
Beberapa hari sebelum hari pernikahan , James mulai menyusun pakaiannya untuk dibawa ke rumah Angelica.
Setelah bajunya sudah masuk di dalam 3 koper besar , James berjalan membawa kopernya satu persatu turun ke bawah.
"Sudah semua nak?" , tanya papa Freddy yang sudah mengetahui kalau anaknya akan tinggal di rumah mertuanya selama kamarnya di renovasi.
"Sudah pa , aku cuma tinggalin yang di dalam koper kecil , nanti ketika aku menikah baru aku bawa" , ucap James.
"Baiklah , nanti kamu sampai malam di rumah Angelica?" , ucap papa Freddy.
"Iya pa , karena Angelica maunya baju aku langsung disusun di lemarinya. Aku juga masih mau berlama-lama dengan Angelica" , ucap James sambil tersenyum.
"Baiklah , papa dan mama juga mau pergi bertemu dengan teman-teman nanti siang" , ucap papa Freddy.
"Iya pa , aku pergi dulu ya pa" , ucap James sambil membawa kopernya dan membawanya ke dalam mobil.
"Iya nak" , ucap papa Freddy.
Setelah James memasukkan semua kopernya ke dalam bagasi mobil , James langsung menjalankan mobilnya menuju ke rumah kekasih hatinya.
Sampai di rumah Angelica , pak Didit langsung membukakan pagar. James langsung menjalankan mobilnya menuju ke halaman rumah Angelica.
Mobil yang dibawa oleh James sudah terparkir rapi di antara semua mobil mewah milik mertuanya.
James turun dari mobil dan menurunkan koper-kopernya.
Mba Ida yang sedang membersihkan di halaman luar , begitu melihat James mengeluarkan kopernya , langsung berjalan menghampiri James.
"Sini saya bantu tuan muda" , ucap mba Ida.
"Iya mba , terima kasih ya" , jawab James sambil masuk membawa kopernya yang lainnya.
"Om...tante..." , sapa James.
"Iya James" , jawab Sandra dan Antonio bersamaan.
"Angelica sedang di kamarnya , kamu langsung ke sana aja ya" , ucap Antonio.
"Baik om" , jawab James.
"Barang-barang kamu sudah dibawa semua James?" , tanya Sandra.
"Sudah tante , nanti tinggal yang aku bawa saat hari pernikahan kami saja lagi" , ucap James.
"Baiklah" , jawab Sandra.
"Aku ke kamar Angelica dulu ya om...tante..." , ucap James.
"Iya James" , jawab Sandra dan Antonio bersamaan.
James berjalan menuju ke kamar Angelica sambil dibantu mba Ida yang membawakan kopernya.
Sampai di depan kamar Angelica , mba Ida langsung meletakkan koper James di depan pintu kamar Angelica.
"Makasih ya mba" , ucap James.
"Iya sama-sama tuan muda" , jawab mba Ida.
James membuka pintu kamar Angelica dan memasukkan kopernya satu persatu.
__ADS_1
Angelica yang mendengar suara roda di dalam kamarnya , langsung keluar dari ruangan wardrobe dan melihat keluar.
"Sayang" , ucap Angelica yang langsung berlari dan memeluk tubuh James.
"Iya sayang , kamu sudah kangen ya sama aku" , ucap James sambil mencium kening Angelica.
"Iya , aku bahagia kamu akan tinggal disini gak lama lagi" , ucap Angelica sambil tersenyum.
"Iya sayang , aku juga bahagia karena setiap hari bisa melihat dan memeluk kamu" , ucap James.
Angelica pun menganggukkan kepalanya.
"Ayo kita bereskan baju kamu. Aku sudah memindahkan sebagian baju aku , supaya bisa dimasukkan dengan baju kamu" , ucap Angelica.
"Iya sayang" , jawab James sambil mengikuti langkah Angelica menuju ke wardrobe room miliknya.
James langsung kagum melihat susunan baju , sepatu dan tas yang tertata rapi disana.
"Sayang buka kopernya , biar aku bisa menyusun baju kamu" , ucap Angelica.
James langsung membuka satu kopernya.
"Buka semuanya saja sayang" , ucap Angelica.
"Baiklah" , jawab James sambil membuka semua koper besarnya.
Angelica melihat baju James dan mulai mengelompokkan sesuai dengan warnanya , baru Angelica susun di lemari yang sudah dipersiapkannya untuk James.
Baju kemeja untuk kerja James digantungkan di tempat gantungan baju yang digabung dengan bajunya.
"Sayang , nanti kamu ambil bajunya disini ya" , ucap Angelica sambil meletakkan baju-baju James disana.
Tidak lama Alvaro datang ke kamar Angelica.
"Kak , dipanggil mama untuk makan siang" , ucap Alvaro dari pintu depan kamar.
