Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 38


__ADS_3

"Sebelumnya kalian sudah pernah bertemu , tapi kali ini beda , karena Sandra akan menjadi calon istri Antonio" , ucap mama Shinta kepada anak dan menantunya.


"Ini Sandra kecil anaknya om Surya dan tante Amel kan" , ucap Angga.


"Iya benar nak" , ucap mama Shinta.


"Kamu sudah besar dan semakin cantik aja , beruntung banget si Antonio" , ucap Angga , sambil tertawa.


Sandra hanya tersenyum mendengar ucapan Angga , karena dia juga tidak tau mau menjawab apa.


"Istri kak Angga kan cantik juga" , ucap Antonio.


"Ya tapi kan , tidak secantik dan semuda calon istrimu" , ucap Angga sambil tersenyum.


Tiba-tiba , Angga langsung meringis kesakitan.


Yah...Bella istrinya , langsung mencubit pinggang suaminya.


"Jadi ,maksud kamu aku tidak cantik dan sudah tua , gitu mas" , ucap Bella , sambil membesarkan bola matanya kepada Angga.


"Nggak kok sayang , kamu paling cantik kok dimata aku" , ucap Angga yang gak mau istrinya jadi salah sangka , karena candaan yang dia buat.


Semua orang disana hanya tertawa melihat Angga.


Angga memang orangnya suka mengobrol dan bercanda dari dulu , makanya dia memilih usaha kuliner , karena bisa bertemu dan mengobrol dengan banyak orang.


Berbeda dengan Alex yang pembawaannya lebih cool dan cuek.


Jadi Alex hanya menyapa Sandra dan mengatakan , "selamat datang di keluarga Winata".


"Terima kasih kak" , ucap Sandra kepada Alex.


Tidak lama , terdengar Kiki dan Karen yang sedang bermain lari-larian dari tadi.


"Kiki , Karen , kesini dulu sayang" , ucap mama Shinta.


"Iya oma..." , kata Kiki dan Karen , yang langsung berlari ke arah ruang keluarga.


"Siapa aunty yang cantik ini oma?" , kata Kiki dan Karen.


"Ini Aunty Sandra , calon istrinya uncle Antonio , ayo kenalan dulu sana" , ucap mama Shinta , kepada kedua cucunya.


"Halo aunty cantik , kenalkan aku Kiki , dan ini Karen adik aku" , ucap Kiki memperkenal dirinya kepada Sandra.


"Halo Kiki dan Karen" , ucap Sandra sambil tersenyum.


"Tuh kan , anak kamu aja manggilnya udah aunty cantik" , ucap Angga pada Bella istrinya.


"Aishhhhh...sama aja bapak sama anak" , ucap Bella.


Semua orang mulai ketawa lagi melihat tingkah Angga.


"Memang kalau ada Angga , rumah ini jadi rame ya pa" , ucap mama Shinta.


Dibalas anggukkan oleh papa Chandra tanda setuju.


"Kiki , adek Penelope dimana?" tanya mama Shinta.


"Ada di kamar atas oma" , ucap Kiki.


"Tolong panggilkan adek Penelope kesini dong sayang" , ucap mama Shinta kepada Kiki.


"Gak mau ah oma , Penelope lagi main game , tadi aja dia bilang gak boleh gangguin , suruh Karen aja deh yang panggil" , ucap Kiki.


"Gak mau oma , Karen takut dimarahin kakak Penelope" , ucap Karen.


"Anak ini dari dulu selalu gitu , gak mau berteman , sama sodara aja juga gitu" , ucap Dona.


"Biar aku aja , yang panggil Penelope ma" , ucap Dona , sambil berjalan menuju ke kamar atas.


"Alex , anak kamu masih kecil , gak boleh dibiasakan seperti itu , nanti kalau sudah besar , bagaimana dia mau mengahadapi dunia ini" , ucap mama Shinta kepada Alex.


"Biarin dulu aja la ma , nanti juga kalau sudah besar , bisa berubah sendiri" , ucap Alex.

__ADS_1


"Kamu sih selalu kayak gini , makanya tuh turun sifatnya sama Karen" , ucap mama Shinta.


