
Malamnya papa Wijaya sudah pulang ke rumah.
"Ma...dimana anak nakal itu?" , tanya papa Wijaya kepada istrinya.
"Ada pa , tadi mama sudah bilang sama Victor kalau papa mau bicara malam ini , bentar ya mama panggilkan" , ucap mama Farah.
Papa Wijaya hanya menganggukkan kepala sambil duduk di ruang keluarga.
"Victor....papa kamu sudah pulang", panggil mama Farah.
"Iya ma , aku keluar sekarang" , ucap Victor dari dalam kamarnya.
Victor dan mama Farah turun kebawah menuju ke ruang keluarga.
"Pa..." , panggil Victor.
"Iya , duduk disini" , ucap papa Wijaya.
Victor menganggukkan kepalanya dan duduk di dekat papanya.
"Papa mau bertanya sekali lagi , apakah benar kamu mau menerima anak yang bukan anak kamu?" , tanya papa Wijaya kepada anaknya.
"Iya pa , bukannya papa saja banyak memiliki anak asuh , yang malahan anak dari siapa pun tidak jelas asal usulnya" , jawab Victor.
"Ya itu beda nak , kalau anak asuh kita kan cuma akan mendirikan panti , kalau kamu menikahi cewek yang sedang hamil anak pria lain , kamu akan meletakkan nama keluarga kita untuk dia , apa kamu bisa menganggap dia sebagai anak kamu sendiri nantinya" , ucap papa Wijaya menjelaskan.
"Iya pa , aku bisa menerima dan menganggap nya sebagai anak aku sendiri , asalkan nanti tidak akan ada orang yang membocorkan rahasia ini", jawab Victor.
"Apakah kamu tau siapa ayah dari anak ini?" , tanya mama Farah.
"Tau ma , dia Yogi...rival aku di arena balapan liar" , jawab Victor.
"Kalau seperti ini akan susah nak , kalau nanti ayah kandungnya mencari anaknya , kamu mau bagaimana menghadapinya?" , ucap papa Wijaya.
"Aku kan bisa membawanya pergi jauh dari sini" , ucap Victor.
Melihat tatapan yang serius dari mata anaknya.
Papa Wijaya mulai menghembuskan nafasnya , lalu berkata , "kalau kamu sudah yakin akan menikahi Chika , papa juga gak bisa melarangnya".
Victor dan mama Farah langsung lega mendengar ucapan papa Wijaya.
"Kata mama , kamu sudah setuju mau melanjutkan bisnis papa" , ucap papa Wijaya.
"Iya pa , tapi aku belajar dari awal dulu ya , aku gak ngerti satu pun tentang bisnis papa" , jawab Victor.
"Baiklah , besok pagi kamu mulai ikut papa ke kantor , pakai pakaian yang rapi , jangan seperti gayamu sebelumnya" , ucap papa Wijaya.
"Iya pa , aku tau kok" , jawab Victor.
"Kalau gitu , sabtu ini kita akan pergi lamaran ke rumah Chika , tolong mama siapkan semuanya" , ucap papa Wijaya.
__ADS_1
Victor hanya menganggukkan kepalanya.
"Iya pa , nanti mama siapkan semuanya" , jawab mama Farah.
"Aku ke kamar duluan ya pa...ma..." , ucap Victor.
"Iya nak", jawab papa Wijaya dan mama Farah bersamaan.
Sampai di dalam kamar , Victor langsung mengambil Hp nya dan menyentuh nama Chika di layarnya.
Terdengar suara sambungan telpon tersambung disana.
Tidak lama terdengar suara dari sana...
"Halo Victor".
"Halo Chika , sabtu ini gue dan orang tua gue akan melamar loe" , ucap Victor.
"Loe yakin Victor , apa gue gak salah dengar?" , tanya Chika yang masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Iya Chika sayang , loe gak salah dengar , sebelum perut loe membesar kita sudah harus menikah , kalau perut loe sudah besar orang-orang akan menggunjingkan loe" , jawab Victor.
Tiba-tiba air mata keluar dari mata Chika.
"Terima kasih Victor" , ucap Chika dengan suara serak karena sedang menangis terharu.
"Kenapa loe nangis?" , kata Victor.
"Yang harus loe tau , mulai sekarang perasaan loe hanya untuk gue , bukan untuk Yogi lagi , semua hal tentang Yogi , loe sudah harus melupakannya , apa loe ngerti" , ucap Victor.
"Iya...Chika ngerti Victor" , jawab Chika.
