
"Sayang...kita kan sudah menikah , ganti panggilannya ya , jangan panggil kakak lagi".
"Jadinya panggil apa dong , hubby gitu?" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Iya boleh sayang , hubby kedengarannya bagus" , jawab Antonio sambil menciumi leher istrinya.
"Iya hubby..." , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Sudah selesai nih potong buahnya , mau makan dimana hubby" , tanya Sandra sambil tersenyum.
Di ruang tamu aja ya sayang , sambil menonton TV.
Sandra pun membawa piring buah ke ruang tamu dan mereka makan buah sambil nonton TV.
"Kita mau pesan makanan apa buat malam ini sayang" , tanya Antonio.
"Makan nasi padang aja ya hubby" , jawab Sandra sambil tersenyum.
Tiba-tiba , Sandra menjadi suka menggunakan panggilan hubby untuk suaminya.
"Iya sayang" , ucap Antonio sambil memesan nasi padang.
"Kamu mau pakai apa sayang?"
"Ayam bakar aja ya hubby" , jawab Sandra dengan manja.
Dibalas dengan anggukkan kepala oleh suaminya.
"Hubby...", panggil Sandra dengan manja.
"Iya sayang...." , jawab Antonio.
"Besok-besok aku belajar masak aja ya" , ucap Sandra.
"Boleh banget sayang , kamu mau belajar masak sama koki hotel" , tanya suaminya dengan penuh semangat.
Antonio sangat senang , kalau istrinya mau belajar masak.
"Apa boleh belajar masak sama koki hotel?" , tanya Sandra
"Boleh sayang , siapa yang berani menolak buat ngajarin nyonya bos" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Makasih ya hubby" , jawab Sandra sambil memeluk suaminya.
"Iya sayang , makasih mau belajar banyak demi suamimu" , ucap Antonio sambil mencium kening Sandra.
Sandra hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya.
"Itu memang sudah tugas aku hubby , aku pasti akan berusaha untuk menjadi yang terbaik buat kamu hubby" , ucap Sandra dalam hatinya.
Tidak lama terdengar suara bel pintu apartemen berbunyi.
Antonio membuka pintu dan mengambil makanan pesanannya , tidak lupa memberikan tips untuk kurirnya.
Sandra langsung menyiapkan piring , gelas dan sendok untuk mereka makan.
Setelah Antonio meletakkan makanan di atas meja , Sandra mulai membuka bungkusnya , meletakkan diatas piring dan menatanya di meja makan.
Sandra dan Antonio mengobrol ringan selama mereka makan.
__ADS_1
********
Farah yang melihat Victor mau pergi , langsung memanggil anaknya.
"Victor , mama mau bicara sebentar" , panggil mama Farah.
Victor pun duduk di depan mamanya.
"Mama mau kenalin kamu sama anak teman mama , apakah besok kamu mau ikut dengan mama?" , tanya Farah pada anaknya.
"Ya terserah mama aja , memang mama mau cepat punya menantu kan , aku ikut aja" , jawab Victor.
"Ok , besok kita ketemu ya sama anak teman mama sore jam 5 , kamu jangan kemana-mana besok sore" , ucap Farah.
"Iya ma" , jawab Victor sambil berjalan keluar rumah.
Farah menelpon Vivi temannya.
Bunyi sambungan telpon terdengar dari sana.
Tidak lama terdengar suara...
"Halo jeng" .
"Halo jeng Vivi , besok sore jam 5 bisa gak kita pertemukan anak kita?" , tanya Farah.
"Boleh jeng , dimana?" , tanya Vivi.
"Di cafe Matahari saja ya" , ucap Farah.
"Ok jeng , sampai bertemu besok" , jawab Vivi.
Vivi langsung menuju ke kamar Chika...
"Nak....besok kita ketemu dengan teman mama dan anaknya ya , jam 5 sore di cafe Matahari" , ucap mama Vivi.
"Iya ma" , jawab Chika , yang sudah mulai pasrah dengan masa depannya.
"Ok besok kamu dandan yang cantik ya" , ucap mama Vivi sambil berjalan keluar dari kamar anaknya.
Chika hanya terdiam dikamarnya.
Usaha yang dia lakukannya untuk mendapatkan Yogi selama ini , ternyata sia-sia.
Ambisinya yang sangat besar untuk memiliki Yogi , seketika berubah menjadi bencana untuk dirinya sendiri.
Sampai Chika hamil anaknya pun , Yogi masih tetap...tidak mau menerima Chika.
"Harusnya aku gak mengorbankan tubuhku untuk memiliki Yogi , betapa bodohnya diriku pada saat itu" , ucap Chika dalam hatinya.
Chika membaringkan tubuhnya sambil mengelus perutnya...
