
Setelah acara peresmian selesai Antonio dan Sandra menuju ke kamar mereka.
"Hubby..." , panggil Sandra setelah mereka duduk di sofa yang ada di kamar mereka.
"Iya sayang", jawab Antonio.
"Entah kenapa aku gak suka lihat cewek yang namanya Sherly itu" , ucap Sandra.
"Dia itu dulu teman satu kampus aku , tapi aku gak dekat kok sama dia , aku juga agak merasa aneh dengan dia tadi" , ucap Antonio.
"Hubby jangan dekat-dekat ya sama dia , aku takut hubby" , ucap Sandra dengan lirih.
"Iya sayang , aku pasti akan selalu jaga jarak sama dia" , jawab Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra sambil memeluk tubuh suami tercintanya.
"Sayang nanti malam papa dan mama ajak kita makan diluar bersama" , ucap Antonio.
"Iya hubby , sekarang aku ngantuk hubby" , ucap Sandra dengan manja.
"Kamu bersihkan dulu make up nya , lalu ganti baju baru kita tidur ya" , ucap Antonio.
"Iya hubby , rambut aku tolong dibukain ya hubby...jepitannya" , ucap Sandra dengan manja.
"Iya kesayangannya hubby" , ucap Antonio dengan lembut.
Sandra menuju ke meja rias , diikuti dengan Antonio , setelah itu Sandra mulai membersihkan mukanya dengan pembersih make up dan Antonio membuka semua jepitan yang ada di rambut istrinya.
Setelah selesai , Antonio dan Sandra menukar bajunya dengan baju santai dan naik ke atas kasur untuk tidur bersama sambil berpelukan.
********
Robi dan Citra memilih untuk jalan-jalan setelah acara peresmian hotel selesai siang itu.
Mereka menikmati kencan pertama mereka sebagai sepasang kekasih sebelum mereka pulang besok ke kota A.
Robi yang kaku , selalu bisa tersenyum melihat Citra yang bawel.
"Robi...kita duduk disana yuk" , ajak Citra sambil menunjuk kursi yang ada di taman bunga.
"Iya" , jawab Robi.
"Indah banget disini" , ucap Citra.
"Kamu suka dengan bunga Citra?" , tanya Robi.
"Mana ada cewek yang tidak suka dengan bunga Robi" , ucap Citra sambil terkekeh.
"Iya juga ya" , jawab Robi sambil tersenyum.
"Robi...kamu tinggal dengan siapa?", tanya Citra.
"Aku tinggal sendiri disini" , ucap Robi.
"Orang tua kamu tinggal dimana?" , tanya Citra.
"Aku sudah anak yatim piatu , kedua orang tua aku sudah lama meninggal , terakhir aku tinggal dengan nenek aku dan sekarang juga nenek sudah meninggal , jadi aku sendiri sekarang" , ucap Robi.
"Kasian nya kamu" , ucap Citra.
"Kenapa kasian?" , tanya Robi.
__ADS_1
"Karena kamu tinggal sendiri , gak ada tempat untuk mengobrol di saat lelah sehabis kerja" , jawab Citra.
"Tapi mulai sekarang aku sudah punya tempat untuk mengobrol di saat aku lelah" ucap Robi sambil tersenyum.
"Siapa?" , tanya Citra.
"Kamu....aku juga tidak akan sendiri lagi mulai sekarang , nanti rumah aku juga gak akan sunyi lagi" , jawab Robi sambil tersenyum.
Mendengar perkataan Robi membuat kepala Citra tertunduk karena malu.
"Apa kamu yakin mau hidup dengan aku berdua?" , tanya Citra.
"Iya aku yakin sekali , kalau gak ngapain juga aku tunggu kamu sampai sekarang" , jawab Robi.
Citra pun langsung tersenyum bahagia mendengar jawaban dari Robi.
Setelah itu Citra dan Robi mengobrol dengan santai di taman yang indah itu.
Bunga dan angin disana menjadi saksi cinta mereka berdua.
********
Yogi yang sudah pulang ke rumahnya , langsung mencari bik Iyem.
"Bik" , panggil Yogi ketika dia memasuki rumahnya.
"Iya den" , jawab bik Iyem yang keluar dari belakang.
"Besok kak Amanda dan anaknya mau datang , tolong bersihkan kamar kakak ya bik" , ucap Yogi.
"Baik den" , jawab bik Iyem.
Setelah itu Yogi menuju ke kamar papanya.
"Tio , bapak sudah bisa duduk di kursi roda" , ucap Yogi ketika memasuki kamar papa nya.
