
"Sebelumnya kalian sudah pernah bertemu , tapi kali ini beda , karena Sandra akan menjadi calon istri Antonio" , ucap mama Shinta kepada anak dan menantunya.
"Ini Sandra kecil anaknya om Surya dan tante Amel kan" , ucap Angga.
"Iya benar nak" , ucap mama Shinta.
"Kamu sudah besar dan semakin cantik aja , beruntung banget si Antonio" , ucap Angga , sambil tertawa.
Sandra hanya tersenyum mendengar ucapan Angga , karena dia juga tidak tau mau menjawab apa.
"Istri kak Angga kan cantik juga" , ucap Antonio.
"Ya tapi kan , tidak secantik dan semuda calon istrimu" , ucap Angga sambil tersenyum.
Tiba-tiba , Angga langsung meringis kesakitan.
Yah...Bella istrinya , langsung mencubit pinggang suaminya.
"Jadi ,maksud kamu aku tidak cantik dan sudah tua , gitu mas" , ucap Bella , sambil membesarkan bola matanya kepada Angga.
"Nggak kok sayang , kamu paling cantik kok dimata aku" , ucap Angga yang gak mau istrinya jadi salah sangka , karena candaan yang dia buat.
Semua orang disana hanya tertawa melihat Angga.
Angga memang orangnya suka mengobrol dan bercanda dari dulu , makanya dia memilih usaha kuliner , karena bisa bertemu dan mengobrol dengan banyak orang.
Berbeda dengan Alex yang pembawaannya lebih cool dan cuek.
Jadi Alex hanya menyapa Sandra dan mengatakan , "selamat datang di keluarga Winata".
"Terima kasih kak" , ucap Sandra kepada Alex.
Tidak lama , terdengar Kiki dan Karen yang sedang bermain lari-larian dari tadi.
"Kiki , Karen , kesini dulu sayang" , ucap mama Shinta.
"Iya oma..." , kata Kiki dan Karen , yang langsung berlari ke arah ruang keluarga.
"Siapa aunty yang cantik ini oma?" , kata Kiki dan Karen.
"Ini Aunty Sandra , calon istrinya uncle Antonio , ayo kenalan dulu sana" , ucap mama Shinta , kepada kedua cucunya.
"Halo aunty cantik , kenalkan aku Kiki , dan ini Karen adik aku" , ucap Kiki memperkenal dirinya kepada Sandra.
"Halo Kiki dan Karen" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Tuh kan , anak kamu aja manggilnya udah aunty cantik" , ucap Angga pada Bella istrinya.
"Aishhhhh...sama aja bapak sama anak" , ucap Bella.
Semua orang mulai ketawa lagi melihat tingkah Angga.
"Memang kalau ada Angga , rumah ini jadi rame ya pa" , ucap mama Shinta.
Dibalas anggukkan oleh papa Chandra tanda setuju.
"Kiki , adek Penelope dimana?" tanya mama Shinta.
"Ada di kamar atas oma" , ucap Kiki.
"Tolong panggilkan adek Penelope kesini dong sayang" , ucap mama Shinta kepada Kiki.
"Gak mau ah oma , Penelope lagi main game , tadi aja dia bilang gak boleh gangguin , suruh Karen aja deh yang panggil" , ucap Kiki.
"Gak mau oma , Karen takut dimarahin kakak Penelope" , ucap Karen.
"Anak ini dari dulu selalu gitu , gak mau berteman , sama sodara aja juga gitu" , ucap Dona.
"Biar aku aja , yang panggil Penelope ma" , ucap Dona , sambil berjalan menuju ke kamar atas.
"Alex , anak kamu masih kecil , gak boleh dibiasakan seperti itu , nanti kalau sudah besar , bagaimana dia mau mengahadapi dunia ini" , ucap mama Shinta kepada Alex.
"Biarin dulu aja la ma , nanti juga kalau sudah besar , bisa berubah sendiri" , ucap Alex.
__ADS_1
"Kamu sih selalu kayak gini , makanya tuh turun sifatnya sama Karen" , ucap mama Shinta.
