
Melihat kejadian yang terjadi dengan Sandra di kampus , orang suruhan Antonio langsung menelpon Antonio.
Mendengar ponselnya berbunyi dan di layar ponselnya terlihat nama bodyguard istriku , Antonio langsung mengangkatnya.
"Halo" , jawab Antonio.
"Halo pak , istri anda pingsan di kampus" , ucap bodyguard tersebut.
"Baik , terima kasih infonya" , ucap Antonio sambil memutuskan panggilan telponnya.
Setelah memutuskan panggilan telponnya , Antonio yang sedang meeting , langsung berdiri dan meninggalkan ruangan meeting.
"Ada apa pak?" , tanya Robi sambil mengejar Antonio.
"Istri saya pingsan di kampusnya , sekarang saya mau melihat keadaannya" , ucap Antonio sambil terus berjalan.
"Baik pak" , jawab Robi dan kembali berjalan menuju ke ruangan meeting.
Antonio berjalan menuju ke parkiran mobilnya , setelah masuk di mobil , Antonio mulai menyalakan dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke kampus.
Semua orang yang berada di ruangan meeting bertanya-tanya apa yang terjadi dengan bos mereka.
Robi yang sudah memasuki ruang meeting , mengumumkan kalau meeting hari itu harus ditunda , karena pak Antonio ada urusan mendesak yang harus diurus diluar.
Salah satu karyawan di ruangan meeting itu bertanya , "urusan penting apa yang membuat pak Antonio meninggalkan meeting begitu saja?"
"Istrinya pingsan di kampus" , jawab Robi.
Setelah mendengar jawaban Robi , semua karyawan yang ada di ruangan itu mulai berdiri dan keluar dari ruangan meeting.
Ibu Jeni petugas kesehatan di kampus langsung menghubungi wali Sandra , karena pada saat daftar wali Sandra adalah papa Surya , maka petugas kesehatan menelpon papa Surya.
Tidak lama terdengar suara dari sana...
"Halo selamat siang , apakah benar ini dengan pak Surya , walinya Sandra Darmawan?" , ucap ibu Jeni petugas kesehatan.
"Iya benar , ada apa ya dengan anak saya?" , tanya papa Surya.
"Anak bapak jatuh pingsan di kampus selama menjalani ospek hari ini , sekarang sedang berada di ruangan kesehatan kampus" , ucap ibu Jeni.
"Baik bu , saya akan segera kesana" , ucap papa Surya sambil memutuskan panggilan telpon.
Sambil jalan kebawah , papa Surya menelpon Antonio.
Tidak lama terdengar suara dari sana.
"Halo pa" , jawab Antonio.
"Halo Antonio , papa dapat telpon dari kampus kalau Sandra pingsan , kamu ke kampus sekarang ya , papa juga menuju kesana sekarang" , ucap papa Surya.
"Iya pa , aku sekarang menuju ke kampus" , ucap Antonio.
__ADS_1
Tidak lama , mobil mewah papa Surya dan Antonio sudah sampai di parkiran kampus.
Karena kebetulan pada saat itu sedang jam istirahat , banyak mahasiswa yang melihat dan bertanya-tanya , ada apa dua orang kaya ke kampus kita siang hari ini.
Antonio dan papa Surya langsung keluar dari mobil dan berjalan dengan tergesa-gesa memasuki kampus.
Pak Maman yang melihat bos nya datang secara tiba-tiba , langsung mengejar bosnya.
"Pak , ada apa bapak kesini dengan tergesa-gesa ?" , tanya pak Maman.
"Istri saya pingsan pak" , jawab Antonio sambil terus berjalan memasuki kampus.
"Apa pak , nona muda pingsan" , ucap pak Maman.
Antonio hanya menganggukkan kepalanya.
Antonio menanyakan dimana letak ruangan kesehatan kepada penjaga kampus , setelah penjaga kampus memberitahukan arahnya , Papa Surya , Antonio dan pak Maman berjalan menuju ke arah yang diberitahukan oleh penjaga kampus tersebut.
Mahasiswa yang lain langsung bertanya-tanya melihat papa Surya dan Antonio masuk ke dalam ruangan kesehatan.
"Pasti itu keluarga dari mahasiswi yang pingsan tadi" , ucap salah satu mahasiswa disana.
"Sepertinya anak baru itu bukan orang sembarangan" , ucap mahasiswa lainnya.
"Kenapa aku pernah melihat kedua orang yang baru datang tadi ya" , ucap salah satu mahasiswa lainnya.
Antonio yang baru masuk ke ruangan kesehatan langsung berjalan menuju ke kasur Sandra , dia pun langsung duduk di samping tubuh Sandra sambil membelai wajah Sandra dengan lembut.
