Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 117


__ADS_3

Melihat kejadian yang terjadi dengan Sandra di kampus , orang suruhan Antonio langsung menelpon Antonio.


Mendengar ponselnya berbunyi dan di layar ponselnya terlihat nama bodyguard istriku , Antonio langsung mengangkatnya.


"Halo" , jawab Antonio.


"Halo pak , istri anda pingsan di kampus" , ucap bodyguard tersebut.


"Baik , terima kasih infonya" , ucap Antonio sambil memutuskan panggilan telponnya.


Setelah memutuskan panggilan telponnya , Antonio yang sedang meeting , langsung berdiri dan meninggalkan ruangan meeting.


"Ada apa pak?" , tanya Robi sambil mengejar Antonio.


"Istri saya pingsan di kampusnya , sekarang saya mau melihat keadaannya" , ucap Antonio sambil terus berjalan.


"Baik pak" , jawab Robi dan kembali berjalan menuju ke ruangan meeting.


Antonio berjalan menuju ke parkiran mobilnya , setelah masuk di mobil , Antonio mulai menyalakan dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke kampus.


Semua orang yang berada di ruangan meeting bertanya-tanya apa yang terjadi dengan bos mereka.


Robi yang sudah memasuki ruang meeting , mengumumkan kalau meeting hari itu harus ditunda , karena pak Antonio ada urusan mendesak yang harus diurus diluar.


Salah satu karyawan di ruangan meeting itu bertanya , "urusan penting apa yang membuat pak Antonio meninggalkan meeting begitu saja?"


"Istrinya pingsan di kampus" , jawab Robi.


Setelah mendengar jawaban Robi , semua karyawan yang ada di ruangan itu mulai berdiri dan keluar dari ruangan meeting.


Ibu Jeni petugas kesehatan di kampus langsung menghubungi wali Sandra , karena pada saat daftar wali Sandra adalah papa Surya , maka petugas kesehatan menelpon papa Surya.


Tidak lama terdengar suara dari sana...


"Halo selamat siang , apakah benar ini dengan pak Surya , walinya Sandra Darmawan?" , ucap ibu Jeni petugas kesehatan.


"Iya benar , ada apa ya dengan anak saya?" , tanya papa Surya.


"Anak bapak jatuh pingsan di kampus selama menjalani ospek hari ini , sekarang sedang berada di ruangan kesehatan kampus" , ucap ibu Jeni.


"Baik bu , saya akan segera kesana" , ucap papa Surya sambil memutuskan panggilan telpon.


Sambil jalan kebawah , papa Surya menelpon Antonio.


Tidak lama terdengar suara dari sana.


"Halo pa" , jawab Antonio.


"Halo Antonio , papa dapat telpon dari kampus kalau Sandra pingsan , kamu ke kampus sekarang ya , papa juga menuju kesana sekarang" , ucap papa Surya.


"Iya pa , aku sekarang menuju ke kampus" , ucap Antonio.

__ADS_1


Tidak lama , mobil mewah papa Surya dan Antonio sudah sampai di parkiran kampus.


Karena kebetulan pada saat itu sedang jam istirahat , banyak mahasiswa yang melihat dan bertanya-tanya , ada apa dua orang kaya ke kampus kita siang hari ini.


Antonio dan papa Surya langsung keluar dari mobil dan berjalan dengan tergesa-gesa memasuki kampus.


Pak Maman yang melihat bos nya datang secara tiba-tiba , langsung mengejar bosnya.


"Pak , ada apa bapak kesini dengan tergesa-gesa ?" , tanya pak Maman.


"Istri saya pingsan pak" , jawab Antonio sambil terus berjalan memasuki kampus.


"Apa pak , nona muda pingsan" , ucap pak Maman.


Antonio hanya menganggukkan kepalanya.


Antonio menanyakan dimana letak ruangan kesehatan kepada penjaga kampus , setelah penjaga kampus memberitahukan arahnya , Papa Surya , Antonio dan pak Maman berjalan menuju ke arah yang diberitahukan oleh penjaga kampus tersebut.


Mahasiswa yang lain langsung bertanya-tanya melihat papa Surya dan Antonio masuk ke dalam ruangan kesehatan.


"Pasti itu keluarga dari mahasiswi yang pingsan tadi" , ucap salah satu mahasiswa disana.


"Sepertinya anak baru itu bukan orang sembarangan" , ucap mahasiswa lainnya.


"Kenapa aku pernah melihat kedua orang yang baru datang tadi ya" , ucap salah satu mahasiswa lainnya.


Antonio yang baru masuk ke ruangan kesehatan langsung berjalan menuju ke kasur Sandra , dia pun langsung duduk di samping tubuh Sandra sambil membelai wajah Sandra dengan lembut.


