
Ketika Antonio membuka pintu kamarnya , kebetulan Lia , yang mengantarkan makanan sudah sampai di depan pintu.
"Siang pak , ini makanan pesanan bapak" , ucap Lia.
"Kamu langsung masukin di dalam saja , letakin di meja dekat nona muda" , titah Antonio , sambil berjalan menuju ke arah lift.
"Baik pak" , ucap Lia , sambil berjalan masuk ke dalam.
"Siang nona muda , ini pesanannya" , ucap Lia kepada Sandra.
"Iya , siang , tolong letakin disini aja ya , makanannya" , ucap Sandra.
"Baik nona muda" , ucap Lia , sambil menyusun makanan dan minuman disana.
"Silahkan di nikmati nona muda , saya permisi dulu" , ucap Lia.
"Iya , terima kasih" , ucap Sandra.
"Ayo kita makan dulu" , ucap Sandra kepada teman-temannya , ketika Lia sudah keluar dari ruangannya.
"Gimana keadaan kamu Sandra?" , tanya Karin.
"Ya , belum sembuh banget , kadang-kadang rasa nyerinya suka kambuh" , ucap Sandra.
"Jadi Yogi itu siapa Sandra?" , tanya Karin , dibarengi dengan tatapan mata Riko dan Niko , yang sangat ingin tau juga.
"Yogi itu... aku kenalnya di tempat gym , setahun yang lalu , dia selalu minta aku menjadi pacar dia , tapi aku gak suka sama dia" , ucap Sandra.
"Kalau sudah dibilang gak suka , kenapa dia masih maksa?" , ucap Riko.
"Aku juga gak tau , aku juga tau dengannya cuma selama di gym aja , itu juga sering aku cuekin" , ucap Sandra.
"Berarti dia gak bisa menerima kenyataan , tapi...kenapa cewek yang dia sukai malah disakitin , itu kan malah membuat cewek itu tambah tidak menyukainya" , ucap Niko.
Sandra hanya menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Niko.
"Ya kamu benar Niko , harusnya dia bisa menerima kenyataan dia ditolak" , ucap Riko.
"Iya kalian benar" , ucap Karin.
"Aku juga sudah harus menerima kenyataan , kalau Sandra sudah menyukai orang lain , sangat terlihat sekali , dia sangat bahagia dengan pasangannya sekarang" , ucap Niko dalam hatinya.
"Sandra , kalian disini tinggal berdua saja?" , tanya Karin , yang sangat ingin tau.
"Iya" , jawab Sandra simple.
"Kalau boleh tau , apa kalian sudah melakukannya?" , tanya Karin.
Mendengar pertanyaan Karin , mata Riko dan Niko langsung membulat , karena terkejut.
"Kak Antonio gak seperti yang kamu pikirkan tau" , ucap Sandra.
"Tapi kan dia cowok , masa berdua dengan kamu , gak memikirkan hal begituan" , ucap Karin.
"Iya.. gak kok , malahan dia sibuk dan kurang tidur , karena ngurusin aku yang sakit" , ucap Sandra.
"Kok bisa?" , tanya Karin.
__ADS_1
"Iya kadang-kadang ketika tidur , rasa nyeri tiba-tiba muncul , aku bangunin kak Antonio , lalu dia mengelus punggung aku yang sakit , atau kalau aku tidur membalik , dengan posisi bahu yang sakit terhimpit , pasti kak Antonio memutar posisi tidur aku" , ucap Sandra sambil menjelaskan kepada Karin.
"Segitu perhatiannya Antonio kepada Sandra , pantesan Sandra sangat menyayanginya" , ucap Niko dalam hatinya.
"Aku iri banget , kamu bisa dapat cowok seperti Antonio" , ucap Karin.
"Aku rasa nanti Riko juga akan seperti itu , kalau kamu sakit" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Gak mungkin , sekarang aja dia jarang perhatiin aku" , ucap Karin.
"Kan kamu gak pernah sakit" , jawab Riko simple.
"Jadi harus nunggu sakit dulu , baru kamu mau perhatiin aku" , ucap Karin.
Untuk beberapa saat Karin dan Riko pun mulai berdebat.
Sandra dan Niko hanya tersenyum , melihat dua pasangan , yang memang biasa suka berdebat itu.
Tidak lama , rasa sakit di punggung Sandra pun muncul lagi.