"Iya mas , baru beberapa hari ini" , jawab Tio sambil tersenyum.
"Pa , papa sudah banyak kemajuan pa , Yogi percaya papa pasti akan sembuh pa" , ucap Yogi sambil melihat papanya.
Papanya hanya menganggukkan kepala.
Tidak lama terdengar suara yang berat...
"I......ya....." , ucap papa Doddy.
Kata-kata pertama yang terucap selama papanya sakit dan itu membuat mata Yogi menjadi berkaca-kaca.
"Papa sudah bisa bicara pa" , ucap Yogi yang tiba-tiba air mata sudah mengalir di wajahnya.
"I.......ya.....na.....k....." , ucap papa Doddy sambil memegang kepala Yogi dengan tangan kirinya.
"Yogi senang pa , besok ketika kak Amanda pulang , kakak pasti akan bahagia melihat perkembangan kesembuhan papa" , ucap Yogi.
Papa Doddy hanya menganggukkan kepalanya , karena dia belum bisa bicara banyak kata kata , masih agak susah untuknya bicara dan terkadang membuat napasnya menjadi agak sesak.
Hari itu Yogi menemani papa Doddy , Yogi menceritakan kegiatannya sekarang dan dia juga menceritakan kenangannya waktu mama nya masih hidup.
Papa Doddy mulai menitikkan air mata , ketika Yogi menceritakan kenangan mereka ketika masih bersama mamanya.
"Kenapa papa menangis? Apa papa ingat dengan mama?" , tanya Yogi.
__ADS_1
Papa Doddy menganggukkan kepalanya.
Setelah itu Yogi menceritakan saat-saat mereka bahagia , sudah tidak ada lagi air mata yang mengalir di wajah papanya , sekali sekali terlihat senyum di bibir papa Doddy karena Yogi juga menceritakan cerita lucu.
"Akhirnya anaknya pak Doddy mau menemani papanya meskipun hanya di hari libur" , ucap Tio dalam hatinya.
********
Siang itu....Chika yang tidak ikut ke peresmian All Star Hotel di kota B merasa bosan di rumah.
"Mas , kita ke mall yuk" , ucap Chika.
"Boleh sayang , tapi mandi dulu ya , gak mungkin kan kita pergi dengan piyama" , ucap Victor sambil tersenyum.
"Ya gak mungkin la mas" , jawab Chika.
Chika dan Victor masuk ke kamar mandi dan mandi bersama , setelah selesai , Chika dandan seperti biasanya dan menggunakan dress hamilnya.
"Aku sudah siap mas" , ucap Chika.
"Ayo kita jalan lagi" , jawab Victor sambil memegang tangan Chika.
Victor dan Chika keluar dari kamar bersama dan menuju ke mobil Victor.
Victor menjalankan mobilnya menuju ke mall.
Sampai di dalam mall...
"Sayang kamu mau makan dulu gak?" , tanya Victor.
"Boleh mas , makan apa ya?" , tanya Chika.
"Aku lagi kepengen makan steak , kamu mau gak?" , tanya Victor.
"Iya boleh mas" , jawab Chika.
Victor dan Chika menuju ke restoran steak yang ada di mall.
Sampai di restoran steak , mereka memesan makanan mereka dan tidak lama makanan mereka pun sudah terhidang di atas meja.
Chika dan Victor makan sambil mengobrol.
"Mas , setelah ini kita lihat barang-barang buat baby yuk" , ucap Chika.
"Iya boleh sayang" , jawab Victor.
"Gak lama lagi acara tujuh bulanan kamu ya" , ucap Victor.
"Masih ada dua bulanan lagi mas" , jawab Chika.
Victor menganggukkan kepalanya.
Setelah Victor dan Chika selesai makan , mereka keluar dari restoran dan menuju ke toko perlengkapan alat bayi.
"Mas kita beli box baby nya sekarang atau nanti aja?" , tanya Chika.
"Nanti aja ya sayang , kalau sudah mulai delapan bulan , kalau sekarang nanti kamar kita kebanyakan barang yang belum digunakan" , jawab Victor.
"Iya mas" , ucap Chika.
Hari itu Chika hanya membeli beberapa baju bayi laki-laki dan beberapa perlengkapan bayi seperti sarung tangan dan kain untuk bedong.
__ADS_1
Setelah memilih beberapa , Chika membawanya ke kasir dan Victor membayar semua barang yang dibeli oleh Chika.
Setelah itu Chika dan Victor keluar dari toko perlengkapan baby dan mereka jalan-jalan di dalam mall sambil bergandengan tangan.