Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 113


__ADS_3

Sudah mulai siang , Chika mulai merapikan barang-barang mereka.


Setelah selesai Chika dan Victor mengganti baju mereka dan mereka check out dari hotel siang itu.


Victor membawakan koper mereka ditangan satu dan tangan satu lagi memeluk pinggang istrinya menuju ke parkiran mobil.


Karena mobil pengantin yang digunakan adalah mobil Victor , jadi mereka tidak perlu repot-repot mencari mobil untuk pulang.


Sampai di mobil , Victor memasukkan koper mereka ke bagasi mobil , setelah itu dia masuk ke kursi pengemudi dan menyalakan mobilnya.


"Kita mau makan dimana siang ini?" , tanya Victor.


"Makan di mall saja ya" , jawab Chika.


"Obat mual nya sudah diminum kan?" , tanya Victor.


"Sudah mas" , jawab Chika.


Victor hanya menganggukkan kepalanya dan menjalankan mobilnya menuju ke mall.


Selama dalam perjalanan mereka hanya mengobrol ringan.


Tidak terasa mobil Victor sudah sampai di mall.


Victor dan Chika turun dari mobil dan berjalan masuk ke mall sambil bergandengan tangan.


"Kamu mau makan apa sayang?" , tanya Victor.


"Aku mau sop aja ya" , jawab Chika.


"Nanti mual lagi gak?" , tanya Victor.


"Tapi aku pengen banget mas", ucap Chika dengan manja.


"Ya udah kita kesana ya , semoga kamu gak mual dengan baunya" , ucap Victor dengan nada khawatir.


Chika hanya menganggukkan kepalanya , setelah itu mereka berjalan menuju ke restoran sop buntut.


Sampai disana , Chika baik-baik saja dan tidak mual.


"Untung kamu tidak mual ya sayang" , ucap Victor setelah mereka duduk di meja yang disediakan restoran.


"Iya mas , mungkin karena bayinya pengen kali ya makanya baik-baik saja" , jawab Chika sambil tersenyum.


"Iya bisa jadi juga" , ucap Victor.


Victor memesan 2 sop buntut dengan nasi dan 2 teh tawar hangat untuk mereka.


Tidak lama pesanan mereka pun datang.


Victor dan Chika makan sambil mengobrol.


"Mas , besok kamu masuk kantor gak?" , tanya Chika.


"Gak sayang , aku dapat cuti 3 hari , kamu mau jalan-jalan kemana?" , tanya Victor.


"Belum tau mas , belakangan aku semakin cepat lelah" , jawab Chika.


"Apa karena kamu lagi hamil , jadi lebih cepat lelah?" , tanya Victor.


"Kayaknya iya" , jawab Chika.

__ADS_1


"Ya udah besok kalau gitu kamu dirumah saja sama mama , aku dan sopir ngambil barang-barang kamu yang dirumah ya" , ucap Victor.


"Iya mas" , jawab Chika.


Tidak lama makanan mereka pun habis.


Victor membayar makanan mereka dan setelah itu mereka berjalan keluar dari restoran.


"Chika apa kamu mau membeli baju daster buat hamil , aku lihat kamu selalu menggunakan kaos dan jeans , nanti setelah perutmu membesar tidak akan muat lagi" , ucap Victor sambil tersenyum.


"Iya kamu benar mas , aku saja gak kepikiran sampai kesana" , ucap Chika sambil tersenyum.


Victor hanya tersenyum mendengar perkataan istrinya.


Victor dan Chika berjalan menuju ke toko yang jual baju hamil.


Chika memilih beberapa baju yang dia suka.


"Beli banyakan aja sayang , nanti beli yang bisa dipakai untuk ke kampus juga" , ucap Victor.


"Iya mas" , jawab Chika sambil tersenyum.


Setelah Chika selesai memilih beberapa baju , Victor membawakannya ke kasir dan membayarnya.


Setelah itu mereka keluar dari toko baju.


"Ada yang mau di beli untuk dirumah?" , tanya Victor.


"Aku pengen martabak manis mas" , ucap Chika.


"Ok , kalau gitu sekarang kita pergi cari martabak ya" , ucap Victor sambil tersenyum.


Victor menjalankan mobilnya menuju ke tempat penjual martabak.


Tidak lama , mobilnya sampai di depan tukang jual martabak.


"Kamu tunggu di mobil saja ya sayang , biar aku saja yang beli , mau rasa apa?" , ucap Victor.


"Aku mau keju , coklat , kacang mas , jangan lupa beliin buat papa Wijaya dan mama Farah ya mas" , ucap Chika.


