
Yogi sedang duduk di taman , dengan Chika salah satu cewek yang mengejar-ngejarnya.
Ketika Sandra berjalan dengan Antonio dengan mesra , Yogi langsung melihat mereka , dengan tatapan penuh amarah dan cemburu.
"Kenapa bukan aku Sandra yang bisa berjalan denganmu seperti itu?" ucap Yogi dalam hatinya , dengan perasaan yang penuh amarah dan cemburu.
Yogi langsung hanyut dengan rasa amarah di hatinya.
Sampai Chika yang mengobrol dengannya , tidak didengarkannya sama sekali.
Yogi...Yogi...panggil Chika.
Tapi Yogi tetap tidak bergeming , dia masih tetap melihat kearah Antonio dan Sandra berjalan , dengan tatapan penuh amarah.
Sampai Chika menepuk bahu Yogi.
Plaaakkkkk....
Tiba-tiba Yogi terkejut , karena di tepuk oleh Chika.
"Ngapain loe tepok tepok gue" ucap Yogi dengan nada tinggi , karena dia juga sedang marah.
"Habisnya ,gue panggil panggil loe dari tadi gak menyahut nyahut" ucap Chika.
"Oh...sorry , loe manggil gue mau ngapain , mau pulang" ucap Yogi.
"Gak , gue mau ngajakin loe makan , masa baru juga keluar udah mau pulang , jarang-jarang juga bisa jalan sama loe" ucap Chika dengan senyum manisnya.
"Boleh juga nih , tadi Sandra masuk ke cafe Matahari , aku ajak aja Chika makan disana , sambil melihat cowok seperti apa yang bersama Sandra" ucap Yogi dalam hatinya.
"Ya udah , makan di cafe Matahari aja ya" ucap Yogi.
"Kemanapun asal bersamamu Chika pasti akan ikut" ucap Chika dengan suara centilnya.
Yogi hanya tersenyum , mendengar ucapan Chika dan mereka pun berjalan menuju ke cafe Matahari.
Sampai di cafe Matahari , Yogi melihat ada meja kosong dibelakang meja Sandra , dia pun duduk disana.
Karena posisi Sandra membelakangi , jadi dia tidak tau kalau Yogi ada tepat di belakangnya.
********
"Jadinya mau pesan apa sayang?" ucap Antonio.
"Aku mau spaghetti seafood dan lemon tea aja kak" jawab Sandra.
"Spaghetti seafood 2 , salad 1 dan lemon tea 2" ucap Antonio kepada pelayan yang sudah berdiri disana dari tadi.
"Baik pak , ditunggu ya pesanannya" ucap pelayan tersebut.
"Iya" jawab Antonio.
"Sayang , minggu depan kita ada acara makan keluarga" ucap Antonio.
"Acara makan keluarga?" ucap Sandra dengan muka kebingungan.
"Iya , om Surya belum cerita ya sama kamu?" tanya Antonio.
"Tadi papa cuma bilang , kalau minggu depan ada acara makan malam , tapi papa tidak bilang sama siapa , cuma bilang sama teman papa dan hanya 2 keluarga saja" ucap Sandra.
"Iya sayang , sama papa dan mama kakak" ucap Antonio dengan lembut.
"Kok bisa kak?" tanya Sandra.
"Tadi setelah kebaktian selesai , kakak , papa dan mama , bertemu dengan om Surya dan tante Amel , karena sudah lama papa dan mama tidak bertemu , makanya diadakan acara makan malam" ucap Antonio.
"Kenapa papa gak bilang aja sih ,makan malam sama om Chandra dan tante Shinta" ucap Sandra dengan sedikit agak kesal.
"Mungkin papa kamu mau kasih surprise sama kamu , kalau nanti ketemu nya sama orang tua kakak" ucap Antonio sambil tersenyum.
"Ya kan , kalau tau gitu , aku mau ikut pergi , karena tidak tahu ketemu sama siapa , aku jawab aja , aku belum tau ikut apa gak" ucap Sandra dengan memanyunkan bibirnya.
"Jadi tadi kamu langsung bilang gak mau pergi sama om Surya?" tanya Antonio.