Jeri yang sedang berdiri di samping kasur Sandra , langsung terkejut melihat Antonio mendekati Sandra dan membelai wajahnya dengan lembut.
"Bagaimana anak saya bisa pingsan?" , tanya papa Surya.
Katanya Jeri , anak bapak disuruh oleh kakak kelasnya untuk berdiri di lapangan selama berjam-jam.
"Apaaa....disuruh berdiri di lapangan selama berjam-jam dengan panas terik yang seperti itu , mana pemimpin kalian , aku tidak bisa membiarkannya" , ucap Antonio yang langsung marah mendengar perkataan ibu Jeni.
Jeri hanya terdiam melihat Antonio yang sudah marah.
"Siapanya Sandra pria ini , apakah dia saudaranya , sampai dia benar-benar peduli padanya" , ucap Jeri dalam hatinya.
"Tenang dulu Antonio , kita bisa membahasnya dengan baik-baik" , ucap papa Surya.
"Tidak bisa pa , aku tidak akan melepaskannya , siapa yang telah membuat Sandra seperti ini akan aku pastikan dia menerima hukumannya" , ucap Antonio.
Jeri langsung menelan saliva nya dengan kuat.
"Kayaknya Sandra ini anak orang kaya , kali ini Meri pasti akan habis , karena cari gara-gara dengan anak yang salah" , ucap Jeri dalam hatinya.
Tidak lama Sandra pun sadar dari pingsannya.
Begitu Sandra membuka matanya , melihat ada Antonio disana , Sandra langsung memanggilnya.
__ADS_1
"Hubby..." , panggil Sandra dengan suara yang masih agak lemas.
Mendengar suara Sandra , Antonio langsung melihat ke arah bidadari cantiknya.
"Sayang , akhirnya kamu sadar juga , apa yang gak enak sayang?" , tanya Antonio.
"Hubby....sayang...? Apa maksudnya ini?" , ucap Jeri dalam hatinya.
"Aku haus banget hubby dan kepala aku juga sakit banget rasanya" , jawab Sandra.
"Ini minum dulu ya sayang" , ucap Antonio sambil mengangkat tubuh istrinya dan memberikan air minum yang terletak di atas lemari di samping tempat tidur kepada istrinya.
Setelah Sandra meminum airnya , Antonio bertanya....
"Sekarang bagaimana sayang , sudah baikan belum?"
"Kepala aku masih sakit hubby" , jawab Sandra.
Mendengar jawaban istrinya , Antonio langsung menelpon Reihan.
Tidak lama terdengar suara dari sana.
"Halo bos , ada apa?" , tanya Reihan.
"Halo Reihan , tolong siapkan kamar untuk istri aku , istri aku pingsan di kampus sekarang kepalanya sakit , setelah dari sini aku langsung ke rumah sakit kamu" , ucap Antonio.
"Baik bos" , ucap Reihan.
"Pa , aku akan suruh Robi yang urus masalah yang terjadi hari ini di kampus , sekarang kita harus membawa Sandra ke rumah sakit dulu , aku sudah suruh Reihan mempersiapkan semuanya" , ucap Antonio.
"Baik nak , kita pergi sekarang" , jawab papa Surya.
Antonio langsung mengangkat tubuh Sandra dengan kedua tangannya dan membawanya keluar dari kampus menuju ke mobilnya.
Sampai di parkiran , Antonio memasukkan Sandra ke mobilnya , lalu ketiga mobil mereka langsung pergi dari sana.
Semua mahasiswa yang melihat kejadian hari itu , langsung menjadi bahan pembicaraan di seluruh kampus.
Anak baru yang jatuh pingsan langsung menjadi hot topik pembicaraan di kampus pada saat itu.
"Sudah aku duga , kamu memang anak orang kaya Sandra" , ucap Niken dalam hatinya , setelah melihat ketiga mobil mereka keluar dari kampus.
Ibu Jeni langsung panik mendengar ucapan Antonio.
"Bagaimana ini Jeri , kenapa kalian bisa menyuruh anak baru untuk berjemur di bawah terik matahari , bukankah itu tidak diperbolehkan selama ospek?" , tanya ibu Jeni.
"Aku gak tau bu , itu yang nyuruh Meri , aku sudah mencoba melarangnya , tapi dia tidak mau mendengarkan aku" , ucap Jeri.
"Kayaknya mereka orang berpengaruh di kota ini , kalau masalah ini sampai dituntut , reputasi universitas kita akan jelek" , ucap ibu Jeni dengan wajah yang khawatir.
Jeri hanya menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Ya sudah , kamu keluar dulu , besok kita lihat selanjutnya , semoga mereka gak menuntut kampus kita" , ucap ibu Jeni.
Jeri pun hanya menganggukkan kepalanya dan keluar dari ruangan kesehatan.