
Pagi harinya Katherine bangun terlebih dahulu dari Yogi.
Katherine melihat Yogi yang memeluk tubuh polosnya , langsung merasa bahagia.
"Aku mencintai kamu cowok ganteng" , ucap Katherine dengan pelan , setelah itu Katherine mencium bibir Yogi.
Lalu Katherine dengan pelan mengangkat tangan Yogi yang ada di atas tubuhnya , setelah itu dia turun dari kasur dan mengumpulkan bajunya yang sudah berserakan di lantai , membawanya masuk ke kamar mandi , membersihkan dirinya.
Tidak lama Yogi terbangun dari tidurnya , terlihat Katherine ada di kamar mandi.
Kaca kamar mandi yang ada di hotel itu bisa terlihat dengan jelas dari dalam kamar , jadi Yogi bisa melihat tubuh polos Katherine yang sedang mandi di dalam sana.
Ketika Yogi ingin menyusul Katherine di dalam kamar mandi , Yogi melihat ada bercak darah di atas sprei kasur.
"Ternyata kamu masih perawan , aku pikir kamu sudah biasa melakukan hal ini dengan cowok" , ucap Yogi dalam hatinya.
Yogi pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi yang memang dibuat tanpa kunci itu.
"Kayaknya ini hotel memang dibuat untuk berbuat mesum deh" , ucap Yogi dalam hatinya.
Yogi masuk ke dalam kamar mandi dan langsung memeluk tubuh polos Katherine dari belakang.
"Tubuh kamu beneran membuat aku gila Katherine" , ucap Yogi sambil menciumi punggung Katherine.
"Apa kamu mau lagi cowok ganteng?" , tanya Katherine dengan menggoda.
"Apa disini kamu tidak sakit?" , tanya Yogi sambil menyentuh area di tubuh bawah Katherine.
"Kalau buat kamu , aku bisa menahannya cowok ganteng" , ucap Katherine yang sudah membalikkan tubuh polosnya dan sekarang wajah mereka menjadi sangat dekat , hanya beberapa senti saja.
Yogi pun langsung me...lu....mat bibir Katherine yang sudah menjadi candu baginya itu.
Dan tidak lama terjadilah penyatuan lagi diantara mereka di bawah shower yang menyala itu.
"Aku mencintai kamu cowok ganteng" , ucap Katherine dengan nafas yang tersengal-sengal.
Mendengarkan ungkapan perasaan yang diucapkan Katherine membuat Yogi terdiam sejenak.
"Aku masih belum bisa mencintai kamu Katherine , aku baru menyukai tubuhmu saja , terima kasih kamu sudah memberikan keperawanan kamu untuk aku" , ucap Yogi sambil melepaskan tubuhnya dari tubuh Katherine.
"Aku akan selalu menunggu kamu cowok ganteng , kalau kamu baru menyukai tubuh aku , aku tidak masalah , kita bisa melakukannya setiap kamu menginginkannya" , jawab Katherine yang memang sudah cinta mati dengan Yogi.
__ADS_1
"Setelah ini kita ke apotik ya beli pil KB , aku tidak ingin kamu hamil nantinya" , ucap Yogi.
"Kamu tenang saja cowok ganteng , aku sudah menyediakan pil itu di dalam tas aku" , ucap Katherine.
"Kamu sebelumnya tidak pernah melakukannya , kenapa kamu bisa menyediakan nya?" , tanya Yogi.
"Kemaren sebelum aku ke bengkel kamu , aku pengen aja beli dan ternyata memang bermanfaat" , ucap Katherine sambil terkekeh.
"Dasar cewek nakal" , ucap Yogi sambil menggigit sedikit bibir bawah Katherine.
Setelah itu mereka mandi bersama.
Setelah selesai mandi , Yogi dan Katherine mengeringkan tubuhnya dan menggunakan baju yang kemaren malam mereka gunakan.
"Gue suka banget hotel ini" , ucap Yogi.
"Kenapa begitu?" , tanya Katherine yang sedang meminum pil KB nya.
"Dari atas kasur gue bisa melihat loe mandi" , ucap Yogi sambil terkekeh.