"Maafkan mama ya nak , karena rasa cinta mama yang besar kepada papamu , mama tidak sadar kalau papamu tidak pernah bisa menerima mama dihatinya , sekarang kamu yang menjadi korban dari kebodohan yang mama buat , semoga nanti papa baru mu bisa menerima mu ya nak" , ucap Chika sambil mengelus perutnya yang masih rata.
********
Sandra membereskan semua piring yang ada dimeja , setelah mereka selesai makan , membawanya ke dapur dan mencuci semua nya.
Setelah selesai membersihkan semuanya , Sandra menuju ke sofa ruang tamu , dimana hubby nya sedang duduk disana menonton berita di TV.
__ADS_1
"Sudah selesai nyuci nya sayang?" , tanya Antonio.
"Sudah hubby" , jawab Sandra.
"Hubby , libur kerjanya berapa hari" , tanya Sandra , sambil meletakkan kepalanya di paha suaminya.
"3 hari sayang , kamu mau kemana selama suamimu libur kerja?" , tanya Antonio sambil membelai kepala bidadari cantiknya.
"Belum tau , hubby" , jawab Sandra.
"Atau kita mau tidur bermesraan aja di kasur selama 3 hari" , goda Antonio dengan senyum simpulnya.
"Itu maunya kamu , aku kan gak mau hamil duluan , hubby" , ucap Sandra dengan manja.
"Kan sudah banyak beli pengamannya sayang" , ucap Antonio sambil mencium kening Sandra.
"Kemaren kenapa gak pake pengaman?" , ucap Sandra sambil memanyunkan bibirnya.
"Kan kemaren gak dibawa ke hotel , pengamannya ketinggalan di sini" , ucap Antonio sambil terkekeh.
"Hubby....aku gak terbayang , bagaimana kalau nanti kita punya anak , usiaku masih 17 tahun , kalau punya anak di usia muda , bagaimana merawatnya" , ucap Sandra.
"Aku yakin istri tercintaku pasti bisa melakukannya , sekarang saja istriku yang cantik ini mau belajar memasak , nanti kalau sudah punya anak pasti mau belajar menjaga anak kita", ucap Antonio sambil tersenyum.
"Tapi kan , memasak sama jaga anak itu jauh berbeda hubby" , ucap Sandra dengan manja.
"Gak usah dipikirkan sekarang ya sayang , nanti saja kita lihat kalau kamu sudah hamil" , ucap Antonio dengan lembut.
Sandra pun menganggukkan kepalanya.
"Sudah malam , ke kamar yuk sayang" , ucap Antonio sambil mematikan TV.
"Iya hubby..." , jawab Sandra sambil bangun dan berdiri menuju ke kamar.
Sampai di kamar mereka , Antonio langsung menciumi Sandra dengan lembut , tangannya sudah berada di dalam baju Sandra.
Mereka melakukannya lagi malam itu , tapi malam ini dengan menggunakan karet alat pengaman , karena bidadari cantiknya masih belum mau punya anak untuk sekarang.
Setelah mereka mencapai kenikmatan bersama , Antonio dan Sandra yang kelelahan pun tertidur sambil berpelukan , dengan tubuh polos mereka.
********
Yogi yang merasakan patah hati , karena orang yang dicintainya sudah menikah dengan orang lain , masih duduk di pinggir danau sampai malam.
Terdengar suara Hp nya berbunyi , dilihatnya layar Hp nya , Chika yang menelpon.
"Halo" , jawab Yogi.
"Halo Yogi , besok aku akan dijodohkan dengan anak teman mama aku , kamu gak perlu mengumpulkan uang untuk aborsi anak kita , aku akan melakukannya sendiri" , ucap Chika , yang bermaksud ingin mengucapkan selamat tinggal , kepada orang yang sangat dicintainya itu.
Yogi hanya mendengarkan kata-kata Chika , tanpa menjawab sedikit pun.
"Chika masih sangat mencintai Yogi , tapi sekarang Chika sadar... kalau Yogi tidak pernah mencintai Chika , terima kasih atas kenangan terindah yang sudah Chika dapatkan selama bersama dengan Yogi" , ucap Chika sambil menutup sambungan telponnya.
Setelah Chika mematikan sambungan telponnya , air mata pun membasahi wajah Chika.
Sebenarnya dia masih sangat mencintai Yogi , tapi penolakan yang terus didapatkannya , membuatnya sadar kalau dia harus bisa memulai menata masa depannya , apalagi sekarang dia hamil dan Yogi pun masih tidak bisa menerimanya.
Yogi yang mendengar kata-kata terakhir dari Chika , hanya terdiam dan tidak dapat berkata-kata.
__ADS_1