
Paginya Sandra sudah bangun , langsung menuju ke bawah.
"Kamu sudah bangun sayang" , tanya mama Amel , yang sedang duduk di meja makan , sambil melihat kertas di tangannya.
"Iya ma , mama lihat apa" , tanya Sandra.
"Ini semua nama tamu undangan yang akan diundang sayang , dalam 3 minggu lagi undangan kamu sudah jadi , mama mau cek nama-nama , yang akan diundang , jangan sampai ada nama yang ketinggalan" , ucap mama Amel.
"Banyak banget ma namanya'' , ucap Sandra sambil melihat nama list , yang ada di kertas itu.
"Iya sayang , ini baru dari keluarga , teman dan relasi papa dan mama , belum lagi yang dari keluarga Antonio" , ucap mama Amel.
"Banyak banget ma , aku kan juga gak kenal semuanya'' , ucap Sandra.
Iya sayang , begitulah kalau anak-anak menikah , pasti semuanya diundang.
"Bagaimana dengan teman-teman kamu , siapa yang akan kamu undang?" tanya mama Amel.
"Paling cuma Karin , Riko dan Niko aja ma , itu aja yang aku tau , ada disini sekarang" , ucap Sandra.
"Ok... mama tulis disini , nanti biar sekalian di cetak , sama bagian percetakan" , ucap mama Amel.
********
Diruang kerja Antonio lagi berpikir.
Waktu itu , lamaran antara dia dan Sandra terjadi , karena permintaan papa Chandra.
"Aku ingin melamar Sandra dengan cincin , tapi bagaimana mempersiapkannya , apakah harus di restoran mewah" , ucap Antonio dalam hatinya.
"Hari ini aku cari cincinnya dulu aja , tapi bagaimana dengan ukurannya ya , dan juga cincin untuk pernikahan kami belum dibeli , apakah aku manfaatkan aja kesempatan ini" , ucap Antonio dalam hatinya.
Tidak lama , Antonio mengambil Hp nya dan menekan nama "Cantikku" di layar itu.
Sandra yang masih mengobrol dengan mamanya dirumah , mendengar Hp nya berbunyi tanda ada telpon masuk.
"Dari siapa sayang?" tanya mama Amel.
"Dari kak Antonio ma" , jawab Sandra.
"Kamu angkat dulu aja" , kata mama Amel.
"Iya ma" , ucap Sandra.
"Halo kak"
"Halo sayang , kamu hari ini kemana?" tanya Antonio.
"Gak kemana-mana kak" , ucap Sandra.
"Kita kan belum memilih cincin pernikahan kita , apa kamu mau pergi mencarinya hari ini" , ucap Antonio.
"Iya boleh kak , aku siap-siap dulu ya" , ucap Sandra.
"Ok sayang , satu jam lagi kakak jemput ya'' , ucap Antonio.
"Iya kak" , jawab Sandra.
__ADS_1
"Ada apa sayang?" tanya mama Amel , setelah Sandra mematikan telponnya.
"Kak Antonio ajak aku , pilih cincin pernikahan ma" , ucap Sandra.
"Ya udah , kalau gitu kamu siap-siap dulu" , ucap mama Amel.
"Iya ma , aku siap-siap dulu ya" , ucap Sandra sambil berjalan.
Mama Amel hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Setelah satu jam berlalu , Antonio sudah sampai di depan rumah Sandra.
Sandra yang sudah selesai dari 5 menit yang lalu , langsung pamitan sama mama Amel.
"Ma...aku pergi dulu ya , kak Antonio sudah datang" , ucap Sandra sambil mencium pipi mama Amel.
"Iya sayang" , jawab mama Amel.
Sandra berjalan menuju ke mobil Antonio.
"Halo sayang , seperti biasa kamu selalu cantik" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Halo kakak kesayangan" , ucap Sandra sambil tersenyum.
Sandra yang sudah terbiasa mendengar pujian dari Antonio , hanya tersenyum mendengarnya.
"Mau nyari cincinnya , dimana kak?" tanya Sandra.
"Di mall aja ya" , ucap Antonio.
Tidak lama kemudian , mereka sampai di mall.
Sampai pada toko ke tiga yang mereka masuki...
"Kak aku suka dengan model yang ini , modelnya cantik , simple dan elegan" , ucap Sandra.
Sandra memilih cincin emas , dengan batu berlian tidak terlalu besar ditengahnya , tapi di kelilingi oleh berlian kecil di seluruh lingkarannya , dan buat pasangannya cincin emas polos , tapi ada berlian kecil yang disusun disana untuk model pria.
