Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 72


__ADS_3

Pagi harinya seperti biasa Antonio bangun lebih dulu dari pada Sandra.


Antonio melihat jam di dinding , sudah jam 8 aja , berarti bentar lagi si Citra datang.


Antonio menuju ke dapur mengambil minum dan melihat sarapan pagi ini.


Ternyata Tuti sudah sediain roti di meja.


Antonio memakan roti dan selai yang ada di meja sambil melihat email yang masuk di Hp nya.


Tidak lama , bel apartemen Antonio berbunyi.


Tuti langsung membukakan pintunya.


"Hi bos...baru bangun loe , jam segini masih pake piyama aja" , ucap Citra setelah masuk ke dalam.


"Loe nya aja yang datang kecepatan , belum juga jam 9 , janji nya kan jam 9" , jawab Antonio.


"Ya , biar cepat kelar aja" , ucap Citra sambil terkekeh.


Ngomong-ngomong loe makan sendiri , istri loe mana?


"Lagi tidur" , jawab Antonio singkat.


"Pasti tadi malam loe lagi begituan ya?" , goda Citra.


"Mau begituan atau gak , istri gue juga bangunnya selalu telat , sejak dari kenal juga udah gitu" , jawab Antonio.


"Iya juga sih , Sandra jarang bangun pagi" , ucap Citra sambil terkekeh.


"Ya udah ini tukang gue mau kerja" , ucap Citra.


"Ya... langsung aja masuk ke ruangan sebelah kamar gue" , ucap Antonio.


Citra menunjukkan ruangan yang mau dikerjakan kepada tukangnya.


Mendengar suara yang berisik , Sandra pun terbangun dari tidurnya.


"Hubby..." , panggil Sandra sambil membuka pintu kamarnya.


"Iya sayang....aku di meja makan" , jawab Antonio.


Sandra menuju meja makan dan langsung memeluk suaminya.


"Hubby kok berisik banget , ada apa?" , ucap Sandra dengan manja.


Itu si Citra sayang , lagi pasang lemari di kamar sebelah , dia datangnya kepagian.


"Idih...ternyata Sandra manja banget ya" , ucap Citra yang baru keluar dari ruangan yang mau di jadikan wardrobe.


Sandra hanya tersenyum malu sambil menenggelamkan kepalanya di leher suaminya.


"Manjanya juga sama gue" , ucap Antonio , yang melihat istrinya malu karena ketahuan manja sama Citra.


Citra hanya tersenyum melihat tingkah laku Sandra.


"Loe sih ganggu tidur istri gue" , ucap Antonio.


"Aduh , sorry ya Sandra...kakak gak tau kalau kamu masih tidur" , ucap Citra.


"Iya gak apa apa kak" , jawab Sandra yang sudah duduk disebelah suaminya.

__ADS_1


"Eh...gue baru sadar , ternyata piyama kalian , piyama couple ya , so sweet sekali kalian berdua" , ucap Citra sambil tersenyum.


"Iya istri gue maunya samaan semua , kebetulan ini juga hadiah dari sodara gue , makanya loe cepet nikah , ntar loe beli semua baju couple" , ucap Antonio sambil tertawa.


"Ledekin aja gue terus , puas loe ya" , ucap Citra.


"Tapi gue bingung , loe tu udah pacaran lama kenapa gak nikah sih?" , tanya Antonio.


"Cowok gue belum lamar gue , mau gimana lagi" , jawab Citra.


"Loe gak pernah nanya gitu?" , ucap Antonio.


"Gak pernah" , jawab Citra.


"Jadi hubungan kalian gak ada kepastian dong , ngapain loe mau sama hubungan gak jelas" , ucap Antonio.


"Ya karena cinta lah pastinya , kalau gak cinta ya udah gue lepasin dari dulu" , jawab Citra sambil terkekeh.


"Ya... gue doain deh semoga loe cepat dilamar sama cowok loe" , ucap Antonio.


"Amin..." , jawab Citra.


"Kak Citra udah sarapan belum?" , tanya Sandra.


"Udah Sandra , tadi sebelum kesini kakak sarapan dulu di rumah" , jawab Citra sambil tersenyum.


"Aku sarapan dulu ya kak" , ucap Sandra sambil mengambil rotinya.


