
Malam itu keluarga besar Antonio mulai membicarakan masalah pernikahan Kiki dan Friska.
Tadinya yang asik pacaran dan bermain sendiri , sekarang sudah berkumpul semua sambil mengelilingi api unggun yang ada disana untuk membahas acara pernikahan yang akan diadakan di All Star Hotel kota M.
Kak Angga dan Bella , membahas masalah tanggal pernikahan Kiki dan Friska.
Saat itu mereka memutuskan akan menikah di bulan September , karena pada saat itu toko bakery milik Kiki diperkirakan akan jadi.
"Kalau bulan September , bukankah aku sudah mulai masuk kuliah di Singapura" , jawab Alvaro.
"Gak apa-apa sayang , nanti kan acaranya hari Sabtu , kamu bisa berangkat ke kota M dengan pesawat hari Jumat malam" , ucap Antonio.
"Mama yang jemput aku di Singapura ya , baru kita bersama-sama ke kota M" , ucap Alvaro sambil bergelayut di tubuh mamanya.
"Nanti mama tanya papa dulu ya nak" , jawab Sandra.
"Boleh ya pa?" , ucap Alvaro dengan wajah yang menggemaskan.
"Baiklah , nanti papa dan mama yang akan menjemput kamu disana" , ucap Antonio yang juga gak tega melihat anaknya yang satu ini sendirian di luar negeri.
"Asik , baru kali ini papa baik sama aku" , ucap Alvaro sambil memeluk tubuh papanya yang ada di sampingnya.
"Tumben kamu mau peluk papa" , ucap Antonio.
"Ya karena hanya kalau papa baik sama aku" , jawab Alvaro.
Sontak membuat mereka semua disana menjadi tertawa melihat tingkah Alvaro.
"Baiklah , kalau gitu nanti baju buat acara pernikahan Kiki dan Friska bagaimana? Kalau yang disini kita buat di Rita saja , nanti bagaimana dengan keluarga Friska?" , ucap mama Shinta.
"Kita bisa buat di kota M aja ma , disana juga ada designer yang bagus. Jadi kami gak susah bolak balik untuk cobain baju kesini" , jawab Bella.
"Baiklah nak" , jawab mama Shinta.
"Kalau gitu , nanti ketika kita cobain baju yang sedang di jahit untuk acara Angelica , kita tambah baju lagi untuk acara Kiki" , ucap Sandra.
"Oh iya benar , nanti Friska dan orang tuanya datang ya ke acara pernikahan James dan Angelica yang akan dilaksanakan tanggal 3 Mei" , ucap opa Chandra.
"Baiklah opa" , jawab Friska.
"Baik om" , jawab Camel dan Peter , orang tua Friska.
"Kamu mau kadonya double ya Antonio , sampai buat acara pernikahannya pada saat ulang tahun anak kamu" , ucap Angga.
__ADS_1
"Gak kak , aku gak mengharapkan kado kok , cukup kalian mendoakan agar anak aku dan James selalu hidup bahagia , itu juga sudah cukup" , ucap Antonio.
"Oh iya jua ya , kamu kan sudah kaya , calon suami anak kamu juga orang kaya. Jadi kalian gak memerlukan apa-apa lagi" , jawab Angga.
Antonio hanya tersenyum melihat ke kakaknya.
"Kamu juga orang kaya , tapi pelit aja" , jawab kak Alex.
"Aku kan gak sekaya Antonio yang bisa membelikan segalanya" , ucap Angga.
"Sekarang kamu baru menyesal. Dulu papa suruh masuk ke All Star Hotel , kamu gak mau" , ucap papa Chandra.
"Aku kan sukanya hanya memasak pa" , jawab Angga.
"Ya sudah , kamu jalani aja kehidupan yang sekarang , kalau kamu butuh apa-apa , Antonio juga akan bantu kamu" , ucap papa Chandra.
"Iya pa" , jawab Angga.
"Nanti konsernya Penelope di Singapura , datang ya" , ucap kak Alex.
"Nanti aku coba lihat jadwal aku dulu ya kak , kalau gak nanti aku minta James dan Angelica yang pergi untuk mewakilinya" , ucap Antonio.
