
Sampai di dalam mobil , James menjalankan mobilnya keluar dari area sekolah.
"Sayangku , mau makan dimana?" , tanya James.
"Aku mau restoran seafood ya kak" , ucap Alvaro sambil memajukan kepalanya ke bahu Angelica.
"Iya dek , bilang sama James saja" , ucap Angelica.
"Iya , kita restoran seafood ya adek ipar ku" , ucap James sambil tersenyum.
"Terima kasih kakak ipar ku , gak salah kakakku mau menerima kamu" , ucap Alvaro yang mulai meletakkan tangannya di bahu Angelica.
Esmeralda terus memperhatikan sifat manja Alvaro yang hanya kelihatan ketika bersama dengan keluarganya.
Setelah beberapa waktu , mobil yang dibawa oleh James telah sampai di restoran seafood terbesar disana.
Seperti biasa , Alvaro akan memesan semua makanan yang disukainya.
"Awas saja kalau kamu sakit perut lagi seperti waktu itu , kakak minta Esmeralda yang akan mengelus perut kamu sampai kamu tidur" , ucap Angelica.
"Jangan kakak , kenapa harus dia , mama saja yang boleh pegang perut aku" , ucap Alvaro.
"Kenapa kamu gak bolehin Esmeralda memegang perut kamu Alvaro , kalau aku yang sakit perut , aku lebih menginginkan Angelica yang mengelus aku dari pada mama" , ucap James.
Angelica langsung tersenyum mendengar perkataan pacarnya.
"Aku gak mau , kecuali kalau nanti aku bertemu dengan cewek yang sama persis dengan mama" , ucap Alvaro.
"Gak akan mungkin dek" , ucap Angelica.
"Aku pasti bisa menemukan cewek seperti mama kak" , ucap Alvaro.
Tidak lama pelayan datang menghidangkan makanan pesanan mereka di atas meja.
Alvaro , Angelica , James dan Esmeralda mulai makan bersama sambil mengobrol.
Setelah mereka selesai makan , James membayar semua makanan mereka , setelah itu mereka berjalan keluar menuju ke mobil James.
"Sayang , kita mau kemana lagi?" , tanya James.
"Kita pulang saja ya" , ucap Angelica.
"Kenapa cepat sekali kak , kemaren kakak saja pergi dengan James pulangnya sampai malam , kenapa sekarang masih sore sudah pulang saja" , ucap Alvaro.
"Karena ada kamu makanya lebih baik pulang cepat saja" , jawab Angelica.
"Tapi aku masih mau bermain kak" , ucap Alvaro yang manja.
"Kamu gak kangen sama mama" , ucap Angelica.
"Aku kangen kak , tapi aku masih mau main" , rengek Alvaro.
"Kita bawa saja adik kamu pergi bermain sayangku" , ucap James.
"Tapi gak enak juga kita bawa Esmeralda sampai malam James" , ucap Angelica.
"Aku gak apa-apa Angelica , tadi kan papa aku juga sudah tau kalau aku pergi bersama kalian" , ucap Esmeralda.
"Berarti boleh ya kak kita pergi main" , ucap Alvaro dengan mata yang berbinar dan wajah yang menggemaskan.
"Ya sudah , kamu mau bermain kemana?" , tanya Angelica.
"James kan pemilik taman bermain , bagaimana kalau kita ke taman bermain saja" , ucap Alvaro.
__ADS_1
"Baiklah" , jawab James.
Angelica hanya menggelengkan kepalanya melihat adiknya yang manja itu.
Setelah beberapa waktu mobil yang dibawa oleh James telah sampai di taman bermain miliknya.
Karena James yang sering mengontrol ke lokasi , membuat para karyawannya sudah mengenalinya.
"Sore pak" , ucap para karyawan yang bertemu dengan James.
"Iya sore", jawab James.
Kepala yang ada di taman bermain langsung berjalan keluar begitu mendengarkan James datang ke lokasi.
"Selamat sore pak , tumben bapak datang ke sini di hari libur" , ucap Indra kepala yang mengurus disana.
"Hari ini saya datang cuma mau bermain bersama dengan pacar dan teman saya , kalian gak usah begitu formal kepada saya" , ucap James.
"Baiklah pak" , ucap Indra yang langsung lega karena James tidak datang untuk mengontrol pada hari itu.
James berjalan sambil memeluk pinggang Angelica dan Alvaro berjalan dengan Esmeralda.
Alvaro yang sangat kegirangan langsung mau mencoba semua permainan yang ada disana , sampai Esmeralda yang sebenarnya takut dengan ketinggian terpaksa mengikuti Alvaro bermain mainan yang memacu adrenalin.
Begitu turun dari rollercoaster , wajah Esmeralda langsung pucat , kepalanya pusing dan dia pun muntah-muntah disana.
Melihat Esmeralda muntah-muntah , tiba-tiba Alvaro menjadi sangat panik.
"Kak bagaimana ini" , ucap Alvaro.
"Ya kamu bantuin Esmeralda dong , kan dia cewek kamu" , ucap Angelica.
"Bukan cewek aku kakak" , ucap Alvaro sambil pergi mencari air mineral.