"Iya sayang" , jawab Victor sambil turun dari mobil.


Victor memesan martabak yang Chika mau dan beberapa martabak untuk kedua orang tuanya.


Chika duduk di dalam mobil sambil melihat suaminya menunggu pesanan disana.


"Aku tidak menyangka mendapatkan suami yang baik seperti kamu mas" , ucap Chika dalam hatinya.


Tidak lama pesanan Victor pun selesai.


Victor berjalan masuk ke mobil sambil membawa martabaknya.


Lalu Victor menjalankan mobilnya menuju ke rumahnya.


Sampai di depan rumahnya , Victor memarkirkan mobilnya di halaman rumah , lalu mengeluarkan koper mereka dan martabak dari dalam mobil.


Setelah itu Victor dan Chika masuk ke rumah.


Di ruang keluarga ada papa Wijaya dan mama Farah duduk disana sambil menonton TV.


Chika dan Victor menciumi punggung tangan papa dan mama.

__ADS_1


"Kenapa kalian cepat sekali pulangnya nak?" , tanya mama Farah.


"Chika sekarang sudah mulai cepat lelah ma , jadi kita langsung pulang aja" , ucap Victor.


"Iya kalau lagi hamil gitu , suka cepat lelah , tidur pun lebih sering , dulu mama juga gitu ketika hamil Victor" , ucap mama Farah sambil tersenyum.


"Iya ma" , jawab Chika sambil tersenyum.


"Kamu beli apa Victor , wangi sekali baunya" , ucap papa Wijaya.


"Ini pa , si Chika lagi ngidam martabak , jadi aku beli juga sekalian buat di rumah" , jawab Victor.


"Ada bagusnya juga kamu menikah nak" , ucap papa Wijaya sambil tersenyum.


"Kenapa begitu pa?" , tanya Victor.


"Jadi ingat dengan orang tuamu , dulu mana pernah beliin makanan buat papa sama mama" , ucap papa Wijaya sambil tertawa.


Chika hanya tertawa mendengar perkataan mertuanya dan Victor hanya tersenyum mendengar perkataan papanya.


"Iya deh mulai sekarang aku akan ingat juga buat papa dan mama" , ucap Victor.


"Nah , gitu dong nak" , ucap mama Farah sambil tersenyum.


"Ya udah , ayo kita makan , perut papa jadi laper mencium baunya" , ucap papa Wijaya.


"Iya pa" , jawab Victor.


Papa Wijaya , mama Farah , Victor dan Chika berjalan ke meja makan.


Bik Mumun asisten rumah tangga disana membantu menyiapkan piring dan sendok untuk mereka makan martabak.


"Chika , ini bik Mumun asisten rumah tangga disini , nanti kalau butuh apa-apa minta sama bik Mumun saja ya" , ucap mama Farah.


"Iya ma" , jawab Chika sambil tersenyum.


"Pa , tolong bilangin ke kampus ya kalau Chika gak bisa mengikuti ospek 2 minggu lagi , kan Chika lagi hamil muda" , ucap Victor.


"Iya besok papa urus" , jawab papa Wijaya.


"Terima kasih ya pa" , jawab Victor dan Chika bersamaan.


"Jangan sungkan ya disini , kalau ada apa apa kasih tau saja sama papa dan mama , kamu sudah menjadi anak kami juga sekarang" , ucap papa Wijaya kepada Chika.


"Iya pa" , jawab Chika sambil tersenyum.


Setelah itu papa , mama , Victor dan Chika menikmati martabak yang dibeli oleh Victor sambil mengobrol ringan.


Setelah mereka selesai makan Victor dan Chika berpamitan ke kamar duluan sama papa dan mama , lalu mereka berjalan keatas menuju kamar Victor.


Sampai di dalam kamar Victor.....


"Ini kamar aku dan sekarang akan menjadi kamar kamu juga , nanti baju-baju kamu bisa disusun di lemari itu ya sayang dan kamar mandinya di sebelah lemari , buat meja rias besok ya aku cari buat kamu" , ucap Victor menjelaskan kamarnya kepada Chika.


"Iya Victor" , jawab Chika.


Chika mulai membuka koper dan memasukkan bajunya ke dalam lemari baju Victor.


Victor mengambil baju dan mengganti bajunya dengan baju rumah setelah itu naik ke kasur dan menyalakan TV dikamarnya.


Chika yang sudah selesai memasukkan baju di lemari , mengambil baju rumahnya dan masuk ke kamar mandi mengganti pakaiannya dengan baju rumah.

__ADS_1


__ADS_2