Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 86


__ADS_3

Yogi yang sudah terbangun malam itu , langsung mengambil kunci motornya dan menjalankannya menuju ke arena balap liar.


Sampai di arena balap liar , Rangga terkejut melihat wajah Yogi yang penuh luka dan lebam.


"Loe berantem sama siapa bro?" , tanya Rangga.


"Sama Victor" , jawab Yogi.


"Kok bisa...kapan loe berantemnya?" , tanya Rangga.


"Tadi siang bro di mall , gue ketemu dia lagi jalan sama cewek yang gue hamilin" , jawab Yogi.


"Jadi loe ketemu , trus langsung berantem gitu?" , tanya Rangga.


"Ntar aja deh gue cerita sehabis tanding , udah mau di mulai tuh" , ucap Yogi yang melihat sudah banyak peserta yang mulai kumpul di arena.


"Ok" , jawab Rangga sambil menjalankan motornya bersama Yogi ke tengah arena balap.


Karena malam itu tidak ada Victor lawan terberat mereka , maka Yogi pun bisa memenangkan pertandingan malam itu.


Yogi mengambil hadiah uang tunai yang di dapatkannya sebagai pemenang malam itu , setelah itu dia dan Rangga meninggalkan arena balap liar dan pergi ke danau.


Sampai di danau Yogi dan Rangga mematikan mesin motornya dan duduk di atas motor mereka.


"Jadi gimana ceritanya bro?" , tanya Rangga , yang sudah penasaran.


"Awalnya gue cuma cari makan aja di mall , setelah selesai makan gue rencananya mau pulang , tapi tiba-tiba gue melihat Chika dan Victor."


"Gue langsung datengin Chika dengan maksud mau ngomong sama dia , kalau gue mau bertanggung jawab sama anak gue."


Rangga hanya menganggukkan kepala nya sambil menyimak cerita Yogi.


"Gue tarik tangan Chika supaya dia mau ikutin gue , tapi Chika menolak , dia gak mau ikut gue , gue paksa dia , dia tetap gak mau , sampai Victor menarik tubuh Chika dan melepaskan tangan gue dari Chika , di situ gue marah dan kesal , gue langsung tonjok muka si Victor , setelah itu ya gue berantem sama Victor" , cerita Yogi.


"Gile loe , loe harus bisa kontrol emosi loe bro , kalau loe maksa gitu mana ada cewek yang mau sama loe" , ucap Rangga.


Yogi hanya terdiam mendengar kata-kata Rangga.


"Jadi bagaimana loe bisa berhenti berkelahi , apa Chika yang melerai kalian?" , tanya Rangga.


"Bukan bro , tapi petugas keamanan disana , karena orang sudah pada rame melihat gue adu tonjok sama si Victor" , ucap Yogi.


Rangga hanya menggelengkan kepalanya.


"Lalu setelah kalian sudah berhenti berantem , apa Chika mau ngomong sama loe?" , tanya Rangga.


Yogi menggelengkan kepalanya.


"Tidak , jangankan ngomong , lihat gue yang luka lebam aja gak , dia malah langsung melihat wajah Yogi yang luka lebam dengan wajah yang penuh air mata , setelah itu dia bilang kalau dia sudah mengaborsi anak gue" , ucap Yogi dengan lirih.


"Jadi juga dia melakukan aborsi?" , ucap Rangga.


"Gue juga gak tau , mungkin dia memang sudah sakit hati karena gue tolak terus , waktu dia ngejar-ngejar gue" , ucap Yogi dengan lirih.


Melihat wajah Yogi yang kelihatan sedih , membuat Rangga tidak mau bertanya lebih lagi.

__ADS_1


"Lebih baik sekarang loe mulai menata hidup loe bro , jadikan kesalahan yang loe buat untuk menjadi pelajaran buat loe".


"Jadi apa rencana loe setelah ini?" , tanya Rangga.


"Gue mau ngumpulin modal buat buka bengkel bro" , jawab Yogi.


"Gue juga mau buka bengkel , apa kita buka bersama saja , kalau uang loe sama gue di gabungin , gue rasa kita bisa buka bengkel motor kecil-kecilan" , ucap Rangga.


"Iya boleh juga bro" , jawab Yogi yang mulai semangat.


"Ok malam ini kita istirahat dulu , besok kita cari tempatnya dulu" , ucap Rangga.


"Ok bro , besok loe kabari gue aja" , ucap Yogi sambil menyalakan motornya.


"Iya bro , sip" , kata Rangga sambil mengacungkan jempolnya dan mulai menjalankan motornya.


********


Pagi itu Sandra dan Antonio sudah bangun.


Mereka makan lontong sayur , sarapan yang sudah dibuatkan oleh Tuti pagi itu.


Tidak lama Antonio memanggil Tuti.


"Tuti..."


"Iya tuan" , jawab Tuti.


