
Chika yang sudah beberapa hari ini menunggu kabar keberadaan Yogi , akhirnya mendapat kabar dari orang suruhannya.
"Malam bos , target sudah kami temukan" , ucap orang suruhan Chika.
"Dimana?" , tanya Chika yang sudah tidak sabaran.
"Di klub malam xxx bos" , ucap orang suruhan Chika.
"Baik terima kasih infonya , uangnya akan aku transfer setelah aku menemukannya'' , ucap Chika.
"Baik bos" , ucap orang suruhannya.
Chika pun menjalankan mobilnya , menuju ke klub malam , yang diberitahukan oleh orang suruhannya.
Sampai disana , awalnya agak sulit Chika mencari keberadaan Yogi , karena lampu yang remang-remang dan kelap kelip.
Setelah beberapa saat , akhirnya Chika menemukan Yogi , yang duduk sendiri sambil minum-minum alkohol.
Chika mendekatinya...
"Yogi sayang" , panggil Chika.
"Siapa kamu?" , tanya Yogi yang sudah mabuk.
"Aku Chika pacar kamu" , jawab Chika.
"Pacar aku...pacar aku cuma Sandra , benarkah kamu Sandra...aku tidak bermimpi kan" , ucap Yogi yang ngelantur karena mabuk.
Yogi langsung menarik tangan Chika , memeluknya dan memanggilnya dengan sebutan Sandra.
"Sandra , akhirnya kamu mencari aku juga , apakah kamu sudah sadar , kalau aku yang selalu mencintai kamu , bukan pria itu" , ucap Yogi yang sudah mabuk.
Chika yang tidak mau melepaskan Yogi , membiarkan saja tubuhnya dipeluk oleh Yogi , biarpun Yogi mengira dia adalah Sandra juga gak masalah , yang penting dia bisa melaksanakan aksinya malam ini , untuk mendapatkan Yogi.
"Iya Yogi , ini aku Sandra , aku mencintai kamu , ayo kita pergi dari sini , kamu sudah mabuk sayang" , ucap Chika yang berpura-pura menjadi Sandra , supaya rencananya berhasil.
Yogi yang masih melihat itu Sandra , mengikuti Chika , sampai masuk ke mobil , setelah itu Chika berhenti di sebuah hotel dan memesan kamar disana.
Setelah mendapatkan kunci kamarnya , Chika kembali ke mobilnya , mengajak Yogi mengikutinya.
Yogi yang saat itu masih mabuk dan masih melihat Chika itu adalah Sandra , sangat senang , ketika mereka sudah sampai dikamar hotel.
Sandra sayang , apakah kamu sudah sadar kalau aku yang selalu mencintai kamu selama ini , ucap Yogi berulang-ulang kali.
__ADS_1
"Iya Yogi , iya...aku selalu mencintai kamu" , ucap Chika , sambil mencium bibir Yogi.
Yogi yang masih mabuk dan mengira itu Sandra , langsung menciuminya dengan kasar dan membawa tubuh mereka ke kasur.
Tidak lama , Yogi pun sudah membuka baju Chika dan bajunya sendiri.
Sekarang tubuh mereka berdua sudah polos , tanpa satu helai benang pun.
Yogi menciumi seluruh tubuh Chika , disentuhnya semua bagian sensitif di tubuh Chika , setelah beberapa lama , terjadilah penyatuan keduanya.
Chika yang...merasakan rasa sakit di **** ***** nya , merasa sangat bahagia dan puas , karena semua keinginan Chika sudah terkabulkan malam ini.
Setelah beberapa jam mereka bergelut disana , Yogi pun kelelahan dan tertidur di samping Chika.
Chika memandanginya dengan perasaan yang bahagia.
"Akhirnya , aku sudah menjadikan kamu milikku Yogi , tidak akan ada lagi nama Sandra diantara kita , akan aku pastikan itu" , ucap Chika dengan pelan , sambil menciumi bibir Yogi.
Keesokan harinya , Yogi yang terbangun dengan kepala yang pusing , karena mabuk semalam , tiba-tiba terkejut melihat Chika tidur disampingnya.
Yang lebih membuat dia terkejut , ketika dia bangun , melihat tubuhnya polos , tanpa sehelai benang satupun.
Dengan pikiran yang kacau dan penuh tanda tanya , diangkatnya selimut yang menyelimuti tubuh Chika , dan matanya langsung membulat terkejut dan tidak percaya , tapi pada kenyataannya , tubuh polos Chika tanpa sehelai benang pun nyata dihadapannya.