"Jangankan lihat dari sana , kamu mau lihat langsung juga aku akan lakukan , apa mau aku buka satu persatu baju aku sekarang di hadapan kamu" , ucap Katherine sambil menggoda Yogi.
"Cewek ini benar-benar membuat aku menjadi tidak waras" , ucap Yogi dalam hatinya.
"Makanya kita menikah saja cowok ganteng , jadi aku bisa bersama denganmu 24 jam" , ucap Katherine dengan manja.
"Tolong berikan aku waktu ya dan berikan juga nomor telpon kamu kepada aku" , ucap Yogi sambil memberikan ponselnya kepada Katherine.
"Baiklah cowok ganteng" , jawab Katherine sambil memasukkan nomor ponselnya di sana.
Yogi dan Katherine memang sering bertemu , karena Katherine yang selalu mencarinya di bengkel , tapi Yogi tidak pernah tau nomor ponsel Katherine.
Setelah siap , Katherine dan Yogi check out dari hotel dan mereka sarapan di restoran hotel.
Setelah selesai sarapan , mereka berjalan keluar dari hotel dan Yogi menjalankan mobil Katherine menuju ke bengkelnya untuk mengambil motornya yang ditinggalin disana.
********
Tuti yang baru sampai di apartemen Antonio pagi itu , langsung terkejut melihat banyak plastik besar di lantai ruang tamu.
Tuti mulai melihat isi di dalam kantong plastik besar itu.
__ADS_1
"Untuk apa tissue sebanyak ini , lalu ini juga kain serbet banyak banget... setahun juga gak habis-habis ini , kain kanebo juga banyak banget , belum lagi ini ada sticker , buku gambar sama mainan anak-anak".
"Nona muda kan belum melahirkan , untuk apa beli sebanyak ini , lagi pula ini kan barang dagangan yang selalu dijual dipinggir jalan , gak mungkin kan anaknya tuan dan nona muda main mainan beginian", ucap Tuti dalam hatinya.
Tidak lama Antonio yang bangun dari tidurnya , melihat bidadari cantiknya masih tidur nyenyak , dia pun menciumi kening istrinya dan turun dari kasur dengan pelan dan berjalan keluar dari kamar , untuk mengambil air minum di dapur.
Antonio keluar dari kamar dan berjalan menuju ke arah dapur.
"Tuan" , panggil Tuti yang melihat Antonio berjalan keluar dari kamar.
"Iya Tuti , ada apa?" , ucap Antonio.
"Ini barang-barang mau diletakkan dimana tuan?" , tanya Tuti yang masih berada di ruang tamu.
"Itu yang tissue kamu masukin di lemari , yang lainnya...kamu lihat aja mana yang bisa digunakan kamu simpan di lemari" , jawab Antonio.
"Yang sticker , buku gambar dan mainan anak-anak mau diletakin dimana tuan?" , tanya Tuti.
"Di dekat rumah kamu banyak anak-anak kecil gak?" , tanya Antonio.
"Banyak tuan" , jawab Tuti.
"Semua yang mainan itu kamu bawa pulang dan bagikan ke anak-anak kecil yang ada didekat rumah kamu" , ucap Antonio.
"Beneran ini tuan" , ucap Tuti.
"Ya beneran , lagian untuk apa saya mainan begitu" , ucap Antonio.
"Kalau gak berguna untuk apa dibeli tuan" , ucap Tuti.
"Kemaren malam aku dikerumuni anak-anak kecil yang jual barang begitu , makanya aku beli" , ucap Antonio.
"Oh...jadi tuan dipaksa buat beli barang dagangan anak-anak jalanan" , ucap Tuti sambil terkekeh.
"Gak dipaksa juga sih , cuma kasihan aja lihat anak-anak tengah malam masih berkeliaran di jalanan" , ucap Antonio.
"Memangnya tengah malam tuan kemana?" , tanya Tuti.
"Itu nona muda kamu ngidam martabak" , jawab Antonio.
"Oh...pantesan" , jawab Tuti sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ya udah kamu tolong beresin semua barangnya , saya mau ke kamar lagi" , ucap Antonio sambil membawa segelas air minum ditangannya.
"Iya tuan" , jawab Tuti.