"Tapi sudah besar , aku masih bisa hidup bermasyarakat kan ma" , ucap Alex dengan santai.
"Iya terserah kamu deh", ucap mama Shinta , yang tidak mau berdebat dengan anaknya , yang cool dan cuek itu.
Dona sudah turun kebawah dengan Penelope.
"Ayo sayang , kenalan dulu dengan aunty Sandra" , ucap Dona pada anaknya.
"Halo aunty Sandra , nanti aku main piano ya di pernikahan aunty dan uncle" , ucap Penelope.
"Halo Penelope , aunty sangat senang sekali , kamu mau main piano di acara pernikahan aunty , makasih ya sayang , aunty tunggu penampilannya" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Wahhhhh dedek Penelope mau main piano ya , kakak mau main apa ya?" , ucap si Kiki , yang selalu aktif dan gak bisa diem dari tadi.
"Ayo kakak mau ngapain?" , ucap Bella sama anaknya , sambil tersenyum.
"Kakak gak bisa main alat musik ma" , ucap Kiki dengan muka lesu.
Semua orang tertawa melihat tingkah cucu pertama keluarga Winata itu.
"Tapi kan cucu opa bisa nyanyi" , ucap papa Chandra.
"Oh iya opa , untung opa ingetin kalau aku bisa nyanyi , nanti aku nyanyi ya aunty cantik" , ucap Kiki , yang diikuti gelak tawa oleh semua orang.
"Iya Kiki sayang , boleh...nanti aunty tungguin ya penampilannya" , ucap Sandra , yang sudah mulai gemas dengan Kiki.
"Gak berasa udah siang aja , ayo makan siang dulu" , ucap papa Chandra.
Mereka semua menuju ke ruang makan dan mengobrol ringan.
Sandra merasakan kehangatan keluarga disana dan dia bahagia , karena ternyata semua keluarga Antonio menerimanya dengan baik.
Setelah selesai makan , mereka membahas untuk acara pernikahan nanti.
Mama Shinta , Bella , Dona dan Sandra sibuk membahas baju dan aksesoris yang akan digunakan , serta mereka pun mulai memilih-milih model make up dan rambut untuk acara nanti.
Papa Chandra , Antonio , Alex dan Angga membahas tentang teman , klien dan relasi yang akan di undang ke acara nanti.
Tidak terasa hari sudah sore , Antonio mendapatkan pesan dari Robi.
Melihat pesan Robi , Antonio langsung membuka dan membacanya...
"Pak , semuanya sudah siap"
-Robi-
"Baik , saya pulang sekarang"
(Balasan dari Antonio)
"Pa , aku mau pergi dulu ya" , ucap Antonio.
"Kenapa cepat banget nak?" tanya papa Chandra.
"Aku masih ada urusan pa , aku panggil Sandra dulu ya" , ucap Antonio sambil masuk kedalam.
"Sayang kita jalan sekarang ya" , ucap Antonio.
Sandra langsung berdiri , mendengar Antonio mengajaknya pergi.
"Aku pamit dulu ya tante Shinta , kak Bella dan kak Dona" , ucap Sandra.
"Kenapa cepat banget sayang , belum juga makan malam" , ucap mama Shinta , yang juga di setujui oleh papa Chandra , yang sudah masuk kedalam.
"Iya , makan malam dulu" , kata papa Chandra.
"Aku ada urusan pa...ma...kapan-kapan ya , aku bawa Sandra lagi kesini" , ucap Antonio.
"Ya sudah , kalau gitu kalian hati-hati ya dijalan" , ucap mama Shinta , dengan berat hati.
"Iya ma..." , ucap Antonio.
__ADS_1
Tidak lupa Antonio dan Sandra pun berpamitan dengan papa Chandra , mama Shinta , beserta saudara Antonio dan istrinya.
********
"Ada urusan penting apa kak?" tanya Sandra , setelah mereka di mobil Antonio.
"Nanti ketika sudah sampai , kamu juga akan tau sayang" , ucap Antonio sambil tersenyum.