__ADS_1
"Bukan langsung bilang gak mau ikut juga sih , aku cuma bilang kalau kakak ajak aku keluar , aku gak ikut sama papa dan mama" ucap Sandra dengan tersipu malu.
"Kalau kamu mau perginya sama kakak , boleh kok sayang , nanti kakak jemput kamu , baru kita ke restoran ketemu papa mama" ucap Antonio.
"Nanti aku kabari ya kak , aku coba tanya papa dan mama dulu" ucap Sandra.
"Iya boleh sayang" ucap Antonio.
Mendengar percakapan Sandra dan Antonio , membuat Yogi semakin kesal dan cemburu.
"Kenapa dia panggil Sandra dengan sebutan sayang ? Pake acara makan malam keluarga pula , apa mereka di jodohkan?" pikir Yogi.
"Kalau udah bawa-bawa orang tua kalah deh gue , apa bagusnya orang ini sih , kenapa Sandra bisa manis banget dengannya , berbeda sekali ketika dengan aku...jutek bangettt , padahal cowoknya aja gak ganteng , apa lebihnya dia , keliatannya juga sudah berumur" ucap Yogi dalam hatinya dengan penuh amarah dan rasa cemburu.
Chika yang dari tadi melihat-lihat menu , sudah memutuskan mau makan apa.
"Kamu mau pesan apa Yogi?" tanya Chika.
Yogi hanya diam , dia tidak mendengar perkataan Chika dan masih hanyut dengan pikirannya sendiri.
Tiba-tiba Yogi langsung berdiri dan meninggalkan cafe dengan cepat.
Chika yang terkejut melihat reaksi Yogi , langsung berdiri mengejar Yogi.
Yogi...Yogi...teriak Chika.
Yogi tetap berjalan dengan cepat dan tidak menghiraukan panggilan Chika.
Chika terus berlari mengejar Yogi yang terus berjalan dengan cepat ke arah taman , sampai Chika berhasil menarik tangan Yogi.
"Yogi...tungguin Chika dong , kenapa kamu langsung keluar begitu saja tadi , Chika capek ngejar ngejar Yogi" ucap Chika.
"Apa kurang gue , apa gue jelek sampai dia gak mau sama gue" ucap Yogi dengan penuh amarah.
"Apa maksud Yogi , Chika gak ngerti , kenapa Yogi marah-marah , tadi masih baik-baik aja" ucap Chika.
"Loe jawab gue , kurang gue apa? Kenapa dia gak bisa menerima gue , kenapa bukan gue yang bersama dengan dia sekarang?" tanya Yogi dengan nada kesal.
"Siapa yang Yogi maksud?" tanya Chika.
Chika yang ketakutan melihat Yogi marah-marah , langsung menjawab pertanyaan Yogi.
"Yogi gak ada kurang apa pun kok , gak jelek juga , malah ganteng banget , siapa bilang Chika gak mau sama Yogi , Chika suka kok sama Yogi" ucap Chika.
"Ya ...itu e loe bukan dia" tunjuk Yogi ke arah cafe.
"Maksud Yogi siapa? , dari tadi tidak ada siapa-siapa disini , hanya kita berdua" ucap Chika dengan penuh tanda tanya.
"Iya , dia kenapa gak suka sama gue , arghhh" ucap Yogi dengan nada kasar.
"Chika suka kok sama Yogi" ucap Chika dengan manja.
"Tapi gue gak suka sama loe" ucap Yogi dengan marah sambil meninggalkan Chika di sana.
Melihat Yogi yang pergi meninggalkannya , Chika langsung terdiam.
"Siapa cewek yang disukai Yogi?" gumam Chika.
"Gak penting siapa cewek yang disukai oleh Yogi , yang lebih penting aku akan mendapatkan Yogi , bagaimanapun caranya , aku pasti bisa mendapatkannya" ucap Chika dalam hatinya.
Tanpa Yogi sadari , Chika akan menjadi ancaman buat dirinya.
********
Setelah kejadian itu Chika tidak bisa menghubungi Yogi.
Tapi Chika tidak putus asa , dia mencari detektif bayaran untuk menemukan dimana keberadaan Yogi.