"Iya dek" , jawab Angelica.
"Kita makan dulu yuk sayang" , ucap Angelica.
"Baiklah" , ucap James sambil berdiri dan berjalan keluar dari kamar menuju ke meja makan.
"Eh...ternyata ada kak James juga" , ucap Alvaro yang sudah berada di meja makan lebih dulu.
"Iya dek , kakak kan sudah mulai membawa barang-barang kakak untuk pindah kesini" , jawab James.
"Kalau gitu nanti kita bisa main game bersama ya" , ucap Alvaro sambil tersenyum.
"Gak boleh dek" , jawab Angelica.
"Kenapa gak boleh?" , tanya Alvaro sambil mengerutkan keningnya.
"Setiap hari kan James bekerja di kantor , kamu jangan minta dia menemani kamu main game. Nanti yang ada dia gak ke kantor" , jawab Angelica.
"Kan ada hari libur" , ucap Alvaro.
"Hari libur kakak lebih suka bermain dengan kakak kamu Alvaro" , jawab James sambil mengulum senyumnya.
"Memangnya kakak bisa bermain apa dengan kak Angelica yang kerjaannya cuma membaca buku terus" , jawab Alvaro.
__ADS_1
"Kamu gak akan tau dek , tapi nanti setelah menikah kakak kamu pasti gak akan membaca buku terus. Dia pasti mau bermain dengan kakak. Benar kan sayang?" , ucap James sambil melihat ke arah Angelica.
Angelica yang sudah mengerti maksud James , langsung menundukkan mukanya karena tersipu malu dan pastinya wajahnya sudah berwarna merah saat itu.
Antonio dan Sandra langsung tersenyum melihat tingkah laku putra dan putrinya.
"Ternyata Angelica ada juga mirip dengan kamu sayang" , bisik Antonio di dekat istrinya.
"Ya iya la hubby , kan Angelica anak aku" , jawab Sandra sambil tersenyum.
Alvaro yang selalu gak bisa memikirkan hal begituan pun menjadi bingung.
"Kenapa kakak tidak menjawab perkataan kak James?" , ucap Alvaro.
Angelica pun menjadi kaget mendengar pertanyaan adiknya.
"Apakah kakak harus menjawabnya? Tanpa dijawab juga James sudah tau jawabannya" , ucap Angelica.
"Bisa ya seperti itu" , ucap Alvaro sambil menggaruk kepalanya.
"Ya bisa la" , jawab Angelica.
"Sudah...sudah...ayo makan lagi" , ucap Sandra yang gak mau mendengar perdebatan di antara kedua anaknya.
Mereka pun makan bersama sambil mengobrol santai. Sampai Angelica dan James sudah selesai makan , mereka pun permisi duluan untuk ke kamar.
"Ma...pa...aku masih mau membereskan bajunya James ya" , ucap Angelica.
"Iya nak" , jawab Antonio dan Sandra bersamaan.
Angelica dan James berjalan menuju ke kamar dan mulai menyusun baju-baju James kembali.
Setelah semua baju James tertata dengan sangat rapi disana , tinggallah pakaian dalam milik James yang masih ada di dalam koper.
Wajah Angelica langsung menjadi merah ketika melihat pakaian dalam milik James. Angelica bukannya gak pernah melihat dalam an milik cowok sebelumnya. Tapi entah kenapa ketika melihat punya James jantungnya menjadi berdebar-debar , beda ketika saat dia melihat milik papanya atau adiknya.
James yang melihat reaksi Angelica pun langsung menggodanya.
"Kenapa sayang? Apa ada yang salah dari pakaian dalam aku?" , ucap James.
"Gak kok , gak ada yang salah" , jawab Angelica dengan cepat sambil mengambilnya dan menyusunnya ke lemari yang khusus untuk menyimpan pakaian dalam.
James langsung berjalan dan duduk di belakang Angelica sambil memeluknya dari belakang.
"Gak perlu malu seperti itu sayang. Gak lama lagi juga kita akan melihat semuanya" , ucap James di telinga Angelica.
"Iya sayang" , jawab Angelica sambil tersipu malu.
Membuat James sangat gemas melihat calon istrinya itu dan langsung mencium bibir Angelica.
"Sepatu dan aksesoris kamu gak dibawa juga sayang?" , ucap Angelica setelah James melepaskan bibirnya.
"Harus dibawa semuanya ya? Aku pikir hanya baju saja" , jawab James.
"Nanti kamu ke kantor gak pakai sepatu , gak pakai jam tangan" , ucap Angelica.
"Oh iya sayang , besok-besok aku bawa ya. Setelah kita pulang dari bulan madu , aku juga masih bisa mengambilnya dirumah" , jawab James.
"Baiklah" , jawab Angelica.
__ADS_1