"Awwwwww...." , ucap Sandra sambil meringis kesakitan.
Niko yang melihat Sandra kesakitan langsung panik.
Karin yang sedang berdebat dengan Riko pun , langsung berhenti berdebat dan melihat Sandra.
"Kenapa Sandra?" , tanya semua temannya.
"Sakit Karin" , ucap Sandra sambil meringis menahan rasa sakit.
Kebetulan meeting Antonio dengan pak Haris , selesai dengan cepat.
Antonio langsung menuju ke kamar.
Begitu membuka pintu Antonio kaget , melihat Sandra di papah oleh teman-temannya.
"Apa yang terjadi Karin?" , tanya Antonio sambil berjalan ke arah mereka.
"Sandra kesakitan lagi kak" , jawab Karin.
Antonio langsung mengambil tubuh Sandra , dan mengangkatnya , membawa Sandra ke atas kasur.
"Kamu sudah minum obatnya belum sayang?" , tanya Antonio.
"Belum kak" , jawab Sandra.
Antonio langsung mengambil obat dan air , memberikannya kepada Sandra.
Karin , Riko dan Niko hanya terdiam melihat Sandra dan Antonio.
Ada perasaan khawatir juga yang mereka rasakan.
"Maaf , apa boleh kalian di ruang tamu sebentar" , ucap Antonio kepada Karin , Riko dan Niko.
"Kenapa gitu kak?" , tanya Karin.
"Ada obat yang harus kakak berikan pada Sandra , tapi gak boleh dilihatin , terutama sama cowok" , ucap Antonio.
__ADS_1
"Kalau gitu aku boleh kan kak disini?" , ucap Karin.
"Iya kamu boleh" , ucap Antonio.
Mendengar ucapan Antonio , Riko dan Niko pun berjalan ke ruangan tamu.
Setelah melihat Riko dan Niko keluar dari kamar.
Antonio langsung mengambil salep dan mengolesinya ke punggung Sandra.
Melihat apa yang dilakukan Antonio , akhirnya Karin mengerti , karena meskipun baju belakang yang di angkat , tapi bagian perut Sandra juga kelihatan.
"Pantesan yang cowok di suruh keluar" , ucap Karin dalam hatinya.
"Udah sayang , bentar lagi juga sakitnya hilang" , ucap Antonio sambil merapikan baju Sandra.
Sandra hanya menganggukkan kepalanya.
"Kakak kerja dulu ya sayang di luar , kamu disini dulu sama Karin , nanti Riko dan Niko kakak suruh kesini" , ucap Antonio sambil mengecup kening Sandra , karena itu adalah hal wajib yang dilakukannya , sebelum dia melakukan aktivitasnya , meskipun mereka berada di satu ruangan yang sama.
"Iya kak" , jawab Sandra dengan lembut.
********
Setelah Riko dan Niko duduk di ruang tamu.
"Niko , dikasih obat apa sih , sampai kita gak boleh lihat , bukannya kak Antonio sendiri , cowok juga ya" , ucap Riko.
"Mana gue tau , yang gue tau , gue gak pantas buat Sandra , memang cuma kak Antonio yang pantas buat dia" , ucap Niko.
"Ya baguslah , kalau loe udah mulai bisa menerimanya" , ucap Riko.
Tidak lama Antonio pun keluar dari kamar.
"Riko , Niko , kalian sudah boleh masuk" , ucap Antonio , sambil duduk di sofa dan melihat laptopnya.
"Iya kak" , jawab Riko dan Niko sambil berjalan ke arah kamar.
Sandra , Karin , Riko dan Niko mengobrol ringan , sekali-sekali terdengar juga gelak tawa dari dalam kamar.
Sampai , tidak berasa hari sudah sore.
"Sandra kami pulang dulu ya" , ucap Karin yang dibarengi dengan Riko dan Niko.
"Iya" , jawab Sandra , sambil berdiri dari kasur dan berjalan keluar kamar.
"Kak...Karin , Riko dan Niko sudah mau pulang" , ucap Sandra.
"Iya , terima kasih ya , sudah lihatin Sandra" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Kami yang terima kasih kak , sudah dikasih makan siang" , jawab Karin.
"Iya sama-sama" , jawab Antonio.
"Kami pulang dulu ya kak" , pamit ketiga teman Sandra.
"Iya , hati-hati di jalan" , ucap Antonio.
__ADS_1