"Boleh om" , jawab James.
"Nanti bulan November" , jawab Alex.
"Kita harus simpan di pengingat dulu , kalau gak nanti lupa sayang" , ucap Angelica sambil mengeluarkan ponselnya.
"Kamu aja ya yang menyimpannya , nanti kamu tinggal kabari aku aja" , ucap James sambil tersenyum.
"Tapi kan jadwal kerja kita berbeda sayang , aku kuliah sama kerja di All Star Hotel juga , kalau kamu kan harus mengurus jungleland dan waterboom" , ucap Angelica.
"Gak apa-apa deh , nanti kan jadwalnya bisa di cancel aja" , jawab James.
"Gak bisa begitu sayang , kamu harus buat disini , seperti ini. Jadi semuanya jelas dan teratur" , ucap Angelica.
"Ya sudah , nanti aku minta Susan yang urus jadwal aku ya , kalau gak Ernest. Kalau gak ngapain aku punya asisten dan sekretaris pribadi kalau bukan untuk mengurus jadwal aku" , ucap James.
"Gak bisa gitu sayang , kamu juga harus bisa mengatur sendiri" , jawab Angelica.
"Benar kata Angelica nak , kamu jangan asal aja seperti sekarang" , ucap mama Heni.
"Aku gak asal aja kok ma , kerjaan aku juga masih bisa dikerjakan dengan teratur , kan yang atur jadwal aku sudah ada" , jawab James sambil menyimpulkan senyumnya.
__ADS_1
Angelica dan mama Heni hanya menggelengkan kepalanya melihat James.
"Kalau untuk mengingatkan urusan pribadi nanti , ya pastinya kamu dong sayang" , ucap James sambil memeluk tubuh mungil Angelica dari belakang dan mencium pipinya.
"Sudah sayang , malu diliatin semua orang" , ucap Angelica.
"Kenapa malu sayang? Disini juga keluarga kita semua kan yang kumpul , gak ada orang lain" , ucap James sambil tersenyum.
Semua yang ada disana hanya tersenyum melihat James dan Angelica.
Alvaro yang merasa cemburu melihat kemesraan pasangan itu , karena dia masih belum memiliki pasangan.
Kiki dan Friska bukanlah pasangan yang terlalu berani memperlihatkan kemesraan mereka di depan umum , jadinya mereka hanya tersenyum melihat Angelica dan James.
Setelah itu mereka semua mengobrol bersama sambil memakan makanan yang sudah di persiapkan , untuk saling mengenal satu dengan yang lainnya , terutama keluarga Peter dan Freddy yang akan menjadi anggota keluarga baru mereka.
Sampai jam sudah menunjukkan waktu tengah malam.
Semua anak-anak muda mulai bersiap-siap dengan terompet dan kembang api mereka.
Sampai hitungan mundur dimulai....
Lima....empat.....tiga....dua....satu.....
Semuanya langsung membunyikan terompet yang sudah mereka persiapkan sebelumnya dan yang anak laki-laki mulai meletuskan kembang api di langit pada malam itu.
Terdengar bunyi duar.....duar.....duar....
Suasana yang selalu meriah di dalam keluarga Chandra Winata , ditambah dengan adanya anggota keluarga baru , membuat acaranya menjadi lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya.
"Sayang , aku mau cobain main kembang api" , ucap Angelica.
"Jangan yang ini sayang , yang ini saja ya" , ucap James sambil memberikan kembang api panjang yang biasanya dimainkan oleh anak-anak kepada Angelica.
"Aku gak mau ini , aku mau yang itu" , ucap Angelica sambil menunjuk ke arah kembang api yang diletuskan ke langit.
"Kalau gitu dipegangnya bersama dengan aku ya sayang , gak bisa kalau kamu sendiri saja" , ucap James.
"Baiklah" , jawab Angelica.
James memegang tangan Angelica dengan erat dari belakang sampai kembang api itu sudah meletus semua.
Sandra tidak lupa mengabadikan setiap momen yang ada pada saat acara malam tahun baru itu dengan ponselnya.
__ADS_1