Jeri yang sedang berdiri di samping kasur Sandra , langsung terkejut melihat Antonio mendekati Sandra dan membelai wajahnya dengan lembut.


"Bagaimana anak saya bisa pingsan?" , tanya papa Surya.


Katanya Jeri , anak bapak disuruh oleh kakak kelasnya untuk berdiri di lapangan selama berjam-jam.


"Apaaa....disuruh berdiri di lapangan selama berjam-jam dengan panas terik yang seperti itu , mana pemimpin kalian , aku tidak bisa membiarkannya" , ucap Antonio yang langsung marah mendengar perkataan ibu Jeni.


Jeri hanya terdiam melihat Antonio yang sudah marah.


"Siapanya Sandra pria ini , apakah dia saudaranya , sampai dia benar-benar peduli padanya" , ucap Jeri dalam hatinya.


"Tenang dulu Antonio , kita bisa membahasnya dengan baik-baik" , ucap papa Surya.


"Tidak bisa pa , aku tidak akan melepaskannya , siapa yang telah membuat Sandra seperti ini akan aku pastikan dia menerima hukumannya" , ucap Antonio.


Jeri langsung menelan saliva nya dengan kuat.


"Kayaknya Sandra ini anak orang kaya , kali ini Meri pasti akan habis , karena cari gara-gara dengan anak yang salah" , ucap Jeri dalam hatinya.


Tidak lama Sandra pun sadar dari pingsannya.


Begitu Sandra membuka matanya , melihat ada Antonio disana , Sandra langsung memanggilnya.

__ADS_1


"Hubby..." , panggil Sandra dengan suara yang masih agak lemas.


Mendengar suara Sandra , Antonio langsung melihat ke arah bidadari cantiknya.


"Sayang , akhirnya kamu sadar juga , apa yang gak enak sayang?" , tanya Antonio.


"Hubby....sayang...? Apa maksudnya ini?" , ucap Jeri dalam hatinya.


"Aku haus banget hubby dan kepala aku juga sakit banget rasanya" , jawab Sandra.


"Ini minum dulu ya sayang" , ucap Antonio sambil mengangkat tubuh istrinya dan memberikan air minum yang terletak di atas lemari di samping tempat tidur kepada istrinya.


Setelah Sandra meminum airnya , Antonio bertanya....


"Sekarang bagaimana sayang , sudah baikan belum?"


"Kepala aku masih sakit hubby" , jawab Sandra.


Mendengar jawaban istrinya , Antonio langsung menelpon Reihan.


Tidak lama terdengar suara dari sana.


"Halo bos , ada apa?" , tanya Reihan.


"Halo Reihan , tolong siapkan kamar untuk istri aku , istri aku pingsan di kampus sekarang kepalanya sakit , setelah dari sini aku langsung ke rumah sakit kamu" , ucap Antonio.


"Baik bos" , ucap Reihan.


"Pa , aku akan suruh Robi yang urus masalah yang terjadi hari ini di kampus , sekarang kita harus membawa Sandra ke rumah sakit dulu , aku sudah suruh Reihan mempersiapkan semuanya" , ucap Antonio.


"Baik nak , kita pergi sekarang" , jawab papa Surya.


Antonio langsung mengangkat tubuh Sandra dengan kedua tangannya dan membawanya keluar dari kampus menuju ke mobilnya.


Sampai di parkiran , Antonio memasukkan Sandra ke mobilnya , lalu ketiga mobil mereka langsung pergi dari sana.


Semua mahasiswa yang melihat kejadian hari itu , langsung menjadi bahan pembicaraan di seluruh kampus.


Anak baru yang jatuh pingsan langsung menjadi hot topik pembicaraan di kampus pada saat itu.


"Sudah aku duga , kamu memang anak orang kaya Sandra" , ucap Niken dalam hatinya , setelah melihat ketiga mobil mereka keluar dari kampus.


Ibu Jeni langsung panik mendengar ucapan Antonio.


"Bagaimana ini Jeri , kenapa kalian bisa menyuruh anak baru untuk berjemur di bawah terik matahari , bukankah itu tidak diperbolehkan selama ospek?" , tanya ibu Jeni.


"Aku gak tau bu , itu yang nyuruh Meri , aku sudah mencoba melarangnya , tapi dia tidak mau mendengarkan aku" , ucap Jeri.


"Kayaknya mereka orang berpengaruh di kota ini , kalau masalah ini sampai dituntut , reputasi universitas kita akan jelek" , ucap ibu Jeni dengan wajah yang khawatir.


Jeri hanya menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ya sudah , kamu keluar dulu , besok kita lihat selanjutnya , semoga mereka gak menuntut kampus kita" , ucap ibu Jeni.


Jeri pun hanya menganggukkan kepalanya dan keluar dari ruangan kesehatan.


__ADS_2