"Tapi sudah besar , aku masih bisa hidup bermasyarakat kan ma" , ucap Alex dengan santai.


"Iya terserah kamu deh", ucap mama Shinta , yang tidak mau berdebat dengan anaknya , yang cool dan cuek itu.


Dona sudah turun kebawah dengan Penelope.


"Ayo sayang , kenalan dulu dengan aunty Sandra" , ucap Dona pada anaknya.


"Halo aunty Sandra , nanti aku main piano ya di pernikahan aunty dan uncle" , ucap Penelope.


"Halo Penelope , aunty sangat senang sekali , kamu mau main piano di acara pernikahan aunty , makasih ya sayang , aunty tunggu penampilannya" , ucap Sandra sambil tersenyum.


"Wahhhhh dedek Penelope mau main piano ya , kakak mau main apa ya?" , ucap si Kiki , yang selalu aktif dan gak bisa diem dari tadi.


"Ayo kakak mau ngapain?" , ucap Bella sama anaknya , sambil tersenyum.


"Kakak gak bisa main alat musik ma" , ucap Kiki dengan muka lesu.


Semua orang tertawa melihat tingkah cucu pertama keluarga Winata itu.


"Tapi kan cucu opa bisa nyanyi" , ucap papa Chandra.


"Oh iya opa , untung opa ingetin kalau aku bisa nyanyi , nanti aku nyanyi ya aunty cantik" , ucap Kiki , yang diikuti gelak tawa oleh semua orang.


"Iya Kiki sayang , boleh...nanti aunty tungguin ya penampilannya" , ucap Sandra , yang sudah mulai gemas dengan Kiki.


"Gak berasa udah siang aja , ayo makan siang dulu" , ucap papa Chandra.


Mereka semua menuju ke ruang makan dan mengobrol ringan.


Sandra merasakan kehangatan keluarga disana dan dia bahagia , karena ternyata semua keluarga Antonio menerimanya dengan baik.


Setelah selesai makan , mereka membahas untuk acara pernikahan nanti.


Mama Shinta , Bella , Dona dan Sandra sibuk membahas baju dan aksesoris yang akan digunakan , serta mereka pun mulai memilih-milih model make up dan rambut untuk acara nanti.


Papa Chandra , Antonio , Alex dan Angga membahas tentang teman , klien dan relasi yang akan di undang ke acara nanti.


Tidak terasa hari sudah sore , Antonio mendapatkan pesan dari Robi.


Melihat pesan Robi , Antonio langsung membuka dan membacanya...


"Pak , semuanya sudah siap"


-Robi-


"Baik , saya pulang sekarang"


(Balasan dari Antonio)


"Pa , aku mau pergi dulu ya" , ucap Antonio.


"Kenapa cepat banget nak?" tanya papa Chandra.


"Aku masih ada urusan pa , aku panggil Sandra dulu ya" , ucap Antonio sambil masuk kedalam.


"Sayang kita jalan sekarang ya" , ucap Antonio.


Sandra langsung berdiri , mendengar Antonio mengajaknya pergi.


"Aku pamit dulu ya tante Shinta , kak Bella dan kak Dona" , ucap Sandra.


"Kenapa cepat banget sayang , belum juga makan malam" , ucap mama Shinta , yang juga di setujui oleh papa Chandra , yang sudah masuk kedalam.


"Iya , makan malam dulu" , kata papa Chandra.


"Aku ada urusan pa...ma...kapan-kapan ya , aku bawa Sandra lagi kesini" , ucap Antonio.


"Ya sudah , kalau gitu kalian hati-hati ya dijalan" , ucap mama Shinta , dengan berat hati.


"Iya ma..." , ucap Antonio.

__ADS_1


Tidak lupa Antonio dan Sandra pun berpamitan dengan papa Chandra , mama Shinta , beserta saudara Antonio dan istrinya.


********


"Ada urusan penting apa kak?" tanya Sandra , setelah mereka di mobil Antonio.


"Nanti ketika sudah sampai , kamu juga akan tau sayang" , ucap Antonio sambil tersenyum.