"Iya boleh , yang ini saja ya'' , ucap Antonio.
"Iya kak" , ucap Sandra.
"Kamu lihat-lihat dulu aja ya sayang , siapa tau ada yang kamu suka lagi , kakak mau request , minta dibuatkan inisial nama kita di cincin ini" , ucap Antonio.
"Iya kak" , ucap Sandra , sambil melihat-lihat perhiasan di toko tersebut.
Antonio langsung memanfaatkan kesempatan itu , untuk membeli cincin lamaran untuk Sandra.
Antonio yang sudah melihat lebih dulu , model yang dia inginkan , langsung dibilangnya kepada petugas itu , untuk mengambilkan cincin yang simple , cantik , bermatakan berlian pink ditengahnya itu , dan meminta sesuai ukuran cincin , yang baru mereka pilih untuk pernikahan mereka.
Petugas disana langsung mengerti dan mengambilkan cincin yang Antonio mau , dan langsung memasukkan barang itu ke kotak.
Tidak lama Sandra menyusul Antonio...
"Sudah selesai belum kak" , tanya Sandra.
"Belum sayang , itu masih di buatkan nama kita" , ucap Antonio.
__ADS_1
"Untung saja cincin ini sudah diambilkan dan masuk ke kotak , jadi Sandra tidak melihatnya" , ucap Antonio dalam hatinya.
Tidak lama , petugas toko memperlihatkan cincin yang sudah diukir inisial nama mereka disana.
"Seperti ini tuan?" , tanya petugas tersebut pada Antonio.
"Iya benar" , jawab Antonio.
Petugas itu langsung memasukkan cincin pasangan itu ke dalam kotak dan memasukkannya ke dalam paper bag , bersamaan dengan cincin yang Antonio beli , untuk melamar Sandra secara langsung.
Setelah Antonio membayar semuanya , mereka pun berjalan keluar toko perhiasan.
"Sayang kita beli perlengkapan untuk nanti kamu tinggal di apartemen ya" , ucap Antonio.
"Iya boleh kak" , jawab Sandra.
Mereka langsung menuju ke tempat perlengkapan rumah tangga.
Karena semua peralatan dapur sudah lengkap , mereka hanya memilih kebutuhan tambahan saja.
Sandra sibuk memilih semua gelas , piring , sendok , handuk , sendal rumah , gosok gigi , bathrobe , dan piyama pasangan , semua yang dipilih Sandra adalah barang untuk couple.
"Sudah kak" , ucap Sandra.
"Yakin udah semua?" tanya Antonio.
"Untuk sekarang kayaknya ini dulu yang dibutuhkan , nanti lihat lagi ya" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Iya boleh sayang" , kata Antonio sambil tersenyum.
Mereka menuju ke kasir dan Antonio membayar semua belanjaan mereka.
"Kita mau kemana lagi kak" , ucap Sandra.
"Kita makan aja ya sayang" , ucap Antonio.
"Iya boleh kak" , jawab Sandra.
Setelah sampai di tempat makan , mereka makan sambil mengobrol ringan.
Tidak lama selesai makan , mereka pun langsung pulang.
********
Antonio yang sudah berada di apartemennya , mulai memikirkan rencana romantis untuk melamar Sandra.
"Tiga hari lagi , hari minggu , kebetulan kan papa Chandra minta aku dan Sandra ke rumah , karena mau dikenalin dengan sodara , apa hari itu aja , aku akan minta orang dekor apartemen dengan suasana yang romantis" , ucap Antonio dalam hatinya.
Antonio mengambil Hp nya dan di telponnya Robi , sang asisten kepercayaan.
"Halo pak" , jawab Robi.
"Halo Robi , hari minggu besok tolong kamu carikan orang yang bisa mendekor ruangan balkon apartemen saya , menjadi suasana yang romantis" , ucap Antonio.
"Baik pak , nanti saya akan urus semua" , ucap Robi.
"Baik , nanti tolong kamu yang urus selama pemasangan dekornya ya , saya maunya jam 6 sore semuanya sudah jadi , dan tolong belikan saya satu buket bunga mawar putih , dan juga pesankan menu makan malam yang romantis" , titah Antonio.
__ADS_1
"Baik pak" , ucap Robi.
Setelah telpon nya di tutup , Antonio tinggal mengatur , bagaimana caranya nanti , supaya mereka bisa pergi lebih cepat dari rumah utamanya.