"Iya silahkan" , ucap Citra sambil tersenyum.


"Hubby , aku mau selai strawberry" , ucap Sandra.


"Gue lihat tukang aja deh , dari pada lihat kemesraan kalian" , ucap Citra sambil berjalan melihat tukangnya kerja.


"Iri kan loe , makanya mending cari laki dari pada pertahankan hubungan gak jelas" , ucap Antonio sambil tersenyum.


"Suka-suka gue" , jawab Citra sambil berjalan melihat tukangnya kerja.


Sandra hanya menggelengkan kepalanya melihat suaminya dan kak Citra.


********


Pagi itu Victor sudah keluar dari kamarnya dan bersiap-siap mau pergi.


"Tumben pagi-pagi sudah rapi , gak biasanya anak mama bangun pagi" , ucap mama Farah.


"Iya ma , aku mau temani Chika ke dokter kandungan" , jawab Victor.


"Apa mama gak salah dengar Victor?" , tanya mama Farah.


"Iya ma , aku mau pergi ke dokter kandungan sama Chika" , jawab Victor sekali lagi.


"Jadi kamu mau menerima Chika?" , tanya mama Farah.


"Iya ma , apa mama gak mau punya menantu yang lagi hamil anak orang lain?" , ucap Victor.


"Bukan begitu nak , mama kaget aja kamu mau , mama gak masalah...asalkan dia anaknya baik" , jawab mama Farah.


"Iya ma , aku rasa kalau mama mau menikahkan aku , juga harus cepat , kalau bisa sebelum perut Chika membesar" , ucap Victor.


"Iya nak , nanti mama bicarakan sama mamanya Chika ya" , ucap mama Farah.

__ADS_1


"Iya ma , aku pergi dulu ya" , ucap Victor sambil mencium pipi mamanya.


"Iya nak , hati-hati" , jawab mama Farah.


Mama tidak menyangka kalau Chika lah yang bisa merubah kamu nak , semoga ini jodoh yang terbaik buat kamu.


Farah menelpon suaminya Wijaya yang sedang bisnis di luar kota.


"Halo ma" , jawab suara dari sana.


"Halo pa , kemaren ada teman mama mau menjodohkan anaknya dengan Victor , tapi ternyata anaknya sudah hamil dan cowoknya gak mau bertanggung jawab" , ucap Farah.


"Terus Victor gimana?" , tanya papa Wijaya.


"Ternyata Victor gak masalah pa , dia mau menerimanya" , jawab mama Farah.


"Menurut papa gimana?" , tanya mama Farah.


"Kalau anak nakal itu mau berubah dan menjalankan bisnis property papa , papa setuju dia menikahi cewek itu" , jawab papa Wijaya.


"Ok , nanti mama tanya Victor lagi ya pa" , ucap mama Farah.


"Iya ma" , jawab Wijaya sambil memutuskan panggilan telpon.


********


Victor yang sudah berada di motornya langsung menelpon Chika.


Tidak lama terdengar suara dari sana.


"Halo Victor".


"Halo Chika , gue jalan sekarang ya ke rumah loe" , ucap Victor.


"Iya , gue juga sudah siap", jawab Chika.


Victor langsung menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi dan tidak lama , Victor pun sampai di rumah Chika.


Chika yang mendengar bunyi suara motor langsung keluar dari kamarnya.


"Ma , aku pergi dulu ya sama Victor" , ijin Chika pada mama Vivi.


"Kalian mau kemana sayang?" , tanya mama Vivi.


"Victor mau temenin aku ke dokter kandungan ma" , jawab Chika.


"Iya sayang , hati-hati ya", ucap mama Vivi sambil mencium pipi Chika.


Chika hanya menganggukkan kepalanya.


"Semoga ini adalah jodoh yang terbaik buat kamu sayang" , ucap mama Vivi dalam hatinya.


"Hi...Victor", sapa Chika setelah keluar dari rumahnya.


"Hi... , kita mau periksa ke rumah sakit mana?" , tanya Victor sambil memasangkan helm di kepala Chika.


"Gue belum pernah periksa ke dokter , kemaren cuma pakai alat test pack" , ucap Chika.


"Ya udah , kita cari rumah sakit terdekat aja ya" , ucap Victor.


Chika hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2