"Sedang panik masih sempat aja menjawab" , ucap Angelica sambil terkekeh.
"Ya gitu deh" , jawab Angelica sambil tersenyum.
Angelica yang sangat jijik melihat muntahan memilih untuk berdiri agak jauh dari Esmeralda.
"Kamu gak mau membantu dia sayangku" , ucap James.
"Aku gak sanggup melihat muntah James" , ucap Angelica.
Tidak lama Alvaro datang sambil membawa sebotol air mineral di tangannya.
"Esmeralda , kamu minum dulu" , ucap Alvaro sambil memberikan sebotol air minum kepada Esmeralda.
"Terima kasih Alvaro" , ucap Esmeralda sambil mengambil botol air yang diberikan oleh Alvaro.
Esmeralda yang sudah mulai tenang dan gak muntah-muntah lagi , dibantu oleh Alvaro untuk duduk di kursi yang ada disana.
"Kenapa Alvaro jadi bisa menyentuh Esmeralda sayangku" , ucap James.
"Gak tau juga , mungkin karena Esmeralda sakit dan kelihatan pucat , jadi membuat Alvaro merasa kasihan" , jawab Angelica.
"Berarti ini bagus dong sayang , jadi adek kamu gak takut lagi bersentuhan dengan cewek" , ucap James.
"Iya juga ya James" , ucap Angelica sambil tersenyum.
Setelah Esmeralda sudah mulai baikan , mereka memutuskan untuk pulang.
James mengantarkan Esmeralda menuju ke alamat yang sudah diberikan olehnya.
__ADS_1
Selama dalam perjalan sudah tidak ada obrolan di antara mereka , sampai mobil yang dibawa oleh James sudah sampai di depan rumah Esmeralda.
"Terima kasih ya kak sudah mengantarkan aku pulang" , ucap Esmeralda.
"Iya sama-sama Esmeralda , kamu langsung istirahat ya" , ucap James.
"Iya kak" , jawab Esmeralda.
"Kamu bisa jalan sendiri gak Esmeralda?" , tanya Alvaro.
"Bisa Alvaro , aku pulang dulu ya , sampai ketemu besok di sekolah" , jawab Esmeralda.
"Iya , kalau kamu belum baikan besok , kamu ijin saja dan istirahat dirumah" , ucap Alvaro.
"Kalau aku besok masih sakit , apakah kamu mau datang melihat aku?" , tanya Esmeralda.
Alvaro langsung terdiam dan gak tau mau menjawab apa.
Esmeralda yang melihat Alvaro hanya diam disana sambil memainkan jarinya , akhirnya Esmeralda memutuskan untuk turun dari mobil.
"Baiklah , aku akan melihat kamu besok kalau kamu masih sakit" , ucap Alvaro.
Esmeralda langsung melihat kearah Alvaro...
"Janji ya" , ucap Esmeralda sambil tersenyum.
"Iya" , jawab Alvaro.
Esmeralda menutup pintu mobil dan berjalan masuk ke rumahnya dengan perasaan yang sangat bahagia.
"Gak rugi aku ikut bermain rollercoaster , akhirnya membuat Alvaro memperhatikan aku" , gumam Esmeralda.
.
.
James menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang setelah melihat Esmeralda sudah masuk ke dalam rumahnya.
"Kayaknya sebentar lagi ada yang jadian nih" , ucap Angelica menggoda adik kembarnya.
"Aku gak tau kak , aku cuma khawatir begitu melihat Esmeralda muntah-muntah tadi" , jawab Alvaro.
"Itu berarti kamu sudah mau dekat dengan dia dek , karena tadi kamu mau menyentuh dia kan" , ucap Angelica.
"Kapan aku menyentuh dia kak?" , tanya Alvaro.
"Tadi saat Esmeralda sudah selesai muntah-muntahnya , kamu memberikan air buat dia dan memegangi tubuhnya sampai ke kursi" , ucap Angelica mencoba mengingatkan saudara kembarnya.
"Iya kah kak....mungkin karena aku sangat khawatir" , ucap Alvaro.
"Karena kamu sudah memiliki sedikit perasaan makanya kamu bisa khawatir dek" , jawab Angelica.
"Aku rasa itu wajar kak , membantu orang yang sedang sakit kan adalah sesuatu yang sangat wajar sekali" , ucap Alvaro.
"Wajar bagi orang lain , tapi berbeda untuk kamu dek , kamu kalau gak suka , mau sampai kapanpun kamu gak akan menghiraukannya" , ucap Angelica.
"Kakakkkkkk" , jerit Alvaro.
Pastinya membuat James langsung terkejut , karena itu pertama kalinya mendengarkan teriakan Alvaro , beda dengan Angelica yang sudah sering mendengarkannya.
"Iya iya , nanti kita lihat saja deh , kalau kamu jadian dengan Esmeralda , kamu harus memberikan apa yang kakak minta ya" , ucap Angelica.
"Kalau aku gak jadian dengan Esmeralda , kakak yang harus memberikan apa yang aku inginkan" , jawab Alvaro.
__ADS_1
"Ok deal" , jawab Angelica.
James hanya tersenyum sambil terus membawa mobilnya menuju ke rumah Angelica dan Alvaro.