"Apa yang terjadi tadi malam? Kenapa aku bisa tidur dengan Chika , tanpa menggunakan baju?" , ucap Yogi , sambil mondar mandir di samping kasur.
Chika yang melihat Yogi sedang mondar mandir dengan tubuh polosnya , langsung menyapa Yogi.
"Pagi Yogi sayang" , kata Chika dengan tersenyum manis.
"Apa yang terjadi , kenapa gue sama loe gak pakai baju?" , tanya Yogi yang sedang kebingungan.
Masa kamu gak tau sayang , Chika membuka selimutnya , dan memperlihatkan darah yang ada di sprei kasur tersebut.
"Kemaren malam kita sudah melakukannya , Yogi sayang" , ucap Chika dengan perasaan yang bahagia.
"Kenapa bisa aku melakukannya denganmu? Kamu menjebak aku ya?" , ucap Yogi , dengan menaikkan nada suaranya.
"Bukan sayang , aku mana berani menjebak kamu sayang , kamu yang memulai duluan tadi malam , kamu yang mengajak aku kesini" , ucap Chika , berusaha meyakinkan Yogi , dengan kebohongan yang dia buat sendiri.
"Tapi aku tidak percaya , ini tidak mungkin" , ucap Yogi , yang sudah mulai marah dan bingung.
"Kalau tidak mungkin , kenapa kamu tidak memakai baju sama sekali , dan aku juga , apa ini tidak bisa menjawab semuanya" , ucap Chika , sambil menunjuk darah yang ada di sprei putih tersebut.
__ADS_1
Yogi yang sudah mulai marah dan kebingungan , langsung mengambil bajunya yang berserakan di lantai dan memakainya.
Setelah itu Yogi berjalan menuju ke arah pintu kamar hotel.
"Mau kemana Yogi , kenapa buru-buru , tungguin Chika pakai baju dulu" , ucap Chika dengan manja.
Mendengar teriakan Chika , membuat Yogi berhenti dan terdiam.
"Meskipun aku tidak suka , tapi gak mungkin juga aku meninggalkan dia sendirian di hotel ini , karena pada kenyataannya aku sudah melakukannya dengan Chika" , ucap Yogi dalam hatinya.
Setelah Chika selesai memakai baju , mereka pun berjalan keluar hotel.
"Kita mau kemana Yogi?" tanya Chika.
"Pulang" , jawab Yogi.
"Ya udah , ayo Chika anterin" , ucap Chika.
Yogi pun hanya mengikuti Chika ke mobilnya.
Sampai di depan mobil Chika...
"Mana kuncinya , sini biar gue yang bawa" , ucap Yogi.
Chika pun memberikan kunci mobilnya pada Yogi.
Yogi menjalankan mobil dengan kecepatan sedang , selama dalam perjalanan tidak ada satupun obrolan yang mereka bicarakan , Yogi hanya diam dan fokus membawa mobil sampai ke rumahnya.
Ketika sampai di depan pagar rumah Yogi , Yogi turun dan mengatakan pada Chika.
"Loe pulang sendiri , bawa mobil loe".
Setelah itu , Yogi langsung memasuki halaman rumahnya dan meninggalkan Chika.
"Gak pa pa Yogi , yang penting Chika sudah tau rumah Yogi , nanti Chika bisa mencari Yogi lagi kesini" , ucap Chika dalam hatinya , sambil membawa mobilnya menuju ke rumahnya.
Yogi yang sudah memasuki rumahnya , dipanggil oleh Doddy papanya , yang duduk di sofa ruang keluarga.
Doddy adalah papa Yogi , sudah 7 tahun ini mereka tinggal berdua saja , sejak Chintya mama Yogi meninggal dunia , Amanda memulai profesinya , menjadi seorang model dan memilih untuk tinggal di luar kota sendiri.
Sebelum Chintya , mama Yogi meninggal dunia karena penyakit kankernya , mereka adalah keluarga yang sangat bahagia.
Yogi dan Amanda , selalu mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua nya.
__ADS_1
Setelah mama Chintya meninggal dunia , semuanya langsung berubah , yang tadinya suasana hangat dirumahnya , berubah menjadi suram.
Doddy sibuk , dengan urusan bisnis batu baranya , sedangkan Amanda... memutuskan untuk meninggalkan rumah , mengejar karirnya sebagai model , dan Yogi... hanya bermain-main kemanapun dia suka.