"Ini uang belanja bahan-bahan untuk minggu depan ya" , ucap Antonio sambil memberikan amplop putih yang berisikan uang di dalamnya.


Biasanya memang Tuti yang pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan makanan untuk dimasak , sebelum dia ke apartemen Antonio.


"Kali ini mau beli bahan apa aja tuan?" , tanya Tuti.


"Kamu mau makan apa sayang , dalam minggu depan?" , tanya Antonio kepada istrinya.


"Aku kepingin udang dan cumi-cumi hubby , kamu bisa masaknya mba?" , tanya Sandra kepada Tuti.


"Bisa nona muda , mau di bakar atau di buat balado juga bisa" , jawab Tuti.


"Ok , kalau gitu beli bahan-bahannya ya mba" , ucap Sandra sambil tersenyum.


"Baik nona muda" , jawab Tuti.


Setelah itu Tuti mulai melanjutkan kerjaannya di dapur.


Selesai sarapan , Antonio dan Sandra menuju ke kamar mereka.


Sandra mulai menata alat make up nya di meja rias yang sudah di pasang di ruangan wardrobe.


Antonio duduk di kasurnya sambil menonton TV.


"Hubby , kayaknya sudah gak terlalu bau cat di wardrobe room" , ucap Sandra setelah memasuki kamar mereka.


"Masa sih" , ucap Antonio sambil turun dari kasur dan mengikuti Sandra ke ruangan wardrobe yang sudah terhubung dengan kamar mereka.

__ADS_1


Begitu Antonio masuk ke sana , iya ya sayang , sudah mulai gak ada bau cat lagi.


"Kamu mau beberes hari ini sayang" , ucap Antonio.


Sandra pun menganggukkan kepalanya.


"Bukannya nanti kita mau keluar , nanti kamu kecapean sayang" , ucap Antonio dengan lembut.


"Paling aku susun baju biasa dulu aja hubby ke dalam lemari , yang lain baru besok besok mulai di susun" , ucap Sandra.


"Yang penting jangan sampai kecapean ya sayang" , ucap Antonio sambil mengecup kening istrinya.


"Iya hubby" , jawab Sandra dengan lembut.


Sandra mulai masuk ke kamar , mengambil bajunya yang ada di dalam koper dan mulai memisahkan bajunya , setelah itu membawa nya ke ruangan wardrobe dan menyusunnya di dalam lemari.


Antonio melanjutkan menonton TV sambil melihat email yang masuk di Hp nya.


"Hubby , nanti ingetin aku bawa pulang baju kita yang buat ke acara pernikahan Ajeng ya , kemaren masih di simpan di lemari hotel" , ucap Sandra sambil membawa bajunya yang mau di susun di lemari.


"Iya sayang" , jawab Antonio sambil melihat Hp nya.


Tidak lama Hp Antonio berbunyi , terlihat nama Andre yang ada di layar Hp nya.


"Halo Andre" , jawab Antonio.


"Halo pak , buat foto kemaren yang di cetak dengan ukuran besar dan langsung dipasang dengan frame sudah selesai , nanti mau diantarkan kemana ya fotonya?" , tanya Andre sang WO.


"Nanti tolong diantarkan ke apartemen saya saja ya , kapan akan dikirimkan?" , tanya Antonio.


"Kalau sekarang apakah bapak ada di apartemen?" , tanya Andre.


"Iya boleh , sekarang saya sedang berada di apartemen , nanti saya share lokasinya" , ucap Antonio.


"Ok pak , kalau gitu saya menuju ke apartemen bapak sekarang" , ucap Andre.


"Baik , terima kasih Andre" , jawab Antonio.


"Sama sama pak" , jawab Andre sambil menutup sambungan telpon.


Setelah sambungan telpon di putuskan , Antonio langsung share lokasi apartemennya kepada Andre , setelah itu ia turun dari kasurnya dan berjalan menuju ke ruangan wardrobe.


"Sayang , sebentar lagi Andre mau kesini anterin foto kita yang sudah selesai di perbesar dan di pasang frame" , ucap Antonio.


"Foto kita sudah jadi ya hubby , nanti langsung di pasang aja ya hubby" , ucap Sandra sambil tersenyum.


"Iya sayang" , jawab Antonio.


"Hubby , nanti baju-baju kita yang mau dipakai ke acara kondangan , aku susun disini ya , sepatu hubby yang jarang dipake di susun disini aja ya , jadi nanti di lemari kamar dan rak sepatu diluar isinya cuma yang sering dipakai aja" , ucap Sandra.


"Iya sayang , kamu atur aja" , ucap Antonio sambil tersenyum.


Antonio melihat istrinya yang sibuk menyusun baju di ruangan wardrobe.


"Ternyata bidadari cantikku ini sangat rapi dan teratur" , ucap Antonio dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2