Tidak lama mobil Antonio sudah sampai di parkiran apartemen miliknya.


Sandra hanya mengikuti Antonio berjalan , sampai ke unit apartemen Antonio , terlihat ada Robi disana.


"Kakak ada urusan sama Robi?" tanya Sandra.


"Iya sayang" , ucap Antonio , sambil tersenyum.


"Selamat sore pak" , sapa Robi.


"Sudah dipastikan selesai semua Robi" , ucap Antonio.


"Iya pak , sudah semua" , ucap Robi.


"Ok kamu sudah boleh pulang , terima kasih" , ucap Antonio pada asistennya.


"Iya pak , sama-sama" , ucap Robi sambil menuju keluar pintu.


********


"Udah selesai kak urusannya?" tanya Antonio.


"Sama Robi sudah , tapi urusan kita belum" , ucap Antonio sambil tersenyum.


"Urusan kita?" tanya Sandra , dengan muka yang kebingungan.


"Nanti kamu juga tau sayang , ditutup dulu ya matanya" , ucap Antonio.


Antonio langsung menutup mata Sandra dengan sapu tangannya dan menuntun langkah Sandra menuju ke balkon , yang sudah dipersiapkannya.


Sampai di balkon , Antonio mulai berlutut dengan memegang kotak cincin yang terbuka di hadapan Sandra , sambil bilang , sudah boleh di buka sayang , penutup matanya.


Sandra pun membuka penutup matanya , ia pun kaget melihat dekor , yang sudah tertata cantik disana , ditambah dengan suasana malam , membuat semuanya kelihatan cantik.


Tentunya yang paling utama , membuat dia lebih terkejut , melihat Antonio...yang sudah berlutut di hadapannya.


"Meskipun tidak lama lagi kita akan menikah , kakak mau melamar kamu secara resmi , maukah kamu menjadi pasangan kakak sampai akhir hayat kita dan selalu bersama , dalam suka maupun duka sayang" , ucap Antonio , dengan jantung yang berdebar lebih cepat dari biasanya.


Mendengar kata-kata lamaran yang diucapkan Antonio , membuat Sandra menjadi terharu , bercampur bahagia , sampai membuat air matanya jatuh , tanpa ia sadari.


"Kenapa menangis sayang?" , tanya Antonio yang mulai panik.


"Aku bahagia kak , aku mau bersama dengan kakak , sampai akhir hayat kita" , ucap Sandra.


Mendengar jawaban Sandra , membuat Antonio sangat bahagia , meskipun dia sudah tau kalau Sandra sudah menerimanya , pada saat papa Chandra meminta mereka untuk menikah secepatnya , tapi rasanya ada perasaan yang berbeda kalau dia melamar sendiri secara langsung.


Antonio langsung menyematkan cincin , yang bermatakan berlian pink itu , ke jari manis tangan kiri Sandra.


Lalu , Antonio berdiri mencium kening dan bibir Sandra untuk beberapa saat.


Setelah puas menciumi bibir Sandra , Antonio memeluk dan mengucapkan , "terima kasih sayang , kakak pasti akan selalu mencintai kamu selamanya".


"Aku juga kak , akan mencintai kakak selamanya" , ucap Sandra , dengan lembut.


Tidak lama Antonio melepas pelukannya , membawa Sandra ke meja yang sudah di siapkan , untuk makan malam romantis mereka.


Antonio mengambil bunga mawar putih , yang ada di meja makan dan memberikannya kepada Sandra.


"Untuk bidadari cantikku , yang akan selalu ada di hatiku" , ucap Antonio , sambil tersenyum.


"Makasih kakak sayang" , ucap Sandra , sambil mengambil bunga yang diberikan oleh Antonio , dan mencium wanginya.


Setelah itu , mereka pun makan malam dengan sangat romantis.


Selesai makan , Antonio dan Sandra berdiri di balkon , memandangi pemandangan malam itu , yang sangat indah.

__ADS_1


Antonio memeluk Sandra dari belakang , sambil memandangi keindahan malam itu.


Malam yang menjadi hari spesial , hari yang tidak akan pernah terlupakan , untuk mereka berdua.


__ADS_2