"Ya udah loe istirahat lagi , sabtu ini jangan lupa dandan yang cantik" , ucap Victor sambil terkekeh.
"Iya Victor" , jawab Chika.
Setelah sambungan telpon terputus Chika mengelus perutnya.
"Kita sangat beruntung nak , Victor mau menerima kita berdua , nanti kamu harus patuh sama papa Victor ya nak" , ucap Chika sambil mengelus perutnya.
********
Mama Farah yang sudah di kamarnya menelpon Vivi.
"Halo jeng Farah" , jawab suara disana.
"Halo jeng Vivi , sabtu ini aku , suamiku dan anakku , akan datang kesana ya buat lamaran" , ucap Farah.
"Ok Farah , jam berapa kalian akan datang , supaya aku bisa siap-siap" , ucap Vivi.
"Nanti sabtu pagi aja ya" , jawab Farah.
__ADS_1
"Iya boleh jeng , ditunggu kedatangannya" , ucap Vivi.
"Iya jeng , sampai jumpa sabtu pagi" , ucap Farah sambil memutuskan panggilan telponnya.
"Pa...sabtu ini anak kita Chika akan dilamar" , ucap mama Vivi kepada suaminya.
"Apa , kenapa cepat sekali , papa juga tidak pernah melihat Chika bersama dengan cowok" , ucap papa Wira yang belum mengetahui bahwa Chika anaknya sedang hamil.
"Iya pa , sebenarnya mama yang menjodohkan Chika dengan anak teman mama , kebetulan teman mama sedang mencarikan jodoh buat anaknya" , jawab mama Vivi.
"Chika baru juga mau kuliah ma , kenapa dinikahkan , nanti gimana kuliahnya" , ucap papa Wira.
Mama Vivi mulai menarik napas yang dalam dan menghembuskan nya , setelah itu mama Vivi mulai bercerita....
Papa harus kuat ya mendengar cerita mama.
Papa Wira hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Sebenarnya , anak kita Chika sedang hamil pa , cowok yang menghamilinya tidak mau bertanggung jawab" , cerita mama Vivi.
"Apa...siapa cowok itu , kurang ajar banget , papa harus cari cowok ini ma", ucap papa Wira.
"Udah pa , papa tenang dulu , dari awal Chika sudah mencari dia untuk minta tanggung jawab , tapi dia tetap gak mau , malah dia mau Chika mengaborsi anaknya" , cerita mama Vivi.
"Kurang ajar" , ucap papa Wira sambil mengepalkan tangannya.
"Lalu bagaimana sekarang Chika bisa di lamar sama anak dari teman mama , apakah mereka sudah tau kondisi Chika?" , tanya papa Wira.
"Sudah pa , mama sudah menjelaskan semuanya , mereka mau menerima anak kita , kemaren juga Victor yang membawa Chika untuk cek kandungannya" , ucap mama Vivi.
"Apakah benar , ada cowok yang mau menerima cewek yang hamil anak dari pria lain ma?" , tanya papa Wira dengan penuh tanda tanya.
"Mama juga awalnya sempat ragu pa , tapi tadi jeng Farah yang telpon mama , bilang kalau mau melamar Chika sabtu pagi ini" , ucap mama Vivi.
"Farah itu istrinya Wijaya bukan ma?" , tanya papa Wira.
"Iya benar pa , rekan bisnis papa juga" , jawab mama Vivi.
"Wijaya memang orang yang sangat baik , kalau dia bisa menerima keadaan anak kita , ya papa juga gak akan masalah" , ucap papa Wira.
"Jadi sabtu ini papa gak usah ke kantor dulu ya , meeting dengan klien juga di mundurkan aja" , ucap mama Vivi.
"Iya ma , untung papa ketemu dengan Antonio besok di All Star Hotel , jadi gak bentrok dengan acara lamaran" , ucap papa Wira.
"Ngomong-ngomong All Star Hotel , apa kita adain acara pernikahan Chika disana aja pa , kemaren ketika Antonio menikah bagus banget dekornya" , ucap mama Vivi.
"Iya boleh , besok papa coba nanya-nanya dulu ya ma , nanti keputusannya kan juga bagaimana dengan Wijaya" , jawab papa Wira.
"Mama rasa Wijaya setuju pa , Wijaya kan temannya Chandra , papanya Antonio" , ucap mama Vivi.
"Iya juga ya ma , ok deh besok papa tanya Antonio sekalian kesana" , ucap papa Wira.
__ADS_1
"Iya pa" , jawab mama Vivi.