenyataan , tapi...kenapa cewek yang dia sukai malah disakitin , itu kan malah membuat cewek itu tambah tidak menyukainya" , ucap Niko.


Sandra hanya menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Niko.


"Ya kamu benar Niko , harusnya dia bisa menerima kenyataan dia ditolak" , ucap Riko.


"Iya kalian benar" , ucap Karin.


"Aku juga sudah harus menerima kenyataan , kalau Sandra sudah menyukai orang lain , sangat terlihat sekali , dia sangat bahagia dengan pasangannya sekarang" , ucap Niko dalam hatinya.


"Sandra , kalian disini tinggal berdua saja?" , tanya Karin , yang sangat ingin tau.


"Iya" , jawab Sandra simple.


"Kalau boleh tau , apa kalian sudah melakukannya?" , tanya Karin.


Mendengar pertanyaan Karin , mata Riko dan Niko langsung membulat , karena terkejut.


"Kak Antonio gak seperti yang kamu pikirkan tau" , ucap Sandra.


"Tapi kan dia cowok , masa berdua dengan kamu , gak memikirkan hal begituan" , ucap Karin.


"Iya.. gak kok , malahan dia sibuk dan kurang tidur , karena ngurusin aku yang sakit" , ucap Sandra.


"Kok bisa?" , tanya Karin.

__ADS_1


"Iya kadang-kadang ketika tidur , rasa nyeri tiba-tiba muncul , aku bangunin kak Antonio , lalu dia mengelus punggung aku yang sakit , atau kalau aku tidur membalik , dengan posisi bahu yang sakit terhimpit , pasti kak Antonio memutar posisi tidur aku" , ucap Sandra sambil menjelaskan kepada Karin.


"Segitu perhatiannya Antonio kepada Sandra , pantesan Sandra sangat menyayanginya" , ucap Niko dalam hatinya.


"Aku iri banget , kamu bisa dapat cowok seperti Antonio" , ucap Karin.


"Aku rasa nanti Riko juga akan seperti itu , kalau kamu sakit" , ucap Sandra sambil tersenyum.


"Gak mungkin , sekarang aja dia jarang perhatiin aku" , ucap Karin.


"Kan kamu gak pernah sakit" , jawab Riko simple.


"Jadi harus nunggu sakit dulu , baru kamu mau perhatiin aku" , ucap Karin.


Untuk beberapa saat Karin dan Riko pun mulai berdebat.


Sandra dan Niko hanya tersenyum , melihat dua pasangan , yang memang biasa suka berdebat itu.


Tidak lama , rasa sakit di punggung Sandra pun muncul lagi.


"Awwwwww...." , ucap Sandra sambil meringis kesakitan.


Niko yang melihat Sandra kesakitan langsung panik.


Karin yang sedang berdebat dengan Riko pun , langsung berhenti berdebat dan melihat Sandra.


"Kenapa Sandra?" , tanya semua temannya.


"Sakit Karin" , ucap Sandra sambil meringis menahan rasa sakit.


Kebetulan meeting Antonio dengan pak Haris , selesai dengan cepat.


Antonio langsung menuju ke kamar.


Begitu membuka pintu Antonio kaget , melihat Sandra di papah oleh teman-temannya.


"Apa yang terjadi Karin?" , tanya Antonio sambil berjalan ke arah mereka.


"Sandra kesakitan lagi kak" , jawab Karin.


Antonio langsung mengambil tubuh Sandra , dan mengangkatnya , membawa Sandra ke atas kasur.


"Kamu sudah minum obatnya belum sayang?" , tanya Antonio.


"Belum kak" , jawab Sandra.


Antonio langsung mengambil obat dan air , memberikannya kepada Sandra.


Karin , Riko dan Niko hanya terdiam melihat Sandra dan Antonio.


Ada perasaan khawatir juga yang mereka rasakan.


"Maaf , apa boleh kalian di ruang tamu sebentar" , ucap Antonio kepada Karin , Riko dan Niko.


"Kenapa gitu kak?" , tanya Karin.


"Ada obat yang harus kakak berikan pada Sandra , tapi gak boleh dilihatin , terutama sama cowok" , ucap Antonio.

__ADS_1


"Kalau gitu aku boleh kan kak disini?" , ucap Karin.


"Iya kamu boleh" , ucap Antonio.


Mendengar ucapan Antonio , Riko dan Niko pun berjalan ke ruangan tamu.


Setelah melihat Riko dan Niko keluar dari kamar.


Antonio langsung mengambil salep dan mengolesinya ke punggung Sandra.


Melihat apa yang dilakukan Antonio , akhirnya Karin mengerti , karena meskipun baju belakang yang di angkat , tapi bagian perut Sandra juga kelihatan.


"Pantesan yang cowok di suruh keluar" , ucap Karin dalam hatinya.


"Udah sayang , bentar lagi juga sakitnya hilang" , ucap Antonio sambil merapikan baju Sandra.


Sandra hanya menganggukkan kepalanya.


"Kakak kerja dulu ya sayang di luar , kamu disini dulu sama Karin , nanti Riko dan Niko kakak suruh kesini" , ucap Antonio sambil mengecup kening Sandra , karena itu adalah hal wajib yang dilakukannya , sebelum dia melakukan aktivitasnya , meskipun mereka berada di satu ruangan yang sama.


"Iya kak" , jawab Sandra dengan lembut.


********


Setelah Riko dan Niko duduk di ruang tamu.


"Niko , dikasih obat apa sih , sampai kita gak boleh lihat , bukannya kak Antonio sendiri , cowok juga ya" , ucap Riko.


"Mana gue tau , yang gue tau , gue gak pantas buat Sandra , memang cuma kak Antonio yang pantas buat dia" , ucap Niko.


"Ya baguslah , kalau loe udah mulai bisa menerimanya" , ucap Riko.


Tidak lama Antonio pun keluar dari kamar.


"Riko , Niko , kalian sudah boleh masuk" , ucap Antonio , sambil duduk di sofa dan melihat laptopnya.


"Iya kak" , jawab Riko dan Niko sambil berjalan ke arah kamar.


Sandra , Karin , Riko dan Niko mengobrol ringan , sekali-sekali terdengar juga gelak tawa dari dalam kamar.


Sampai , tidak berasa hari sudah sore.


"Sandra kami pulang dulu ya" , ucap Karin yang dibarengi dengan Riko dan Niko.


"Iya" , jawab Sandra , sambil berdiri dari kasur dan berjalan keluar kamar.


"Kak...Karin , Riko dan Niko sudah mau pulang" , ucap Sandra.


"Iya , terima kasih ya , sudah lihatin Sandra" , ucap Antonio sambil tersenyum.


"Kami yang terima kasih kak , sudah dikasih makan siang" , jawab Karin.


"Iya sama-sama" , jawab Antonio.


"Kami pulang dulu ya kak" , pamit ketiga teman Sandra.


"Iya , hati-hati di jalan" , ucap Antonio.

__ADS_1


__ADS_2