Tidak lama mobil Antonio sudah sampai di parkiran apartemen miliknya.
Sandra hanya mengikuti Antonio berjalan , sampai ke unit apartemen Antonio , terlihat ada Robi disana.
"Kakak ada urusan sama Robi?" tanya Sandra.
"Iya sayang" , ucap Antonio , sambil tersenyum.
"Selamat sore pak" , sapa Robi.
"Sudah dipastikan selesai semua Robi" , ucap Antonio.
"Iya pak , sudah semua" , ucap Robi.
"Ok kamu sudah boleh pulang , terima kasih" , ucap Antonio pada asistennya.
"Iya pak , sama-sama" , ucap Robi sambil menuju keluar pintu.
********
"Udah selesai kak urusannya?" tanya Antonio.
"Sama Robi sudah , tapi urusan kita belum" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Urusan kita?" tanya Sandra , dengan muka yang kebingungan.
"Nanti kamu juga tau sayang , ditutup dulu ya matanya" , ucap Antonio.
Antonio langsung menutup mata Sandra dengan sapu tangannya dan menuntun langkah Sandra menuju ke balkon , yang sudah dipersiapkannya.
Sampai di balkon , Antonio mulai berlutut dengan memegang kotak cincin yang terbuka di hadapan Sandra , sambil bilang , sudah boleh di buka sayang , penutup matanya.
Sandra pun membuka penutup matanya , ia pun kaget melihat dekor , yang sudah tertata cantik disana , ditambah dengan suasana malam , membuat semuanya kelihatan cantik.
Tentunya yang paling utama , membuat dia lebih terkejut , melihat Antonio...yang sudah berlutut di hadapannya.
"Meskipun tidak lama lagi kita akan menikah , kakak mau melamar kamu secara resmi , maukah kamu menjadi pasangan kakak sampai akhir hayat kita dan selalu bersama , dalam suka maupun duka sayang" , ucap Antonio , dengan jantung yang berdebar lebih cepat dari biasanya.
Mendengar kata-kata lamaran yang diucapkan Antonio , membuat Sandra menjadi terharu , bercampur bahagia , sampai membuat air matanya jatuh , tanpa ia sadari.
"Kenapa menangis sayang?" , tanya Antonio yang mulai panik.
"Aku bahagia kak , aku mau bersama dengan kakak , sampai akhir hayat kita" , ucap Sandra.
Mendengar jawaban Sandra , membuat Antonio sangat bahagia , meskipun dia sudah tau kalau Sandra sudah menerimanya , pada saat papa Chandra meminta mereka untuk menikah secepatnya , tapi rasanya ada perasaan yang berbeda kalau dia melamar sendiri secara langsung.
Antonio langsung menyematkan cincin , yang bermatakan berlian pink itu , ke jari manis tangan kiri Sandra.
Lalu , Antonio berdiri mencium kening dan bibir Sandra untuk beberapa saat.
Setelah puas menciumi bibir Sandra , Antonio memeluk dan mengucapkan , "terima kasih sayang , kakak pasti akan selalu mencintai kamu selamanya".
"Aku juga kak , akan mencintai kakak selamanya" , ucap Sandra , dengan lembut.
Tidak lama Antonio melepas pelukannya , membawa Sandra ke meja yang sudah di siapkan , untuk makan malam romantis mereka.
Antonio mengambil bunga mawar putih , yang ada di meja makan dan memberikannya kepada Sandra.
"Untuk bidadari cantikku , yang akan selalu ada di hatiku" , ucap Antonio , sambil tersenyum.
"Makasih kakak sayang" , ucap Sandra , sambil mengambil bunga yang diberikan oleh Antonio , dan mencium wanginya.
Setelah itu , mereka pun makan malam dengan sangat romantis.
Selesai makan , Antonio dan Sandra berdiri di balkon , memandangi pemandangan malam itu , yang sangat indah.
__ADS_1
Antonio memeluk Sandra dari belakang , sambil memandangi keindahan malam itu.
Malam yang menjadi hari spesial , hari yang tidak akan pernah terlupakan , untuk mereka berdua.