"Ini foto orang yang mau gue cari , dan ini uang muka yang gue bayarkan , setelah kalian mendapatkan dimana posisi orang yang gue cari , baru gue bayar full" , ucap Chika , kepada kedua orang , yang berpakaian serba hitam , yang duduk di depannya.
"Baik bos , setelah kita dapat informasinya kita akan kabari bos" ucap salah satu pria berpakaian serba hitam tersebut.
"Ok , kalau bisa tolong kabari secepatnya" , ucap Chika.
__ADS_1
"Siap bos" ucap pria berpakaian serba hitam tersebut.
********
Semakin hari hubungan Sandra dan Antonio semakin mesra.
Sudah beberapa hari mereka tidak bertemu , karena Antonio disibukkan dengan pekerjaannya di kantor , tapi setiap malam mereka pasti melakukan video call.
Sandra yang sudah jarang banget ke gym , lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
.
.
.
"Ma..." panggil Sandra.
"Iya sayang... , mama di meja makan" jawab mama Amel.
"Ma , minggu ini kita pergi makan dengan papa dan mama kak Antonio ya?" tanya Sandra.
"Antonio sudah cerita sama kamu sayang" ucap mama Amel.
"Iya ma , kak Antonio cerita sama aku , waktu keluar minggu kemaren" ucap Sandra.
"Jadi gimana sayang , kamu mau pergi apa nggak?" tanya mama Amel dengan senyum di bibirnya.
"Kalau ada kak Antonio , ya aku mau dong ma pastinya..." jawab Sandra.
"Kayaknya bentar lagi , anak mama sudah jadi milik Antonio nih" ucap mama Amel sambil tersenyum.
"Sampai kapan pun , aku tetap anak mama dan papa" jawab Sandra.
"Iya kamu tetap jadi anak kami sayang , tapi setelah menikah , kamu akan menjadi milik suamimu" ucap mama Amel dengan lembut.
"Aku takut ma , menikah diusia sekarang" ucap Sandra.
"Kenapa takut sayang?" tanya mama Amel.
"Aku kan tidak bisa kerjaan rumah , apalagi memasak , kalau nanti setelah menikah aku sama sekali tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah satu pun , apakah kak Antonio akan menerima aku seperti sekarang?" tanya Sandra dengan wajah yang serius.
"Mama yakin , Antonio bukan orang yang seperti itu , dia pasti akan tetap menyayangi kamu seperti sekarang , meskipun kamu tidak bisa melakukan pekerjaan rumah , lagian untuk memasak itu asalkan kamu mau belajar dan mencobanya , itu tidaklah sulit sayang" ucap mama Amel.
Sandra hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti , dengan apa yang dikatakan mamanya tadi.
Sandra mengambil roti yang ada di meja dan memasukkan ke mulutnya dan bertanya pada mama Amel.
"Mama mau kemana hari ini?" tanya Sandra.
"Untung kamu nanya sayang , kalau gak mama lupa kalau hari ini kita ada janji dengan tante Rita , designer langganan mama" kata mama Amel.
"Kita? Apa termasuk aku juga ma?" tanya Sandra.
''Iya sayang , hari ini mama sudah janji mau buat baju untuk pernikahan Ajeng , yang akan dilaksanakan 3 bulan lagi , kamu juga ikut hari ini , buat diukur badannya , mama sudah mencari bahan yang sama buat papa , mama dan kamu sayang" ucap mama Amel.
"Iya deh ma , jam berapa perginya ma?" tanya Sandra.
"Nanti setelah makan siang sayang" ucap mama Amel.
"Ok deh kalau gitu aku mandi dulu ya ma" ucap Sandra.
"Iya sayang , mama juga mau siap-siap" jawab mama.
Sandra dan mama Amel berjalan menuju ke kamar mereka masing-masing.
Setelah selesai mandi dan dandan Sandra menuju ke kamar mamanya.
"Ma...sudah siap belum" panggil Sandra.
"Iya sayang , mama sudah siap" kata mama sambil membuka pintu kamarnya.
"Ayo kita makan dulu , setelah makan baru kita pergi" ucap mama Amel.
__ADS_1
"Iya ma" jawab Sandra.